Friday, September 26, 2008

Bukan Superstar

"Bukan Superstar". Siapa sih yang tidak kenal dengan lagu ini. Satu lagi karya terbaru grup Project Pop, grup kondang yang selalu menelorkan lagu lucu, unik, menghibur, dan spektakuler. Didukung oleh personil yang kocak, ditambah lirik yang menghibur, serta dipadu dengan irama musik yang membuat tubuh ikut bergoyang, grup yang satu ini sangat patut diacungi jempol karena sudah sangat berperan dalam meramaikan dunia musik Indonesia dan memberikan keceriaan bagi banyak masyarakat Indonesia yang katanya sedang dalam tertekan dan terpuruk.

Aku tahu lagu ini dari sebuah sitkom yang ditayangkan di salah satu stasiun TV lokal. Tokoh utamanya dua orang, Abdel dan Temon. Hayo ... ngaku aja. Pasti teman-teman juga ikutin dan doyan dengan sitkom yang satu ini khan :) Melihat mereka berdua beraksi di layar kaca mengingatkan aku dengan grup lawak lawas yang pernah berjaya di nusantara ini, Warkop DKI.

Awalnya aku tidak tahu bahwa judul sitkom ini dicocokkan dengan judul lagu ini. Yang aku tahu cuma iramanya enak dan menghibur.Aku baru sadar ini lagunya Project Pop saat di layar kaca keluar iklan: untuk menjadikan lagu ini sebagai nada tunggu Anda, ketik bla bla bla bila kartu Anda bla bla bla ... ketik bli bli bli jika kartu Anda adalah bli bli bli ... ketik ble ble ble kalau kartu Anda ble ble ble ... dsb. Melihat itupun aku belum sadar sepenuhnya. Saat melihat judul dan penyanyinya, aku baru sadar: PROJECT POP. Astaga ... telmi bener yah hehehe ...

Dan untuk pertama kalinya aku mendengar lagu ini secara full adalah waktu di mobil saat bepergian ke luar kota. Dan reaksiku ketika pertama kali mendengar lagu ini secara penuh: GOKILLLL ... Liriknya begitu menggoda. Iramanya sangat asyik tuk goyang. Improvisasinya sangat khas Project Pop. Dan yang jelas: lagu ini Project Pop banget gitu loh ... Dan setelahnya, bisa ditebak apa yang aku lakukan. Yap ... langsung download lagu ini, dan setel terus-menerus tanpa bosan-bosannya.

Tidak perlulah aku mengutip full lirik ini di postingku ini, karena aku yakin teman-teman pasti udah dengan mudah menemukan lirik ini di situs lainnya. Tidak perlu jugalah aku mengupload mp3-nya, karena pasti mp3 ini sudah banyak beredar di seantero dunia. Mau posting u-tube-nya? Tidak usah juga, karena dengan mudah teman-teman menemukannya sendiri. Tinggal masuk u-tube dot com, ketik aja "Bukan Superstar", pasti deh ... langsung muncul deh klip yang kocak ini.

* * *

Kata guruku, salah satu sifat natur manusia adalah kemampuan mereka untuk menafsirkan sesuatu. Manusia dibekali dengan otak dan pikiran untuk cerdas dan menawan untuk melihat sebuah peristiwa dan kejadian untuk kemudian mereka kumpulkan menjadi informasi yang nanti diolah menjadi sebuah tafsiran. Makanya jangan heran kalau ada sebuah even, pasti tiap orang mempunyai tafsiran yang berbeda-beda. Semuanya sangat tergantung pada keluasan wawasan, keseringan mengolah peristiwa, serta kepekaan menangkap kejadian untuk diinterpretasikan.

Begitulah yang aku temukan di net, saat iseng-iseng browsing di om google. Saat memasukkan keyword "Bukan Superstar", aku menemukan ada 2 tafsiran orang akan lirik lagu ini. Mau tahu apakah itu?

Pertama, ada yang memberikan tafsiran dengan mengaitkan lirik lagu ini dengan sara. Lha ... apa maksudnya? Apa hubungannya? Bagaimana ceritanya?

Ceritanya gini. Di lirik Bukan Superstar, diceritakan tokoh-tokoh terkenal dengan semua kelebihannya. Misalnya Ariel Peterpan terkenal karena keren. Trus Mulan Jameelah karena seksi. Lantas Glenn Fredly adalah superstar karena suaranya merdu. Nah, yang dipermasalahkan adalah pas letto diangkat. Ingat lirik khusus tuk Letto? Yap ...

Andai ku Letto wis pasti aku wong jowo

Ini yang dipermasalahkan. Apa tidak ada hal lain yang bisa diangkat dari Letto selain sukunya, yang dalam hal ini adalah Jowo (Jawa). Entah atas dasar apa, orang yang menuliskan hal ini sepertinya tidak terima karena Letto terkenal hanya karena orang Jawa hehehe ... Padahal menurutku sih ini hal yang ok-ok saja. Aku lebih melihat lirik yang dibuat karena ingin mengikuti kaidah aturan sajak berirama. Tidak percaya ... ini buktinya:

Andai aku Pasha Ungu (akhiran u)
semua wanita kan memburuku (akhiran u)
Bila aku Ariel Peterpan (akhiran n)
kau yakin ngefans karena urang keren (akhiran n)

Sexy badannya.. Mulan Jameela (akhiran a)
cantiknya dia seperti aku (akhiran a)
Giring Nidji sahabat aku (akhiran u)
dekat denganku.. dialah aku.. (akhiran u)

Jadi kalau lirik "Andai ku Letto wis pasti aku wong jowo" ini pasti (menurutku) supaya sajak beriramanya enak, yaitu akhiran o. So ...

Yang kedua, ini aku lihat dari kelompok yang menganut aliran positive thinking, terutama yang sangat yakin dengan kekuatan afirmasi. Seperti yang kita ketahui, dalam konsep afirmasi, apa yang kita ucapkan berulang-ulang, baik secara lisan maupun dalam hati, kalimat tersebut akan masuk ke alam bawah sadar kita, dan secara tidak langsung akan menjadi kita yakin akan hal tersebut dan mempengaruhi hidup kita ke depan.

Makanya jangan heran kalau untuk ajaran afirmasi, kata-kata yang selalu diajarkan tuk diucapkan berulang-ulang dan setiap saat adalah kata-kata bernada positif dan membangun. Misalnya "aku sehat" atau "aku bahagia" atau "aku sukses" dll. Harapannya sih, dengan mengucapkannya sesering mungkin, akan terjadi perubahan dan transformasi di pikiran kita yang secara tidak langsung akan mengubah hidup orang yang mengucapkannya untuk menjadi seperti apa yang mereka yakini.

Makanya saat lirik "Bukan Superstar" dilantunkan terus menerus, terutama pada bagian:

Tapi kenyataan aku bukan siapa-siapa
Ku bukan superstar kaya dan terkenal
Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi

Hal itu dipandang tidaklah membangun. Kalau kita mengulang-ulang lirik tersebut, apalagi diucapkan dari batin, dianggap hal itu sebagai pembenaran bagi pikiran kita bahwa kita bukanlah superstar, yang juga berarti menghambat kita untuk menjadi orang sukses. So ...

* * *

Baru dua tafsiran yang sempat aku temukan. Apakah teman-teman sempat menemukan tafsiran yang lain? Let me know jugalah ...

Namun apapun tafsiran orang, ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada Project Pop: teruslah berkarya untuk memperindah musik Indonesia dan buatlah terobosan yang membuat banyak orang tersenyum dan tertawa di tengah keterpurukan Republik ini ...

Btw, setelah aku selesai menulis posting ini, aku baru sadar bahwa aku juga membuat tafsiran baru untuk lagu ini. Waaa ... jangan-jangan ada orang yang membaca postingku, kemudian balik ke terminalnya dan menulis hal yang sama. Dan tafsiranku dimasukkan juga dalam postingnya hehe ...

Tuesday, July 15, 2008

Sepenggal Kisah tentang SMS

Menjelang sore, waktu pikiran lagi suntuk, tiba-tiba HP-ku bergetar tanda ada SMS masuk. Pengirimnya tidak aku kenal, karena no-nya baru.

>> Hendri lg di mana? Ini aku I. Punya gk temen yg jual pulsa... thx

Sempat mikir aku waktu baca SMS ini. Siapa itu I? Perasaan temanku yang I ada beberapa, termasuk teman kantorku yang duduk seruangan denganku. Lantas aku pun tanya sama temanku.

"I, kamu SMS aku gak?"
"Tidak. Kenapa?"
"Gak. Aku dapat SMS. No-nya aku tidak kenal, tapi ngakunya dari I. Makanya aku tanya kamu, siapa tahu I itu kamu."

Baru saja aku jawab gitu, HP I berbunyi ada SMS masuk. Dia baca bentar, kemudian dengan wajah bingung tanya.

"Mas Hen tidak SMS aku juga khan?"
"Tidak. Kenapa?
"Ini aku juga dapat SMS dari nomor yang tidak dikenal. Ngakunya Hendri..."
"Emang isinya apa?"
"Dia tanya aku lagi di mana, dan tanya punya teman gak yang jual pulsa."
"Empat digit terakhirnya berapa?"
"xxxx"

AHA! Saat itu juga aku tahu: ini SMS penipuan! Kenapa? Karena nomor yang disebut temanku sama persis dengan nomor yang masuk ke HP-ku. Tapi untuk lebih meyakinkan, akupun iseng pura-pura gak tahu dan membalas SMS tadi.

>>Lg d kntr. Ini I yg mana?
>>Aku yang di P (nama lembagaku).. Ada gk temen yg jual pulsa

Hmm ... Jelas sudah ini mau nipu. Gimana gak, temanku yang tukang tipu ini ngaku adalah dia (I) jelas-jelas ada di depanku. How come gitu loh. Tapi aku tetap aja iseng ngelayanin SMS-nya.

>>Emang u ganti no? Kok gak bilang2.. No lamamu masih gak?
>>Masih. Oya ada gk (maksudnya teman yang jual pulsa)
>>Gak pny. Btw, aku save no-mu yg ini yah. Bsk ktm d kntr khan?

Sengaja aku tanya gitu untuk "memberikan harapan" bagi dia seolah I benar-benar tidak di kantor dan aku mulai terjebak dalam penipuannya.

>>Oke. Oya siapa ya yg jual pulsa
>>Waduh gak tau. Aku tny2 dl yah. Ntar kl ada aku ksh tau km.

Agak lama diam, aku pikir dia udah nyerah. Gak tahunya dia pikir aku lagi tanya-tanya teman yang jual pulsa karena beberapa lama kemudian masuk lagi SMS.

>>Ada gk.. Oya bs gak tlg nitip belikan voucher S 100. 3 lmbr bsk d ganti

Wow ... mulai jelas modusnya. Dalam hatiku pasti ntar dia minta aku sebutin no vouchernya. Tapi aku pura-pura aja tidak ngerti, makanya aku balas lagi.

>>Ok kl smpt. Bsk kan ktm, aku ksh lgsg aja yah.

Dan tahu apa jawabannya? YAP ... persis dugaanku.

>>Sms aja no vcr nya bisa kan

HAHAHAHA ... langsung aku sudahin SMS-an iseng ini. Selain karena udah mau pulang, juga malas ngeladeninnya :)

* * *

Gila yah, hari gini masih ada yang suka nipu dengan model-model begini. Perasaan ini sudah cara yang sangat kuno, tapi tetap aja yang pake. Mungkin pikirnya iseng-iseng berhadiah kali yah, siapa tahu dengan modal perdana murah-meriah, bisa menghasilkan voucher atau pulsa gratis yang jauh lebih besar hehehe ... Tapi ini kali trend jaman sekarang. Segala cara dihalalkan untuk mencari yang namanya uang. Apakah begitu?

Dan pelajaran yang aku tarik dari kejadian tersebut: menyegarkan, karena menghadirkan secercah senyuman saat pikiran lagi buntu dan suntuk. Yah ... habis pulsa beberapa SMS, tapi hati jadi lumayan terhibur. Kayaknya setimpal yah hehehe ...

Friday, June 20, 2008

Sepenggal Cerita-2

14 Juni 2008 - 08:26: Puji syukur kepada Tuhan, sudah lahir dgn selamat putra ke-2 kami, 14 Juni 08 pk 01:10. H & N
14 Juni 2008 - 08.32: Wah, A dah punya adik? Selamat yah. Namanya siapai?
14 Juni 2008 - 08:38: Belum ada hehe. thx ya.

14 Juni 2008 - 17:59: Mohon doa utk anak kami yg saat ini berada di ruang ICU. H & N.
14 Juni 2008 - 20:04: Hai H. Ada apa dengan anakmu?
14 Juni 2008 - 20:05: Paru2nya kemasukan ketuban kental, trus infeksi. Susah napas.

14 Juni 2008 - 20:07: Lahirnya normal? N sehat2 khan? Udah diambl tindakan apa sama dokter?
14 Juni 2008 - 20:09: Normal, cepat malah. N sehat. Ya skrg masuk ICU, dikasih oksigen trus.

14 Juni 2008 - 20:11: Ya udah. Bnyk berdoa, smua pasti baik2 saja. Kalian jaga kesehatan jg yan, terutama N.
14 Juni 2008 - 21:12: Ok. Thx ya.

15 Juni 2008 - 11:06: Meninggal dunia dgn tenang, putra kami yang ke-2, Jonathan Orel, 15 Juni 2008, pk 8.30. Terimakasih atas doa dan dukungannya. Tuhan memberkati. H & N.

* * *

Rekap SMS di atas adalah nyata. Terjadi seminggu yang lalu. Sebuah berita yang awalnya menggembirakan, tapi berakhir dengan menyedihkan. Saat menerima SMS terakhir, aku hanya bisa speechless, lidah kelu, dan tidak tahu harus berkata apa. Aku kehilangan semangat untuk mengetik balasan SMS, meski sekadar penghiburan --dan sampai sekarang aku belum juga mengucapkan ungkapan rasa ikut berduka. Gak tahu kenapa aku gak memberikan ungkapan rasa dukaku. Aku hanya merasa bersalah saja, karena apa yang menjadi keyakinanku bahwa semua akan baik-baik saja tidak menjadi kenyataan.

Waktu menerima SMS mengejutkan tersebut, aku lagi sendirian di rumah, Istri dan Marvel --jagoanku tersayang-- sedang ke pasar berbelanja. Lama aku merenung ... memikirkan apa yang barusan terjadi. Seolah sebuah drama yang melayang di pikiranku, aku masih belum percaya akan berita tersebut. Rasanya itu tidak nyata, tapi itu benar-benar terjadi.

Dalam perenunganku, wajah Marvel muncul begitu saja. Aku begitu bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan padaku. Anakku sehat, tidak kekurangan apapun, dan tumbuh dengan normal. Sering aku melihat baik di TV atau membaca di koran, bayi yang dilahirkan tidak sempurna. Aku tidak bisa menyelami bagaimana pikiran dan perasaan orangtua yang mendapatkan bahwa ternyata buah hati mereka lahir dalam kondisi bermasalah. Termasuk hati hancur temanku yang satu ini. Aku tidak bisa ...

Sering juga aku melihat di jalan-jalan, terutama perempatan lampu merah, anak kecil yang harus mencari nafkah dengan mengemis. Aku tidak bisa membayangkan kalau salah satu anak kecil yang berdiri di sana itu adalah Marvel. Demikian juga kalau melihat pemulung dengan anaknya yang masih balita harus mengais rezeki dengan mengorek-orek tempat sampah, hatiku juga ciut melihatnya. Mudah sekali wajah anakku muncul kalau aku melihat hal demikian. Dan aku tidak mau hal demikian menimpa anakku. Kalau berpikir demikian, semangat untuk berbuat sesuatu secara maksimal demi anakku langsung mencuat. Dalam hatiku muncul keteguhan hati bahwa aku harus mempersiapkan dengan baik segala sesuatu untuk masa depan anakku.

Ya ... selagi masih ada tenaga, aku harus memaksimalkannya. Selagi masih ada kemampuan, aku harus tetap mengasahnya. Selagi masih ada asa, aku harus memanfaatkannya. Selagi masih ada kesempatan, aku harus menggunakannya. Selagi masih ada keinginan, aku harus mewujudkannya.

Saat masih berpikir, dari teras rumah terdengar suara kendaraan yang artinya istri dan anakku pulang. Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari anakku, memeluknya dengan keras, menciumnya dengan hangat sambil berkata: terima kasih Tuhan untuk keindahan yang sudah Engkau berikan bagi keluarga kecilku.

* * *

Sobatku, H & N, yang tabah yah. Segala sesuatu yang terjadi ada dalam rencanaNya yang indah. Mungkin sekarang kelihatan menyakitkan dan tidak adil, tetapi yakinlah bahwa itu adalah jalanNya yang terbaik untuk kita semua. Ada pelangi yang indah di balik hujan yang deras. Ada emas murni yang teruji di balik panasnya api tempaan. Tuhan memberkati keluarga kecilmu...

Friday, June 06, 2008

Sepenggal Cerita

"Hen ... masih ingat gak dengan ... (sebuah nama)"
"Iya, kenapa?"

"Bunuh diri ..."
"Apa?"

"Bunuh diri Hen. Kemarin ditemukan gantung diri di rumahnya ..."
"Yang bener ah ... jangan ngaco gitu ..."
"Sumpah Hen. Gak mungkin masalah ini aku ngarang. Aku juga kaget, teman-teman semua di sini juga ..."

* * * * * Hening * * * * *
* * * * * Hening * * * * *
* * * * * Hening * * * * *

"Mas, gimana sih cerita selengkapnya?"
"bla bla bla bla bla bla ..."

* * *

Percakapan di atas masih sangat jelas di benakku. Meskipun sudah lewat hampir 2 bulan, tetapi berita mengejutkan tersebut masih terasa sangat nyata. (sebuah nama) bukan teman dekatku. Tapi aku kenal dia. Dan pernah akrab dengan dia. Semuanya karena suatu proyek di tahun 2004, di mana kami harus sekantor hampir kurang lebih 6 bulan. Banyak hal yang sudah kami alami dalam waktu yang singkat tersebut. Canda-tawa-tegang-stress sampai hampir tiap hari harus berlembur ria sampai subuh karena proyek tersebut.

Selepas dari proyek, kami berpisah. Masing-masing kembali ke habitatnya dengan kesibukan masing-masing. Di sela-sela waktu itu, kami masih saling kontak, sekadar menanyakan kabar dan update cerita. Bahkan kontak terakhir aku dengannya adalah hampir 1 1/2 bulan sebelum kejadian tragis tersebut. Dan dalam kontak terakhir tersebut semuanya kelihatan ok-ok saja. Tidak ada yang aneh ...

Tapi siapa tahu jalan hidup seorang manusia. Tiap orang mempunyai jalan hidup sendiri-sendiri, dan tiap berhak memutuskan jalan hidupnya mau ke mana, serta bertanggungjawab atasnya. Malangnya, temanku yang satu ini sangat tidak bijaksana dalam membawa hidupnya ... hingga memilih untuk mendahului Sang Pencipta dalam menentukan nafas kehidupannya :(

* * *

Belakangan aku baru tahu asal muasal kenapa temanku melakukan tindakan tersebut. Mau tahu apakah alasannya?

Ada dua alasan utama, yang aku yakini hampir semua pelaku tindakan bunuh diri mengalaminya juga. Alasan pertama, masalah keuangan. Tidak dipungkiri temanku ini seorang yang bergaya hidup tinggi. Buat teman yang sempat ikuti blog-ku dan pernah membaca posting gaya hidup, begitulah temanku yang satu ini. Rupanya selepas proyek bersama, dia sempat diterima di salah satu perusahaan dengan jabatan yang sangat lumayan. Kondisi tersebut tentu saja sangat mendukung dia dalam menjalani gaya hidupnya. Tapi apa lacur, karena suatu hal dia dipecat.

Alhasil jadi pengangguran. Lamar sana-lamar sini, tidak ada yang terima. Akibatnya? Pengeluaran tetap membengkak, sementara pemasukan nihil. Alhasil, mulailah dia terjebak dengan dunia hutang. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit. Rupanya pepatah ini juga cocok untuk mereka yang mulai iseng bermain dengan dunia hutang. Dan ... bisa ditebak sendiri.

Alasan kedua, masalah keluarga. Memang sejak waktu aku kenal dia, keluarganya sudah sedikit bermasalah. Pertengkaran sepertinya hal yang biasa di rumah tangganya. Hematku mengatakan, karena sudah bermasalah dengan urusan finansial, mau tidak mau sangat berefek dengan masalah rumah tangga juga. Dan ... silakan tebak sendiri apa jadinya sebuah keluarga yang dililit hutang plus adanya jejak ketidakharmonisan dalam keluarga. Ujungnya ...

Jadi, tidaklah mengherankan akhirnya sobatku yang satu itu mengambil jalan yang dikatakan jalan pintas atau jalan setan: bunuh diri. Tragis? Inilah dunia kehidupan yang sesungguhnya ...

* * *

Aku bersyukur kondisiku masih jauh lebih baik dari dia. Meskipun tidak aku pungkiri untuk ke-2 hal tersebut aku juga ada masalah, tapi syukurlah aku ditopang fondasi yang kuat dan dikelilingi oleh orang-orang luar biasa yang sangat men-support aku sehingga langkah terakhir tersebut tidak pernah aku ambil. Dari kejadian ini aku banyak belajar. Dan semoga teman-teman yang sempat membaca postingku ini, juga bisa memetik sebuah pelajaran ...

Wassalam.

Tuesday, May 06, 2008

Dry County

It's been long time ... udah 5 bulan lebih aku tidak updet blog. Hhh ... banyak yang sudah berubah dan terjadi selama 5 bulan terakhir ini. Akan panjang sekali untuk menceritakannya. Suka - duka - senang - sedih - stres - gembira - takut - berani - optimis - pesimis - gelisah - damai - tertekan - berdaya - putus asa - berpengharapan - jatuh - bangun - gagal - berhasil - kecewa - bangga - air mata - canda tawa - beban berat - kelegaan - amarah - kasih sayang ... semua itu aku alami. Argh :)

Beberapa hari ini entah kenapa aku setel lagu ini terus. Seharian di kantor bisa saja cuma lagu ini yang diteriakkan berulang-ulang dari speaker kompi-ku. Tidak bosan-bosannya aku juga ikutan melantunkannya. Diambil dari kompilasi album Keep The Faith, teman-teman ... inilah Dry County.

* * *

Dry County
By. Bon Jovi

Across the border they turn
Water into wine
Some say its the devils blood
Theyre squeezing from the vine
Some say its a saviour
In these hard and desperate times
For me it helps me to forget
That were just born to die

I came here like so many did
To find the better life
To find my piece of easy street
To finally be alive
And I know nothing good comes easy
And all good things take some time
I made my bed Ill lie in it
To die in its the crime

You cant help but prosper
Where the streets are paved with gold
They say the oil wells ran deeper here
Than anybodys known
I packed up on my wife and kid
And left them back at home

Now theres nothing in this paydirt
The ghosts are all I know
Now the oils gone
The moneys gone
And the jobs are gone
Still were hangin on

Down in dry county
Theyre swimming in the sand
Praying for some holy water
To wash the sins from off our hand
Here in dry county
The promise has run dry
Where nobody cries
And no ones getting out of here alive

In the blessed name of Jesus
I heard a preacher say
That we are gods children
And hed be back someday
And I hoped that he knew
Something as he drank his cup of wine
I didnt have too good of a feeling
As I head out to the night

I cursed the sky to open
I begged the clouds for rain
I prayed to God for water
For this burning in my veins
It was like my souls on fire
And I had to watch the flames
All my dreams went up in ashes
And my future blew away

Now the oils gone
And the moneys gone
And the jobs are gone
Still were hangin on

Down in dry county
Theyre swimming in the sand
Praying for some holy water
To wash the sins from off our hand
Here in dry county
The promise has run dry
Where nobody cries
And no ones getting out of here alive

Men spend their whole lives
Waiting praying for their big reward
But it seems sometimes
The payoff leaves you feeling
Like a dirty whore
If I could choose the way Ill die
Make it by the gun or knife
cause the other way theres too much pain
Night after night after night

Down in dry county
Theyre swimming in the sand
Praying for some holy water
To wash the sins from off our hand
Here in dry county
The promise has run dry
Where nobody cries
And no ones getting out of here alive (*)

Thursday, November 22, 2007

Private

Sejak blogger menyempurnakan versi betanya, dari sekian perbaikan dan fitur baru yang diperkenalkan, ada satu fitur baru yang belakangan marak dimanfaatkan oleh para blogger. Fitur tersebut adalah blog readers. Aku yakin teman-teman sudah tahu apa fungsi fitur yang terletak di menu permission ini. Yap ... Fungsinya adalah men-setting blog menjadi private sehingga tidak semua orang berhak dan boleh bersantai di sana, tetapi hanyalah orang-orang pilihan yang di-choose atau di-invite yang bisa masuk dan ngopi di sana.

Jadi janganlah heran kalau saja suatu saat Anda meng-klik sebuah blog, yang keluar adalah tulisan "blogger: permission denied; this blog is open for invited readers only", yang artinya Anda tidak diundang dan tidak diperbolehkan untuk mengintip isi blog tersebut. Jangan merasa kecewa, karena pasti ada alasan tertentu mengapa seseorang men-setting blog mereka dari semula open menjadi private. Jangan juga merasa patah hati, karena di balik privatisasi tersebut selalu ada maksud mengapa itu dilakukan. Jangan pula merasa ditolak, karena bukankah setiap orang mempunyai hak untuk mengatur mau diapain blog mereka?

Setahuku, alasan utama orang mengubah blog mereka menjadi private adalah soal kerahasiaan. Setuju? Bukan menjadi rahasia umum lagi kalau salah satu alasan orang nge-blog adalah untuk curhat secara on-line. Selain itu, nge-blog juga digunakan sebagai sarana untuk menceritakan hal-hal yang tidak mungkin atau sempat disampaikan secara lisan kepada banyak orang. Nge-blog juga dipakai sebagai tempat untuk bergosip ria, mengata-ngatain orang ... hingga dimanfaatkan sebagai ajang untuk pamer-memamer :) Hayooo ... jujur untuk yang satu ini. Tidak dipungkiri, kehadiran blogku tercinta ini juga tidak luput dari motivasi seperti itu. Jadi ijinkanlah saya untuk mewakili teman-teman dengan meringkus semuanya itu dalam satu kata: NARSIS.

Nah, karena sudah menjadi habit manusia yang kalau ada kesempatan untuk mengeluarkan isi hati sepenuh-penuhnya dan sepuas-puasnya, bisa ditebak akibatnya: lepas kendali. Waktu awal-awal ber-blog ria, apa saja diceritakan. Mulai dari urusan pekerjaan, nge-gosipin teman, share pengalaman berliburan, hingga masalah rumah tangga tidak luput dari sasaran cerita.

Mulanya sih tidak ada efek apapun. Semua yang membaca senang dan terhibur hingga komen-mengkomen pun terjadi. Tapi lambat laun, sepertinya ada yang mulai iseng dan nakal. Tidak tahu apakah karena ada yang merasa tersinggung ataupun iri, terjadilah sabotase-sabotase kecil yang berlanjut hingga pemilik blog menjadi gerah dan terganggu. Kalau dulu sebelum ada fitur private ini, pilihan yang diambil adalah berhenti posting atau menghapus blog ataupun pindah blog. Tapi sejak ada fitur baru ini, orang menjadi leluasa untuk tetap nge-blog. Simple kok, tinggal set aja jadi private, undang orang-orang yang dirasa adalah teman dan layak untuk terus membaca, dan ... selesai.

Sebab lain orang men-set blog menjadi private adalah faktor cs-an. Maksudnya? Iya ... orang-orang yang diinvite hanyalah mereka-mereka yang dianggap cs sejati. Seperti sebuah siklus yang wajar terjadi, pada awal kehadiran di blog tingkah kita layaknya seekor kumbang yang dengan bebas berkelana dan hinggap di manapun dia mau. Jadi tidaklah mengherankan kalau kita begitu aktif blog-walking untuk mempromosikan blog kita sambil tukar-tukaran link dengan harapan bisa berkenalan dengan sebanyak mungkin blogger yang ada. Hasilnya: bisalah kita lihat pada daftar link yang ada. Semakin banyak dan panjang link yang ada, itu artinya semakin sukses juga kumbang tersebut bersosialisasi.

Tapi hukum seleksi alam rupanya berlaku juga di dunia blogging. Ada faktor like and dis-like terjadi. Bisa karena alasan kesamaan minat, hobi, ataupun nasib, serta kalau mau dikaji lebih mendalam, secara lebih ekstrim ada juga yang melihat kesamaan suku, agama, serta status menjadi faktor untuk tetap menjaga interaksi yang ada. Hingga bisalah kita lihat adanya gap-gap atau grup-grup atau komunitas-komunitas atau geng-geng di dunia blog. Cirinya untuk melihat semua itu mudah, tinggal lihat aja keramaian di SB ato komen-komen. Dari sana ketahuan si ini geng-nya siapa saja, si itu grup mana, atau si dia komunitas apa.

Hematku, karena merasa sudah nyaman dan aman dalam geng yang ada, secara tidak sadar tumbuh sikap cukup dan puas dengan anggota geng yang sudah ada. Alhasil ketika ada blogger baru yang datang dan mencoba untuk menebar pesona, muncul kecenderungan untuk menanggapinya secara dingin dan cuek. Blogger baru datang berkunjung, kita kunjung balik, dengan catatan itupun cuma untuk isi SB saja. Kalau dia datang balik, kita kunjungi balik lagi. Tapi sekali tidak datang, yah ... kita juga ndak kunjung balik tuh alias dilupakan begitu saja. Bahkan mungkin ada yang merasa kedatangan tamu baru sebagai gangguan. Sebagai pemecahannya: set private. Kita puas berkicau, anggota geng tetap rame ... dan tidak ada yang mengganggu.

Hmm .. adakah alasan lain orang set private? Let me know-lah. Siapa tahu ada alasan yang cukup mengusik daku sehingga akhirnya akupun men-set blog-ku jadi private. Setuju :)

* * *

Dari daftar link-ku ada 7 blog yang sudah mem-private-kan blognya. Dan dari angka tersebut, hanya 2 orang yang meng-invite-ku :( Kadang dipikir sedih juga, karena secara tidak langsung aku sudah kehilangan kabar dan cerita dari 5 orang yang sudah aku anggap teman dalam dunia blog. Tidak berhaklah aku berprasangka negatif terhadap mereka mengapa tidak invite aku, karena pasti mereka punya alasan tersendiri. Yah ... berpikir positif deh ;)

Kiranya melalui posting ini, kalau teman-teman bermaksud men-set blognya jadi private, sudilah daku di-invite. Meskipun aku tidak seaktif seperti dulu lagi dalam ber-blog ria, tapi aku selalu menyempatkan diri kala ada waktu untuk berkunjung ke rumah teman-teman. Janji yah ... *sambil ajukan jari kelingking*

Tuesday, November 13, 2007

Puas dan Bangga

Salah satu hal dari seorang wanita yang paling susah untuk aku mengerti sekaligus aku kagumi adalah kebiasaan mereka sewaktu berbelanja. Ketidakmengertian daku dengan kegiatan rutin mereka tersebut bukanlah dikarenakan oleh kegemaran mereka dalam hal borong-memborong, sehingga tidak heran kalau melihat wanita berbelanja hampir bisa dipastikan tangan mereka selalu penuh dengan hasil belanjaan. Kekagumanku kepada mereka bukan juga dalam hal kesukaan dan ketekunan mereka untuk hinggap menghinggap dari satu toko ke toko lain ataupun singgah menyinggah dari counter yang satu ke counter yang lain sekadar mengobrak-abrik isi toko atau counter tersebut.

Kebingunganku juga bukanlah tercermin dari keasyikan mereka membanding-bandingkan barang yang satu dengan barang yang lain yang kadang diselingi bercahayanya mata mereka saat melihat produk gress dan teranyar yang acap kali muncul sebagai iklan baik di koran maupun di layar kaca aka TV terpampang jelas di depan mereka. Dan keheranan daku juga bukan disebabkan heboh dan meriahnya SEBAGIAN KECIL kaum hawa mengobok-obok keranjang atau berkumpul di lokasi yang bertebaran tulisan SALE/OBRAL.

Lantas, apakah hal yang membuat aku tidak mengerti sekaligus heran dengan kebiasaan wanita dalam berbelanja? Yap ... kehebatan mereka dalam hal tawar menawar dan kebanggaan mereka saat berhasil mendapatkan barang yang ditaksir berat dengan harga yang lebih murah. Benar khan para wanita :) Dan terus terang, untuk hal yang satu ini aku benar-benar kagum berat. Bayangkan, kadang beda harga barang tersebut hanyalah beberapa ratus perak atau sekian ribu rupiah. Tapi perasaan puas dan bangganya itu loh, seperti melambung ke langit ke sepuluh. Perasaan capek, lelah, pegel, bahkan haus dan lapar karena harus mengelilingi seluruh toko yang ada sepertinya sirna begitu saja. Yang penting: puas karena dapat barang lebih murah.

Aku tidak tahu apakah yang membuat SEBAGIAN BESAR wanita mempunyai kebiasaan seperti itu. Apakah itu sebuah naluri bawaan yang dibekali oleh Sang Pencipta sebagai senjata untuk survive? Atau itu faktor bawaan yang diwariskan secara turun temurun melalui contoh sehari-hari dari penerus mereka sebelumnya? Ataukah itu hanyalah kebetulan saja? Tidak jelas. Namun logikaku sih menjelaskan hal-hal yang di sebutkan di atas ada korelasinya. Apakah korelasinya itu?

Tidak bisa kita pungkiri, wanita zaman dulu tidak bisa menolak untuk ditakdirkan sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Tugas mereka? Harus bisa mengatur keseluruhan aktivitas di rumah dengan baik. Dari membereskan rumah, memasak, mencuci baju, mengasuh anak, termasuk mengelola uang belanja bulanan. Makanya tidak heran kalau dulu suasana rumah semrawut atau terjadi apa-apa dengan anak, yang menjadi sasaran untuk disalahkan dan dicap tidak becus dalam mengelola rumah adalah seorang Ibu.

Sepertinya tidak adil yah. Tapi itulah yang terjadi. Jadi mohon untuk bisa dimaklumi dan dimaafkan kalau kaum pria bersikap seperti itu. Terlebih lagi dalam hal dunia dapur dan belanja berbelanja yang notebene ada hubungannya dengan uang belanja bulanan, makin lagi kaum pria tidak mau tahu yang satu ini. Yang mereka tahu hanyalah tiap hari ada nasi plus lauk pauk tersedia di meja makan. Sedangkan proses untuk tersedianya semua hal tersebut, itu urusan seorang Ibu.

Jadi jangan heran kalau para pria tidak pernah tahu berapa harga bahan kebutuhan pokok. Mereka juga sepertinya tidak peduli kalau harga beras, sayur, lauk, minyak, bahkan bumbu-bumbu secara perlahan tapi pasti naik. Padahal jatah belanja bulanan yang diberikan tetaplah sama alias tidak naik. Situasi seperti itu membuat naluri survive para ibu bekerja dengan harus ekstra keras berusaha supaya asupan dapur harian tetap terpenuhi. Dan langkah yang dipilih? Yap ... harus ngotot dan pintar untuk tawar menawar.

Hematku berkata sepertinya kebiasaan puas dan bangga karena berhasil menawar dan membeli barang lebih murah berawal dari sini ... dan secara tidak langsung turun temurun ditularkan ke generasi penerus mereka. Setujukah teman-teman?

* * *

Beberapa waktu lalu aku mampir ke Hypermart untuk beli jajan. Setelah barang-barang yang jadi list jajananku plus beberapa titipan dari istri masuk keranjang belanjaan, aku pun antri di kasir. Tidak berapa lama, kasir pun mulai menghitung jajananku. Setelah rampung, angkanya keluar: Rp. 95.100,- Seperti biasa, aku keluarkan kartu matahari plus uang cash 100.000,-. Di proses, kembali Rp. 4.900,-. Aku pun pulang.

Saat tiba di parkiran, entah kenapa tiba-tiba muncul di pikiranku: kamu belanjanya kok tanggung banget, 95.100,-. Kenapa tidak kamu ambil satu barang lagi untuk genapin menjadi angka 100rb?

Hmmm ... apakah yang akan aku dapatkan kalau aku belanja sampai 100rb? Yap, tambahan 1 poin untuk kartu matahari, tambahan 1 kupon Royalvkb (setiap belanja 50rb plus kelipatan dapat 1 kupon, yang kalau dikumpul sampai banyak bisa beli perkakas dapur dengan harga diskon), plus dapat free koran Suara Pembaruan.

Herannya, selama ini kalau dalam posisi seperti itu pikiran tersebut tidak pernah muncul. Dan anehnya, entah angin apa yang bertiup perasaan 'rugi' tersebut mengiang terus di benakku sepanjang jalan pulang ke rumah.

ASTAGA!!! Setelah sempat menjadi BRT selama beberapa waktu, apakah perasaan wanita dalam hal hemat dan tidak mau rugi berkembang dalam diriku? Waaaa ....