Skip to main content

Posts

Musik

Dia adalah bahasa universal yang bisa menyeberangi perbedaan suku, bangsa, ras, agama, dan warna kulit. Dia adalah ungkapan lisan yang mampu menyelami dan memahami perasaan tak terucapkan manusia. Dia adalah busur teracung yang siap dipanahkan untuk menggerakkan dan mengguncang hati manusia yang sedang bergembira. Dia laksana bahasa cinta yang memeriahkan dan menyemarakkan hati orang-orang yang sedang kasmaran. Dia juga sahabat terdekat yang dapat menemani, memberikan penghiburan, dan menampung air mata mereka-mereka yang sedang bermuram durja dan bersedih hati. Tiap hari dia hadir menyapa kita. Entah karena kita dengan sengaja menghadirkannya sebagai teman perjalanan menembus dan menghabiskan detik-detak pergeseran jarum jam. Ataupun mungkin dia datang kepada kita dengan malu-malu berbisik mengalun halus dan lembut menembus telinga kita. Tidak pernah bosan dia menggelitik, menggoda, dan mencumbu indra pendengaran kita hingga tanpa disadari kita pun jatuh terlena dan ikut bergoyang men...

Ada Setan Di Mana-Mana

"Pak, kemarin tahu ada penampakan?" "Penampakan? Maksudmu?" "Iya ... kemarin subuh jam 1-an, orang-orang pada lihat penampakan ..." "Penampakan apa???" *dengan muka masih bingung* "Ihhh ... Bapak ini gimana sih. Penampakan roh halus ..." "Ooo ..." "Bapak tahu khan di lapangan sebelah, tempat orang-orang parkirin motor ... Kemarin bapak-bapak yang sering nongkrong di sana lihat ada cewek sedang duduk di jok salah satu motor. Dan cewek itu berbaju putih ..." "Ah ... kali aja emang itu orang beneran ..." "Yee ... masa tengah malam gitu ada cewek berkeliaran gitu. Lagian ngapain malam-malam nongkrong di tempat gituan. Dan pas didekatin, ilang tuh cewek ..." "Emang banyak yang lihat???" "Iya ... bapaknya si abc [nama tetanggaku] lihat. Trus si itu cerita suaminya juga lihat." "Ooo ..." * * * Itulah sekilas percakapanku dengan baby sister Marvel kemarin pagi-pagi waktu aku ...

Bahagia Memberi

Kemarin aku lihat film di salah satu stasiun TV swasta di Republik ini. Judulnya Rat Race. Film produksi tahun 2001 yang dibintangi beberapa bintang keren seperti Cuba Gooding jr, Whoopi Goldberg, dan aktor kocak dengan seribu wajah Rowan "Mr. Bean" Atkinson ini sebenarnya sudah pernah aku nonton beberapa kali. Tapi ini mungkin yang dinamakan hasil sebuah keisengan yah, yaitu dengan menonton berkali-kali meskipun sudah tahu jalan cerita dan endingnya, selalu saja ada pembelajaran dan hikmat baru yang didapatkan. Alur film ini sederhana saja. Dikisahkan ada seorang yang sangat kaya, iseng memilih beberapa orang untuk ikut dalam sebuah kompetisi, dengan dibekali masing-masing sebuah kunci keramat, yang finalnya adalah sebuah loker di sebuah stasiun kota Silver, New Mexico. Apakah isi loker tersebut? DUIT!!! Jumlahnya ndak tanggung-tanggung, 2 juta dolar amrik alias USD 2.000.000,- alias Rp. 18.200.000.000,- [dengan kurs Rp. 9.100]. Wow ... keren yah. Misalnya teman-teman terpil...

Intermezo Saja ...

Hmm ... teropong bintangku hari ini mengatakan wajah-wajah teman-teman blogger pada berbinar-binar layaknya buah apel merekah alias ceria semua deh. Ada apakah gerangan yang terjadi? Hmm ... pasti karena kemarin habis bersenang-senang alias berkasih-kasihan alias bercumbu-cumbuan alias bercintaan [eits ... yang ini khusus untuk yang udah menikah yah, yang belum DILARANG hehe]. Hayo ... jujur deh mengakuinya ;) Mengutip istilah kerennya, kemarin malam adalah ajang untuk semakin membarakan api percintaan bagi sepasang manusia yang sedang berasmara. Event tahunan yang akrab digelari hari berkasih ria merupakan momen yang ditunggu-tunggu banyak orang, terutama kaum muda, sebagai saat yang tepat untuk menunjukkan sisi keromantisan mereka dengan berbagai ungkapan. Dari sekadar sebatang coklat, sekuntum bunga mawar, sehelai busana dengan aroma pink, sekeping perhiasan berkristalkan berlian, hingga spesial gift yang sempat aku baca dari sebuah situs berita yang membuat aku geleng-geleng kepala...

Belajar Ikhlas

Sebenarnya aku mau menulis kisah di balik musibah banjir yang menimpa kota tercinta, Jakarta, pekan lalu. Tapi setelah dipikir-pikir, tidak jadi ah ... karena pasti sudah banyak blogger yang menulis tentang ini. Takut keburu basi hehehe ... Namun meskipun demikian, postingku kali ini masih ada hubungannya dengan banjir juga. So .... moga-moga tidak terlalu garing yah nih posting ;) Pertama-tama, puji syukur aku ucapkan, karena rumahku tidak terkena banjir sama sekali. Kebetulan saja lingkunganku letaknya agak tinggi --meskipun rumahku letaknya dekat kali angke-- banjir tidak kunjung datang menyapa kediamanku. Tapi, meskipun tidak kebanjiran, selama beberapa hari tersebut aku juga terpaksa ngungsi loh. Emang kenapa? Dan ngungsi ke mana? Hehehe ... baca di sini yah untuk selengkapnya :) Tadi pagi aku mampir ke rumah rekanku yang rumahnya ikut jadi korban banjir di salah satu perumahan kota Bekasi. Daerahnya sebenarnya bukan langganan banjir, karena menurutnya waktu banjir besar yang terj...

Kacamata

Pengen tahu saja. Di antara teman-teman yang sudah setia mengunjungi blogku --waduh ... terharu aku, ada yang namanya pengunjung yang setia hiks--, seberapa banyakkah yang karena satu dua hal terpaksa harus menggantungkan dirinya pada sepasang kaca cembung terbungkus dalam sebuah frame, dan dengan sukarela membiarkannya tergantung bebas sebagai aksesoris tambahan yang menghiasi wajah manis kita? Hayooo ... jangan malu-malu untuk tunjuk tangan hehehe ... Ok deh ... dari pada tidak ada yang mau mengakuinya, aku deh yang tunjuk tangan :) Perkenalanku dengan dunia kacamata terjadi waktu aku masih culun-culunnya alias waktu masih kelas 2 SMP. Masih segar di ingatanku, saat itu ada tim sukarelawan dari luar kota yang datang ke sekolahku untuk memberikan jasa pemeriksaan mata secara gratis. Peristiwa itu termasuk langka, karena jarang sekali ada lembaga yang menawarkan kegiatan sosial semacam ini. Aku yang waktu itu mulai terusik dengan masalah pandangan, langsung saja menyambar kesempatan te...

Orang Penting

Jadi orang penting itu enak yah. Ke mana-mana selalu mendapat prioritas dan akses tersendiri. Karpet merah serta kamera yang tidak henti-hentinya mengeluarkan cahaya blitz selalu siap ditumpahkan untuk menyambut kedatangannya. Dia selalu menjadi sorotan publik, diperhatikan gerak-gerik-nya, ditiru-tiru modenya alias menjadi mode setter, serta dipuja-puja di manapun dia berada. Labelnya hebat: VIP alias Very Important People. Terkadang ada yang kurang puas dengan status itu sampai harus menambah satu huruf lagi di depannya hingga menjadi lebih keren: VVIP. Tidak percaya? Lihat saja di event-event atau acara-acara spesial. Selalu terlihat meja atau sofa dengan selembar kertas yang ditulisi secara ngejreng dan mencolok: "Khusus Undangan VVIP", yang artinya hanya orang yang sangat penting saja yang layak duduk di sana. Di beberapa tempat juga ada ruangan khusus dengan label yang sama, yang juga berarti hanya kalangan tertentu yang boleh masuk ke ruangan sakti tersebut. Di dalamny...