Skip to main content

Posts

Private

Sejak blogger menyempurnakan versi betanya, dari sekian perbaikan dan fitur baru yang diperkenalkan, ada satu fitur baru yang belakangan marak dimanfaatkan oleh para blogger. Fitur tersebut adalah blog readers. Aku yakin teman-teman sudah tahu apa fungsi fitur yang terletak di menu permission ini. Yap ... Fungsinya adalah men-setting blog menjadi private sehingga tidak semua orang berhak dan boleh bersantai di sana, tetapi hanyalah orang-orang pilihan yang di-choose atau di-invite yang bisa masuk dan ngopi di sana. Jadi janganlah heran kalau saja suatu saat Anda meng-klik sebuah blog, yang keluar adalah tulisan "blogger: permission denied; this blog is open for invited readers only", yang artinya Anda tidak diundang dan tidak diperbolehkan untuk mengintip isi blog tersebut. Jangan merasa kecewa, karena pasti ada alasan tertentu mengapa seseorang men-setting blog mereka dari semula open menjadi private. Jangan juga merasa patah hati, karena di balik privatisasi tersebut selalu...

Puas dan Bangga

Salah satu hal dari seorang wanita yang paling susah untuk aku mengerti sekaligus aku kagumi adalah kebiasaan mereka sewaktu berbelanja. Ketidakmengertian daku dengan kegiatan rutin mereka tersebut bukanlah dikarenakan oleh kegemaran mereka dalam hal borong-memborong, sehingga tidak heran kalau melihat wanita berbelanja hampir bisa dipastikan tangan mereka selalu penuh dengan hasil belanjaan. Kekagumanku kepada mereka bukan juga dalam hal kesukaan dan ketekunan mereka untuk hinggap menghinggap dari satu toko ke toko lain ataupun singgah menyinggah dari counter yang satu ke counter yang lain sekadar mengobrak-abrik isi toko atau counter tersebut. Kebingunganku juga bukanlah tercermin dari keasyikan mereka membanding-bandingkan barang yang satu dengan barang yang lain yang kadang diselingi bercahayanya mata mereka saat melihat produk gress dan teranyar yang acap kali muncul sebagai iklan baik di koran maupun di layar kaca aka TV terpampang jelas di depan mereka. Dan keheranan daku juga b...

Wanita adalah Perkasa

Cristina Fernandez de Kirchner ... teman-teman sudah pernah dengar khan nama yang satu ini? Wanita yang satu ini bukanlah seorang artis aka bintang film aka penyanyi sekaliber Scarlett Johansson atau Aishwarya Rai atau Shakira atau J-Lo ataupun Beyonce yang menurut rencana akan manggung malam ini di JITEC Mangga Dua. Dia juga bukan seorang olahragawan hebat sebanding Maria Sharapova atau Ana Ivanovic atau Yelena Isinbayeva ataupun Michelle Wie yang rajin menghiasi dunia media dengan sepak terjang yang didukung kemolekan tubuh mereka. Beliau juga bukan seorang penulis buku seperti JK Rowlings? Bukan pula seorang perancang mode? Bukan seorang presenter dunia? Dan tentu saja bukan juga seorang selebriti blogger kelas dunia? Kalau begitu ... siapakah dia gerangan? Kalau belakangan teman-teman intens mengikuti berita dunia baik melalui koran, televisi, radio, ataupun internet, pasti tahu siapa dia. Yap ... Dia adalah presiden wanita ke-2 negeri penghasil pemain bola kelas dunia sekaligus ne...

Jujur

Salah satu bacaan favorit saya adalah Reader's Digest Indonesia, salah satu buku saku yang menurutku sarat makna terbitan Femina Group. Selain memiliki rubrik yang aku suka --kisah-kisah nyata dan lucu-- bacaan yang sering disingkat menjadi RDI ini berisi banyak sekali artikel serta tips yang aku yakin kalau teman-teman membacanya bakal mendapatkan banyak tambahan pengetahuan, informasi, dan inspirasi. Dan inspirasi untuk postingku yang ke-152 (not bad yah, ngeblog hampir 1 tahun 9 bulan berhasil menelurkan sebanyak 151 tulisan, yang juga berarti tiap bulan kalau dirata-ratakan aku berhasil memposting 7 tulisan) adalah karya yang muncul dari hasil keisenganku memelototi huruf demi huruf yang ada di RDI edisi Oktober 2007 selama libur lebaran kemarin. Apakah inspirasi tersebut? Bermula dari sebuah artikel yang berjudul simpel: Survei Tes Kejujuran (judul aslinya: The Reader’s Digest Global Phone Honesty Test). Dikisahkan, para peneliti dari Reader's Digest dengan sengaja menghil...

30

Life is begin at 30. Begitulah banyak orang berpendapat. Seperti permainan sepakbola yang turun minum paruh waktu, begitulah kira-kira usia 30 bagi perjalanan hidup manusia. Sebuah titik yang cukup krusial, karena di saat turun minum inilah merupakan kesempatan bagus untuk melihat kembali apa yang sudah dicapai selama setengah babak pertama, serta sebuah momentum istimewa untuk membuat strategi baru sebagai antisipasi melanjutkan game di babak kedua. Pasti sudah banyak yang terjadi di paruh pertama. Baik itu suka-duka, tawa-tangis, bahagia-sedih, sukses-gagal hingga pengalaman terpuruk untuk kemudian bangkit lagi ... semuanya adalah cerminan masa lalu yang seharusnya kita lihat sebagai bagian lika liku perjalanan hidup yang harus dilakoni oleh seorang anak manusia. Ambillah hikmah dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan, sebaliknya bersyukurlah untuk semua kejadian yang luar biasa. Dan yang terpenting, jadikanlah semua itu sebagai refleksi untuk lebih cerdas dalam terus melangkahk...

Mendengarkan

Berikut adalah bocoran rekaman adegan kegiatan di atas ranjang sesaat sebelum dua insan berlawanan jenis yang menjadi aktor utama melambungkan awangnya dalam dunia mimpi. Dengan setting si kecil sudah terlelap, begitulah scene selengkapnya ... "Lo Kung ... aku ingin cerita neh." "Hmm ... mau cerita apa?" (sambil memainkan hape) "Pokoknya mau cerita ..." "Ya udah. cerita aja ..." (tetap terpaku pada hape) "Letakkan dulu hapenya napa sih ... Ini nih ada yang penting." (sambil tangannya merebut hape dari genggaman Lo Kung) (Berusaha merebut kembali hapenya) "Sini hapenya ... kalau kamu mau cerita, langsung aja. Aku dengarin kok ..." (Rebut lagi hape ... dan umpetin di balik bantal yang jauh dari gapaian Sang Lo Kung) "Aku tahu kamu dengarin. Tapi aku tidak ingin kamu sekadar mendengar ..." (Karena hapenya jauh dari jangkauan, ditambah malas untuk rebut-rebutan, Lo Kung pun memiringkan badannya memunggungi Lo Pho-nya sam...

Make A Wish

Seandainya Anda diberi kesempatan langka untuk mengajukan 1 (satu) permintaan -- ingat loh, just one, not three like usually we read or hear in common tale -- apakah yang Akan anda ajukan sebagai respon dari kesempatan tersebut? Hayooo .... mikir yang serius dan berguna yah :) Inilah yang aku renung-renungkan saat aku menonton sebuah reality show di salah satu TV swasta wiken kemarin. Judulnya Three Wishes, yang dihost oleh salah satu artis kesukaanku, Amy Grant. Meskipun judul acaranya adalah Three Wishes, bukan berarti mereka yang beruntung dikunjungi tim reality show ini berhak mengajukan 3 permintaan. Namun pengertian Three Wishes di sini adalah tiga scene terpisah di mana diceritakan masing-masing 'korban bahagia' difasilitasi untuk mewujudkan satu permintaan (ataukah harapan (?) bahasa indo yang lebih cocok untuk kata wish) mereka. Dalam episode yang aku nonton kemarin, dikisahkan ada 3 permintaan (aku pakai pengertian ini deh untuk menggambarkan makna wish) yang berhasil...