<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684</id><updated>2011-11-18T15:13:26.780+07:00</updated><title type='text'>The Freedom Spirit</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>157</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-3917909377981240074</id><published>2011-05-18T13:33:00.000+07:00</published><updated>2011-05-18T13:36:26.552+07:00</updated><title type='text'>Kangen ...</title><content type='html'>Whewww ... sudah berkarat rupanya ini blog. Terakhir update bulan September 2008, dah mau 3 tahun hehehe. Apa masih ada yang jenguk blogku ini yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udahan dulu. Mau beberes dulu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-HB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-3917909377981240074?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/3917909377981240074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=3917909377981240074&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3917909377981240074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3917909377981240074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2011/05/kangen.html' title='Kangen ...'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-697666059909073288</id><published>2008-09-26T23:18:00.001+07:00</published><updated>2008-09-26T23:19:57.967+07:00</updated><title type='text'>Bukan Superstar</title><content type='html'>"Bukan Superstar". Siapa sih yang tidak kenal dengan lagu ini. Satu lagi karya terbaru grup Project Pop, grup kondang yang selalu menelorkan lagu lucu, unik, menghibur, dan spektakuler. Didukung oleh personil yang kocak, ditambah lirik yang menghibur, serta dipadu dengan irama musik yang membuat tubuh ikut bergoyang, grup yang satu ini sangat patut diacungi jempol karena sudah sangat berperan dalam meramaikan dunia musik Indonesia dan memberikan keceriaan bagi banyak masyarakat Indonesia yang katanya sedang dalam tertekan dan terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu lagu ini dari sebuah sitkom yang ditayangkan di salah satu stasiun TV lokal. Tokoh utamanya dua orang, Abdel dan Temon. Hayo ... ngaku aja. Pasti teman-teman juga ikutin dan doyan dengan sitkom yang satu ini khan :) Melihat mereka berdua beraksi di layar kaca mengingatkan aku dengan grup lawak lawas yang pernah berjaya di nusantara ini, Warkop DKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku tidak tahu bahwa judul sitkom ini dicocokkan dengan judul lagu ini. Yang aku tahu cuma iramanya enak dan menghibur.Aku baru sadar ini lagunya Project Pop saat di layar kaca keluar iklan: untuk menjadikan lagu ini sebagai nada tunggu Anda, ketik bla bla bla bila kartu Anda bla bla bla ... ketik bli bli bli jika kartu Anda adalah bli bli bli ... ketik ble ble ble kalau kartu Anda ble ble ble ... dsb. Melihat itupun aku belum sadar sepenuhnya. Saat melihat judul dan penyanyinya, aku baru sadar: PROJECT POP. Astaga ... telmi bener yah hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk pertama kalinya aku mendengar lagu ini secara full adalah waktu di mobil saat bepergian ke luar kota. Dan reaksiku ketika pertama kali mendengar lagu ini secara penuh: GOKILLLL ... Liriknya begitu menggoda. Iramanya sangat asyik tuk goyang. Improvisasinya sangat khas Project Pop. Dan yang jelas: lagu ini Project Pop banget gitu loh ... Dan setelahnya, bisa ditebak apa yang aku lakukan. Yap ... langsung download lagu ini, dan setel terus-menerus tanpa bosan-bosannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlulah aku mengutip full lirik ini di postingku ini, karena aku yakin teman-teman pasti udah dengan mudah menemukan lirik ini di situs lainnya. Tidak perlu jugalah aku mengupload mp3-nya, karena pasti mp3 ini sudah banyak beredar di seantero dunia. Mau posting u-tube-nya? Tidak usah juga, karena dengan mudah teman-teman menemukannya sendiri. Tinggal masuk u-tube dot com, ketik aja "Bukan Superstar", pasti deh ... langsung muncul deh klip yang kocak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata guruku, salah satu sifat natur manusia adalah kemampuan mereka untuk menafsirkan sesuatu. Manusia dibekali dengan otak dan pikiran untuk cerdas dan menawan untuk melihat sebuah peristiwa dan kejadian untuk kemudian mereka kumpulkan menjadi informasi yang nanti diolah menjadi sebuah tafsiran. Makanya jangan heran kalau ada sebuah even, pasti tiap orang mempunyai tafsiran yang berbeda-beda. Semuanya sangat tergantung pada keluasan wawasan, keseringan mengolah peristiwa, serta kepekaan menangkap kejadian untuk diinterpretasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang aku temukan di net, saat iseng-iseng browsing di om google. Saat memasukkan keyword "Bukan Superstar", aku menemukan ada 2 tafsiran orang akan lirik lagu ini. Mau tahu apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ada yang memberikan tafsiran dengan mengaitkan lirik lagu ini dengan sara. Lha ... apa maksudnya? Apa hubungannya? Bagaimana ceritanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya gini. Di lirik Bukan Superstar, diceritakan tokoh-tokoh terkenal dengan semua kelebihannya. Misalnya Ariel Peterpan terkenal karena keren. Trus Mulan Jameelah karena seksi. Lantas Glenn Fredly adalah superstar karena suaranya merdu. Nah, yang dipermasalahkan adalah pas letto diangkat. Ingat lirik khusus tuk Letto? Yap ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Andai ku Letto wis pasti aku wong jowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang dipermasalahkan. Apa tidak ada hal lain yang bisa diangkat dari Letto selain sukunya, yang dalam hal ini adalah Jowo (Jawa). Entah atas dasar apa, orang yang menuliskan hal ini sepertinya tidak terima karena Letto terkenal hanya karena orang Jawa hehehe ... Padahal menurutku sih ini hal yang ok-ok saja. Aku lebih melihat lirik yang dibuat karena ingin mengikuti kaidah aturan sajak berirama. Tidak percaya ... ini buktinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Andai aku Pasha Ungu (akhiran u)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semua wanita kan memburuku (akhiran u)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bila aku Ariel Peterpan (akhiran n)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kau yakin ngefans karena urang keren (akhiran n)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sexy badannya.. Mulan Jameela (akhiran a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cantiknya dia seperti aku (akhiran a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Giring Nidji sahabat aku (akhiran u)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dekat denganku.. dialah aku.. (akhiran u)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau lirik "Andai ku Letto wis pasti aku wong jowo" ini pasti (menurutku) supaya sajak beriramanya enak, yaitu akhiran o. So ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, ini aku lihat dari kelompok yang menganut aliran positive thinking, terutama yang sangat yakin dengan kekuatan afirmasi. Seperti yang kita ketahui, dalam konsep afirmasi, apa yang kita ucapkan berulang-ulang, baik secara lisan maupun dalam hati, kalimat tersebut akan masuk ke alam bawah sadar kita, dan secara tidak langsung akan menjadi kita yakin akan hal tersebut dan mempengaruhi hidup kita ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jangan heran kalau untuk ajaran afirmasi, kata-kata yang selalu diajarkan tuk diucapkan berulang-ulang dan setiap saat adalah kata-kata bernada positif dan membangun. Misalnya "aku sehat" atau "aku bahagia" atau "aku sukses" dll. Harapannya sih, dengan mengucapkannya sesering mungkin, akan terjadi perubahan dan transformasi di pikiran kita yang secara tidak langsung akan mengubah hidup orang yang mengucapkannya untuk menjadi seperti apa yang mereka yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya saat lirik "Bukan Superstar" dilantunkan terus menerus, terutama pada bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi kenyataan aku bukan siapa-siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku bukan superstar kaya dan terkenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dipandang tidaklah membangun. Kalau kita mengulang-ulang lirik tersebut, apalagi diucapkan dari batin, dianggap hal itu sebagai pembenaran bagi pikiran kita bahwa kita bukanlah superstar, yang juga berarti menghambat kita untuk menjadi orang sukses. So ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru dua tafsiran yang sempat aku temukan. Apakah teman-teman sempat menemukan tafsiran yang lain? Let me know jugalah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apapun tafsiran orang, ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada Project Pop: teruslah berkarya untuk memperindah musik Indonesia dan buatlah terobosan yang membuat banyak orang tersenyum dan tertawa di tengah keterpurukan Republik ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Btw, setelah aku selesai menulis posting ini, aku baru sadar bahwa aku juga membuat tafsiran baru untuk lagu ini. Waaa ... jangan-jangan ada orang yang membaca postingku, kemudian balik ke terminalnya dan menulis hal yang sama. Dan tafsiranku dimasukkan juga dalam postingnya hehe ...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-697666059909073288?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/697666059909073288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=697666059909073288&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/697666059909073288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/697666059909073288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2008/09/bukan-superstar.html' title='Bukan Superstar'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-5542769102090140699</id><published>2008-07-15T13:22:00.002+07:00</published><updated>2008-07-15T13:29:25.360+07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Kisah tentang SMS</title><content type='html'>Menjelang sore, waktu pikiran lagi suntuk, tiba-tiba HP-ku bergetar tanda ada SMS masuk. Pengirimnya tidak aku kenal, karena no-nya baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt; Hendri lg di mana? Ini aku I. Punya gk temen yg jual pulsa... thx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat mikir aku waktu baca SMS ini. Siapa itu I? Perasaan temanku yang I ada beberapa, termasuk teman kantorku yang duduk seruangan denganku. Lantas aku pun tanya sama temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I, kamu SMS aku gak?"&lt;br /&gt;"Tidak. Kenapa?"&lt;br /&gt;"Gak. Aku dapat SMS. No-nya aku tidak kenal, tapi ngakunya dari I. Makanya aku tanya kamu, siapa tahu I itu kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja aku jawab gitu, HP I berbunyi ada SMS masuk. Dia baca bentar, kemudian dengan wajah bingung tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Hen tidak SMS aku juga khan?"&lt;br /&gt;"Tidak. Kenapa?&lt;br /&gt;"Ini aku juga dapat SMS dari nomor yang tidak dikenal. Ngakunya Hendri..."&lt;br /&gt;"Emang isinya apa?"&lt;br /&gt;"Dia tanya aku lagi di mana, dan tanya punya teman gak yang jual pulsa."&lt;br /&gt;"Empat digit terakhirnya berapa?"&lt;br /&gt;"xxxx"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHA! Saat itu juga aku tahu: ini SMS penipuan! Kenapa? Karena nomor yang disebut temanku sama persis dengan nomor yang masuk ke HP-ku. Tapi untuk lebih meyakinkan, akupun iseng pura-pura gak tahu dan membalas SMS tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Lg d kntr. Ini I yg mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Aku yang di P (nama lembagaku).. Ada gk temen yg jual pulsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... Jelas sudah ini mau nipu. Gimana gak, temanku yang tukang tipu ini ngaku adalah dia (I) jelas-jelas ada di depanku. How come gitu loh. Tapi aku tetap aja iseng ngelayanin SMS-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Emang u ganti no? Kok gak bilang2.. No lamamu masih gak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Masih. Oya ada gk (maksudnya teman yang jual pulsa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Gak pny. Btw, aku save no-mu yg ini yah. Bsk ktm d kntr khan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja aku tanya gitu untuk "memberikan harapan" bagi dia seolah I benar-benar tidak di kantor dan aku mulai terjebak dalam penipuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Oke. Oya siapa ya yg jual pulsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Waduh gak tau. Aku tny2 dl yah. Ntar kl ada aku ksh tau km.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama diam, aku pikir dia udah nyerah. Gak tahunya dia pikir aku lagi tanya-tanya teman yang jual pulsa karena beberapa lama kemudian masuk lagi SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Ada gk.. Oya bs gak tlg nitip belikan voucher S 100. 3 lmbr bsk d ganti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow ... mulai jelas modusnya. Dalam hatiku pasti ntar dia minta aku sebutin no vouchernya. Tapi aku pura-pura aja tidak ngerti, makanya aku balas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Ok kl smpt. Bsk kan ktm, aku ksh lgsg aja yah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahu apa jawabannya? YAP ... persis dugaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&gt;&gt;Sms aja no vcr nya bisa kan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAHAHAHA ... langsung aku sudahin SMS-an iseng ini. Selain karena udah mau pulang, juga malas ngeladeninnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila yah, hari gini masih ada yang suka nipu dengan model-model begini. Perasaan ini sudah cara yang sangat kuno, tapi tetap aja yang pake. Mungkin pikirnya iseng-iseng berhadiah kali yah, siapa tahu dengan modal perdana murah-meriah, bisa menghasilkan voucher atau pulsa gratis yang jauh lebih besar hehehe ... Tapi ini kali trend jaman sekarang. Segala cara dihalalkan untuk mencari yang namanya uang. Apakah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pelajaran yang aku tarik dari kejadian tersebut: menyegarkan, karena menghadirkan secercah senyuman saat pikiran lagi buntu dan suntuk. Yah ... habis pulsa beberapa SMS, tapi hati jadi lumayan terhibur. Kayaknya setimpal yah hehehe ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-5542769102090140699?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/5542769102090140699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=5542769102090140699&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/5542769102090140699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/5542769102090140699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2008/07/sepenggal-kisah-tentang-sms.html' title='Sepenggal Kisah tentang SMS'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-4930030918102055805</id><published>2008-06-20T23:08:00.000+07:00</published><updated>2008-06-20T23:12:49.423+07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Cerita-2</title><content type='html'>14 Juni 2008 - 08:26: Puji syukur kepada Tuhan, sudah lahir dgn selamat putra ke-2 kami, 14 Juni 08 pk 01:10. H &amp;amp; N&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 08.32: Wah, A dah punya adik? Selamat yah. Namanya siapai?&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 08:38: Belum ada hehe. thx ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 17:59: Mohon doa utk anak kami yg saat ini berada di ruang ICU. H &amp;amp; N.&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 20:04: Hai H. Ada apa dengan anakmu?&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 20:05: Paru2nya kemasukan ketuban kental, trus infeksi. Susah napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 20:07: Lahirnya normal? N sehat2 khan? Udah diambl tindakan apa sama dokter?&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 20:09: Normal, cepat malah. N sehat. Ya skrg masuk ICU, dikasih oksigen trus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 20:11: Ya udah. Bnyk berdoa, smua pasti baik2 saja. Kalian  jaga kesehatan jg yan, terutama N.&lt;br /&gt;14 Juni 2008 - 21:12: Ok. Thx ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni 2008 - 11:06: Meninggal dunia dgn tenang, putra kami yang ke-2, Jonathan Orel, 15 Juni 2008, pk 8.30. Terimakasih atas doa dan dukungannya. Tuhan  memberkati. H &amp;amp; N.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekap SMS di atas adalah nyata. Terjadi seminggu yang lalu. Sebuah berita yang awalnya menggembirakan, tapi berakhir dengan menyedihkan. Saat menerima SMS terakhir, aku hanya bisa speechless, lidah kelu, dan tidak tahu harus berkata apa. Aku kehilangan semangat untuk mengetik balasan SMS, meski sekadar penghiburan --dan sampai sekarang aku belum juga mengucapkan ungkapan rasa ikut berduka. Gak tahu kenapa aku gak memberikan ungkapan rasa dukaku. Aku hanya merasa bersalah saja, karena apa yang menjadi keyakinanku bahwa semua akan baik-baik saja tidak menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menerima SMS mengejutkan tersebut, aku lagi sendirian di rumah, Istri dan Marvel --jagoanku tersayang-- sedang ke pasar berbelanja. Lama aku merenung ... memikirkan apa yang barusan terjadi. Seolah sebuah drama yang melayang di pikiranku, aku masih belum percaya akan berita tersebut. Rasanya itu tidak nyata, tapi itu benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perenunganku, wajah Marvel muncul begitu saja. Aku begitu bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan padaku. Anakku sehat, tidak kekurangan apapun, dan tumbuh dengan normal. Sering aku melihat baik di TV atau membaca di koran, bayi yang dilahirkan tidak sempurna. Aku tidak bisa menyelami bagaimana pikiran dan perasaan orangtua yang mendapatkan bahwa ternyata buah hati mereka lahir dalam kondisi bermasalah. Termasuk hati hancur temanku yang satu ini. Aku tidak bisa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga aku melihat di jalan-jalan, terutama perempatan lampu merah, anak kecil yang harus mencari nafkah dengan mengemis. Aku tidak bisa membayangkan kalau salah satu anak kecil yang berdiri di sana itu adalah Marvel. Demikian juga kalau melihat pemulung dengan anaknya yang masih balita harus mengais rezeki dengan mengorek-orek tempat sampah, hatiku juga ciut melihatnya. Mudah sekali wajah anakku muncul kalau aku melihat hal demikian. Dan aku tidak mau hal demikian menimpa anakku. Kalau berpikir demikian, semangat untuk berbuat sesuatu secara maksimal demi anakku langsung mencuat. Dalam hatiku muncul keteguhan hati bahwa aku harus mempersiapkan dengan baik segala sesuatu untuk masa depan anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ... selagi masih ada tenaga, aku harus memaksimalkannya. Selagi masih ada kemampuan, aku harus tetap mengasahnya. Selagi masih ada asa, aku harus memanfaatkannya. Selagi masih ada kesempatan, aku harus menggunakannya. Selagi masih ada keinginan, aku harus mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masih berpikir, dari teras rumah terdengar suara kendaraan yang artinya istri dan anakku pulang. Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari anakku, memeluknya dengan keras, menciumnya dengan hangat sambil berkata: terima kasih Tuhan untuk keindahan yang sudah Engkau berikan bagi keluarga kecilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobatku, H &amp;amp; N, yang tabah yah. Segala sesuatu yang terjadi ada dalam rencanaNya yang indah. Mungkin sekarang kelihatan menyakitkan dan tidak adil, tetapi yakinlah bahwa itu adalah jalanNya yang terbaik untuk kita semua. Ada pelangi yang indah di balik hujan yang deras. Ada emas murni yang teruji di balik panasnya api tempaan. Tuhan memberkati keluarga kecilmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-4930030918102055805?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/4930030918102055805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=4930030918102055805&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/4930030918102055805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/4930030918102055805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2008/06/sepenggal-cerita-2.html' title='Sepenggal Cerita-2'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-6915544708683934373</id><published>2008-06-06T16:42:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T16:44:12.709+07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Cerita</title><content type='html'>"Hen ... masih ingat gak dengan ... (sebuah nama)"&lt;br /&gt;"Iya, kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunuh diri ..."&lt;br /&gt;"Apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunuh diri Hen. Kemarin ditemukan gantung diri di rumahnya ..."&lt;br /&gt;"Yang bener ah ... jangan ngaco gitu ..."&lt;br /&gt;"Sumpah Hen. Gak mungkin masalah ini aku ngarang. Aku juga kaget, teman-teman semua di sini juga ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * Hening * * * * *&lt;br /&gt;* * * * * Hening * * * * *&lt;br /&gt;* * * * * Hening * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, gimana sih cerita selengkapnya?"&lt;br /&gt;"bla bla bla bla bla bla ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan di atas masih sangat jelas di benakku. Meskipun sudah lewat hampir 2 bulan, tetapi berita mengejutkan tersebut masih terasa sangat nyata. (sebuah nama) bukan teman dekatku. Tapi aku kenal dia. Dan pernah akrab dengan dia. Semuanya karena suatu proyek di tahun 2004, di mana kami harus sekantor hampir kurang lebih 6 bulan. Banyak hal yang sudah kami alami dalam waktu yang singkat tersebut. Canda-tawa-tegang-stress sampai hampir tiap hari harus berlembur ria sampai subuh karena proyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dari proyek, kami berpisah. Masing-masing kembali ke habitatnya dengan kesibukan masing-masing. Di sela-sela waktu itu, kami masih saling kontak, sekadar menanyakan kabar dan update cerita. Bahkan kontak terakhir aku dengannya adalah hampir 1 1/2 bulan sebelum kejadian tragis tersebut. Dan dalam kontak terakhir tersebut semuanya kelihatan ok-ok saja. Tidak ada yang aneh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa tahu jalan hidup seorang manusia. Tiap orang mempunyai jalan hidup sendiri-sendiri, dan tiap berhak memutuskan jalan hidupnya mau ke mana, serta bertanggungjawab atasnya. Malangnya, temanku yang satu ini sangat tidak bijaksana dalam membawa hidupnya ... hingga memilih untuk mendahului Sang Pencipta dalam menentukan nafas kehidupannya :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan aku baru tahu asal muasal kenapa temanku melakukan tindakan tersebut. Mau tahu apakah alasannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua alasan utama, yang aku yakini hampir semua pelaku tindakan bunuh diri mengalaminya juga. Alasan pertama, masalah keuangan. Tidak dipungkiri temanku ini seorang yang bergaya hidup tinggi. Buat teman yang sempat ikuti blog-ku dan pernah membaca posting &lt;a href="http://hendribun.blogspot.com/2007/01/gaya-hidup.html" target="_blank"&gt;gaya hidup&lt;/a&gt;, begitulah temanku yang satu ini. Rupanya selepas proyek bersama, dia sempat diterima di salah satu perusahaan dengan jabatan yang sangat lumayan. Kondisi tersebut tentu saja sangat mendukung dia dalam menjalani gaya hidupnya. Tapi apa lacur, karena suatu hal dia dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil jadi pengangguran. Lamar sana-lamar sini, tidak ada yang terima. Akibatnya? Pengeluaran tetap membengkak, sementara pemasukan nihil. Alhasil, mulailah dia terjebak dengan dunia hutang. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit. Rupanya pepatah ini juga cocok untuk mereka yang mulai iseng bermain dengan dunia hutang. Dan ... bisa ditebak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, masalah keluarga. Memang sejak waktu aku kenal dia, keluarganya sudah sedikit bermasalah. Pertengkaran sepertinya hal yang biasa di rumah tangganya. Hematku mengatakan, karena sudah bermasalah dengan urusan finansial, mau tidak mau sangat berefek dengan masalah rumah tangga juga. Dan ... silakan tebak sendiri apa jadinya sebuah keluarga yang dililit hutang plus adanya jejak ketidakharmonisan dalam keluarga. Ujungnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidaklah mengherankan akhirnya sobatku yang satu itu mengambil jalan yang dikatakan jalan pintas atau jalan setan: bunuh diri. Tragis? Inilah dunia kehidupan yang sesungguhnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur kondisiku masih jauh lebih baik dari dia. Meskipun tidak aku pungkiri untuk ke-2 hal tersebut aku juga ada masalah, tapi syukurlah aku ditopang fondasi yang kuat dan dikelilingi oleh orang-orang luar biasa yang sangat men-support aku sehingga langkah terakhir tersebut tidak pernah aku ambil. Dari kejadian ini aku banyak belajar. Dan semoga teman-teman yang sempat membaca postingku ini, juga bisa memetik sebuah pelajaran ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-6915544708683934373?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/6915544708683934373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=6915544708683934373&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6915544708683934373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6915544708683934373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2008/06/sepenggal-cerita.html' title='Sepenggal Cerita'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-9019315018873768078</id><published>2008-05-06T15:16:00.003+07:00</published><updated>2008-05-06T15:33:43.975+07:00</updated><title type='text'>Dry County</title><content type='html'>It's been long time ... udah 5 bulan lebih aku tidak updet blog. Hhh ... banyak yang sudah berubah dan terjadi selama 5 bulan terakhir ini. Akan panjang sekali untuk menceritakannya. Suka - duka - senang - sedih - stres - gembira - takut - berani - optimis - pesimis - gelisah - damai - tertekan - berdaya - putus asa - berpengharapan - jatuh - bangun - gagal - berhasil - kecewa - bangga - air mata - canda tawa - beban berat - kelegaan - amarah - kasih sayang ... semua itu aku alami. Argh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini entah kenapa aku setel lagu ini terus. Seharian di kantor bisa saja cuma lagu ini yang diteriakkan berulang-ulang dari speaker kompi-ku. Tidak bosan-bosannya aku juga ikutan melantunkannya. Diambil dari kompilasi album Keep The Faith, teman-teman ... inilah Dry County.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dry County&lt;br /&gt;By. Bon Jovi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Across the border they turn&lt;br /&gt;Water into wine&lt;br /&gt;Some say its the devils blood&lt;br /&gt;Theyre squeezing from the vine&lt;br /&gt;Some say its a saviour&lt;br /&gt;In these hard and desperate times&lt;br /&gt;For me it helps me to forget&lt;br /&gt;That were just born to die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I came here like so many did&lt;br /&gt;To find the better life&lt;br /&gt;To find my piece of easy street&lt;br /&gt;To finally be alive&lt;br /&gt;And I know nothing good comes easy&lt;br /&gt;And all good things take some time&lt;br /&gt;I made my bed Ill lie in it&lt;br /&gt;To die in its the crime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You cant help but prosper&lt;br /&gt;Where the streets are paved with gold&lt;br /&gt;They say the oil wells ran deeper here&lt;br /&gt;Than anybodys known&lt;br /&gt;I packed up on my wife and kid&lt;br /&gt;And left them back at home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now theres nothing in this paydirt&lt;br /&gt;The ghosts are all I know&lt;br /&gt;Now the oils gone&lt;br /&gt;The moneys gone&lt;br /&gt;And the jobs are gone&lt;br /&gt;Still were hangin on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Down in dry county&lt;br /&gt;Theyre swimming in the sand&lt;br /&gt;Praying for some holy water&lt;br /&gt;To wash the sins from off our hand&lt;br /&gt;Here in dry county&lt;br /&gt;The promise has run dry&lt;br /&gt;Where nobody cries&lt;br /&gt;And no ones getting out of here alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the blessed name of Jesus&lt;br /&gt;I heard a preacher say&lt;br /&gt;That we are gods children&lt;br /&gt;And hed be back someday&lt;br /&gt;And I hoped that he knew&lt;br /&gt;Something as he drank his cup of wine&lt;br /&gt;I didnt have too good of a feeling&lt;br /&gt;As I head out to the night&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I cursed the sky to open&lt;br /&gt;I begged the clouds for rain&lt;br /&gt;I prayed to God for water&lt;br /&gt;For this burning in my veins&lt;br /&gt;It was like my souls on fire&lt;br /&gt;And I had to watch the flames&lt;br /&gt;All my dreams went up in ashes&lt;br /&gt;And my future blew away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now the oils gone&lt;br /&gt;And the moneys gone&lt;br /&gt;And the jobs are gone&lt;br /&gt;Still were hangin on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Down in dry county&lt;br /&gt;Theyre swimming in the sand&lt;br /&gt;Praying for some holy water&lt;br /&gt;To wash the sins from off our hand&lt;br /&gt;Here in dry county&lt;br /&gt;The promise has run dry&lt;br /&gt;Where nobody cries&lt;br /&gt;And no ones getting out of here alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Men spend their whole lives&lt;br /&gt;Waiting praying for their big reward&lt;br /&gt;But it seems sometimes&lt;br /&gt;The payoff leaves you feeling&lt;br /&gt;Like a dirty whore&lt;br /&gt;If I could choose the way Ill die&lt;br /&gt;Make it by the gun or knife&lt;br /&gt;cause the other way theres too much pain&lt;br /&gt;Night after night after night&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Down in dry county&lt;br /&gt;Theyre swimming in the sand&lt;br /&gt;Praying for some holy water&lt;br /&gt;To wash the sins from off our hand&lt;br /&gt;Here in dry county&lt;br /&gt;The promise has run dry&lt;br /&gt;Where nobody cries&lt;br /&gt;And no ones getting out of here alive (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-9019315018873768078?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/9019315018873768078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=9019315018873768078&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/9019315018873768078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/9019315018873768078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2008/05/dry-county.html' title='Dry County'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-457300206464338681</id><published>2007-11-22T16:02:00.000+07:00</published><updated>2007-11-22T16:03:30.491+07:00</updated><title type='text'>Private</title><content type='html'>Sejak blogger menyempurnakan versi betanya, dari sekian perbaikan dan fitur baru yang diperkenalkan, ada satu fitur baru yang belakangan marak dimanfaatkan oleh para blogger. Fitur tersebut adalah blog readers. Aku yakin teman-teman sudah tahu apa fungsi fitur yang terletak di menu permission ini. Yap ... Fungsinya adalah men-setting blog menjadi private sehingga tidak semua orang berhak dan boleh bersantai di sana, tetapi hanyalah orang-orang pilihan yang di-choose atau di-invite yang bisa masuk dan ngopi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi janganlah heran kalau saja suatu saat Anda meng-klik sebuah blog, yang keluar adalah tulisan "blogger: permission denied; this blog is open for invited readers only", yang artinya Anda tidak diundang dan tidak diperbolehkan untuk mengintip isi blog tersebut. Jangan merasa kecewa, karena pasti ada alasan tertentu mengapa seseorang men-setting blog mereka dari semula open menjadi private. Jangan juga merasa patah hati, karena di balik privatisasi tersebut selalu ada maksud mengapa itu dilakukan. Jangan pula merasa ditolak, karena bukankah setiap orang mempunyai hak untuk mengatur mau diapain blog mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahuku, alasan utama orang mengubah blog mereka menjadi private adalah soal kerahasiaan. Setuju? Bukan menjadi rahasia umum lagi kalau salah satu alasan orang nge-blog adalah untuk curhat secara on-line. Selain itu, nge-blog juga digunakan sebagai sarana untuk menceritakan hal-hal yang tidak mungkin atau sempat disampaikan secara lisan kepada banyak orang. Nge-blog juga dipakai sebagai tempat untuk bergosip ria, mengata-ngatain orang ... hingga dimanfaatkan sebagai ajang untuk pamer-memamer :) Hayooo ... jujur untuk yang satu ini. Tidak dipungkiri, kehadiran blogku tercinta ini juga tidak luput dari motivasi seperti itu. Jadi ijinkanlah saya untuk mewakili teman-teman dengan meringkus semuanya itu dalam satu kata: NARSIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena sudah menjadi habit manusia yang kalau ada kesempatan untuk mengeluarkan isi hati sepenuh-penuhnya dan sepuas-puasnya, bisa ditebak akibatnya: lepas kendali. Waktu awal-awal ber-blog ria, apa saja diceritakan. Mulai dari urusan pekerjaan, nge-gosipin teman, share pengalaman berliburan, hingga masalah rumah tangga tidak luput dari sasaran cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya sih tidak ada efek apapun. Semua yang membaca senang dan terhibur hingga komen-mengkomen pun terjadi. Tapi lambat laun, sepertinya ada yang mulai iseng dan nakal. Tidak tahu apakah karena ada yang merasa tersinggung ataupun iri, terjadilah sabotase-sabotase kecil yang berlanjut hingga pemilik blog menjadi gerah dan terganggu. Kalau dulu sebelum ada fitur private ini, pilihan yang diambil adalah berhenti posting atau menghapus blog ataupun pindah blog. Tapi sejak ada fitur baru ini, orang menjadi leluasa untuk tetap nge-blog. Simple kok, tinggal set aja jadi private, undang orang-orang yang dirasa adalah teman dan layak untuk terus membaca, dan ... selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lain orang men-set blog menjadi private adalah faktor cs-an. Maksudnya? Iya ... orang-orang yang diinvite hanyalah mereka-mereka yang dianggap cs sejati. Seperti sebuah siklus yang wajar terjadi, pada awal kehadiran di blog tingkah kita layaknya seekor kumbang yang dengan bebas berkelana dan hinggap di manapun dia mau. Jadi tidaklah mengherankan kalau kita begitu aktif blog-walking untuk mempromosikan blog kita sambil tukar-tukaran link dengan harapan bisa berkenalan dengan sebanyak mungkin blogger yang ada. Hasilnya: bisalah kita lihat pada daftar link yang ada. Semakin banyak dan panjang link yang ada, itu artinya semakin sukses juga kumbang tersebut bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hukum seleksi alam rupanya berlaku juga di dunia blogging. Ada faktor like and dis-like terjadi. Bisa karena alasan kesamaan minat, hobi, ataupun nasib, serta kalau mau dikaji lebih mendalam, secara lebih ekstrim ada juga yang melihat kesamaan suku, agama, serta status menjadi faktor untuk tetap menjaga interaksi yang ada. Hingga bisalah kita lihat adanya gap-gap atau grup-grup atau komunitas-komunitas atau geng-geng di dunia blog. Cirinya untuk melihat semua itu mudah, tinggal lihat aja keramaian di SB ato komen-komen. Dari sana ketahuan si ini geng-nya siapa saja, si itu grup mana, atau si dia komunitas apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hematku, karena merasa sudah nyaman dan aman dalam geng yang ada, secara tidak sadar tumbuh sikap cukup dan puas dengan anggota geng yang sudah ada. Alhasil ketika ada blogger baru yang datang dan mencoba untuk menebar pesona, muncul kecenderungan untuk menanggapinya secara dingin dan cuek. Blogger baru datang berkunjung, kita kunjung balik, dengan catatan itupun cuma untuk isi SB saja. Kalau dia datang balik, kita kunjungi balik lagi. Tapi sekali tidak datang, yah ... kita juga ndak kunjung balik tuh alias dilupakan begitu saja. Bahkan mungkin ada yang merasa kedatangan tamu baru sebagai gangguan. Sebagai pemecahannya: set private. Kita puas berkicau, anggota geng tetap rame ... dan tidak ada yang mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm .. adakah alasan lain orang set private? Let me know-lah. Siapa tahu ada alasan yang cukup mengusik daku sehingga akhirnya akupun men-set blog-ku jadi private. Setuju :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari daftar link-ku ada 7 blog yang sudah mem-private-kan blognya. Dan dari angka tersebut, hanya 2 orang yang meng-invite-ku :( Kadang dipikir sedih juga, karena secara tidak langsung aku sudah kehilangan kabar dan cerita dari 5 orang yang sudah aku anggap teman dalam dunia blog. Tidak berhaklah aku berprasangka negatif terhadap mereka mengapa tidak invite aku, karena pasti mereka punya alasan tersendiri. Yah ... berpikir positif deh ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya melalui posting ini, kalau teman-teman bermaksud men-set blognya jadi private, sudilah daku di-invite. Meskipun aku tidak seaktif seperti dulu lagi dalam ber-blog ria, tapi aku selalu menyempatkan diri kala ada waktu untuk berkunjung ke rumah teman-teman. Janji yah ... *sambil ajukan jari kelingking*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-457300206464338681?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/457300206464338681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=457300206464338681&amp;isPopup=true' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/457300206464338681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/457300206464338681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/11/private.html' title='Private'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-1636938674039258596</id><published>2007-11-13T10:24:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T10:26:42.739+07:00</updated><title type='text'>Puas dan Bangga</title><content type='html'>Salah satu hal dari seorang wanita yang paling susah untuk aku mengerti sekaligus aku kagumi adalah kebiasaan mereka sewaktu berbelanja. Ketidakmengertian daku dengan kegiatan rutin mereka tersebut bukanlah dikarenakan oleh kegemaran mereka dalam hal borong-memborong, sehingga tidak heran kalau melihat wanita berbelanja hampir bisa dipastikan tangan mereka selalu penuh dengan hasil belanjaan. Kekagumanku kepada mereka bukan juga dalam hal kesukaan dan ketekunan mereka untuk hinggap menghinggap dari satu toko ke toko lain ataupun singgah menyinggah dari counter yang satu ke counter yang lain sekadar mengobrak-abrik isi toko atau counter tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebingunganku juga bukanlah tercermin dari keasyikan mereka membanding-bandingkan barang yang satu dengan barang yang lain yang kadang diselingi bercahayanya mata mereka saat melihat produk gress dan teranyar yang acap kali muncul sebagai iklan baik di koran maupun di layar kaca aka TV terpampang jelas di depan mereka. Dan keheranan daku juga bukan disebabkan heboh dan meriahnya SEBAGIAN KECIL kaum hawa mengobok-obok keranjang atau berkumpul di lokasi yang bertebaran tulisan SALE/OBRAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah hal yang membuat aku tidak mengerti sekaligus heran dengan kebiasaan wanita dalam berbelanja? Yap ... kehebatan mereka dalam hal tawar menawar dan kebanggaan mereka saat berhasil mendapatkan barang yang ditaksir berat dengan harga yang lebih murah. Benar khan para wanita :) Dan terus terang, untuk hal yang satu ini aku benar-benar kagum berat. Bayangkan, kadang beda harga barang tersebut hanyalah beberapa ratus perak atau sekian ribu rupiah. Tapi perasaan puas dan bangganya itu loh, seperti melambung ke langit ke sepuluh. Perasaan capek, lelah, pegel, bahkan haus dan lapar karena harus mengelilingi seluruh toko yang ada sepertinya sirna begitu saja. Yang penting: puas karena dapat barang lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu apakah yang membuat SEBAGIAN BESAR wanita mempunyai kebiasaan seperti itu. Apakah itu sebuah naluri bawaan yang dibekali oleh Sang Pencipta sebagai senjata untuk survive? Atau itu faktor bawaan yang diwariskan secara turun temurun melalui contoh sehari-hari dari penerus mereka sebelumnya? Ataukah itu hanyalah kebetulan saja? Tidak jelas. Namun logikaku sih menjelaskan hal-hal yang di sebutkan di atas ada korelasinya. Apakah korelasinya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kita pungkiri, wanita zaman dulu tidak bisa menolak untuk ditakdirkan sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Tugas mereka? Harus bisa mengatur keseluruhan aktivitas di rumah dengan baik. Dari membereskan rumah, memasak, mencuci baju, mengasuh anak, termasuk mengelola uang belanja bulanan. Makanya tidak heran kalau dulu suasana rumah semrawut atau terjadi apa-apa dengan anak, yang menjadi sasaran untuk disalahkan dan dicap tidak becus dalam mengelola rumah adalah seorang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak adil yah. Tapi itulah yang terjadi. Jadi mohon untuk bisa dimaklumi dan dimaafkan kalau kaum pria bersikap seperti itu. Terlebih lagi dalam hal dunia dapur dan belanja berbelanja yang notebene ada hubungannya dengan uang belanja bulanan, makin lagi kaum pria tidak mau tahu yang satu ini. Yang mereka tahu hanyalah tiap hari ada nasi plus lauk pauk tersedia di meja makan. Sedangkan proses untuk tersedianya semua hal tersebut, itu urusan seorang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan heran kalau para pria tidak pernah tahu berapa harga bahan kebutuhan pokok. Mereka juga sepertinya tidak peduli kalau harga beras, sayur, lauk, minyak, bahkan bumbu-bumbu secara perlahan tapi pasti naik. Padahal jatah belanja bulanan yang diberikan tetaplah sama alias tidak naik. Situasi seperti itu membuat naluri survive para ibu bekerja dengan harus ekstra keras berusaha supaya asupan dapur harian tetap terpenuhi. Dan langkah yang dipilih? Yap ... harus ngotot dan pintar untuk tawar menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hematku berkata sepertinya kebiasaan puas dan bangga karena berhasil menawar dan membeli barang lebih murah berawal dari sini ... dan secara tidak langsung turun temurun ditularkan ke generasi penerus mereka. Setujukah teman-teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu aku mampir ke Hypermart untuk beli jajan. Setelah barang-barang yang jadi list jajananku plus beberapa titipan dari istri masuk keranjang belanjaan, aku pun antri di kasir. Tidak berapa lama, kasir pun mulai menghitung jajananku. Setelah rampung, angkanya keluar: Rp. 95.100,- Seperti biasa, aku keluarkan kartu matahari plus uang cash 100.000,-. Di proses, kembali Rp. 4.900,-. Aku pun pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba di parkiran, entah kenapa tiba-tiba muncul di pikiranku: kamu belanjanya kok tanggung banget, 95.100,-. Kenapa tidak kamu ambil satu barang lagi untuk genapin menjadi angka 100rb?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm ... apakah yang akan aku dapatkan kalau aku belanja sampai 100rb? Yap, tambahan 1 poin untuk kartu matahari, tambahan 1 kupon Royalvkb (setiap belanja 50rb plus kelipatan dapat 1 kupon, yang kalau dikumpul sampai banyak bisa beli perkakas dapur dengan harga diskon), plus dapat free koran Suara Pembaruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, selama ini kalau dalam posisi seperti itu pikiran tersebut tidak pernah muncul. Dan anehnya, entah angin apa yang bertiup perasaan 'rugi' tersebut mengiang terus di benakku sepanjang jalan pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGA!!! Setelah sempat menjadi BRT selama beberapa waktu, apakah perasaan wanita dalam hal hemat dan tidak mau rugi berkembang dalam diriku? Waaaa ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-1636938674039258596?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/1636938674039258596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=1636938674039258596&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/1636938674039258596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/1636938674039258596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/11/puas-dan-bangga.html' title='Puas dan Bangga'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-7198155187922482705</id><published>2007-11-01T11:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T11:48:42.019+07:00</updated><title type='text'>Wanita adalah Perkasa</title><content type='html'>Cristina Fernandez de Kirchner ... teman-teman sudah pernah dengar khan nama yang satu ini? Wanita yang satu ini bukanlah seorang artis aka bintang film aka penyanyi sekaliber Scarlett Johansson atau Aishwarya Rai atau Shakira atau J-Lo ataupun Beyonce yang menurut rencana akan manggung malam ini di JITEC Mangga Dua. Dia juga bukan seorang olahragawan hebat sebanding Maria Sharapova atau Ana Ivanovic atau Yelena Isinbayeva ataupun Michelle Wie yang rajin menghiasi dunia media dengan sepak terjang yang didukung kemolekan tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bukan seorang penulis buku seperti JK Rowlings? Bukan pula seorang perancang mode? Bukan seorang presenter dunia? Dan tentu saja bukan juga seorang selebriti blogger kelas dunia? Kalau begitu ... siapakah dia gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau belakangan teman-teman intens mengikuti berita dunia baik melalui koran, televisi, radio, ataupun internet, pasti tahu siapa dia. Yap ... Dia adalah presiden wanita ke-2 negeri penghasil pemain bola kelas dunia sekaligus negeri yang terkenal dengan tarian tango, Argentina. Sekilas info, presiden perempuan pertama negara ini adalah Janda Juan Peron, Isabel Martinez de Peron yang sempat difilmkan dengan bintang utamanya Madonna. Dan keberhasilan Cristina Kirchner ini sekaligus menambah panjang deretan wanita-wanita perkasa yang berhasil menduduki tampuk pemerintahan tertinggi (baca: presiden) sebuah negara, dan masih aktif memerintah sampai posting ini ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat jelas, Pratibha Patil mengejutkan dunia dengan keluar sebagai pemenang pemilihan presiden dan sukses menjadi presiden wanita pertama India pada Juli 2007. Sebelumnya, Micheline Calmy-Rey juga berhasil menjadi presiden wanita kedua di Swiss sejak Januari 2007 setelah Ruth Dreifuss. Negara tetangga Argentina, Chile saat ini juga untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang wanita sejak Januari 2006, Michelle Bachelet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari Republik ini, negara eksotis Filipina saat ini juga ditaklukkan oleh seorang wanita bernama Gloria Macapagal-Arroyo sejak Januari 2001, setelah sebelumnya Corazon Aquino juga pernah berjaya di negeri ini. Berikutnya di Finlandia, Tarja Halonen menambah deretan wanita yang menjadi presiden sejak Februari 2000 yang kemudian terpilih lagi pada Maret 2006. Terakhir kabar dari Republik Irlandia, Mary McAleese juga memimpin negara itu sejak tahun 1997 sebagai presiden wanita ke-2 setelah Mary Robinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nama-nama di atas, beredar juga Han Myung-Sook (perdana menteri perempuan pertama Korea Selatan sejak Maret 2006); Angela Merkel (perempuan pertama di Jerman yang memimpin koalisi pemerintah sejak November 2005); Luisa Diogo (perdana menteri perempuan pertama di Mozambigue sejak Februari 2004); serta Helen Clark (perdana menteri kedua New Zealand sejak Desember 1999 menggantikan Jenny Shipley). Tentunya tak bisa kita singkirkan juga sebuah nama, Megawati Soekarnoputri, yang juga sempat memimpin Republik ini periode 2001-2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow ... diam-diam menghanyutkan. Begitulah pepatah yang pantas dialamatkan kepada kaum hawa saat ini. Peran mereka begitu komplit. Dari seorang Ibu Rumah Tangga hingga seorang Presiden. Luar biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, seorang wanita itu memang luar biasa loh. Benar ... ini bukan sekadar rayuan gombal atau pujian yang keluar untuk menyenangkan kaum hawa. Tapi inilah realita yang aku amati dan alami belakangan ini. Mau buktinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpendapat (terutama kaum laki-laki), apalah susahnya mengurus sebuah rumah tangga? Pekerjaannya yah ... itu-itu saja. Pagi-pagi bangun, memasak, beresin rumah, mengepel lantai, kasih makan anak (bagi yang masih balita), cuci baju (bagi yang tidak pakai mesin cuci), jemur, seterika ... udah. Selebihnya, tinggal bersantai seharian penuh sambil nongkrong di sofa dengan remote TV tidak lepas dari tangan. Menjelang sore, tinggal manasin makanan, urus anak, tunggu suami pulang ... trus bobok. Simple khan kelihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan pria, yang harus berjuang keras di kantor untuk mencari nafkah supaya asupan dapur tetap lancar. Pagi-pagi sudah harus berjuang mengatasi kemacetan, keringat bercucuran, stres mengejar target, meeting seharian, otak diperas, emosi bergejolak ... singkatnya satu kata: CAPEK. Mau nonton gosip? Mana sempat. Baca koran? Harus cepat-cepat. Tidur siang? Yang satu ini apa lagi. Pokoknya lebih berat deh, tugas laki-laki dibandingkan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah benar seperti itu? Apakah benar seorang wanita rumah tangga saking tidak adanya kerjaan sehingga sempat bersantai seharian seraya nonton gosip diselingi bobok siang? Apakah benar juga tugas seorang pria kantoran lebih berat sehingga harus mengeyampingkan semua kesenangan tersebut demi sebutir berlian? Hayo ... para wanita. Apakah jawaban kalian? Dan apakah pembelaan kalian juga para pria?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum terjadi adu pendapat, ijinkanlah aku untuk share sesuatu, seberkas pengalaman selama libur lebaran kemarin di mana aku karena satu dua hal mau tidak mau memainkan sebuah peran baru dalam hidupku: Bapak Rumah Tangga. Hmmm ... beginilah cerita selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku berpikir libur lebaran kemarin akanlah menyenangkan, alias bisa bersantai bebas tanpa memikirkan urusan kantor selama kurang lebih 10 hari. Asyik khan, bisa tidur jam berapa pun serta bangun jam berapapun aku mau. Tapi, sebuah rencana selalu tidak sesuai dengan realisasinya. Dan itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pertama, suster Marvel yang cuti lebaran sudah aku antisipasi sejak jauh hari. Dalam pikiranku tidak apa-apalah, karena masih ada aku dan istri yang bisa gantian menjaga buah hati terkasih ini. Namun muncullah masalah kedua, yaitu sang istri demi jatah cuti harus masuk kantor pada tanggal 15 Oktober alias senin alias satu hari setelah lebaran. Sekilas info, perusahaan istri adalah bergerak di customer goods, jadi bagi mereka tidak ada istilah liburan panjang. Memang bisa sih libur ikut cuti bersamanya pemerintah, tapi ada kebijakan kalau mau masuk diperbolehkan dan cuti tetap utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena akhir pekan ini (tgl 3 Nov) kami ada acara keluar kota sekaligus mau pulang kampung, maka masuklah istri bekerja dengan meninggalkan daku bersama anakku di rumah. Dan resmilah selama beberapa hari aku berubah status menjadi Bapak Rumah Tangga (BRT). Bukan pure BRT sih, soalnya yang siapin makan Marvel, nyusuin, ngepel, hingga cuci masih dikerjakan istri. Tapi pengalaman sebagai setengah BRT membuka mataku betapa profesi seorang Ibu RT, teristimewa seorang wanita, sangatlah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kemarin tugasku hanyalah mengurus Marvel. Dari harus bangun pagi-pagi nemanin dia sambil tunggu maminya siapin makan pagi, kemudian lanjut dengan suapin makan pagi, mandi pagi, ajak jalan-jalan, menina bobokan siang, makan siang, mandi sore ... hingga rapi dan wangi sambil tunggu istri pulang kerja, itulah peranku sebagai BRT. Dan hasilnya ... remuk oeiii nih tubuh. Paling remuk di hari pertama, dan hari-hari selanjutnya tetap aja remuk hehe. Ternyata ...  tidaklah segampang yang dilihat dan dipikirkan lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, nyuapin tuh bocah makan. Biasa kalo aku lihat suster atau maminya yang ngasih, kayaknya mudah. Tapi pas aku yang kasih ... aje gileee. Mulai maem jam 8, selesainya hampir jam 10. Mana pake acara kejar-kejaran lagi, benar-benar bikin pinggang ini patah. Yang paling berat itu pas menina bobokan. Wuihhh ... susyahnya minta ampun. Dari berbagai cara, gendong, goyang-goyang, tepuk-tepuk pantat, geletakin di kasur, puterin lagu-lagu syahdu nan sendu pengantar bobo ... yang terjadi malah daku yang hampir-hampir ketiduran. Meskipun akhirnya berhasil juga membobokan dia, tapi perjuangannya itu loh ... berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, meskipun capek di tubuh, tapi batin ini puas, karena aku berkesempatan merawat anakku sendiri dari matanya mulai melek sampai dia memejamkan matanya lagi di waktu malam. Jarang-jarang khan ada kesempatan istimewa seperti itu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, dari pengalaman selama beberapa hari kemarin akupun dicerahkan dengan paradigma baru: seorang wanita itu adalah hebat dan perkasa. Ternyata di balik kelembutan mereka, ada sebongkah ketangguhan di jiwa mereka untuk bertahan menghadapi tantangan dan pekerjaan yang setumpuk nan penuh tekanan, tak ketinggalan kesabaran ekstra tinggi benar-benar teruji dalam diri seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tulis itu cuma bagian kecil dari peran seorang wanita. Masih banyak peran lain lagi yang belum terekspos, yang aku yakin kalau kaum pria diharuskan untuk menjalaninya, hasilnya bakal berantakan. So ... tidak salah khan kalau aku akhirnya menyimpulkan bahwa seorang wanita itu begitu perkasa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-7198155187922482705?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/7198155187922482705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=7198155187922482705&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/7198155187922482705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/7198155187922482705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/11/wanita-adalah-perkasa.html' title='Wanita adalah Perkasa'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-947547289925713949</id><published>2007-10-23T14:42:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T14:45:51.615+07:00</updated><title type='text'>Jujur</title><content type='html'>Salah satu bacaan favorit saya adalah Reader's Digest Indonesia, salah satu buku saku yang menurutku sarat makna terbitan Femina Group. Selain memiliki rubrik yang aku suka --kisah-kisah nyata dan lucu-- bacaan yang sering disingkat menjadi RDI ini berisi banyak sekali artikel serta tips yang aku yakin kalau teman-teman membacanya bakal mendapatkan banyak tambahan pengetahuan, informasi, dan inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inspirasi untuk postingku yang ke-152 (not bad yah, ngeblog hampir 1 tahun 9 bulan berhasil menelurkan sebanyak 151 tulisan, yang juga berarti tiap bulan kalau dirata-ratakan aku berhasil memposting 7 tulisan) adalah karya yang muncul dari hasil keisenganku memelototi huruf demi huruf yang ada di RDI edisi Oktober 2007 selama libur lebaran kemarin. Apakah inspirasi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari sebuah artikel yang berjudul simpel: Survei Tes Kejujuran (judul aslinya: The Reader’s Digest Global Phone Honesty Test). Dikisahkan, para peneliti dari Reader's Digest dengan sengaja menghilangkan 30 biji hape di 32 kota terpilih di dunia untuk mengetahui tingkat kejujuran orang-orang yang menemukannya. Hape-hape tersebut 'dihilangkan' di tempat umum yang cukup ramai dan mereka melakukan observasi dari jarak yang cukup jauh. Mereka akan menghubungi hape tersebut dengan harapan ada seseorang yang akan mengambil dan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mereka akan bertanya apakah orang yang menemukan hape tersebut bersedia untuk mengembalikan hape tersebut atau tidak. Jika bersedia, mereka akan janjian ketemu di satu titik. Namun jika orang tersebut tidak menjawab panggilan tersebut dan langsung menyimpannya, para peneliti akan menunggu untuk dihubungi balik oleh sang penemu, atau hanya bisa melihat hape tersebut melayang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimanakah hasilnya? Cukup mengejutkan, demikian kesimpulan tim Reader's Digest. Secara rata-rata, prosentase pengembalian adalah mencapai 68% atau dua pertiga dari 30 handphone dari masing-masing kota. Dan yang hebat adalah, kota yang berhasil menduduki posisi pertama sebagai kota yang paling jujur menurut survei ini adalah sebuah kota kecil sekaligus ibukota negara Slovenia, salah satu negara pecahan Yugoslavia yang baru merdeka tahun 1991 kemarin. Kota Ljubljana, inilah kota terjujur versi Reader's Digest dengan jumlah penduduknya hanya sekitar 267.000 jiwa, mengembalikan 29 hape dari 30 hape yang tertinggal tersebut. Berturut-turut setelahnya adalah Toronto-Kanada (28/30), Seoul-Korea Selatan (27/30), Stockhlom-Swedia (26/30), dan tiga kota yaitu Mumbai-India, Manila-Filipina, dan New York-AS mengekor di urutan selanjutnya dengan angka 24/30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu negara yang paling tidak jujur? Hmmm ... janganlah langsung berpikir kota tercinta ibu kota Republik ini bakal muncul karena Jakarta tidaklah dimasukkan dalam survei ini hehe ... Lantas, kota apakah yang paling tidak jujur itu? Yah ... tidak jauh-jauh sih dari kita, masih tetanggaan persis ama kita :) Penasaran? Semoga tidak yah. Nih aku kasih tahu jawabannya. The most dishonest city ala Reader's Digest adalah Kuala Lumpur-Malaysia yang meraih podium paling bawah bersama kota Hong Kong dengan angka 13/30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur. Sebuah kata sederhana yang sarat makna. Mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dipraktekkan. Ringan untuk dilafalkan, tetapi berat untuk diaplikasikan. Gampang untuk dibicarakan, namun susah untuk melakukannya. Simple untuk dikatakan, tapi rumit untuk dilakukan. Hmm ... Setujukah teman-teman dengan pernyataan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah benar sulit untuk hidup dalam kejujuran? Tidak usahlah membayangkan untuk berlaku jujur dalam skala besar dan kompleks. Misalnya kejujuran saat diinterogasi polisi atau dituntut jujur kala memberikan kesaksian di persidangan atau harus jujur ketika karir dan profesi kita diujung tanduk dan dipertaruhkan. Itu sebuah kondisi yang terlalu luar biasa untuk melihat sebuah nilai kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah untuk mulai menilai diri sendiri dalam skala kecil. Yah ... yang sederhana saja. Misalnya saat kita berbelanja, kasirnya secara tidak sengaja memberikan kembalian lebih, dan kita baru tahu setelah kita meninggalkan kasir tersebut. Apakah kita berniat mengembalikan kelebihan tersebut atau justru kita gembira karena mendapat rezeki plus? Mungkin ada sebagian berkata, kalau lebihnya kecil sih aku balikin. Tapi kalo lebihnya banyak? Apakah tidak tergoda untuk langsung memasukkannya ke kantong dan beredar menjauh secepat mungkin supaya tidak muncul seberkas perasaan 'bersalah'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, surat keterangan sakit dari dokter. Hayoo ... siapa yang pernah memalsukannya :) Bukan rahasia lagi kalau untuk yang satu ini bisa dengan mudah kita dapatkan. Dengan hanya modal beberapa puluh ribu rupiah, sebuah surat sakti bisa kita dapatkan sebagai kamuflase yang layak dipertanggungjawabkan ke perusahaan yang menerangkan: kita sakit. Padahal sesungguhnya mungkin saja kita bolos karena mau pergi atau ada urusan penting lain atau lagi malas karena malam sebelumnya bergadang sampai subuh. Namun dengan alasan supaya lebih gentle dan tidak memotong jatah cuti tahunan kita, dengan mudah kita menjadi orang yang tidak jujur dengan membuat surat keterangan palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang sama juga layak diangkat sebagai ujian kejujuran kita. Seperti nota bensin yang kita tulis sendiri, yang benar isi 20 liter tapi di notanya tertera 25 liter. Atau karcis parkir atau tol yang sesungguhnya kita nikmati atas nama pribadi namun kita masukkan dalam daftar tanggungan kantor. Termasuk di dalamnya kuitansi palsu yang jumlah nominalnya sudah dimark-up *kalau untuk yang satu ini aku pernah alami sendiri, tapi aku cerita lain kali saja yah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya hal-hal seperti itu adalah sepele dan sudah lumrah karena di mana-mana orang melakukannya. Tapi sesungguhnya di sinilah ujian kebeningan nurani kita serta menunjukkan seberapa murni hati kita menilai sebuah kejujuran. Sebuah nilai moral yang pantas kita wariskan ke generasi di bawah kita untuk menyatakan: be honest is my desire and will be my attitude ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke hape hilang tadi, seandainya kota Jakarta masuk survei tersebut, kira-kira berapa biji yang hape yang kembali? Hmm ... penasaran saja :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-947547289925713949?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/947547289925713949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=947547289925713949&amp;isPopup=true' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/947547289925713949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/947547289925713949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/10/jujur.html' title='Jujur'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-6279737860164569567</id><published>2007-10-03T11:21:00.001+07:00</published><updated>2007-10-03T11:23:52.852+07:00</updated><title type='text'>30</title><content type='html'>Life is begin at 30. Begitulah banyak orang berpendapat. Seperti permainan sepakbola yang turun minum paruh waktu, begitulah kira-kira usia 30 bagi perjalanan hidup manusia. Sebuah titik yang cukup krusial, karena di saat turun minum inilah merupakan kesempatan bagus untuk melihat kembali apa yang sudah dicapai selama setengah babak pertama, serta sebuah momentum istimewa untuk membuat strategi baru sebagai antisipasi melanjutkan game di babak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti sudah banyak yang terjadi di paruh pertama. Baik itu suka-duka, tawa-tangis, bahagia-sedih, sukses-gagal hingga pengalaman terpuruk untuk kemudian bangkit lagi ... semuanya adalah cerminan masa lalu yang seharusnya kita lihat sebagai bagian lika liku perjalanan hidup yang harus dilakoni oleh seorang anak manusia. Ambillah hikmah dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan, sebaliknya bersyukurlah untuk semua kejadian yang luar biasa. Dan yang terpenting, jadikanlah semua itu sebagai refleksi untuk lebih cerdas dalam terus melangkahkan kaki ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki paruh kedua, tantangan dan harapan untuk menjadi lebih baik tentu saja tetap bergema. Normalnya gema tersebut seharusnya lebih keras dan membahana, karena angka 30 berarti seseorang itu bukan lagi seorang bocah yang masih dikendalikan oleh keinginan dan keegoisan semata, namun lebih pada kemampuan dia untuk mampu menyetir hidupnya dengan asam-garam yang sudah ditelan selama ini sebagai koridor untuknya melangkah. Angka 30 juga berarti seseorang sudah berada dalam tahap puncak kedewasaan, sehingga mau tidak mau mereka harus melihat diri mereka sebagai pribadi mandiri independen, yang seharusnya sudah tahu akan dibawa ke mana diri mereka bersama segala tanggungan yang sudah dibebankan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok sepertinya serius dan berat yah, tulisanku kali ini hehe ... Namun, itulah sejumlah perenunganku belakangan ini saat menyadari bahwa diriku sudah menghabiskan setengah jatah hidupku (dengan catatan aku bisa hidup sampai usia 60-an loh :)). Apakah aku sudah bisa menyetir kehidupanku seperti yang aku inginkan? Apakah aku sudah sedewasa seperti yang dilihat orang? Apakah benar aku sudah dan mau bercermin dari pengalaman laluku sebagai pijakan untuk melangkah ke depan? Apakah aku masih mengandalkan ego dan inginku dalam meretas jejak kakiku? Tak ketinggalan apakah yang sudah saya ukir dan hasilkan sebagai sesuatu yang mungkin berguna dan bermanfaat bagi orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ... aku menghabiskan banyak waktu belakangan ini untuk merenung, merenung, merenung, dan merenung ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya ndak terkesan berat dan membosankan, aku coba yah memaparkan gimana sih seorang laki-laki yang sudah memasuki babak kedua dalam hidupnya. Ini bukan hasil riset yang melibatkan sejumlah sampel dengan koefisien kesalahan sekitar 0,001 %. Melainkan aku melihat diriku sebagai seorang pria yang aku bilang: masih berjiwa muda, dan tentu saja melihat rekan-rekan sekelilingku yang juga sepantaran denganku :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saat aku mengatakan sudah memasuki kepala 3, komentar orang-orang adalah SUDAH TUA. Hmm .. apa benar demikian? Yah, mungkin kalo dilihat dari tampilan fisik tidak bisa dipungkiri ada tanda-tanda tua mulai kelihatan. Yang paling jelas adalah mulai munculnya rambut albino alias uban. Aku sih tidak melihat itu sebagai salah satu ciri mulai tua, tapi aku melihatnya sebagai semakin bertambahnya kebijaksanaan dalam hidup ini. Kedengarannya lebih keren dan berbobot khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal lagi, meskipun sering dikatakan orang bahwa secara fisik orang berkepala 3 sudah tua, namun ada yang penting, yaitu jiwa atau spiritnya. Percaya deh, hampir semua laki-laki angkatan ini masih memiliki jiwa yang masih bergelora dan bergairah layaknya para remaja. Dan bahkan kebanyakan lebih liar dari mereka. Makanya itu kali sebabnya orang ngomong, life is begin at 30 yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kepala 3 berarti tanggungjawab semakin besar juga. Berbagai segi dan bidang, dari faktor pekerjaan hingga keluarga, dituntut perlunya tanggungjawab ekstra dalam melakoninya. Kelompok ini bukan lagi anak ingusan yang bisa melempar atau mengalihkan rasa tanggungjawab seenaknya. Mereka harus memikul dengan tegas apa yang sudah dipercayakan untuk dikelola. Pilihannya tidak banyak: take it and you will grow up, or deny itu and you will finish. Kelihatannya serem yah, tapi itulah realita yang harus dihadapi. Karena dengan cara demikianlah seseorang bisa tahu persis akan dibawa ke mana hidup mereka (plus keluarga untuk yang sudah menikah), dan akan menjadi apakah dia kelak di masa tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, memasuki angka 3 berarti sudah harus mulai ekstra menjaga kesehatan. Kalau yang satu ini aku sangat setuju. Tubuh ini sudah separuh jalan, dengan kata lain pasti di beberapa bagian spare part yang ada mulai lemah dan usang. Makanya tidak heran banyak sekali penawaran obat kesehatan atau herbal atau vitamin yang mengklaim berkhasiat untuk men-servis spare part tubuh kita agar mampu berfungsi layaknya onderdil baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah menghindari makanan yang berkoresterol tinggi. Jauhilah untuk mengkonsumsi daging yang berlemak tebal. Singkirkanlah cemilan-cemilan yang memakai bahan penyedap. Buang jauh-jauh minuman dengan kadar alkohol tinggi. Marilah mulai menerapkan gaya hidup sehat. Perbanyak makan sayur, minum air putih, konsumsi bahan-bahan alami ... intinya jagalah kesehatan. Tentunya kita tidak mengharapkan hidup kita diintai stroke, asam urat, jantungan, diabetes, dkk? Langkah ini juga sebagai salah satu jaminan kita bisa menyelesaikan permainan di babak kedua hingga peluit panjang dibunyikan. Syukur-syukur ada injury time alias bonus hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next, angka 30 juga diidentikkan dengan berkurangnya daya ingat sehingga mulai pikun. Lupa meletakkan kunci di mana, bingung menyimpan file penting di arsip apa, tidak ingat kapan ada janjian dengan anak untuk jalan-jalan, bias kapan terakhir ketemuan dengan seseorang, tidak sadar pernah berjanji untuk mengerjakan proyek yang di-request teman ... hingga ada cerita nyata temanku yang menurutku sangat konyol: lupa sama anak sehingga anaknya ketinggalan di mal. Alamak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah demikian bahwa usia 30 orang sudah mulai pikun? Menurutku sih tidak yah. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa daya ingat seseorang semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Tapi untuk seumuran 30 tidaklah separah itu. Kejadian-kejadian lupa seperti yang dicontohkan di atas, lebih disebabkan karena semakin kompleksnya bidang kehidupan yang harus dijalani sehingga sangat wajar ada beberapa hal yang sepertinya terlewatkan dan terlupakan. Makanya sangat disarankan kepada rekan-rekan yang sudah berkepala 3 untuk memiliki organizer. Penting itu ... supaya tidak dicap pikun oleh orang-orang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada juga yang mengalamatkan angka 30 dengan bangkitnya gairah ke-2 dalam dunia percintaan. Mungkin bukan puber kedua, tapi semacam keinginan untuk lebih mengekspresikan siapakah diri mereka, terutama di mata lawan jenis. Menurutku tingkah ini sangat erat korelasinya dengan kebutuhan dasar manusia, ingin diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tidak heran kalau melihat esmud-esmud beredar dengan penuh gaya. Pola hidup metrosexual yang doyan 'berdandan' ala cewek dengan mudah kita jumpai. Ke-gym untuk olah tubuh supaya berotot layaknya binaragawan, berpenampilan wangi nan harum menebar pesona, bertingkah macho dengan nongkrong di kafe-kafe ... ahhh ... jadi gaya hidup lagi ceritanya hehehe. Tapi, suka tidak suka, itulah salah satu perubahan seorang pria saat memasuki kepala 3 ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang lain? Mohon ditambah yah ... Dan bagaimanakah cewek-cewek atau ibu-ibu menyikapi angka 30? Let me know juga yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is begin at 30. Itulah usiaku sekarang. Dan itulah perenungan yang berkelana di pikiranku hari-hari ini. Apakah semua yang sudah aku tulis itu ada dalam hidupku sekarang? Waktulah yang kiranya akan menjawab dan menggenapinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-6279737860164569567?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/6279737860164569567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=6279737860164569567&amp;isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6279737860164569567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6279737860164569567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/10/30.html' title='30'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-5424895431882102883</id><published>2007-09-25T13:58:00.000+07:00</published><updated>2007-09-25T13:59:56.885+07:00</updated><title type='text'>Mendengarkan</title><content type='html'>Berikut adalah bocoran rekaman adegan kegiatan di atas ranjang sesaat sebelum dua insan berlawanan jenis yang menjadi aktor utama melambungkan awangnya dalam dunia mimpi. Dengan setting si kecil sudah terlelap, begitulah scene selengkapnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo Kung ... aku ingin cerita neh."&lt;br /&gt;"Hmm ... mau cerita apa?" (sambil memainkan hape)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya mau cerita ..."&lt;br /&gt;"Ya udah. cerita aja ..." (tetap terpaku pada hape)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Letakkan dulu hapenya napa sih ... Ini nih ada yang penting." (sambil tangannya merebut hape dari genggaman Lo Kung)&lt;br /&gt;(Berusaha merebut kembali hapenya) "Sini hapenya ... kalau kamu mau cerita, langsung aja. Aku dengarin kok ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rebut lagi hape ... dan umpetin di balik bantal yang jauh dari gapaian Sang Lo Kung) "Aku tahu kamu dengarin. Tapi aku tidak ingin kamu sekadar mendengar ..."&lt;br /&gt;(Karena hapenya jauh dari jangkauan, ditambah malas untuk rebut-rebutan, Lo Kung pun memiringkan badannya memunggungi Lo Pho-nya sambil memeluk guling). "Apa yang ingin kamu ceritakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Merasa dipunggungi, Sang Lo Pho pun berusaha membalikkan badan Lo Kung supaya menghadapnya) "Ah Lo Kung ... kalau aku cerita dengarinnya yang serius dong. Jangan bersikap memunggungi gitu."&lt;br /&gt;(Dengan malas berbalik ke arah Lo Pho) "Emang ada bedanya. Aku khan tetap dengarin kamu. Aku juga bisa mengulang ceritamu dari awal kalau kamu ingin aku ceritain ulang ceritamu ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya aku tahu. Tapi jangan lupa, aku juga hafal dengan sikapmu yang satu ini, kalau aku cerita dan kamu memunggungi aku, pasti tengah cerita kamu ngorok."&lt;br /&gt;(Lo Kung Hanya tersenyum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya aku ingin kalau aku cerita, kamu MENDENGARKAN aku. Bukan sekadar MENDENGAR ..."&lt;br /&gt;"Emang ada bedanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada ... Kalau mendengar khan sekilas lewat telinga kiri keluar telinga kanan. Tapi aku ingin DIDENGARKAN. Jadi bukan cuma numpang lewat dan pengantar tidur doang ..."&lt;br /&gt;"Ooo ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alur cerita selengkapnya, Lo Kung pun akhirnya MENDENGARKAN sang Lo Pho. Singkat cerita, malam itu pun dilewati dengan selibat adegan yang ehem ehem ... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDENGAR dan MENDENGARKAN. Apakah ada perbedaan antara kedua kata tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sekilas tidak ada perbedaan sama sekali. Kalaupun ada bedanya, paling cuma ada tambahan akhiran -kan saja. Tapi kalau aku boleh mencoba untuk membedah kedua kata tersebut (ceille ... ceritanya mau jadi ahli bahasa neh si Hendri hehe ...), MENDENGAR itu dapat diartikan sebagai sekadar dengar doang. Memang sih secara aktivitas, kita mendengar apa yang diceritakan lawan bicara kita. Namun apa yang kita dengar itu sepertinya cuma numpang lewat saja alias tidak pernah dicerna, dipikirkan, direnungkan, hingga yang paling tragis, dicuekin dan disepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas mendengar itu mudah sekali kita temukan terjadi di sekeliling kita. Bahkan secara sadar atau tidak, kita juga (sering) melakukannya. Misalnya, saat istri atau suami kita mau berdiskusi dengan kita, kita malah asyik membaca koran sambil berkata "bicaralah ... aku mendengar apa yang kamu bicarakan." Atau ketika anak kita mau cerita, tatapan kita malah terfokus pada layar TV, dan lagi-lagi kita berkata "cerita saja Nak, papi/mami mendengar." Demikian juga waktu kita asyik di depan layar komputer, atau ber-hape ria, atau tenggelam dalam sihir novel  kesukaan kita ... kita selalu bisa berdalih "aku MENDENGAR".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak salah khan kalau aku mengatakan, mendengar orang itu berarti kita hanya menghadirkan tubuh atau raga atau fisik kita di depan lawan bicara kita, sedangkan pikiran, fokus, dan perhatian kita melambung dan berkelana entah ke negeri mana. Istri/suami/anak kita asyik bercerita dengan penuh gairah, eh ... pikiran kita malah melayang memikirkan "ntar malam siapa yah yang menang dalam big match MU vs Chelsea?" Kolega kita pengen share atau curhat, tahu-tahu kita malah merencanakan "ntar mau lunch di mana yah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak enak khan kalau kita berada pada posisi yang bercerita. Dengan setumpuk harapan akan adanya tanggapan penyaluran, yang didapat hanyalah anggukan-anggukan atau dehaman-dehaman kecil nir-makna. Bisa ditebak, semangat mengebu-gebu tersebut perlahan tapi pasti segera menyusut. Ibarat api yang mulai kehilangan minyak, begitulah mendengar menjadikan sebuah pembicaraan dan interaksi menjadi hambar. Yap ... itulah MENDENGAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan MENDENGARKAN adalah bertolak belakang dari MENDENGAR. Mendengarkan berarti kita menghadirkan diri kita seutuhnya untuk lawan bicara kita. Ada perhatian, kepedulian, tanggapan, umpan balik, pendapat, pemecahan masalah, hingga akhirnya kelegaan dan kedamaian bisa dicapai oleh aktivitas MENDENGARKAN. Dengan mendengarkan, secara tidak langsung terjadilah komunikasi dan interaksi dua arah yang akhirnya menghasilkan sebuah solusi yang titik akhirnya semakin mempererat sebuah persekutuan atau pertemanan. Sedangkan untuk yang sudah berumah tangga, tentunya hubungan suami-istri-anak semakin mesra dan saling berpengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendengarkan, ada unsur perasaan dan emosi dilibatkan. Ibarat sebuah masakan, bahan-bahan yang ada dikumpulkan dan diracik sedemikian rupa dengan tambahan bumbu-bumbu yang merangsang tumbuhnya nafsu melelehkan liur di indra perasa kita, yang kemudian diolah dengan sepenuh kreasi oleh sang koki hingga akhirnya tersaji makanan enak nan menggiurkan ... demikianlah mendengarkan. Ada rasa lapar, keinginan mencicipi, kepuasan, hingga kerakusan membuat kita ingin dan ingin dan ingin lagi berinteraksi dan menikmati indahnya sebuah percakapan. Dan menurutku ... gairah tersebut bisa diciptakan dengan mempraktekkan sekeping aktivitas: mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan juga berarti kita menyediakan telinga kita utuh untuk lawan bicara kita. Secara fisik memang telinga letaknya di kepala kita. Namun bukan telinga itu yang dimaksudkan. Telinga di sini berarti kesediaan dan kelapangan kita untuk menampung semua kata yang dikeluarkan untuk kemudian diolah menjadi sebuah sikap yang aku sebut perhatian (care) yang olehnya membuat partner kita merasa lebih puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ... indahnya kalau semua orang sadar dan mau mendengarkan. Dan secara istimewa, aku bersyukur dan berterima kasih untuk istriku yang sudah memberikan pencerahan kepadaku untuk hal ini. Kiranya aku mau mulai belajar untuk MENDENGARKAN, bukan sekadar MENDENGAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil pun butuh untuk DIDENGARKAN. Itulah yang aku alami bersama buah hatiku, Marvel. Bagaimanakah cerita selengkapnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah aku ceritakan, wiken adalah saat yang paling aku tunggu. Kenapa? Karena itulah kesempatan untuk bermain bersama anakku sepanjang hari. Trus, apa hubungan antara bermain dengan mendengarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini nih ... Seperti biasa, aku selalu menemani dia bermain dan bereksplorasi dengan dunianya. Saat itu, kadang ada telp atau SMS masuk hingga mau tidak mau aku harus menjawabnya. Kalau telp sih tidak masalah, karena dia malah senang memperhatikan aku bertelp. Mungkin dia merasa heran, aku kok ngomong sendiri. Kadang khan terdengar suara lawan bicara meski secara samar-samar. Itu juga membuat dia tambah takjub dan diam mengamati, kok bisa alat tersebut mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi masalah pas harus menjawab SMS. Mau tidak mau aku harus mengalihkan perhatianku sementara dari dia untuk ketik SMS. Nah ... di sinilah anakmu menunjukkan rasa irinya untuk dimadu alias diduakan. Dia mungkin berpikir waktu aku SMS berarti aku tidak lagi menghadirkan diriku sepenuhnya untuk menemaninya bermain. Alhasil, tiap kali aku dapat SMS dan menjawab, dengan segera dia akan merebut hape-ku dan menyuruhku untuk meletakkannya. Kalau aku tetap nekad melanjutkan SMS, dia akan tambah agresif merebut, dan setelah dapat dia akan umpetin hapeku supaya aku tidak SMS lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... bentuk lain dari tuntutan mendengarkan. Begitukah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-5424895431882102883?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/5424895431882102883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=5424895431882102883&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/5424895431882102883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/5424895431882102883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/09/mendengarkan.html' title='Mendengarkan'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-4351697726793538191</id><published>2007-09-10T13:21:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T13:22:09.180+07:00</updated><title type='text'>Make A Wish</title><content type='html'>Seandainya Anda diberi kesempatan langka untuk mengajukan 1 (satu) permintaan -- ingat loh, just one, not three like usually we read or hear in common tale -- apakah yang Akan anda ajukan sebagai respon dari kesempatan tersebut? Hayooo .... mikir yang serius dan berguna yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang aku renung-renungkan saat aku menonton sebuah reality show di salah satu TV swasta wiken kemarin. Judulnya Three Wishes, yang dihost oleh salah satu artis kesukaanku, Amy Grant. Meskipun judul acaranya adalah Three Wishes, bukan berarti mereka yang beruntung dikunjungi tim reality show ini berhak mengajukan 3 permintaan. Namun pengertian Three Wishes di sini adalah tiga scene terpisah di mana diceritakan masing-masing 'korban bahagia' difasilitasi untuk mewujudkan satu permintaan (ataukah harapan (?) bahasa indo yang lebih cocok untuk kata wish) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam episode yang aku nonton kemarin, dikisahkan ada 3 permintaan (aku pakai pengertian ini deh untuk menggambarkan makna wish) yang berhasil diwujudkan. Permintaan pertama datang dari keluarga peternak. Dikisahkan karena kesibukan keluarga tersebut mengelola ternak mereka, yang namanya berlibur  seharian tanpa memikirkan pekerjaan adalah sebuah kesempatan langka untuk mereka nikmati. Untuk itulah mereka mengirimkan permintaan mereka kepada tim Three Wishes itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan endingnya selalu menakjubkan. Mereka diberi kesempatan menikmati liburan seharian, dan pekerjaan rutin mereka mengurus ternak, dari memberi makan babi hingga memerah susu sapi, didelegasikan kepada tim tersebut. Dan yang lebih membahagiakan, mereka dibangunkan sebuah gedung baru dengan fasilitas serba canggih hingga mereka bisa lebih produktif. Hmm ... a wish come true ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara paralel, diceritakan juga permintaan dari seorang wanita yang terjerat utang pinjaman selama dia menjadi mahasiswa. Karena pinjaman tersebut, dikatakan dia seperti terbelenggu dengan beban mental dan moral bagaimana harus melunasi utang tersebut. Entah untuk apa dia sampai berhutang begitu besar, tapi itulah permintaan yang dia pilih saat mengetahui ada sebuah program TV yang menyanggupi untuk mewujudkan apapun permintaan terbesar dan terpenting yang ingin diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And again ... a wish come true. Setelah tim tersebut mengunjungi sekolah si wanita tersebut berasal, kemudian berunding dengan bagian kemahasiswaan, akhirnya pihak sekolah setuju menghapus semua utang wanita tersebut. Dan lagi-lagi sebuah ending yang membahagiakan, selain utangnya dihapus, dia juga diundang khusus ke LA untuk mengunjungi sebuah teater sekolah tari idamannya. Ahhh ... begitu membahagiakan saat permintaan kita terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan terakhir dalam episode ini adalah memfasilitasi permintaan seorang gadis yang karena suatu hal mengalami kecacatan sehingga tidak bisa mengikuti wisuda kelulusan sekolah. Gadis tersebut lumpuh, mengalami kesulitan untuk berbicara, dan sehari-hari harus dibantu keluarganya untuk menjalani hidup ini. Beraksilah tim Three Wishes ini. Dengan acuan buku wisuda angkatan gadis tersebut, dihubungilah satu persatu teman seangkatannya untuk menghadiri peristiwa istimewa sebagai hadiah tak terlupakan gadis kurang beruntung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dalam sebuah stadium yang dirancang khusus, gadis ini menjadi bintang paling terang di malam yang cerah itu. Rekan sekelasnya berdatangan, guru-guru dihadirkan, tak ketinggalan kerabat dan sahabat yang begitu setia memberikan dukungan untuk tetap hidup dan berusaha. Yang membuat aku merinding adalah ketika gadis tersebut oleh karena motivasi dan dukungan yang begitu tinggi untuknya, dia bangkit dari kursi rodanya dan berjalan ke mimbar.&lt;br /&gt;Wow ... saat permintaanmu diwujudkan, Anda akan mendapatkan suntikan motivasi superior untuk melakukan apa yang selama ini kita pikir tidak mungkin kita lakukan. Dan itulah yang aku lihat dari gadis malang nan berbahagia ini. At last ... a wish come true again :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah serial Three Wishes selesai, pikiranku langsung teringat sebuah film kisah nyata (aku memang suka film based on true story, bisa baca di postingku sebelumnya :)) yang dikisahkan secara komedi. Diperankan oleh Sang Jumanji, Robin Williams, yang berjudul Patch Adams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu adegan yang langsung aku kaitkan dengan sebuah permintaan adalah saat seorang pasien yang bernama Nyonya Wilson, yang secara misterius ngambek dan mogok makan hingga berminggu-minggu lamanya. Semua dokter dan perawat di RS tempat Robin bekerja sudah melakukan berbagai upaya, namun tetap saja gagal membujuk Nyonya Wilson untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Robin pun datang. Dia ajak Nyonya Wilson ngobrol macam-macam, termasuk impian dan harapannya. Setelah itu, pembicaraan mereka pun terputus. Adegan selanjutnya yang muncul adalah 2 rekan Robins membopong Nyonya Wilson ke suatu tempat rahasia. Nyonya Wilson bertanya-tanya mau diapain dan dibawa kemana, tapi karena kondisinya yang tua dan lemah, dianya pasrah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... sampailah mereka di suatu lapangan, dan di sana sudah ada Robin. Dipampangkanlah adegan Robin yang tengah berdiri di tengah kolam renang bundar buatan berisi penuh dengan mie. Terang saja wajah Nyonya Wilson bercahaya dan tertawa lebar karena bahagia. Dia pun masuk ke kolam itu dan berdansa bersama Robin, dengan dikelilingi dokter dan perawat yang juga ketularan bahagia karena satu permintaan sudah terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batinku langsung bersinar terang dan berbisik: hatta ... saat permintaan kita terpenuhi, yang bahagia bukan saja kita yang mengalaminya. Tetapi juga akan menular ke lingkungan sekitar kita, baik itu kerabat dekat, orang yang kebetulan melihat, hingga si dia yang memenuhi permintaan kita. Istilah kerennya every body happy oeiii ... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tokoh yang paling aku kagumi dalam menanggapi kesempatan untuk mengajukan satu permintaan adalah tokoh panutan yang diakui orang terkaya sepanjang zaman. Siapakah dia? Yap ... Nabi Salomo. Kejelian dia untuk meminta sebuah hikmat adalah sebuah pilihan yang luar biasa. Dan hasilnya dapat kita ikuti dalam perjalanan hidupnya di Kitab Suci, hingga dikatakan sebelum dan sesudahnya tidak ada manusia pun di bumi ini yang hikmatnya melebihi dia. Meskipun endingnya sepertinya kurang menyenangkan, namun tetaplah permintaan dia tercatat sebagai the greates wish ever ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat bintang jatuh, tutuplah matamu dan ucapkanlah keinginanmu. Niscaya apa yang menjadi permintaanmu akan terpenuhi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pameo yang sudah sering aku dengar sejak kecil tentang sebuah permintaan. Makanya tidak heran, saat masih bocah selalu meluangkan waktu di malam hari untuk melihat indah, luas, hebat, megah, agung, dan dahsyatnya alam ciptaan Sang Pencipta. Selain karena dulu tidak banyak hiburan, juga karena termakan pameo tersebut hingga rela mempelototi langit dengan harapan bisa menangkap sebuah bintang berekor jatuh dan secepatnya menutup mata seraya mengucapkan permintaan terbaik dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu seberapa manjur metoda tersebut. Namun yang pasti, seingatku beberapa kali aku melihat bintang jatuh dan langsung mengucapkan permintaan ... tapi tidak terjadi tuh hehe ... apakah kurang manjur yah bintangnya ataupun permintaanku terlalu berlebihan hingga tidak terwujud? Aku tidak tahu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari serangkaian perjalanan hidup dan pembelajaran yang aku timba selama ini, aku belajar satu hal: setiap orang bisa mewujudkan apapun keinginannya dalam sebuah permintaan, asalkan mempunyai keyakinan bahwa keinginan tersebut terwujud. Namun demikian, tentu sajalah ada sebuah catatan khusus: permintaan kita haruslah yang reasonable dan benar niatnya. Janganlah misalnya meminta menjadi seorang teroris atau berliburan ke matahari atau mempunyai istri sebanyak 365 orang biar tiap malam yang menemani malam kita berbeda hehehe ... Dijamin deh, permintaan-permintaan seperti itu pasti langsung masuk recycle bin alias tidak bakal terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita selanjutnya hanyalah mengungkapkannya, menantinya, dan melihat permintaan tersebut diwujudkan. Pecayalah, dengan segala keajaiban dan keselarasannya, biarkanlah alam semesta yang bekerja dengan caranya tersendiri untuk mewujudkan permintaan kita. Mengutip istilah Bapak Yohannes Surya, Mestakung alias Alam Semesta Mendukung. Demikianlah yang bakal terjadi saat permintaan tersebut menggumpal dan bergema terus menerus di batin kita ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... apakah satu permintaanmu tersebut? Let me know-lah ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-4351697726793538191?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/4351697726793538191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=4351697726793538191&amp;isPopup=true' title='67 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/4351697726793538191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/4351697726793538191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/09/make-wish.html' title='Make A Wish'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>67</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-6247513701819231117</id><published>2007-09-04T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T13:35:31.056+07:00</updated><title type='text'>Korban Gaya Hidup?</title><content type='html'>Dari sebuah majalah bisnis yang aku baca beberapa waktu yang lalu, di sana tertulis sebuah survei yang dikembangkan menjadi sebuah prediksi hingga akhirnya ditelorkan menjadi sebuah fakta. Sebuah fakta yang sangat-sangat mencengangkan diriku. Hmm ... mau tahu apakah gerangan fakta tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui sebuah survei yang dilakukan majalah tersebut pada para eksekutif muda (esmud) Jakarta yang berkantor di segitiga emas, dengan mengambil sampel dari sekelompok esmud yang berpenghasilan antara 15-20 juta perbulan, diyakini bahwa sekitar 10 tahun mendatang mereka akan terjebak dalam sebuah situasi kerumitan keuangan alias terlilit utang yang tiada ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha ... kok bisa? Membayangkan gaji 15 juta perbulan saja sepertinya sudah impian atau awang-awang yang susah untuk digapai. Bayangkan, duit 15 juta perbulan itu bukan sedikit loh. Buanyakkkk ... Kalau digunakan untuk beli cendol, bisa tuh tiap hari sebanyak kolam renang hehehe ... Tapi kok bisa diprediksikan bakal jatuh dalam neraka lingkaran utang? Apakah ada dasarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap ... salah satu kunci yang mensukseskan mereka masuk dalam lubang masalah keuangan adalah gaya hidup mereka. Tahu khan bentuk gaya hidup tinggi para esmud Jakarta --dan mungkin esmud-esmud di tempat lain--? Dahsyat booo ... Dengan segala keterbatasanku, aku minta ijin yah, mencoba memaparkan gimana sih dahsyatnya gaya hidup mereka-mereka yang tergolong esmud nan bergaya ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breakfast di hotel, lunch di restoran, dinner di cafe, hangout di pub, wiken di villa, liburan dan shopping di luar negeri, serta seabrek kegiatan rutin yang jelas-jelas membutuhkan dana ekstra sepertinya adalah menu wajib biar tetap dilabeli esmud bergaya masa kini. Ndak seru khan kalo pas ngumpul-ngumpul ditanya: "Liburan kemarin ke mana?" Trus jawab: "Tidak kemana-mana, paling antar anak beli sepatu di Cibaduyut ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaa ... seketika jatuh bebas dong nih gengsi. Coba jawabnya elegan seperti gini: "Ah ... mau tahu saja. Biasa, seperti liburan-liburan sebelumnya, shopping ke luar negeri dong. Kalo sebelumnya antar anak shopping di Singapur, kemarin kita shopping di Paris. Bosan ah, Asia terus ... sekali-kali merambah Europe dong!" Wah ... dijamin deh, hidungnya langsung mengembang saking bangganya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan sejumlah aksesoris yang sifatnya WAJIB menempel di tubuh mereka. Dari kacamata gaya-gayaan yang harganya jut-jutan, busana bermerek buatan italiano, sepatu kinclong asli kulit buaya, sampai pernah aku dapati seorang teman membeli ikat pinggang yang harganya sampai 1 juta-an. Alamak!!! Dalam hatiku berbatin: kalau aku mah, ikat pinggang yang harganya kurang dari 100rb-an sudah bagus banget tuh hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lain esmud adalah nangkrin manis di atas boil mengkilap keluaran terbaru. Bagus kalo boil-nya sudah lunas dan sah jadi milik sendiri, tapi setahuku sih kebanyakan dari mereka statusnya masih kreditan. Kalau bicara tempat tinggal? So pasti harus di apartemen mewah berlokasi pusat kota, atau kalau tidak minimal di perumahan kelas tinggi tipe 72 pangkat 3 alias gede dengan fasilitas komplit. Dari kolam renang lengkap dengan ruang sauna-nya hingga taman berlampu crystal yang sangat cocok untuk pacaran. Ahhh ... si Hendri lagi ngebayangin enaknya hidup ala esmud ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana mau mereka diajak nyarap di warung amigos (agak minggir got sedikit), atau lunch di rumah makan padang, atau dinner di warung pecel lele. "Ndak level lah yaww ..." begitulah celetukan mereka. Atau "turun dong gengsi eke ..." (ngomongnya sambil mengibaskan tangan gaya tata dado). Atau "Mau taruh mana nih muka gue kalau kebetulan dilihat anggota gang kongkow gue ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hampir dipastikan menolak dengan tegas kalau diajak nguber angkot. Alasannya, "Gerah dan berdebu neh, sia-sia dong ntar perawatan kulit gue kena kotoran jalan raya." Kalau ajak naik busway? Hmm ... masih bisa dikit kompromi-lah, soalnya ada AC-nya hehe ... Sesekali ajak jalan-jalan ke perkampungan padat, wah ... lagaknya kayak artis atau pejabat republik ini yang lagi turun menjenguk massanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tidak heran, kalau diprediksikan 10 tahun mendatang mereka bakal mengalami krisis keuangan. Habis, untuk menjadi esmud itu perlu modal yang sangatttt besar. Dengan kata lain, gaji mereka yang sebulan bisa mencapai 15-20 juta hanya habis sekejap dalam hitungan hari atau minggu. Selebihnya, modal kartu kredit kelas gold atau platinum dengan limit puluhan juta jadilah andalan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jadi masalah sih kalau kebetulan dia adalah anak konglomerat yang harta warisan keluarganya tidak bakal habis hingga 5 turunan. Menurutku itu mah sah-sah saja karena selain mereka mampu dengan ada beking mantap, karena memang mereka berhak menikmatinya, juga karena itulah tugas utama mereka: menghabiskan harta keluarga :) Lha, kalau bukan untuk dihabisin, emang mau dikemanain tuh duit yang bejibun itu? Emang mau ikutin cara Om Gober Bebek yang sampai secara khusus membuat gudang uang untuk menyimpan semua harta kekayaannya? Tidak khan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau si dia kebetulan bukan dari keluarga hebat, tapi hanya dengan alasan ikut-ikutan supaya diterima dalam pergaulan kelas tinggi, dengan konsekuensi harus menggadaikan masa depannya dengan utang model gali lubang tutup lubang ... waduh, saranku jangan deh. Mending hidup sederhana dan serba berkecukupan --dengan sesekali menelan ludah iri melihat mereka-mereka yang mampu hidup mewah--, tapi dengan satu jaminan: masa depan lebih terjamin dan bebas dari utang yang menjerat. Setuju khan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Idealnya jumlah uang yang dihabiskan untuk membayar utang adalah maksimal 30% dari total pendapatan bulanan. Utang itu bisa berarti cicilan rumah, mobil, ataupun utang dalam bentuk jumlah pembayaran minimum kartu kredit ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sepenggal tips yang aku peroleh saat aku berbincang-bincang dengan salah satu mentorku yang kebetulan terkenal juga sebagai jago perencana keuangan. Lebih lanjut diapun melanjutkan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sisanya usahakan untuk mencadangkan sebesar minimal 10% untuk tabungan/investasi. Tabungan bisa berupa simpanan konvensional di bank, deposito, termasuk juga angsuran bulanan asuransi. Lebih bagus lagi kalau porsi untuk ini diperbesar ... syukur bisa mencapai 30%. Nah, kalau kamu cerdas dan pintar melihat peluang, investasikanlah dana lebih itu. Bisa ke reksadana, equity insurance, buka bisnis baru, atau kegiatan-kegiatan lain yang membuat uang itu berputar. Sisanya barulah digunakan untuk konsumsi ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mangut-mangut saja mendengar tips gratis ini sambil itung-itung dalam hati apakah pengelolaan keuangan keluargaku sudah menerapkan prinsip ini. Belum sempat angka-angka tersebut keluar, mentorku berkata lagi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan itulah kunci utama masa depan terjamin. Hampir bisa dipastikan mereka yang menerapkan prinsip keuangan seperti itu, bisa menikmati masa pensiun dengan tenang ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya memang perlu pengorbanan ekstra yah. Tapi bukankah ada pameo "no pain no gain" atau yang keren kita dengar sebagai "sersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian"? Sepertinya pilihan ada di tangan kita semua. Setujukah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-6247513701819231117?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/6247513701819231117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=6247513701819231117&amp;isPopup=true' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6247513701819231117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6247513701819231117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/09/korban-gaya-hidup.html' title='Korban Gaya Hidup?'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-6050545452570239653</id><published>2007-08-29T11:27:00.000+07:00</published><updated>2007-08-29T11:31:16.992+07:00</updated><title type='text'>Jalan Kaki</title><content type='html'>Kegiatan yang satu ini sepertinya sudah sangat jarang kita lakukan dewasa ini. Di zaman modern yang ditunjang teknologi transportasi yang ciamik, ditambah lagi dengan kehidupan yang menuntut kita untuk serba cepat, kegiatan ini secara perlahan tapi pasti tergeser dalam kamus hidup kita. Bahkan ada pameo yang berkata, kalau bisa sedapat mungkin deh kegiatan ini tidak dilakukan lagi. Selain bikin capek, juga memperlambat aktivitas :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, kehadiran alat transportasi otomatis berupa kendaraan bermotor sangat membantu kehidupan manusia. Dengannya kita bisa menghemat waktu, tenaga, plus keringat. Tempat yang jauh bisa kita jangkau dalam waktu yang lebih singkat. Tenaga juga tidak banyak terkuras karena kita tinggal main gas dan kopling. Kita juga hemat keringat sehingga menjauhkan kita dari perasaan risih dan bau badan. Kalau mau diringkus dalam kalimat yang lebih sederhana, kehadiran mereka membuat hidup kita menjadi lebih efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, seperti pedang bermata dua, kehadiran mereka rupanya membuat salah satu kegiatan esensial utama kita menjadi berkurang. Yap ... jumlah langkah yang kita ayunkan melalui kaki kita menurun drastis. Kayaknya bisa dihitung seberapa sering kita berjalan kaki dalam sehari. Coba ambil waktu sejenak untuk berpikir, di mana sajakah kita memaksimalkan kaki kita. Pengamatan ini aku paparkan dengan pengambilan obyek diriku sendiri sebagai seorang pekerja kantoran :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama kita dalam mengawali hari adalah ke toilet untuk pipis. Setuju? Itu pun cuma berapa langkah karena tinggal keluar dari kamar, jalan ke toilet, ngucur, balik kamar lagi, done. Jumlah langkah makin sedikit kalau kebetulan punya kamar mandi dalam. Habis itu, bagi ibu-ibu mungkin pergi ke dapur untuk masak, sedangkan bapak-bapak ke ruang tamu untuk baca koran. Aktivitas rutin lainnya berlanjut dengan mandi, dandan, rapi-rapi, sarapan, hingga siap berangkat ke kantor. Setahuku sih sampai di sini jumlah langkah yang sudah dilakukan boleh dibilang tergolong sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita berangkat ke kantor. Apakah saat ini masih ada orang yang dengan sengaja memilih untuk berjalan kaki menuju kantornya? Mungkin ada kalau kebetulan rumahnya dekat kantor. Tapi umumnya, di kota-kota besar tak terkecuali Jakarta, duduk manis di atas kendaraan adalah pilihan utama. Alasannya sangat jelas, supaya lebih nyaman dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kantor, bagi yang membawa kendaraan, hampir dipastikan pada rebutan tempat parkir yang paling dekat dengan pintu masuk. For What? Yap ... supaya tidak capek harus berjalan jauh menuju ruang kerja kita. Selain itu, sudah tersedia lift yang siap menghantar kita yang kebetulan ruang kerjanya di lantai tinggi. Jarang sekali kita temukan ada orang yang sengaja menggunakan tangga darurat menuju ruang kerjanya, even their office located at 1st or 2nd floor, right :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duduk manis di kavling kerja kita, kesibukan membuat hampir semua pekerja membetahkan diri sepanjang hari untuk meletakkan pantat mereka di kursi yang rata-rata empuk. Di antara waktu itu, ada selingan beberapa langkah kita lakukan. Entah itu ke toilet, seliwiran ke meja rekan, bolak balik ambil minum, ke meja mesin fax atau fotokopi, dan hal-hal kecil lainnya yang membutuhkan tenaga kita untuk jalan. Tapi sekali lagi, sedikit ... Ironinya, saat lunch time, saat di mana kesempatan bagus untuk sedikit berolahraga, banyak juga dari kita dengan alasan malas, panas, takut keringatan, tidak mau make up luntur, hingga kerjaan tanggung, lebih memilih delivery atau titip teman. Alhasil, lagi-lagi kaki ini dianggurin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya pulang kerja. Sesampai rumah, karena lelah seharian bekerja, lalu lalang hanya dilakukan seperlunya saja sebelum merebahkan diri ke kasur empuk untuk terbang ke alam mimpi. So ... rutinitas yang sama dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kekecualian kalau pas wiken atau hari libur. Saat-saat tersebut langkah kita mungkin lebih banyak karena berkeliaran di mal ataupun olahraga. Tapi, tetap saja banyak yang sengaja mengganggurkan kakinya dengan alasan untuk memulihkan tenaga. Alhasil, seharian cuma berbaring di tempat tidur atau nongkrong manis di sofa sambil pencet-pencet remote.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ... sekali lagi, contoh yang aku ambil ini berbasis diriku sebagai orang kantoran. Situasi akan berbeda kalau dia seorang mahasiswa, ibu rumah tangga, orang lapangan, dlsb. Tapi satu hal yang pasti, jumlah langkah yang dilakukan dewasa ini sudah sangat berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber yang aku peroleh, jalan kaki itu sangat banyak manfaatnya. Bukan sekadar cari keringat seperti yang diomongin orang, tapi dari serangkaian penelitian, jalan kaki sangat erat hubungannya dengan keprimaan dan kebugaran tubuh kita. Apa sajakah manfaat berjalan kaki itu? Berikut coba aku ringkaskan yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jalan kaki diyakini akan menekan risiko serangan jantung. Kok bisa? Yap ... Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki akan memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga.  Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi.  Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengurangi penyakit stroke. Tidak percaya? Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Selain itu, salah satu studi terhadap 70 ribu perawat di Harvard School of Public Health menunjukkan mereka yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Meredakan encok lutut. Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitasberjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menurunkan berat badan juga. Wah ... kayaknya ini sih dambaan kaum hawa heheh ... Diyakini selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyembuhkan depresi. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Kabarnya studi tentang hal ini sudah dikerjakan lebih 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... kalau begitu banyak manfaat dari berjalan kaki, kenapa kita tidak memulainya sekarang juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu adalah hari yang selalu aku tunggu dan nantikan. Selain karena libur, di hari itu juga ada agenda rutinku bersama Marvel, jagoanku tercinta. Apakah agenda itu? Yap ... jalan-jalan beli air minum galon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar info, setiap minggu sekali, stok air minum di rumahku pasti habis. Sebenarnya bisa sih aku pesan lewat telp dan diantar. Tapi aku menemukan keasyikkan tersendiri dengan memesannya langsung. Itung-itung, momen itu sebagai momen khusus seorang ayah dan anak untuk melewatkan waktu bersama ... tentunya sekaligus olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak rumahku dengan toko yang jual air minum tidak jauh, paling sekitar 400 meter kali, tapi itu cukup membuatku keringatan juga. Jadi tiap Sabtu pagi sesudah mandi dan wangi, anakku sudah siap dengan sandal kuning spongebob kesayangannya, menunggu dengan tidak sabar kesempatan jalan-jalan. Setelah pesan dan bayar, sengaja aku ajak dia jalan keliling kompleks, cari tukang balon, tukang odong-odong, atau ke ATM yang ada di ruko dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... tubuh sehat didapat, hubungan dengan anak juga akrab. Not bad khan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-6050545452570239653?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/6050545452570239653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=6050545452570239653&amp;isPopup=true' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6050545452570239653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6050545452570239653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/08/jalan-kaki.html' title='Jalan Kaki'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-3749211763640594474</id><published>2007-08-23T12:19:00.001+07:00</published><updated>2007-08-23T12:19:41.126+07:00</updated><title type='text'>Based on True Story</title><content type='html'>Salah satu film favorit saya adalah film-film yang dibuat berdasarkan kisah nyata atau yang keren dilabeli based on true story. Beberapa di antaranya adalah film Door to Door, sebuah kisah yang bercerita tentang Bill Porter, seorang yang kurang beruntung karena lahir tidak normal (sebagian tubuhnya lumpuh), namun berhasil menjadi seorang penjual sukses.  Atau Ali, film dengan peran utama Will Smith yang bercerita perjalanan hidup petinju legendaris, Muhamad Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan film Ali, ada film yang berjudul Cinderella Man. Diperankan oleh sang Maximus Gladiator, Russel Crowne, film ini juga menampilkan kisah nyata seorang petinju juara dunia kelas berat, James "Jimmy" Braddock. Selain itu, perjalanan hidup veteran perang Vietnam, Ron Kovic, yang diperankan dengan apik oleh arjuna Katie Holmes, Tom Cruise, dalam film Born on The Four of July juga sudah aku lahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are Marshall, film yang menceritakan perjuangan Jack Lengyel yang diperankan Matthew McConaughey untuk membangkitkan spirit dan gairah masyarakat yang berduka karena kecelakaan pesawat yang menewaskan pemain-pemain top beserta fans olahraga Rugby di lingkungan Marshall University juga sudah mampir dalam daftar tontonanku. Tak ketinggalan riwayat hidup tokoh-tokoh dunia seperti Gandhi dan Mother Teresa dipastikan menjadi sasaran empuk lahapan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa aku selalu antusias kalo melihat sebuah film dibuat berdasarkan kisah nyata. Banyak alasannya. Tapi yang terutama adalah aku merasa pasti ada hikmah yang bisa aku ambil kalau aku menyempatkan diri untuk menonton mereka. Dan kenyataannya adalah memang begitulah yang terjadi. Hampir bisa dipastikan semua film jenis itu dibuat karena ada nilai plusnya, dalam artinya untuk memberikan manfaat lebih dibandingkan film-film genre lain yang bertebaran. Entah itu dalam suntikan motivasi, perenungan makna hidup, pembelajaran sekolah kehidupan, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kalau teman-teman selama ini hanya tertarik untuk mengkonsumsi film-film genre lain, entah itu action, komedi, drama, horor, ataupun yang biru-biru (atau abu-abu hehehe) ... sempatkanlah diri untuk melirik film based on true story. Dijamin deh, setelah menonton film jenis ini, pemaknaan akan hidup pasti semakin bertambah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu aku nonton ulang film World Trade Center (WTC), film yang bertutur tentang dua Polisi PAPD (Port Authority Police Departemen) yang terjebak dalam tragedi 11 September 2001. Aku yakin teman-teman juga sudah pernah menonton film ini. Diperankan oleh Nicholas Cage (sebagai John McLoughlin) bersama rekannya Michael Pena (memerankan Will Jimeno), film ini banyak memberikan hikmah tersendiri bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah pertama yang aku dapat adalah kepedulian dan kesedian membantu orang tanpa memikirkan diri sendiri. Hikmah ini aku dapatkan dari adegan saat Nicholas Cage (John) memberikan penawaran kepada tim-nya, siapakah yang bersedia mengikuti dia untuk masuk ke gedung dalam rangka turut membantu evakuasi korban. Spontan ada 3 perwira (termasuk Will) menyodorkan dirinya untuk ikut. Sebenarnya bisa saja mereka tidak mau ikut, tapi tafsiranku berkata atas dasar kemanusiaan dan rasa peduli dengan sesama-lah yang mendorong mereka untuk bersedia masuk. Dan hasilnya dua perwira lainnya, yaitu Antonio Rodrigues dan Dominick Pezzulo tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan lain adalah saat tim penyelamat berusaha mengevakuasi John dan Will. Dengan terperangkap puing sedalam 6 meter (kalo ndak salah) plus posisi John yang lebih dalam lagi, mereka tetap berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan John dan Will. Keselamatan sendiri tidak mereka pedulikan lagi. Nyawa mereka sendiri menjadi taruhan karena sewaktu-waktu runtuhan puing itu bisa saja amblas. Alih-alih menolong orang, bisa-bisa mereka ikut menjadi korban ditimpa reruntuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat diketepikan juga kepedulian mantan marinir Dave Karnes (diperankan Michael Shannon) yang datang dari tempat jauh dan tidak menyerah sampai malam hari masih mencari di antara reruntuhan apakah ada korban lain yang masih hidup. Dan karena dialah, John dan Will diketemukan dan diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah kedua adalah sebuah penguatan bagiku untuk lebih mendekatkan diri kepada pimpinan Tuhan. Satu adegan saat John dan Will dalam keadaan tidak berdaya karena terjebak, tiba-tiba reruntuhan di atasnya goyang, sehingga mereka berpikir itulah akhir hidup mereka. Tahu apa yang terjadi? Yap ... John langsung meneriakkan Doa Bapa Kami. Adegan lainnya adalah saat Will bermimpi didatangi Yesus yang menyodorkan sebotol air minum, sungguh membuat aku merinding. Sebuah penyadaran bagiku untuk tidak mengingat Dia saat terdesak atau memerlukan pertolongan saja. Tapi hendaklah dalam setiap saat dan setiap perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah ketiga adalah semangat berjuang untuk tetap hidup. Berkali-kali ditampilkan pembicaraan antara John dan Will untuk tidak pernah jatuh tertidur. Bisa dimaklumi, dalam keadaan pendarahan dan tidak berdaya, seandainya mereka jatuh tertidur sebentar saja, bisa dipastikan mereka tidak akan pernah membuka mata lagi selama-lamanya. Makanya mereka saling meningatkan dengan melakukan pembicaraan-pembicaraan supaya mereka bisa tetap terjaga. Dari sini aku belajar untuk selalu struggle, karena hidup ini sangatlah berharga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah terakhir adalah tentang keluarga. Satu adegan yang menohok diriku adalah saat ada perkataan "aku bahkan tidak ingat apa kata terakhirku yang kuucapkan pada istriku" seperti yang dibatinkan oleh John. Sebuah kalimat pendek yang menyadarkan diriku betapa penting dan bermaknanya arti keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menulis posting terakhirku yang berjudul &lt;a href="http://hendribun.blogspot.com/2007/08/langka.html" target="_blank"&gt;Langka?&lt;/a&gt;, sebenarnya salah satu poin yang ingin aku refleksikan adalah tentang keluarga. Bagaimana seringnya kejadian saat kehadiran orang-orang yang kita kasihi sedemikian rutin sehingga dipandang sebagai hal yang kurang bermakna, saat kita membutuhkan (baca hampir kehilangan) barulah kita menyadari pentingnya kehadiran mereka dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah itu suami atau istri atau anak (bagi yang sudah berkeluarga), entah itu orang tua, entah itu saudara-saudara, entah itu sahabat, teman, rekan ... mereka haruslah kita pandang sebagai sebuah gift dariNya yang sangat mahal harganya. Untuk itu, peliharalah, pupuklah, dan jagalah mereka dengan baik, sehingga kalau saatnya kita kehilangan, tidak timbul rasa sesal dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku mendengar orang berkata menyesali, "kenapa waktu orangtuaku masih hidup aku tidak menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu dengan mereka?" atau "aku menyesal waktuku selama ini aku habiskan untuk hal lain ... dan keluargaku aku telantarkan sehingga menjadi kacau balau seperti ini." atau "kalau tahu begini dan ada waktu untuk mengulang lagi, aku bakal meluangkan lebih banyak waktu untuk dia ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... sebuah penyesalan yang sepatutnya tidak perlu terjadi kalau dari awal kita sudah memandang pentingnya kehadiran mereka. Dan pribadiku berkata, janganlah kata-kata seperti itu sampai keluar dari mulutku ... dan semoga juga teman-teman :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah peristiwa kecil yang aku ingat yang menyadarkan diriku betapa aku sangat membutuhkan kehadiran keluargaku adalah saat anak-istri lagi pulang kampung selama hampir seminggu. Saat itu menjelang libur panjang, dan kebetulan aku tidak bisa ikut karena ada kerjaan. Jadi berangkatlah orang yang aku kasihi itu tanpa diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, karena jarang sendiri lagi, langsung deh serasa menjadi bujangan baru hehe ... dalam arti bisa bebas lagi mau ngapain tanpa ada yang rewelin. Nonton TV ampe subuh, makan cemilan seenaknya, bangun siang tanpa diributin, dan banyak hal lain yang tidak bisa aku lakukan kalau ada istri dan anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki hari kedua, masih enjoy. Ketiga, dikit enjoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak hari keempat, sudah mulai bosan dan rasa kangen mulai datang. Hari kelima, udah kebakaran jenggot. Kangen istri, kangen anak, kangen dengar larangan istri, kangen dengar celotehan anak ... pokoknya serba ndak enak. Dan dititik itulah aku baru menyadari, aku mereka sangat berarti bagiku dan aku tidak ingin kehilangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marvel Enrico and Mom ... Dad loves u ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-3749211763640594474?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/3749211763640594474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=3749211763640594474&amp;isPopup=true' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3749211763640594474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3749211763640594474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/08/based-on-true-story.html' title='Based on True Story'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-6805285299804126967</id><published>2007-08-16T11:02:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T11:05:55.702+07:00</updated><title type='text'>Langka?</title><content type='html'>Pernahkah teman-teman mengalami kejadian seperti ini? Sebuah situasi kala kita sangat memerlukan sesuatu, tapi anehnya setelah kita cari sana cari sini, ubek sana ubek sini, korek sana korek sini ... dianya tidak ketemu-ketemu. Padahal, di hari-hari biasa, saat kita tidak memerlukan barang tersebut, dia selalu muncul dengan menebar pesona di mana-mana. Hmm ... feelingku sih mengatakan hampir 100% mulai mengangguk-anggukkan kepala ... hehehe. Kadang kalau dipikir, rasanya menjengkelkan yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kejadian seperti itu barusan aku alami kemarin malam. Layaknya saban hari, saat Marvel mau dibobo'in ama maminya, ada 2 syarat utama yang harus dipenuhi. Syarat pertama adalah kamar tidur harus ditutup rapat dengan lampu juga dimatiin. Dan kedua adalah sebisa mungkin aku jangan lagi kelihatan beraktivitas di kamar tersebut. Lho ... kok bisa? Iya, soalnya kalau aku kelihatan masih beraktivitas, si kecil pasti bakal ikut-ikutan dan langsung ajak mainan, meskipun sebenarnya dia udah ngantuk abiz. Mungkin karena seharian jarang ketemu denganku karena pagi-pagi udah harus berangkat kerja dan pulang sudah menjelang malam, makanya sekali ada kesempatan untuk bermain bersama, dia maksimalkan saja staminanya hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengakalinya, aku seringnya pura-pura sudah tidur. Meskipun harus menahan diri menghadapi kecerdasan tuh bocah yang dengan sengaja dekatin aku sambil colek sana colek sini untuk memastikan bahwa aku udah tidur benaran, tapi itulah cara paling jitu supaya dia cepatan tidur. Atau kalau tidak, aku pergi mengasingkan diri di luar kamar supaya dia bisa cepat lelap. Setelah suasana kamar sepi alias Marvel udah tidur, baru aku masuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalau aku lagi hijrah ke luar kamar, kegiatanku paling baca-baca. Dari sekadar memelototi huruf dan gambar yang ada di brosur-brosur, komik, koran atau majalah, kadang aku habiskan waktu bertapaku dengan main games yang ada di hape. Pas kemarin aku lihat ada buku TTS lagi nganggur. Rupanya peninggalan mama mertua yang minggu kemarin mampir ke rumah jagaain Marvel saat baby sitter-nya pulang kampung. Iseng aku ambil, bolak-balik halamannya, dan rupanya banyak yang belum keisi. Ah ... daripada bengong, aku isi aja tuh TTS. Itung-itung melatih otak agar tetap cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ... yang jadi permasalahan adalah di manakah barang yang namanya pulpen itu? Aku cari di ruang tamu, tidak ketemu. Bongkar tas kerja, tidak ada juga. Nguber tas lo pho, tetap tidak ketemu. Laci meja, atas kulkas, TV, sampai lemari dapur aku korek ... tetap saja tidak kelihatan batang hidungnya si pulpen. Aneh bin ajaib, pada menghilang ke mana tuh pulpen. Padahal seingatku di hari-hari biasa selalu ada tuh, pulpen-pulpen pada berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu tempat sih yang tidak aku jamah dalam rangka mencari pulpen yang aku yakin pasti ketemu kalau aku cari di sana, yaitu kamar tidurku. Cuma masalahnya kalau aku masuk ke sana, di jamin pasti dipelototi lo pho karena mengganggu proses mem-bobo'in si kecil. Alhasil, setelah hampir selama 15 menit aku berjibaku mencari karena terlanjur kejebak penasaran ... ketemu juga si item manis pulpen. Mau tahu aku temukan di mana? Sebuah tempat yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan di sana ada pulpen, yaitu di dalam sebuah paperbag lusuh yang ditumpuk dus-dus dekat kamar mandi. Kayaknya sih pulpen yang satu ini kurang canggih dalam ilmu bersembunyi, makanya dia berhasil ditemui daku hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku pun mulai asyik dan tenggelam dalam mengisi TTS tersebut. Pas seru-serunya mengasah otak, tiba-tiba melintas di pikiranku sebuah pertanyaan, kok bisa yah hal seperti ini terjadi. Kala kita sangat membutuhkan sesuatu, dia seolah-olah menghilang. Sedangkan saat kita tidak membutuhkannya, dia sepertinya berselewiran di sekitar kita. Bukan cuma kali ini aku alami kejadian seperti ini, tapi sudah sering. Dari mencari koin 500 perak, gunting kuku, orekan telinga, obeng, isolasi, lakban, peta, hingga duit seratus ribu hahaha ... kalo yang terakhir itu mah, memang karena lagi bokek, makanya tidak ketemu-ketemu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapakah hal ini bisa terjadi? Apakah itu karena pola hidup yang tidak disiplin atau tidak menempatkan barang rapi pada tempatnya sehingga saat kita membutuhkan dianya jadi langka? Atau memang karena itulah sebuah fenomena kehidupan yang memperkaya khazanah hidup ini? Atau itu sebuah jawaban dari misteri bahwa sebenarnya barang-barang juga mempunyai kehidupan tersendiri dan bergerak seperti yang pernah digambarkan dalam film Toy's Story? Hmmm ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, apakah peristiwa semacam itu juga terjadi? Dari berbagai segi kehidupan, dari kisah pertemanan hingga pekerjaan, pernahkah kita merasakan saat sangat membutuhkan tapi kita tidak kuasa untuk menggapainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang sangat membutuhkan pekerjaan karena berbagai alasan, begitu sulit baginya menemukan pekerjaan yang cocok dengan kualifikasinya. Padahal sebelumnya, dengan mudah dia menemukan daftar lowongan yang sesuai dengan kualifikasinya saat dia masih mantap bekerja. Atau ambil contoh teman sharing. Apakah ini sebuah fenomena saat kita sangat membutuhkan seorang teman atau sahabat untuk berbagi, tapi di tengah banyaknya daftar nama teman yang ada di hape atau buku telp atau deretan kartu nama, tidak satupun yang bisa kita raih untuk kita jadikan telinga untuk menampung curahan hati kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bagi yang sudah berumah tangga. Pernahkah mengalami situasi saat kita membutuhkan lengan empuk untuk menyandarkan kepala kala berkeluh kesah dan mengharapkan solusi, namun yang didapat hanyalah tembok bercadas diselingi komentar pedas bernada menghakimi dan menjatuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ... masih banyak contoh lain. Tapi, seperti pepatah "what ever happens, life must go on ...". Ini kali yah yang namanya kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-6805285299804126967?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/6805285299804126967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=6805285299804126967&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6805285299804126967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/6805285299804126967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/08/langka.html' title='Langka?'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-5614035587254852075</id><published>2007-07-10T15:24:00.000+07:00</published><updated>2007-07-10T15:26:33.803+07:00</updated><title type='text'>Cabuk 02</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seseorang yang kadar tertawanya lebih banyak dibandingkan marah selalu lebih kuat. --Chinese wisdom &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada hubungan antara tertawa dengan kesehatan? Apa ada juga hubungan antara marah dengan kesehatan? Manakah yang lebih sehat, tertawa atau marah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai penelitian, tertawa diyakini banyak sekali manfaatnya, terutama dihubungkan dengan kesehatan. Dengan tertawa, berbagai macam penyakit mulai dari gangguan jiwa, kanker, hingga gangguan seksual bisa diobati. Lebih lanjut, penelitian menunjukkan tertawa juga bisa meringankan migren, sakit kepala, mengurangi risiko infeksi paru-paru, serta dapat meningkatkan endorphin dalam tubuh kita yang merupakan penghilang rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tertawa juga identik dengan olahraga. Tertawa selama satu menit diyakini efeknya sama dengan kita mengayuh sepeda selama 10 menit. Tertawa seratus kali efeknya setara dengan kita melakukan jogging selama sepuluh menit. Tertawa terbahak-bahak selama 20 detik setara dengan kita melakukan jogging selama 3 menit. Jadi tidak salah kalau dikatakan bahwa tertawa adalah suplemen terbaik untuk memperpanjang umur dan tetap awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan marah? Dulu kita sering mendengar ungkapan: jangan suka marah nanti jantungan. Mungkin ungkapan tersebut ada benarnya. Sebuah studi di AS menunjukkan pria yang bertemperamen keras lebih berpeluang mengalami sakit jantung dini dibanding pria yang lebih kalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang melibatkan lebih dari seribu responden pria ini menyebutkan, pria yang selalu berada pada situasi penuh tekanan dengan perasaan marah dan mudah tersinggung akan mengalami peningkatan resiko gangguan jantung sampai tiga kali lipat sebelum berusia 55 tahun. Pria dengan kondisi ini juga lebih sering terkena serangan jantung sebelum berumur 55.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah merupakan emosi yang tersalur melalui sinyal pengantar syaraf atau neurotransmitter, pada sel-sel syarat pusat otak. Sinyal ini diteruskan ke kelenjar endokrin suprarenalis penghasil hormon adrenalin. Akibatnya tekanan darah naik. Mukanya menjadi merah, jantung berdebar-debar kencang mengikuti peningkatan hormon adrenalin tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, selain berdampak terhadap penyakit serangan jantung, pria yang peka dan selalu memendam rasa marahnya beresiko lebih besar mengalami depresi dan kecemasan, yang efek lanjutnya adalah mengundang peningkatan resiko stroke. Dengan kata lain, marah itu efeknya sangat tidak baik untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, pilihan akhirnya ada di tangan kita. Mau hidup lebih sehat dan kuat? Pilihlah tertawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-5614035587254852075?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/5614035587254852075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=5614035587254852075&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/5614035587254852075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/5614035587254852075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/07/cabuk-02.html' title='Cabuk 02'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-8184906945520193408</id><published>2007-07-04T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-07-04T13:59:17.085+07:00</updated><title type='text'>Angka 7, Masihkah Keberuntunganku?</title><content type='html'>Buat teman-teman yang sejak kemunculanku di blog awal tahun 2006, dan tetap setia meluangkan waktu untuk sekadar menyapa dan membaca oretan-oretan digitalku, pasti ingat tulisanku yang  bercerita tentang angka keberuntunganku. Yap ... angka 7 selama ini selalu aku pegang sebagai angka magic-ku karena begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku kalau dikalkulasikan selalu ketemu dengan angka 7. Selengkapnya baca di &lt;a href="http://hendribun.blogspot.com/2006/05/77.html" target="_blank"&gt; sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin pada keyakinan tersebut, saat memasuki tahun 2007 hatiku begitu bergelora dan bersemangat. Kenapa? Ya ... karena ada angka 7 di sana. Aku mengira tahun 2007 akan menjadi tahun yang penuh kebahagiaan atau kesuksesan atau kejayaan bagiku. Namun yang terjadi tidaklah demikian. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi di paruh pertama tahun 2007 ini mengingatkan aku akan sebuah nasehat bijak yang berkata, "manusia bolehlah berencana namun Tuhanlah yang menentukan semuanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya di mulai dari Januari. Karena ada satu dua pertimbangan dan kebijaksanaan, berkembanglah sebuah sistem baru di kantorku. Sebuah sistem yang membuat aku harus berjuang lebih keras dan berharap-harap cemas dalam rangka mengais rezeki dan menjaga dapur rumah tanggaku tetap ngebul. But ... God is good, karena bulan Januari bisa aku lalui dengan lancar. Namun demikian pikiranku belumlah tenang, karena masih begitu panjang perjalananku melewati tahun 2007 dan tahun-tahun selanjutnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Februari, musibah nasional terjadi. Banjir yang melanda Jakarta nyaris melumpuhkan roda perekonomian negeri ini. Dampak ini berpengaruh pada kantorku juga. Beberapa proyek yang sebelumnya sudah deal dengan terpaksa di-cancel. Alhasil, ini mempengaruhi asupan dapur rumah tanggaku juga. Ditambah bulan Februari juga, anak tersayangku untuk pertama kalinya sakit dan harus opname. Wah ... benar-benar bulan yang kacau deh. Tapi sekali lagi Tuhan menunjukkan kebaikannya. Bulan ini tetap bisa aku lewati dengan baik ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret adalah bulan yang paling capek bagiku. Ternyata sistem baru di kantorku tidaklah berjalan mulus seperti yang direncanakan. Banyak gesekan, masalah serta kepentingan-kepentingan yang bermunculan. Setiap hari aku harus menguras emosi dan pikiranku untuk mencari solusi yang terbaik. Hari-hari aku lewati dengan penuh tekanan. Sampai-sampai waktu istirahat (baca: tidur) pun masalah kantor masih melayang-layang di pikiranku. Kesimpulannya, bulan Maret tidaklah kulewati dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terus berlanjut di Bulan April. Kala situasi di kantor belum nyaman juga, suasana rumah juga menambah beban pikiranku. Apakah masalah rumah itu? Jangan membayangkan rumah tangga kami retak karena pertengkaran atau something like that hehe ... Bukan. Masalahnya adalah sakitttt :( Seminggu setelah Marvel ulang tahun, lo pho-ku kena gejala Demam Berdarah. Dan seminggu setelah itu, setelah lo pho berangsur sembuh, giliran Marvel yang kena gejala typus (heran deh, bayi kok bisa kena typus). So ... bisa dibayangkan khan betapa stress-nya aku waktu itu. Tidur jadi berkurang drastis, pikiran macam-macam berdatangan ... argh ... benar-benar berada di titik nadir deh perasaanku waktu itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung introspeksi diri. Apa ada yang salah denganku hingga masalah datang beruntun begitu? Entah kenapa, kalau diperhadapkan pada situasi tidak mengenakkan seperti itu, batinku selalu berkata: hayooo ... dosa apa lagi yang kamu lakukan. Cepat bertobat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil bulan Mei jadilah bulan 'diam' bagiku. Aku mulai berusaha untuk lebih mendekatkan diri padaNya, mencari apa kehendakNya dalam hidupku, dan yang terpenting mulai melepaskan egoku dengan hidup bergantung sepenuhnya pada pimpinan dan tuntunanNya. Sulit memang, karena terus terang aku orangnya sangat nalar dan logika. Mungkin justru karena itulah, Dia ingin menghancurkan semua itu dalam hidupku lewat peristiwa-peristiwa tidak mengenakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni adalah bulan yang relatif tenang. Masalah dan ketegangan-ketegangan di kantor sudah mulai aku lepas dan tinggalkan. Meskipun terus terang kadang masih muncul kekhawatiran dan kecemasan tentang masa depan (sampai detik aku menulis ini masih muncul juga). Namun aku menyadari, semuanya adalah bagian pembentukkan dariNya. Aku harus menempatkan diri seperti tanah liat yang dibentuk ulang menjadi seperti apapun yang Dia inginkan. Memang dalam proses itu banyak terjadi kesakitan. Tapi kalau aku mempercayakan diri sepenuhnya akan bentukkanNya, pasti yang terbaik yang bakal aku terima. Bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah Bulan Juli. Juli = 7. Seharusnya ini jadi bulan keberuntunganku. Tapi kok kayaknya keberuntungan tersebut belum muncul yah. Tgl 1 kemarin (atau tepatnya mulai 30 Juni), Marvel panas lagi, dan sempat muntah-muntah. Tgl 2, yang seharusnya hari berbahagia bagi keluargaku --our 2nd wedding anniversary--, kami harus antri di RS untuk periksa Marvel (siangnya sepulang dari RS, sempat sih berdua dengan lo pho jalan-jalan berdua lunch untuk memperingatinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini, tgl 4 Juli ada sedikit kegembiraan. Salah satu proyekku barusan deal. Di depan mata, masih ada 2 proyek yang dalam proses nego. Harapanku tentunya semoga deal juga, sehingga tuah keberuntungan angka 7 tetaplah menaungi hidupku. Yap, dan semoga paruh kedua tahun 2007 ini semakin banyak keberuntungan mendatangiku :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*) Kok kayak curhat yah hehe ... semoga ini menjadi jawaban kenapa aku hilang sampai 3 bulan :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-8184906945520193408?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/8184906945520193408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=8184906945520193408&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/8184906945520193408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/8184906945520193408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/07/angka-7-masihkah-keberuntunganku.html' title='Angka 7, Masihkah Keberuntunganku?'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-8623873267707949134</id><published>2007-07-03T13:12:00.000+07:00</published><updated>2007-07-03T13:14:59.961+07:00</updated><title type='text'>Cabuk 01</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Tidak ada kemajuan tanpa perubahan. Orang-orang yang tak bisa mengubah pikirannya tak akan mengubah apapun. --George Bernard Shaw &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi zaman sekarang terus menerus bertransformasi dengan inovasi dan perubahan yang luar biasa. Mereka dirancang sedemikian rupa dengan fasilitas yang sangat bersahabat sehingga pemakainya terasa dimanjakan dan puas dengannya. Sebut saja ponsel. Kalau mau diikuti perkembangannya sejak pertama dia dikenalkan sampai sekarang, dia sudah mengalami transformasi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama kali dikenalkan, ponsel hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja dalam bentuk telp dan SMS. Pada mulanya, pemakai sudah puas dengan kemampuan seperti itu. Tetapi seiring perkembangan teknologi dan desakan kebutuhan, satu demi satu inovasi berupa fasilitas yang lebih canggih diperkenalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari ringtone yang semula monophonic menjadi polyphonic, message service dari semula SMS berkembang menjadi MMS dan e-mail service, kemudian tambahan fasilitas berupa kamera, video stream, music player, radio tuner, aplikasi office, internet service, dan banyak lagi hingga yang terbaru teknologi 3G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara produk lainnya juga mengalami perubahan yang sama ekstrimnya. Komputer, TV, kulkas, AC, mobil, peralatan kesehatan, hingga perabot rumah tangga juga berubah sesuai dengan keinginan pasar. Kalau mau dipertanyakan, untuk apakah semua inovasi itu dilakukan? Mungkin jawabannya adalah demi kemajuan dan kemudahan umat manusia. Seandainya dipertanyakan lebih lanjut lagi, siapakah otak dari semua perubahan tersebut? Jawabannya hanya satu: manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan dengan akal dan pikiran yang luar biasa cerdasnya. Mereka yang sadar dengan anugerah tersebut akan memanfaatkannya secara maksimal dengan cara yang benar untuk menghasilkan perubahan demi perubahan yang bisa memperlancar kehidupan ini. Hanya mereka yang berusaha yang bisa menghasilkan karya yang hebat dan berdaya guna. Dan semoga kita-kita termasuk kelompok yang luar biasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;* Cabuk 100 Renungan Motivasi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-8623873267707949134?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/8623873267707949134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=8623873267707949134&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/8623873267707949134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/8623873267707949134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/07/cabuk-01.html' title='Cabuk 01'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-3660883167291119362</id><published>2007-06-27T13:02:00.000+07:00</published><updated>2007-06-27T13:05:51.539+07:00</updated><title type='text'>Different Ability</title><content type='html'>Pernah dengar nama Nick Vujicic? Atau sudah pernah nonton klip atau video tentang dia? Bagi yang pernah aku yakin pasti tidak dapat menahan mulut dan lidah untuk sekadar berdecak kagum. Setuju? Termasuk diriku juga. Melihat kondisi, perjuangan, serta semangat yang begitu besar dalam dirinya, tidak bisa tidak kita berkata: luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian yang belum pernah mendengar namanya akan bertanya-tanya, siapakah gerangan dia ini? Apa yang istimewa dari dia sehingga kita harus berdecak kagum padanya? Apa kelebihan dari dia sehingga kita harus mengacungkan jempol seraya berkata luar biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... supaya tidak menimbulkan rasa penasaran dari teman-teman yang belum tahu akan dia, berikut saya kutipkan profil singkat dia yang aku ambil dari Om Wiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;A congenital amputee from Sunnybank, Brisbane, Australia. First born child into his devout Christian family, Nick Vujicic was born limbless, missing both arms at shoulder level, and having one small foot with two toes protruding from his left thigh. Initially his parents were devastated, however Nick turned out to be otherwise perfectly healthy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His life was filled with difficulties and hardships. One such hardship was not being able to attend a main-stream school because of his physical disability, as the law of Australia required, even though he was not mentally impaired. During his schooling, the laws were changed, and Nick was one of the first disabled students to be migrated to a mainstream school. He learned to write using the two toes on his left "foot", and a special device that slid onto his big toe to grip. He also learned to use a computer and type using the "heel and toe" method (as demonstrated in his speeches). He can also throw tennis balls, and answer the phone (also demonstrated in speeches).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being bullied at his school, Nick grew extremely depressed, and at the age of ten, started contemplating suicide. After begging God to grow arms and legs, Nick eventually began to realize that his accomplishments were inspirational to many, and began to thank God he was alive. When he was seventeen, he started to give talks at his prayer group, and eventually starting his non-profit organization, Life Without Limbs.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana? Hebat khan. Dengan segala keterbatasan yang ada dalam dirinya, Nick tidak pernah menyerah pada kondisi dan situasi. Bermodalkan kursi roda yang sudah disetting khusus, dia tekun berlatih dan berusaha agar dapat hidup mandiri. Hasilnya, dia berhasil meraih gelar sarjana akuntansi dan keuangan. Selain itu, dia juga memiliki rumah pribadi besar dan indah serta sejumlah aset dalam bentuk saham properti. Saat ini dia dikenal sebagai motivator yang berhasil menjadi inspirasi bagi banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengklaim bahwa orang cacat itu tidak bisa apa-apa. Orang yang sangat kebetulan kurang beruntung ini sering dicap tidak punya masa depan. Mereka dipandang bisanya hanya menyusahkan orang saja. Lebih parah lagi, kehadiran mereka acap kali dilihat sebagai sebuah kutuk dan aib sehingga harus ditutup-tutupi dari pandangan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tidak jarang kita temukan, misalnya dalam sebuah keluarga saat ada anggota keluarga mereka yang cacat, sedapat mungkin keluarga tersebut menyembunyikan 'dia' tersebut supaya tidak ketahuan umum. Sengaja ditempatkan di kamar tersembunyi. Kalau ada tamu datang, sengaja dikunci supaya tidak mengganggu. Bahkan sering dianggap 'tidak pernah ada' dalam keluarga tersebut. Sebuah ironi. Saat mereka membutuhkan dorongan dan kasih sayang, perlakuan tidak pantas yang membunuh karakter mereka temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau mereka ditemani, disemangati, dikuatkan, dimotivasi, dilatih, serta dianggap setara dengan yang lain, niscaya mereka akan bertumbuh secara normal juga. Bahkan tidak mungkin pencapaian mereka bakal melebihi pencapaian orang normal. Buktinya sudah jelas: Nick Vujicic di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain? Penyanyi kondang pelantun "I Just Called to Say I Love You", Stevie Wonder. Dilahirkan secara prematur, dimasukkan ke inkubator yang diduga kelebihan oksigen yang menyebabkan retinanya rusak hingga menjadi buta. Beruntung dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengijinkan dia diperlakukan secara berbeda hanya karena kebutaannya, dia bertumbuh dan menjadi berhasil seperti yang kita kenal sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah juga menerima kiriman clip pendek yang judulnya supermum. Isinya tentang perjuangan seorang ibu muda yang kehilangan kedua tangannya, namun begitu mahir menggunakan kedua kakinya sebagai pengganti tangannya. Hasilnya, dia bisa menyetir, belanja di swalayan, internetan (ndak tahu dia ngeblog juga atau tidak hehe), hingga berperan sebagai seorang ibu yang baik bagi anaknya yang masih bayi, seperti menggantikan popok, menyendawakan sehabis minum susu, dan banyak hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, kalau aku melihat dan bercermin pada mereka tidak menyerah pada nasib yang harus mereka terima, kadang rasa malu muncul juga di diriku. Bagaimana tidak. Tubuhku lengkap. Hidupku normal. Namun sering aku menyerah hanya alasan sepele. Ahh ... aku memang harus banyak belajar tentang semangat hidup dan mencuri rahasia serta spirit pantang menyerah dari 'mereka-mereka' ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Adakah contoh mereka yang cacat namun tetap berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada!!! Profilnya pernah dimuat di salah satu harian terkemuka Republik ini, seorang tunanetra dari Jogja yang bernama Setia Adi Purwanta. Apakah prestasi dia? Mungkin akan terlalu panjang kalau aku menulisnya di sini. Namun ada satu hal yang istimewa dari kata-katanya yang membuka pikiranku adalah pendapatnya tentang kecacatan yang dialaminya. Apakah itu? Baginya cacat fisik bukan ketidakmampuan (disability), melainkan kemampuan yang berbeda (different ability). Hmm ... yang penasaran silakan baca sendiri dengan klik langsung di &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0306/05/naper/348138.htm" target=_blank&gt;sini&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemarin ... aku menemukan lagi satu contoh luar biasa. Mau tahu siapakah dia? Namanya Fiersha. Siapakah dia itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengemar acara reality show Mamamia yang disiarkan di salah satu stasiun TV swasta, pasti tahu siapa dia. Kontestan asal Bandung ini berhasil menyisihkan ribuan kontestan lainnya hingga berhasil maju ke babak 13 besar untuk merebut gelar juara Mamamia. Apa kelebihan dia? Yap ... sama seperti Stevie Wonder, dia juga seorang tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Show kemarin dia menyanyikan lagu Agnes Monica, Bukan Milikmu Lagi. Hasilnya: merinding aku mendengarnya. Entah bagaimana kiprahnya dalam acara ini, tapi dia --dan juga tokoh lain yang disebutkan di atas- sudah memberikan contoh nyata, bahwa kekurangan fisik bukanlah halangan untuk berprestasi dan hidup bahagia. Kuncinya adalah keinginan untuk maju, dan tentunya didukung suasana positif lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau 'mereka' bisa jadi istimewa, tentunya kita juga khan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-3660883167291119362?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/3660883167291119362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=3660883167291119362&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3660883167291119362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3660883167291119362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/06/different-ability.html' title='Different Ability'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-7047239316104402092</id><published>2007-06-22T15:42:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T15:43:50.520+07:00</updated><title type='text'>Sukses</title><content type='html'>"Hen, menurutmu apa sih definisi dari sukses itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebuah pertanyaan singkat dari rekan kerjaku beberapa waktu yang lalu. Sebuah pertanyaan yang kelihatan sepele. Namun, justru karena ke-sepele-annya itu, pertanyaan tersebut sanggup membuat keningku berkerut dan otakku berputar mempertanyakan: iya yah, apa sih ukuran sukses menurutku ... Belum sempat aku merangkai sebuah jawaban, rekanku bertanya lagi. "Trus, menurutmu sekarang kamu sudah sukses atau belum?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses. Apakah pengertian dari sukses itu? Iseng saya buka dictionary online, terpampanglah pengertian dari sukses itu. Mau tahu apa kata orang-orang seberang tentang sukses? Nih ... baca sendiri yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;suc·cess (sak-sĕs') pronunciation&lt;br /&gt;n. (1)  The achievement of something desired, planned, or attempted; (2) The gaining of fame or prosperity; (3) The extent of such gain; (4) a level of social status; (5) the opposite of failure.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... tidaklah penting apa kata mereka-mereka tentang sukses. Kalau kita kembalikan kepada orang kita, sukses selalu diartikan dengan dua hal. Apakah itu? Yap ... materi dan jabatan. Tidak percaya? Coba deh lihat di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang ketahuan punya tabungan atau deposito atau simpanan duit dalam jumlah digit yang banyak, pasti deh terdengar celutukan: 'wah ... si dia udah sukses yah sekarang'. Apalagi kalau kita tahu si 'orang berduit ' tersebut tiap bulan bolak-balik belanja atau jalan-jalan ke luar negeri, makin kencang deh gosipan kita hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya. Saat kita melihat tetangga kita tiba-tiba pindah rumah ke salah satu perumahan yang super-duper elit, maka secara sadar atau tidak akan keluar komentar: 'wiuhhh ... hebat yah tetangga sebelah kita, sudah sukses besar rupanya ..." Pendapat yang sama akan terdengar juga waktu kita melihat garasi tetangga kita tiba-tiba ada isinya atau isinya berubah menjadi merek lain yang lebih keren. Atau saat main ke rumah teman, set sofanya baru, TV-nya berubah menjadi model flat dengan ukuran inch-nya gede, ruang tamu serasa berada di kutub karena hembusan AC anyar, dan banyak lagi hal-hal kecil lainnya yang dapat menjadi indikator bahwa dia sudah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua contoh di atas berbicara tentang materi. Kalau jabatan? Kayaknya udah pada tahu semua deh. Tampilan necis, jas mengkilap, dasi licin, sepatu kinclong, ditambah selembar kartu nama dengan tulisan jabatan/titel yang hebat, maka konotasi pertama yang muncul adalah: sukses. Setuju khan? Jadi tidak salah dong kalau dikatakan dewasa ini materi dan jabatan begitu dikejar dan diagung-agungkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah efek sampingnya? Orang-orang jadi gila kerja, mati-matian memaksimalkan waktu seolah-olah satu hari 24 jam itu tidaklah cukup. Mengejar karir setinggi-tingginya dengan harapan semakin tinggi jenjang karirnya, semakin besar pula materi yang bisa di dapat. Ambil program studi sebanyak-banyaknya, dengan impian semakin banyak titel yang mengekor di belakang namanya, semakin banyak juga rezeki yang mengekor hidupnya juga. Bahkan yang ekstrim, ada yang memanfaatkan fasilitas KKN demi status 'sukses' tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah mereka-mereka yang berprinsip demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... Aku bukan tipe orang yang menyepelekan kerja keras. Tidak!!! Malah sebaliknya, aku setuju sekali dengan kerja keras, karena melalui kerja keraslah kita bisa bertahan, bertarung dan menjadi pemenang dalam dunia yang super-kompetisi ini. Tapi bagaimanakah porsi kerja keras tersebut, itulah yang kadang aku pertanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga bukan orang yang memandang rendah jenjang karir. Kalau mau jujur, aku juga pengen mempunyai jabatan yang tinggi pula. Khan enak berjabatan tinggi. Datang dan pulang kantor bisa seenaknya, dapat banyak tunjangan, punya anakbuah yang siap diprintah sana printah sini, tak ketinggalan tiap bulan rekening pribadi bertambah drastis. Asyik khan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah juga menuduh bahwa aku orangnya anti pendidikan. Menurutku pendidikan itu sangat bagus, malah kalau bisa kejar dan capailah dia setinggi bintang di langit. Pendidikan itu bagus sekali sebagai bekal yang sangat berharga untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan melangkah maju dalam meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, kenapa ada kesan aku mengatakan orang-orang yang berprinsip demikian salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan. Itulah yang aku harapkan ada dalam hidupku. Bolehlah aku kerja keras, tapi janganlah gara-gara itu, aku lantas menelantarkan kesehatan tubuhku. Jangan demi menggapai karir tinggi, aku mengabaikan waktu dan perhatianku pada keluarga. Demikian pula karena alasan pendidikan, aku kehilangan sentuhan dan singgungan dengan lingkungan dan sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana sebuah keluarga retak hanya karena ambisi untuk sukses secara material. Ku dengar juga berita perceraian karena perselingkuhan akibat impian mendapatkan karir tinggi dengan cara pintas. Kubaca juga banyak eksekutif muda yang harus terikat dengan konsumsi vitamin atau obat kesehatan karena terlalu forsir dalam bekerja. Tak ketinggalan banyak juga yang akhirnya ketar-ketir saat ingat usia mereka sudah bertambah, tapi belum juga ada pendamping sah dalam mengarungi kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ukuran sukses seperti itu yang harus digapai, aku menyerah deh. Lebih baik tidak sukses, tapi secara fisik dan jiwa tetap bugar dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan awal, apakah definisi sukses menurutku? Aku hanya bisa bertutur: setiap pagi bisa bangun, bernafas, beraktivitas secara positif, melakukan hal yang berguna, kumpul dan main dengan keluarga, malam hari tidur dengan nyenyak ... itulah sukses menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... terlalu rumitkah mauku itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-7047239316104402092?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/7047239316104402092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=7047239316104402092&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/7047239316104402092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/7047239316104402092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/06/sukses.html' title='Sukses'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-3069506168464436701</id><published>2007-03-21T13:50:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T13:52:30.772+07:00</updated><title type='text'>Musik</title><content type='html'>Dia adalah bahasa universal yang bisa menyeberangi perbedaan suku, bangsa, ras, agama, dan warna kulit. Dia adalah ungkapan lisan yang mampu menyelami dan memahami perasaan tak terucapkan manusia. Dia adalah busur teracung yang siap dipanahkan untuk menggerakkan dan mengguncang hati manusia yang sedang bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia laksana bahasa cinta yang memeriahkan dan menyemarakkan hati orang-orang yang sedang kasmaran. Dia juga sahabat terdekat yang dapat menemani, memberikan penghiburan, dan menampung air mata mereka-mereka yang sedang bermuram durja dan bersedih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap hari dia hadir menyapa kita. Entah karena kita dengan sengaja menghadirkannya sebagai teman perjalanan menembus dan menghabiskan detik-detak pergeseran jarum jam. Ataupun mungkin dia datang kepada kita dengan malu-malu berbisik mengalun halus dan lembut menembus telinga kita. Tidak pernah bosan dia menggelitik, menggoda, dan mencumbu indra pendengaran kita hingga tanpa disadari kita pun jatuh terlena dan ikut bergoyang menikmati indahnya kebersamaan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termasuk orang yang hidup berdampingan baik dengan musik. Sedari kecil, dia sudah hadir menjadi sobat perjalananku yang memberikan banyak penghiburan dan sukacita. Seiring pertumbuhanku, dia pun tidak pernah mengkhianatiku dan tetap setia menghadirkan suasana tak terlupakan. Sedih, senang, duka, gembira, kasmaran, putus cinta, sepi, bahagia, dalam situasi apapun dia ada bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai aliran dengan mudah aku cerna dan lahap. Mulai dari slow rock, pop, country, rap, blues, jazz, dangdut, hingga heavy metal bisa dengan mudah bersahabat denganku. Tapi dari sekian banyak aliran yang ada, musik slow rock-lah yang paling intim denganku. Tidak heran kalau aku membongkar koleksi MP3-ku, rock band seperti scorpion, gun n roses, white lion, def lepard, Aerosmith, dan tentu saja si ganteng Bon Jovi dengan mudah untuk ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari sekian banyak koleksiku, band yang paling menghipnotis diriku hingga aku terhisap menjadi fans sejatinya adalah Bon Jovi. Runaway, merupakan awal perkenalanku dengannya. Setelah itu berturut-turut lagunya mulai dari Dry Country hingga Have a Nice Day sudah sering sekali menyentuh gendang telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scorpion juga masuk dalam deretan alunan yang menghiasi hari-hariku. Wind of Change, Still Loving you serta You and I adalah sederetan tembang kesukaanku. Teristimewa lagu Still Loving You, adalah lagu kenangan yang aku paling hafal, baik itu liriknya maupun notasi gitarnya. Kenapa? Hehehe ... karena itulah lagu yang setia menemaniku saat daku putus cinta untuk pertama dan terakhir kalinya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November Rain-nya Gun n Roses juga jadi lahapanku. When the Children Cry-nya White Lion sempat mengiringi masa-masa puberku. When Love and Hate Collide-nya Def Lepard pernah menjadi saksi perjalanan hidupku. Crazy-nya Aerosmith juga mampu membuat bibirku monyong sekadar menyiulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rock band, musik pop juga aku suka. Dari sekian banyak lagu yang berlalu-lalang melewati telingaku, ada beberapa lagu yang sangat berkesan hingga mendengar intro-nya saja sudah memancing diriku untuk konsen menyimaknya sampai selesai. Misalnya Savage Garden dengan Santa Monica-nya, Making Love Out of Nothing at All-nya Air Supply, Torn-nya Natalie Imbruglia, Close to You-nya Corey Yuen [yang juga soundtrack film So Close], hingga Toy Soldiers-nya Martika adalah lagu-lagu yang amat sangat aku sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups ... aku baru sadar belum ada koleksi anak bangsa yang masuk daftar kesukaanku. Hmm ... daripada dicap tidak nasionalis, ini nih beberapa penyanyi yang masuk catatan kesukaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Java Jive, grup musik lawas yang belakangan muncul lagi dengan album terbarunya adalah salah satu favoritku. Selain itu Kang Katon Bagaskara dengan KLA-nya tercatat juga. Dewa19 dengan personil lama yang hits dengan Kangen aku senangi juga. Grup parodi asal Bandung Padhayangan Project juga pernah menceriakan hari-hariku. Dan tentu saja si cantik Agnes Monica ikut dalam list pribadiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;inikah gerangan cinta&lt;br /&gt;yang menghiasi kisah manusia&lt;br /&gt;sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gairah pun dibuai terlena&lt;br /&gt;nikmati manis kata asmara&lt;br /&gt;damainya terasa di dalam jiwa&lt;br /&gt;mari bercinta&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... kayaknya ndak habis-habisnya yah kalo bicara tentang musik. Cocok kali dengan pendapat orang: musik is never die. Selama nafas masih mengalir di tubuh kita, selama itulah musik meliuk dan menunjukkan eksistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kisah pertemanan teman-teman dengan musik? Ceritakan juga yah ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-3069506168464436701?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/3069506168464436701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=3069506168464436701&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3069506168464436701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/3069506168464436701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/03/musik.html' title='Musik'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-4195981112124283849</id><published>2007-03-09T14:09:00.000+07:00</published><updated>2007-03-09T14:10:19.860+07:00</updated><title type='text'>Ada Setan Di Mana-Mana</title><content type='html'>"Pak, kemarin tahu ada penampakan?"&lt;br /&gt;"Penampakan? Maksudmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya ... kemarin subuh jam 1-an, orang-orang pada lihat penampakan ..."&lt;br /&gt;"Penampakan apa???" *dengan muka masih bingung*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ihhh ... Bapak ini gimana sih. Penampakan roh halus ..."&lt;br /&gt;"Ooo ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak tahu khan di lapangan sebelah, tempat orang-orang parkirin motor ... Kemarin bapak-bapak yang sering nongkrong di sana lihat ada cewek sedang duduk di jok salah satu motor. Dan cewek itu berbaju putih ..."&lt;br /&gt;"Ah ... kali aja emang itu orang beneran ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yee ... masa tengah malam gitu ada cewek berkeliaran gitu. Lagian ngapain malam-malam nongkrong di tempat gituan. Dan pas didekatin, ilang tuh cewek ..."&lt;br /&gt;"Emang banyak yang lihat???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya ... bapaknya si abc [nama tetanggaku] lihat. Trus si itu cerita suaminya juga lihat."&lt;br /&gt;"Ooo ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas percakapanku dengan baby sister Marvel kemarin pagi-pagi waktu aku baru siap-siap berangkat kerja. Sebuah percakapan yang "menarik" karena bersentuhan dengan dunia lain, dunia mistis, dunia setan. Hiii ... serem yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah setan itu ada? Bagaimanakah bentuknya? Eksiskah dia di sekitar kita? Nyatakah dia seperti yang dikisahkan orang-orang, entah secara lisan, atau melalui media cetak, ataupun beberapa fenomena yang menurutku luar biasa karena berhasil merekam gerakan dan eksistensi kehadiran 'mereka-mereka' dari dunia lain dalam bentuk gambar bergerak alias TV ... menimbulkan sejumlah misteri dan pertanyaan sekaligus ketakutan bagi sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi aku tidak pernah melihat atau mengalami atau bersentuhan dengan hal-hal gituan. Amit-amit deh kalo sampai bisa berinteraksi sama dunia gituan. Ngeri kali yah kalo kita dianugerahi kelebihan seperti bocah [yang diperankan oleh Haley Joel Osment] pada film 'sixth sense'. Ihhh .... takutttttt hehehe ... pokoknya jangan sampai deh. Tapi kalau dengar cerita orang lain, sering tuh ... terutama waktu masih remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya cerita teman permainan yang katanya mengalami sendiri. Waktu aku masih di kampung halamanku, ada satu jalan [namanya jalan Pangsuma] yang letaknya agak pinggir kota, dikelilingi oleh tanah kosong yang tidak terawat hingga rumput-rumputan liat tumbuh dengan subur. Namun demikian, jalan tersebut sering dimanfaatkan orang-orang. Pagi hari sebagai tempat olahraga alias jogging, dan malamnya dimaksimalkan sebagai tempat berpacaran ria hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ... suatu hari temanku itu bersama beberapa teman yang lain jogging di sana. Ketika lagi asyik-asyiknya, mendadak dari arah berlawanan muncul seorang cewek yang juga sedang jogging. Namanya juga anak cowok yang lagi puber, melihat itu segala nalar sepertinya mati begitu saja. Layaknya kucing disodori dendeng, begitulah mereka dengan semangat mencoba menggoda cewek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah mereka bergaya, dengan harapan dilirik dan diperhatikan sama makhluk yang satu itu. Dan ... ketika mereka berhadapan langsung, seketika ada wangi-wangian aneh. Dan yang membuat mata dan kesadaran mereka pulih adalah saat mereka melihat bentuk cewek itu. Tahu apa yang melintas di mata mereka? Tubuh cewek itu meliuk-liuk seperti tertiup angin alias bentuknya tipis seperti selembar kertas. Waaaaa ... kontan terbirit-birit mereka kabur, dan konon sejak itu temanku itu tidak berani jogging lagi hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di jalan yang sama, kabarnya banyak orang yang malam hari melintas di sana melihat ada cewek yang sedang duduk di teras sebuah rumah tua yang tidak berpenghuni ... dan berbusanakan putih. Hmm ... siapakah gerangan dia? Manusia sungguhankah? Atau itu sejenis penampakan? Dan yang mungkin lebih penting: apakah cerita itu benar adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah lain lagi yang pernah aku dengar, cerita yang sanggup membuat bulu kudukku berdiri. Seperti cerita teman yang bisa 'melihat' para setan berpesta pora waktu ada 'pesta rebut' [bahasa khek: chiong si ku --sebuah tradisi di hari capgomeh--], atau cerita buah kelapa yang berbuah menjadi kepala genderuwo, atau jembatan dan pasar setan di gunung-gunung keramat [ini kisah yang akrab bagi yang suka naik gunung], dan masih banyak cerita lain yang seolah mengatakan: setan ada di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow ... menakutkan yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalamanku sendiri yang paling membuat aku seram adalah waktu masih kecil. Berulang kali aku alami kejadian dengan setting yang persis seperti ini, yaitu waktu aku sedang berlari masuk rumah, dan saat melewati kamar orangtuaku yang pintunya terbuka, sekilas aku melihat mamaku lagu duduk di kursi dan sedang mengerjakan sesuatu. Dan yang aneh adalah saat sampai dapur, aku melihat mamaku ada di sana. Terang aja aku kaget, penasaran, dan balik lagi mengintip ke kamar tersebut ... dan kosong, tidak ada siapapun yang duduk di sana. Lantas ... apakah yang aku lihat waktu berlari itu? Sebuah halunisasikah? Atau jangan-jangan itu salah satu bentuk penampakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa menjudge dengan mengatakan bahwa makhluk halus itu tidak ada, karena pasti aku langsung diprotes keras sama mereka-mereka yang pro dan percaya bahwa dunia lain itu ada, dan oleh sebagian orang yang dianugerahi indra istimewa untuk melihat hal-hal gituan. Tidak berani juga aku memvonis langsung bahwa makhluk halus itu ada, karena aku mungkin akan didemo sama mereka-mereka yang bernalar tinggi dan mengganggap dunia ketiga itu tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang aku tahu, kita hidup di bumi ini tidaklah sendirian. Maksudnya? Hmmm ... tafsirkan sendiri deh hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah juga dengan pengalaman teman-teman? Percayakah dikau? Atau jangan-jangan sering mengalaminya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-4195981112124283849?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/4195981112124283849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=4195981112124283849&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/4195981112124283849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/4195981112124283849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/03/ada-setan-di-mana-mana.html' title='Ada Setan Di Mana-Mana'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-7518223633154095865</id><published>2007-02-22T13:44:00.000+07:00</published><updated>2007-02-22T13:45:26.285+07:00</updated><title type='text'>Bahagia Memberi</title><content type='html'>Kemarin aku lihat film di salah satu stasiun TV swasta di Republik ini. Judulnya Rat Race. Film produksi tahun 2001 yang dibintangi beberapa bintang keren seperti Cuba Gooding jr, Whoopi Goldberg, dan aktor kocak dengan seribu wajah Rowan "Mr. Bean" Atkinson ini sebenarnya sudah pernah aku nonton beberapa kali. Tapi ini mungkin yang dinamakan hasil sebuah keisengan yah, yaitu dengan menonton berkali-kali meskipun sudah tahu jalan cerita dan endingnya, selalu saja ada pembelajaran dan hikmat baru yang didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur film ini sederhana saja. Dikisahkan ada seorang yang sangat kaya, iseng memilih beberapa orang untuk ikut dalam sebuah kompetisi, dengan dibekali masing-masing sebuah kunci keramat, yang finalnya adalah sebuah loker di sebuah stasiun kota Silver, New Mexico. Apakah isi loker tersebut? DUIT!!! Jumlahnya ndak tanggung-tanggung, 2 juta dolar amrik alias USD 2.000.000,- alias Rp. 18.200.000.000,- [dengan kurs Rp. 9.100]. Wow ... keren yah. Misalnya teman-teman terpilih untuk ikut kompetisi tersebut, tertarik untuk ikut ndak hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, sepanjang film itu ditayangkan, aneka drama dan adegan yang diwarnai kekocakan, kekonyolan, keberuntungan hingga kesadisan disuguhkan untuk memuaskan mata penontonnya. Beberapa adegan yang sempat aku catat adalah perjuangan kakak beradik yang tidak dapat tiket pesawat berusaha mengacaukan seluruh penerbangan dengan mencoba merobohkan menara pengawas [dan memang akhirnya mereka berhasil]. Atau adegan pahlawan kita, Mr Bean, yang beruntung dapat tebengan mobil kurir yang hari ini dapat pesanan spesial: jantung manusia hasil donor, yang karena kurang kerjaan malah memporak-porandakan jantung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan lain bagaimana salah satu kontestan dengan cara konyol menipu supir bus pembawa tour ibu-ibu dengan alasan istri melahirkan, hanya demi mendapatkan cara ekspress untuk sampai ke tujuan. Atau adegan seorang suami sekaligus bapak dua anak memberikan minuman yang udah dicampur obat tidur supaya mereka tidak protes dan rewel. Semua cara dihalalkan di film ini hanya demi satu tujuan: 2 juta dolar amrik oeiiii ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, setelah melalui beraneka ragam perjuangan, sampailah mereka ke tujuan akhir dengan selamat. Namanya juga film yah, tidaklah mengherankan kalau para kontestan bisa sampai dalam waktu yang bersamaan persis. Dan dengan diadegankan sedemikian rupa, mereka berebutan menggunakan kunci mereka untuk membuka loker istimewa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya? Nihil alias ternyata loker itu kosong. Lantas, di manakah uang yang dijanjikan tersebut? Rupanya salah satu staf orang kaya yang mengadakan kompetisi tersebut bersekongkol dengan 'pacar'-nya melarikan ransel yang berisi uang tersebut. Mengetahui hal tersebut, para kontestan pun rame-rame mengejarnya ... dan untuk memperpendek cerita, tibalah mereka dalam sebuah ruangan gelap dengan masing-masing sudah memegang gepokan-gepokan uang. Trus apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu nyala ... orang-orang bersorak kencang dan suasana gemuruh meriah. Rupanya mereka nyasar di sebuah panggung, dan acaranya adalah malam pengumpulan dana untuk orang-orang yang tidak mampu. Awalnya mereka tidak sadar dan menjawab dengan gembira saat diwawancara oleh pembawa acara, karena mereka mengira itu sambutan karena mereka berhasil dalam kompetisi ini. Tapi setelah melihat papan jumlah dana yang terkumpul bergerak dan bertambah sebanyak 2 juta, dan sebuah kantong diedarkan untuk menampung uang di tangan mereka, tercenganglah para kontestan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah momen pelajaran aku dapatkan, yaitu bagaimana reaksi orang ketika merelakan dan bahagianya seseorang waktu memberi sesuatu yang berguna bagi orang lain. Sesaat sebelum mereka mencemplungkan duit mereka ke kantong, ada beberapa anak kecil yang mewakili anak-anak sedunia yang kelaparan mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati mereka. Melihat dan mendengar semua itu, lembutlah hati kontestan itu satu persatu, dan merelakan bagian mereka disumbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimanakah ending film ini? BAHAGIA. Ungkapan dan ekspresi kebahagiaan yang ditampilkan di layar seketika membuka mata batinku dan berujar: inilah kebahagiaan sejati kala kita memberi dengan tulus dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih bisa kita katakan: ah ... itu cuma film saja. Bukankah tujuan film selalu happy ending. Lantas apa istimewanya? Itu khan cuma akting saja ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits ... tunggu dulu. Jangan langsung memvonis begitu. Kenyataan dan pengalaman yang aku hadapi membenarkan ekspresi dari bahagianya memberi. Lihatlah wajah-wajah dari mereka-mereka yang hidupnya memang didedikasikan untuk melayani sesama dengan memberi tanpa mengharapkan imbalan. Apakah yang kita temukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling nyata adalah Bunda Teresa. Dengan semangat dan pengabdiannya yang terungkap dalam sebuah statemen sederhana "love until it hurts", membuka mata batinku bahwa di dunia ini ada orang-orang semacam itu. Sewaktu membaca biografinya, ditambah melihat dokumentasi dirinya dalam bentuk film, melihat adanya kejernihan dan aura nyaman-damai terasa dan terpancar begitu murni. Coba deh search di google foto-foto beliau, pasti yang didapat adalah posenya dengan wajah lembut, damai, tentram, dan bahagia [mungkin sih ada beberapa yang dalam ekspresi bersedih dalam doa, tapi di inner-nya, kebahagiaan pasti terpancar begitu nyata].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari tokoh India, Mahatma Gandhi juga mencelikkan benakku tentang bahagia memberi dan mendedikasikan diri pada pihak yang lemah dan membutuhkan. Beberapa tokoh dunia lainnya, seperti Martin Luther King Jr, Konosuke Matsushita, Bill Gates dengan Gates Foundationnya, hingga peraih nobel dengan Grameen Bank-nya, Muhammad Yunus kiranya pantas kita pelajari untuk mengerti indah dan bahagianya dalam memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ... si Hendri. Kok kasih contoh tokoh-tokoh dunia. Emang tidak adakah tokoh lokal yang dekat dengan kita untuk diangkat dalam posting ini? Hmm ... kalau ditanya begitu, bingung aku menjawabnya. Ada ndak yah di dekat-dekatku yang bersikap begitu? ***Let me think*** Mungkin benar juga, terlalu muluk dan besar contoh yang diberikan. So ... let me make it simply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia memberi sebenarnya dapat kita temukan dan lakukan sendiri dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak di desa yang kekurangan biaya untuk sekolah. Atau menyumbangkan sebagian penghasilan kita untuk keperluan pembangunan tempat ibadah. Atau memberikan paket nasi bungkus kepada anak jalanan di perempatan-perempatan. Atau menyumbangkan baju-baju bekas yang sudah tidak kita pakai kepada lembaga-lembaga sosial untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga mengunjungi panti asuhan atau panti jompo. Dan masih banyak kegiatan-kegiatan sepele lainnya yang dapat kita lakukan dalam rangka men-tulus-kan diri dalam memberi. Namun di atas semuanya itu, kiranya satu hal perlu untuk diingat: berikanlah dengan tanpa ada maksud terselubung ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm ... bagaimana dengan Hendri sendiri? Jangan-jangan dia yang tulis posting ini, tapi belum pernah melakukannya sama sekali. Hehehe ... biarlah daku [kita] bercermin :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-7518223633154095865?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/7518223633154095865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=7518223633154095865&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/7518223633154095865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/7518223633154095865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/02/bahagia-memberi.html' title='Bahagia Memberi'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-1442633600632518412</id><published>2007-02-15T11:37:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T11:38:34.406+07:00</updated><title type='text'>Intermezo Saja ...</title><content type='html'>Hmm ... teropong bintangku hari ini mengatakan wajah-wajah teman-teman blogger pada berbinar-binar layaknya buah apel merekah alias ceria semua deh. Ada apakah gerangan yang terjadi? Hmm ... pasti karena kemarin habis bersenang-senang alias berkasih-kasihan alias bercumbu-cumbuan alias bercintaan [eits ... yang ini khusus untuk yang udah menikah yah, yang belum DILARANG hehe]. Hayo ... jujur deh mengakuinya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip istilah kerennya, kemarin malam adalah ajang untuk semakin membarakan api percintaan bagi sepasang manusia yang sedang berasmara. Event tahunan yang akrab digelari hari berkasih ria merupakan momen yang ditunggu-tunggu banyak orang, terutama kaum muda, sebagai saat yang tepat untuk menunjukkan sisi keromantisan mereka dengan berbagai ungkapan. Dari sekadar sebatang coklat, sekuntum bunga mawar, sehelai busana dengan aroma pink, sekeping perhiasan berkristalkan berlian, hingga spesial gift yang sempat aku baca dari sebuah situs berita yang membuat aku geleng-geleng kepala: biaya untuk operasi plastik. Olala ... luar biasa yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau mau diruntut, apakah ada keistimewaan dari sebuah tanggal, 14 Februari, dibandingkan tanggal lainnya dalam sebuah sistem kalender tahunan? Kayaknya ada beberapa pendapat yah. Bagi yang memaknai setiap hari adalah sama saja, maka tanggal tersebut tidak ada bedanya dengan yang lain. So ... istilah valentine atau hari kasih sayang bagi mereka tidak ada istimewanya alias biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini mungkin pas kalo dialamatkan kepada mereka-mereka yang menganut prinsip 'jomblo is the best' atau sahabat-sabahat yang barusan broken heart alias putus cinta ataupun bagi mereka yang kadar cinta kepada pasangannya sudah pudar. 'So what gitu loh dengan 14 Feb ... nothing spesial tuh ...' Mungkin itulah pikiran dalam benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kita minta pendapat bagi mereka yang mengagungkan pemaknaan hari istimewa, tanggal tersebut begitu sakral sehingga perlu persiapan khusus dan spesial untuk menyambutnya. Jauh hari sudah memikirkan mau berdandan di mana, memakai baju apa, dinner spesial di mana, dan tentu saja kado istimewa apa yang perlu dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang baru pdkt alias lagi ngincer mangsa untuk ditembak, sederetan puisi atau kata-kata mesra pasti sudah dipersiapkan dengan tujuan untuk meluruhkan dan menggenggam pasti hati calon mereka ... yang ujung-ujungnya sih kayaknya mengharapkan sekedip momen istimewa: kecupan pertama alias first kiss. "Ah Hendri ... bikin mukaku jadi merah saja. Khan malu daku jadinya, soalnya kemarin barusan dapat tuh first kiss dari si dia." Hahaha ... hayo siapa yang menyelutuk gituan ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapunlah pendapat yang ada, semuanya sah-sah saja. Hanyalah sebuah pemaknaan terhadap sebuah peristiwa di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi aku pribadi, hari valentine bukanlah hari yang sangat istimewa hingga diperlukan energi ekstra untuk menyambutnya. Tapi kalau dibandingkan dengan hari-hari biasa, derajatnya kepentingannya pasti dong lebih tinggi. Bisalah disamakan dengan hari ultah, ko nyian [yang bentar lagi akan kita rayakan], tahun baru, wedding anniv, dan juga libur keagamaan. Too special no, more spesial yes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kemarin aku lalui dengan tidak terlalu istimewa juga. Pagi hari tepat jam 00.00 [kebetulan aku dikit lembur nonton tipi ampe tengah malam --moga-moga istriku yang baca ini ndak ngomel-ngomel karena begadang lagi hehe] aku kasih kecupan ke istri yang sedang tidur seraya bisikkan: aku sayang kamu. Trus sepanjang hari masing-masing sibuk di kantor. Sorenya, pamit pulang lebih awal, jemput istri dan mampir di salah satu pusat perbelanjaan, beli sepatu untuk Marvel dan tidak ketinggalan sebatang coklat untuk sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus kegiatan di malam harinya? Hmmm ... ada deh. So, bayangkan sendiri yah hahahaha ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pemaknaan hari kasih sayang sudah bergeser banyak. Kalau dulu valentine selalu diasosiasikan dengan pasangan yang lagi kasmaran, tapi sekarang sudah bergeliat meluas. Valentine bukan lagi didominasi oleh ajang romantis-romantisan kaum muda yang sedang bercinta, tapi sudah melebar ke semua kalangan. Orang tua, saudara, teman sekerja, teman kongkow, anak, pokoknya semua deh bisa menerima tulusnya kasih dan perhatian sesama di hari berbahagia ini. Tidak salah untuk dikatakan 14 Feb sudah menjadi hari kasih sayang milik semua orang di jagad raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ternyata masih banyak juga yang masih salah menafsirkan kemurnian hari suci ini. Buktinya, dari sebuah situs berita aku baca, hari kemarin malah dimanfaatkan --tepatnya disalahgunakan-- sebagian anak muda, terutama para gadis, sebagai ajang untuk menodai kesucian mereka: menyerahkan keperawanan mereka untuk pasangan mereka. Astaga ... how come gitu loh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... gimana tuh menanggapi hal semacam itu???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-1442633600632518412?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/1442633600632518412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=1442633600632518412&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/1442633600632518412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/1442633600632518412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/02/intermezo-saja.html' title='Intermezo Saja ...'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-2506780161168066038</id><published>2007-02-12T16:19:00.001+07:00</published><updated>2007-02-12T16:18:23.660+07:00</updated><title type='text'>Belajar Ikhlas</title><content type='html'>Sebenarnya aku mau menulis kisah di balik musibah banjir yang menimpa kota tercinta, Jakarta, pekan lalu. Tapi setelah dipikir-pikir, tidak jadi ah ... karena pasti sudah banyak blogger yang menulis tentang ini. Takut keburu basi hehehe ... Namun meskipun demikian, postingku kali ini masih ada hubungannya dengan banjir juga. So .... moga-moga tidak terlalu garing yah nih posting ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, puji syukur aku ucapkan, karena rumahku tidak terkena banjir sama sekali. Kebetulan saja lingkunganku letaknya agak tinggi --meskipun rumahku letaknya dekat kali angke-- banjir tidak kunjung datang menyapa kediamanku. Tapi, meskipun tidak kebanjiran, selama beberapa hari tersebut aku juga terpaksa ngungsi loh. Emang kenapa? Dan ngungsi ke mana? Hehehe ... &lt;a href="http://marvelbun.blogspot.com/2007/02/puji-tuhan.html" target="_blank"&gt;baca di sini yah &lt;/a&gt;untuk selengkapnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi aku mampir ke rumah rekanku yang rumahnya ikut jadi korban banjir di salah satu perumahan kota Bekasi. Daerahnya sebenarnya bukan langganan banjir, karena menurutnya waktu banjir besar yang terjadi di tahun 2002, kompleksnya aman-aman saja. Namun banjir 2007 memang luar biasa yah. Banyak daerah yang sebelumnya tidak pernah tergenang, tahu-tahu ikut kelelep juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menginjakkan kaki ke rumah rekanku itu, terlihat gantungan di mana-mana. Buku pelajaran anak, boneka-boneka yang sudah dicuci bersih, tas-tas yang masih bisa diselamatkan, dan beberapa benda lainnya digantung begitu saja seperti memeriahkan suasana saja. Sedangkan di halaman, terlihat gelaran kasur dan beberapa perabot dari kayu yang lapuk karena kerendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau berlama-lama, aku pun melangkah masuk ke dalam rumah. Segera sapaan hangat dari nyonya rumah menceritakan detail apa yang terjadi. Meskipun banjir yang menggenangi rumahnya "cuma" setinggi paha orang dewasa, tapi menurut sang empunya rumah, diperlukan waktu beberapa hari untuk membereskan dan membersihkannya dari kubangan air kotor dan endapan lumpur. Aku jadi berpikir, bagaimana nasib mereka-mereka yang rumahnya kerendam abiz alias sampai atap gitu ... pasti diperlukan waktu lebih lama lagi untuk membereskannya :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun dibawa keliling rumah untuk melihat situasi. Secara kasat mata sih, memang kondisi rumah terlihat sudah rapi. Sofa dan meja sudah pada tempatnya. Perabotan yang selamat juga sudah tertata rapi. Alat-alat elektronik sebagian sudah berfungsi. Tapi kalau kita jeli melihat, tetap saja ada beberapa bagian yang tidak bisa disembunyikan yang mengatakan bahwa 'dia' pernah kerendam sama banjir. Seperti bagian bawah lemari yang agak melar serta  garis bekas yang ditinggalkan di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lihat-lihat, aku pun mampir di ruang kerja sekaligus perpustakaan rekanku. Terlihat tumpukan buku berserakan di lantai dan meja. Katanya sih belum sempat dibereskan, karena prioritas pemberesan mereka perabot rumah tangga terlebih dulu. Iseng akupun korek-korek tumpukan tersebut. Tahu apa yang terjadi? Banyak dari mereka yang hancur ... dan karena belum sempat 'disentuh', bau sedikit menyengat segera menyebar. Aku alihkan mata ke rak buku bagian paling bawah ... astaga, semua buku di deretan itu basahhhh abiz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun singsingkan lengan, dan segera aku angkut buku-buku basah tersebut ke halaman depan. Kerja baktilah kita berdua. Tidak peduli tangan jadi kotor dan lengket karena lem buku yang menggumpal, tujuan kita secepat mungkin buku-buku tersebut di-evakuasi. Jangan bayangkan mudah loh, mengangkat buku-buku basah. Karena ada serapan air, jadinya berat buku bertambah menjadi 1 1/2-nya. Alhasil ... kita berdua ngos-ngosan dan keringatan juga. Lumayanlah ... itung-itung olahraga hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua buku diboyong, aku pun lihat judul-judulnya. Emang sayang ... banyak buku-buku bagus yang jadinya rusak. Waktu aku ngomong: sayang yah rusak semua ... dia menjawabku dengan sebuah statemen yang tidak pernah terlintas di benakku selama ini. Apakah itu? Yap ... sebuah kalimat pendek: BELAJAR IKHLAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar ikhlas merelakan untuk membuang semua hal yang rusak. Belajar ikhlas untuk menyingkirkan benda-benda yang hancur. Belajar ikhlas untuk menghibahkan ke pemulung yang membutuhkan. Belajar ikhlas untuk tidak berpikir sayang kala sesuatu memang sudah saatnya dibuang. Dan belajar ikhlas untuk merasakan arti kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas bukan hanya berbicara tentang kehilangan barang atau benda, tapi juga berbicara tentang perasaan. Berhati ikhlas artinya mengkilapkan hati suci dalam mengulurkan tangan dalam memberikan bantuan. Berhati ikhlas berarti meningkatkan ketulusan dalam melayani sesama. Berhati ikhlas juga berarti memupuk kejujuran dalam berkata dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Berhati ikhlas dapat dimaknai juga sebagai merelakan diri kita dalam menceburkan diri secara total dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah ndak sih bertindak ikhlas itu? Kayaknya rada-rada yah. Beberapa waktu lalu aku pernah baca sebuah sebuah perumpamaan tentang bertindak ikhlas. Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah kita sedang kebelet pengen pipis. Nah, saat tiba di closet, setelah buka ini buka itu ... apa yang kita lakukan? Hehehehe ... jangan berpikir jorok oeiii, karena posting ini masih dilabeli SU alias Semua Usia :). Perasaan lega dan puas setelah menuangkan semua isi kantong kemih kita, itulah dinamakan ikhlas. Jadi kalau kita bertindak ikhlas, kita tidak pernah memperhitungkan untung-rugi lagi. Yang ada adalah bagaimana 'semua' yang ada dalam diri kita dikeluarkan secara tuntas dan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ndak kebayang, jika saat dalam kondisi kebelet pipis, waktu mengeluarkannya kita perhitungan sambil menahan-nahan. "Waduh ... udah berapa cc yah yang udah aku keluarkan." Atau "waduh ... udah setara belum yang dikeluarkan dengan yang aku konsumsi hari ini." Atau "Ah ... udah cukup sekian deh yang aku keluarkan ... sisanya ntar aja ...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita pernah begitu, dijamin deh diri kita sendiri yang rugi. Tahu-tahu malah kena infeksi kantong kemih hehe ... So, demikian kali yah kalau kita mau bertindak ikhlas, janganlah pernah untuk menahan-nahan dan perhitungan, meskipun kadang kelihatannya rugi atau dibilangin bodoh atau dikatain dungu ataupun hasil yang kita dapatkan tidak setimpal dengan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, bagaimana dong? Hmm ... kayaknya nasehat pendek ini perlu untuk diungkapkan, yaitu tanamkanlah paradigma baru di benak kita: balasan yang selayaknya pasti kita terima asalkan kita melakukannya dengan ikhlas :)  Setuju???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-2506780161168066038?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/2506780161168066038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=2506780161168066038&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/2506780161168066038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/2506780161168066038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/02/belajar-ikhlas.html' title='Belajar Ikhlas'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-117022301690404764</id><published>2007-01-31T12:56:00.000+07:00</published><updated>2007-01-31T12:56:56.956+07:00</updated><title type='text'>Kacamata</title><content type='html'>Pengen tahu saja. Di antara teman-teman yang sudah setia mengunjungi blogku --waduh ... terharu aku, ada yang namanya pengunjung yang setia hiks--, seberapa banyakkah yang karena satu dua hal terpaksa harus menggantungkan dirinya pada sepasang kaca cembung terbungkus dalam sebuah frame, dan dengan sukarela membiarkannya tergantung bebas sebagai aksesoris tambahan yang menghiasi wajah manis kita? Hayooo ... jangan malu-malu untuk tunjuk tangan hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok deh ... dari pada tidak ada yang mau mengakuinya, aku deh yang tunjuk tangan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalanku dengan dunia kacamata terjadi waktu aku masih culun-culunnya alias waktu masih kelas 2 SMP. Masih segar di ingatanku, saat itu ada tim sukarelawan dari luar kota yang datang ke sekolahku untuk memberikan jasa pemeriksaan mata secara gratis. Peristiwa itu termasuk langka, karena jarang sekali ada lembaga yang menawarkan kegiatan sosial semacam ini. Aku yang waktu itu mulai terusik dengan masalah pandangan, langsung saja menyambar kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dicek, baru ketahuan bahwa sudah sepantasnya aku bergabung dalam kelompok orang rabun jauh. Mau tahu berapakah minusku waktu itu? Tidak banyak sih, cuma 75 atau 0.75. Tapi itu sudah cukup menjadi alasan bagiku untuk mulai menambatkan pandanganku pada alat bantu alias kacamata. Berbekal surat pengantar dari tim tersebut, datanglah aku ke toko optik untuk membuat kacamataku yang perdana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku melihat kembali foto-fotoku waktu masih belia dengan kacamatanya, hatiku pasti tergelitik untuk tersenyum. Kenapa? Karena bentuk kacamatanya itu loh. Jangan bayangkan bentuk dan model kacamata jaman dulu bagus-bagus dan indah-indah seperti sekarang. Lempar jauh-jauh bayangan itu. Kacamata jaman bauhela itu ukuran lensanya atau frame-nya besar-besar alias jumbo size. Jadi sekali kita pake tuh kacamata, sebagian wajah kita langsung tertutup ama dia. So ... bisa dibayangkan deh, betapa culunnya daku waktu pake kacamata gituan ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama pake kacamata sih, ada rasa-rasa bangga gitu, soalnya waktu itu masih sedikit orang yang berkacamata. Lagian ada pameo, orang yang berkacamata adalah orang di atas rata-rata alias orang pinter. Jadinya fungsi utama kacamata sebagai alat bantu penglihatan malah dinomorduakan ... dan kebanggan ngeceng-lah yang diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi 'kebanggan semu' tersebut tidak berlangsung lama, karena lambat laun berkacamata malah bikin risih dan repotin. Lho, kok bisa? Iya ... soalnya gara-gara memakai kacamata beberapa aktivitas dan hobi menjadi terkendala. Dari berolahraga sampai nonton tivi hingga ketiduran, kacamata sepertinya mulai menjadi bagian yang mengusik. Ditambah karena ukurannya yang jumbo, bagian hidung sebagai tempat penyangga kacamata malah menjadi merah karena keberatan beban. Tapi apa mau dikata ... namanya tergantung sama dia, mau tidak mau harus dipakai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak kuliah, secara perlahan tapi pasti model kacamataku berubah. Ukuran lensa mulai mengecil dan ringan, warna frame tidak lagi didominasi warna hitam, modelnya sudah mulai mengikuti standar seni ... pokoknya mengalami tranformasi total deh seiring perkembangan mode. Selain itu, pertambahan angka yang menunjukkan minusku bertambah juga terjadi. Dari semula 75, merambat ke angka 125, dan terus merangkak hingga mencapai angka 350 ... dan terakhir sudah mencapai 425.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat frustasi juga dengan kacamata, hingga beralih ke softlens. Tapi perselingkuhanku dengannya tidak bertahan lama. Yah ... paling sekitar 1 tahunan. Alasannya tidak cocok saja. Menurut analisa pribadiku sih karena produksi air mataku kurang, makanya tuh softlens sering keriput karena kekeringan. Dan dampaknya mataku seperti lagi terluka alias merah abizzz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga ikut trend kacamata yang bisa berubah warna. Maksudnya kalau normal, lensanya bening seperti biasa, tapi kalo kena sinar matahari akan berubah jadi item. Fungsi awalnya sih supaya tidak menyilaukan mata saja kalau beredar di bawah terik matahari. Tapi gara-gara itu, pernah ada kejadian lucu. Terjadi waktu aku masih SMA, saat upacara bendera. Setelah prosesi demi prosesi berlalu, menjelang bubar ada pengumuman agar aku menghadap ke kantor guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang merasa tidak bersalah melenggang-kangkung saja ke sana. Di sana ternyata sudah berkumpul wali kelas dan guru BP. Lantas aku pun diperhadapkan pada kesalahan: memakai kacamata hitam saat upacara, dan mereka meminta aku menyerahkannya alias disita sebagai hukuman. Aku yang mendengar itu hanya bisa tersenyum. Trus aku pun menjelaskan duduk perkaranya sambil menyerahkan kacamata 'kasus' tersebut untuk mereka periksa. Singkat kata case ini di-closed, dan sejak itu aku tidak pernah pake kacamata jenis ini lagi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacamata sekarang bukan lagi murni sebagai alat pembantu penglihatan. Fungsinya sudah bergeser menjadi bagian dari seni dan model. Lihatlah iklan-iklan di berbagai media. Dengan desain yang indah, tidak ketinggalan dipakai oleh model-model yang 'wah', mereka seolah ingin mengatakan we are a state of the art juga. Alhasil jangan heran menemukan kacamata yang harganya selangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacamata juga bukan dominasi orang dewasa lagi. Anak-anak juga banyak yang sudah memakainya. Contoh yang paling dekat adalah keponakanku yang baru berumur 8 tahun. Di matanya sudah nongkrong dengan manis sebingkai kacamata dengan minus 75. Aku makin terkejut kala mendapati salah satu anak sepupuku, yang baru berumur sekitar 6 tahun tapi sudah berkacamata dengan minus 600, dan silinder lagi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala apakah ini? Apakah karena terlalu banyak nonton tv, membaca dalam kegelapan, keseringan main PS ... atau jangan-jangan sudah akrab dengan dunia blogging? Atau jangan-jangan asupan gizi atau vitamin A sudah semakin berkurang karena sudah dimanjakan dengan fast food. Hmmm ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-117022301690404764?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/117022301690404764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=117022301690404764&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/117022301690404764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/117022301690404764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/01/kacamata.html' title='Kacamata'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116954105695812134</id><published>2007-01-23T15:29:00.000+07:00</published><updated>2007-01-23T15:30:57.010+07:00</updated><title type='text'>Orang Penting</title><content type='html'>Jadi orang penting itu enak yah. Ke mana-mana selalu mendapat prioritas dan akses tersendiri. Karpet merah serta kamera yang tidak henti-hentinya mengeluarkan cahaya blitz selalu siap ditumpahkan untuk menyambut kedatangannya. Dia selalu menjadi sorotan publik, diperhatikan gerak-gerik-nya, ditiru-tiru modenya alias menjadi mode setter, serta dipuja-puja di manapun dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labelnya hebat: VIP alias Very Important People. Terkadang ada yang kurang puas dengan status itu sampai harus menambah satu huruf lagi di depannya hingga menjadi lebih keren: VVIP. Tidak percaya? Lihat saja di event-event atau acara-acara spesial. Selalu terlihat meja atau sofa dengan selembar kertas yang ditulisi secara ngejreng dan mencolok: "Khusus Undangan VVIP", yang artinya hanya orang yang sangat penting saja yang layak duduk di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tempat juga ada ruangan khusus dengan label yang sama, yang juga berarti hanya kalangan tertentu yang boleh masuk ke ruangan sakti tersebut. Di dalamnya pasti sudah ditata sedemikian rupa hingga mampu memanjakan mereka-mereka yang masuk ke sana. Kursi super empuk --yang kalau sudah duduk di sana jadi malas untuk bangun lagi--, ruangan wangi yang sejuk nan dingin -- hingga memberikan kesan sedang berada di kutub--, tidak ketinggalan aneka cemilan dan minuman menggoda --tentu saja lengkap dengan pelayan yang stand by melayani kita--. Asyik khan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita transaksi di Bank, juga ada ruangan dengan petugas khusus yang sengaja dipersiapkan untuk tamu agung ini. Jadi beliau-beliau tidak perlu capek-capek antri sambil berpanas ria dan bikin pegel kaki untuk melakukan transaksi. Namun harus diingat, untuk menikmati fasilitas mewah kita harus punya tabungan atau deposito dengan jumlah nol yang buanyyakkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang penting juga berarti memudahkan dia dalam mengurus segala sesuatu. Dia tidak usah bercapek-ria, ada orang khusus yang bantuin, dan yang dia lakukan hanyalah tanda tangan atau setor muka ... selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm ... Mana lagi yah tempat yang sepertinya sengaja di-set hanya khusus untuk orang penting ini? Rumah sakit? Tempat parkir? Jalan raya? Atau jangan-jangan di tempat ibadah juga ada hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya pengalaman dengan melihat dan mengalami sendiri bagaimana enaknya menjadi orang penting. Pengen tahu cerita selengkapnya? Lanjutin yeee bacanya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi pada pertengahan tahun 2004, di mana sebuah kebetulan sekali aku mendapat kesempatan istimewa untuk terlibat dalam sebuah proyek yang melibatkan orang yang sangat penting di Republik ini. Entah dari mana angin berhembus, intinya dengan begitu saja aku terjebak di rumah orang penting tersebut. Emang apa peranku di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan tim diminta untuk mengadakan perangkat komputer plus pengadaan jaringan internet yang super duper cepat. Kalau pengadaan komputer sih tidak masalah, karena tinggal lari ke dealer terkemuka, dan dalam hitungan jam siap diangkut. Masalahnya di jaringan internet. Seperti yang kita ketahui, untuk berlangganan kayak gitu, dari apply hingga teknisi datang pasang-pasang, kadang perlu waktu sampai semingguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang yang namanya orang penting itu beda. Kebetulan dalam tim ada seorang rekan yang kenal dekat dengan salah satu direktur provider yang diincar. Jadi hanya dengan modal telp saja, plus sedikit embel-embel bahwa ini keperluan dan rumah "orang sangat penting" ... tahu apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya menggenapi teks proklamasi, dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, sebuah proses aplikasi pemasangan jaringan internet yang biasanya makan waktu lama, hanya dengan sebuah kata: "orang penting", semuanya dikerjakan dalam hitungan jam. Kru yang datang? Tidak tanggung-tanggung. Full team komplit dengan Direktur Tekniknya. Aku yang melihatnya sampai geleng-geleng kepala seraya berujar: ruarrrr biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kenyataan yang sangat ironi terjadi beberapa waktu yang lalu saat telp rumahku rusak. Berulang kali aku telp 147, melaporkan adanya gangguan pada telp-ku, menceritakan kronologinya secara lengkap ... selalu jawaban yang aku terima adalah akan datang teknisi untuk memeriksanya. Kenyataannya? Aku harus bersabar menunggu kurang lebih sebulan lamanya, baru datang seorang [catat: seorang, bukan full team] teknisi memperbaiki telpku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya waktu komplein, pengen aku iseng mencontek pengalaman di rumah orang penting dengan ngomong gini sama operator-nya. "Mbak/Mas, ini rumah Hendri Bun loh ... cepatan kirim orang untuk perbaiki telpku". Tapi aku sadar diri-lah, siapa yang kenal Hendri Bun. Boro-boro kenal, dengar aja baru pertama kali hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kenikmatan yang bisa didapatkan orang dengan menjadi orang penting. Jadi tidak heran banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencapai posisi sebagai orang penting. Segala cara dan hal dihalalkan demi satu tujuan: be a very very important people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul sebuah pertanyaan bagi diriku sendiri. Apakah salah mempunyai tujuan dan cita-cita menjadi orang penting? Jangan-jangan segala usaha yang aku lakukan selama ini ujungnya mengerucut ke arah sana juga. Apakah begitu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116954105695812134?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116954105695812134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116954105695812134&amp;isPopup=true' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116954105695812134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116954105695812134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/01/orang-penting.html' title='Orang Penting'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116919238135555368</id><published>2007-01-19T14:38:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T14:39:41.416+07:00</updated><title type='text'>Cuek</title><content type='html'>Kejadian yang masih fresh ini baru aku alami 2 hari yang lalu, waktu aku dalam perjalanan pulang kerja. Layaknya kota Jakarta, selalu saja dengan mudah kita bisa menemukan beberapa titik yang mengharuskan kita untuk parkir sementara di tengah jalan alias terjebak macet [baca postingku yang judulnya macet]. Nah, belajar dari pengalaman, makanya aku selalu kreatif mencari jalan baru. Harapannya sih supaya bisa menemukan jalan yang bebas dari macet. Yah ... kalo pun tidak 100% bebas macet, minimal lancarlah hingga perjalananku pulang rumah bisa lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, saat perjalananku sudah dekat rumah, aku pun ambil jalur yang tiap hari aku lewat selalu lancar. Tapi entah kenapa, hari itu kok rame banget ... dan macet lagi. Alhasil, bagaikan pasukan semut, aku pun ikut merayap mengikuti arus mengalir. Kalau sudah terjebak dalam situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagiku kecuali bertindak menghibur diri. Apakah itu? Yap ... lirik kiri-kanan seraya melihat-lihat, siapa tahu ada pemandangan yang menarik atau lucu. Itung-itung sebagai refreshing-lah, dari pada ikut-ikutan meramaikan suasana alias pencet klakson yang ujung-ujungnya bikin stres hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama aku scanning mata, pandanganku terpaku pada sebuah kejadian yang langsung mengilhamiku untuk menulis posting itu. Peristiwa apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir jalan tidak jauh dariku, ada sebuah gerobak yang jualan rambutan. Lho, emang ada yang salah dengannya? Hehehe ... tidak sih kalo gerobak itu tepat di posisinya. Yang satu ini, entah disengajakan atau tidak oleh sang pemilik, posisi moncongnya dimajuin dikit hingga memenuhi jalan. Alhasil, lalu lintas yang sudah macet gitu makin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas di manakah gerangan sang empunya gerobak? Mungkin kalau dia tidak kelihatan alias tidak di tempat, maka aku tidak bakal tulis posting ini. Justru karena sikapnya yang menurutku "keterlaluan" itu, yang memancing diriku sampai mengangkat topik ini sebagai topik postingku. Mau tahu ke manakah sang pemiliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah gimana reaksi teman-teman kalo melihatnya sendiri. Tapi yang jelas, aku sampai geleng-geleng kepala tanda tidak mengerti. Yang punya gerobak itu ada persis di samping gerobaknya, dengan tampang culun tak berdosa, melongok kiri-kanan, sambil sesekali tangannya dimasukkan ke idungnya alias ngupil, dan bentar-bentar pencet-pencet jerawat di mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaga!!! Tidak habis pikir aku. Kok ada orang secuek itu. Mbok yah dikit koorperatif-lah, misalnya dengan memundurkan sedikit gerobaknya. Ok-lah kalo misalnya di belakangnya tembok atau sesuatu yang menghalangnya hingga susah untuk dimundurin. Yang ini ... udah tidak ada tembok, kosong melompong lagi. Padahal kalau dia berbuat gitu, bisalah dia berbuat kebaikan bagi sesama, karena celah yang dipakai moncong gerobaknya bisa dipakai oleh pengendara motor untuk lewat. Dan siapa tahu, melihat kebaikan hati dia, ada yang tergerak hingga mau beli jualannya. Khan saling bersinergi namanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah ... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuek is the best. Mungkin ini pakem yang sering dibangga-banggakan oleh tipe orang seperti di atas. Dan rasanya tidak susah untuk menemukan orang-orang seperti itu. Di kantor, mal, supermarket, bioskop, jalan raya, bis kota, hingga di keluarga *semoga yang ini jangan deh* ... hampir semua tempat bisa kita temui orang cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kesimpulan yang aku ambil benar atau tidak *koreksi aku kalau salah ... dan harapanku semoga saja salah*, pengalamanku sampai detik ini berbicara, kayaknya kota Jakarta merupakan tempat yang sangat-sangat-sangat cuek. Kenapa aku berkata begitu? Karena aku pernah mengalaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku kuliah di Jogja, keramah-tamahan dan kepedulian orang-orang begitu terasa. Contoh yang paling nyata waktu tanya jalan atau rumah atau lokasi tertentu. Saat kita bertanya pada orang-orang di pinggir jalan, dengan ramah dan sabar mereka menunjukkan tempat yang kita tanyakan, kadang sampai detail banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di Jakarta, sering aku dapat jawaban: ndak tahu [kadang dengan nada ketus seolah kita hanya mengganggu waktu mereka saja]. Yah ... terlalu 'jahat' sih kalo aku seolah-olah menghakimi gitu, karena pada prakteknya ada juga yang menjawab dengan ramah, terutama tukang ojek atau penjaga warung. Tapi itulah sebuah realita yang mengatakan orang-orang sudah semakin cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas timbul pertanyaan kenapa orang bisa cuek seperti itu? Jawabannya mungkin karena orang sudah kurang menghargai makna kebersamaan dan saling pengertian lagi. Situasi yang berkembang pesat dengan segala kemajuan dan kehebatannya, menghasilkan konsekuensi budaya individualisme dan egoisme berkembang dengan pesat juga. Ditambah lagi tuntutan dan himpitan dari banyak aspek, yang semakin memperkokoh dan menguatkannya hingga tidak heran sikap cuek berkembang pinak dengan liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana dong kita harus bersikap? Kayaknya tidak ada formula yang manjur. Tapi sebuah petuah singkat bisa mulai kita terapkan dalam keseharian: mulailah berusaha peduli pada orang lain dengan melakukan hal-hal kecil yang kadang kita pikir tidak bermakna. Namun kadang tidak kita sadari bahwa tindakan kecil itu bisa jadi sangat besar maknanya bagi yang menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya selalu ingat bahwa apa yang kita tabur tidak akan sia-sia. Kalau kita tabur kebaikan dengan peduli sama orang lain, maka dengan sendirinya kepedulian dari orang lain akan kita terima juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... cuek is the best? No way-lah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116919238135555368?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116919238135555368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116919238135555368&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116919238135555368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116919238135555368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/01/cuek.html' title='Cuek'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116900719698514410</id><published>2007-01-17T11:12:00.000+07:00</published><updated>2007-01-17T11:13:17.040+07:00</updated><title type='text'>Gaya Hidup</title><content type='html'>Tentunya teman-teman masih akrab dengan tag sebuah iklan kartu ponsel yang bunyinya gini: 'hari gini masih ndak punya handphone ... bla bla bla bla'. Ndak tahu gimana tafsiran teman-teman dengan kalimat tersebut, tapi aku kok menafsirkannya sebagai sebuah pernyataan yang ingin mengatakan bahwa kalau jaman modern gini masih belum ikut-ikutan punya ponsel, itu bukan orang gaul namanya alias ndak asyik deh alias ketinggalan gaya hidupnya. Terlalu naif tidak tafsiranku hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari sana berkembang pula statemen lain yang serupa. Misalnya: "hari gini masih pake bla bla bla ... ganti dong dengan yang bla bla bla". Atau: "hari gini masih makan di bla bla bla ... sekali-kali coba dong makan di bla bla bla'. Atau lagi: "hari gini masih belum nyoba bla bla bla ... yang gaul dong.." Hayo ... ngaku deh, entah secara sengaja atau tidak, pasti teman-teman pernah mengatakan kayak gitu ke orang lain juga hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa saja sih yang bisa di-gaya hidup-kan? Iseng-iseng kita data yuk, sekalian melihat diri kita apakah termasuk korban gaya hidup atau tidak hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai dari anggota tubuh kita yang paling atas, yaitu rambut. Apakah beda kalau kita potong rambut di salon ternama yang bermarkas di mal dengan cukur di barber shop yang ada di pinggir jalan? Hmm ... lebih gaya mana sih? Bagi yang bergaya hidup pasti menjawab: tentu saja berbeda dong. Kalau di salon khan lebih asyik, pelayannya cakep-cakep, tempat duduknya lebih empuk, ada majalah, ada AC, dan yang penting lebih BERGENGSI. *kalo dipikir-pikir benar juga yah, jadi tidak rugi meski harus membayar sekitar 10 kali lipat dibanding cukur di barber shop pinggir jalan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama berlaku juga dengan perlengkapan tubuh kita yang lain seperti baju yang bermerek, jam tangan yang harganya sampai puluhan juta, tas atau dompet yang konon dipake artis beserta isinya yang penuh dengan kartu-kartu mengkilap, under wear yang bentuknya cuma sehelai kain tapi harganya luar biasa, pernak-pernik berkilauan yang menghiasi leher, telinga, tangan, dan jari kita, hingga gaya anyar yang merelakan bagian tubuh tertentu mereka ditusuk-tusuk jarum alias tindik-tindikan. Hebat yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang sering aku jadikan contoh dalam mengukur gaya hidup seseorang adalah jenis HP. Tidak percaya? Coba lihat sejenak jenis HP teman-teman. Hayooo jujur ... pasti mayoritas memiliki HP keluaran terbaru dengan fitur bermacam-macam, dari kamera yang sudah MegaPixel, Video, hingga yang terbaru 3G. Padahal kalo mau jujur kita jarang sekali memanfaatkan fitur-fitur tersebut alias fungsi yang dimanfaatkan hanyalah untuk Telp, SMS, ama Foto. Mungkin yang lebih canggih sudah memakainya untuk merekam video atau menjadwal skedul harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo misalnya hanya fitur-fitur sederhana itu saja yang digunakan, lantas kenapa kita harus berkorban ekstra untuk membeli HP keluaran terbaru? Alasannya sih sederhana saja: biar dibilang ikut trend atau bergaya hidup tinggi. Ndak seru khan kalo misalnya HP kita masih tipe gede yang konon kalo timpuk anjing bisa mati, yang suaranya masih monophonic, trus tiba-tiba bunyi di kerumunan orang-orang yang HP-nya sudah canggih abiz, gimana respon teman-teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yah hal lainnya? Jenis dan merek kendaraan? Atau lokasi mangkal dengan sohib-sohib? Atau merek kacamata gaya kita? Ataukah parfum yang kita semprotkan di tubuh kita? Mungkinkah faktor makanan atau minuman yang masuk ke tubuh kita? Hingga termasukkah kosa kata gaul yang kita pake? Kemanakah kita harus bertanya dan mendapatkan jawabannya? Mengutip Kang Ebiet G Ade, marilah kita bertanya pada rumput yang bergoyang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup. Entah siapa yang mulai mempopulerkan kata ini, atau pun ikut mendukung bahwa inilah jaman yang harus bergaya hidup. Kalau seseorang ikut trend terbaru yang berkembang saat ini, dia layak dikatakan orang yang bergaya hidup tinggi. Sebaliknya, jika tidak mau ikut-ikutan, akan dicap bergaya hidup rendah. Sebuah tudingan yang menurutku terlalu menghakimi, hingga muncullah gap atau jarak antara dua kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, gaya hidup sering dijadikan patokan atau sebuah standar penempatan seseorang dalam sebuah kelompok atau pergaulan. Sebuah kondisi yang membuat orang-orang, terutama anak muda yang masih mencari jati diri dan pertemanan, terjebak dalam dunia konsumerisme. Melihat temannya pake sesuatu yang terbaru, dengan alasan supaya tidak minder dan diterima, segala cara ditempuh supaya dia juga memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran pada akhirnya banyak orang yang terjebak dalam dunia keglamoran dengan aneka konsekuensi yang membuatnya pusing tujuh keliling akibat korban gaya hidup: masalah keuangan. Entah dari sekadar menilep uang sekolah atau kuliah, mengkoleksi sejumlah kartu kredit yang hampir semuanya over limit, menggantungkan diri pada lintah darat, hingga melakukan korupsi atau penipuan-penipuan keuangan yang akhirnya akan menghancurkan masa depannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis yah. Sedih kalo mendengar ada teman atau rekan atau saudara kita yang jatuh dalam hal-hal gituan. Tapi apa yang mau dikatakan lagi, itulah realita dan harga yang harus dibayar demi sebuah kata: GAYA HIDUP. So ... be wise deh ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116900719698514410?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116900719698514410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116900719698514410&amp;isPopup=true' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116900719698514410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116900719698514410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/01/gaya-hidup.html' title='Gaya Hidup'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116859023568354283</id><published>2007-01-12T15:22:00.000+07:00</published><updated>2007-01-12T15:23:55.736+07:00</updated><title type='text'>Macet</title><content type='html'>Hallooo orang Jakarta ... tolong tunjuk tangan, siapa yang tidak pernah ketemu kata ini alias macet? Hehehe ... aku yakin sekali, bagi orang Jakarta, entah yang domisili tetap atau sekadar jalan-jalan atau yang tersesat alias lost in Jakarta, pasti gerah dan geleng-geleng kepala melihat ruwet dan hebatnya kemacetan kota Jakarta. Tidak pagi, siang, sore, bahkan malam hari kemacetan dengan mudah dijumpai di tempat-tempat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macet sudah seperti makanan sehari-hari ... tinggal tambah bumbu ekstra, seperti banjir atau jalan berlobang, dijamin deh kemacetan yang ada tambah nikmat alias panjangggggg. Tahu tempat-tempat strategis untuk bermacet ria? Nih ... aku coba daftarin, siapa tahu penasaran untuk mencoba mencicipi lezatnya bermacet ria :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pertama adalah dekat pasar tradisional. Hmmm ... tidak percaya? Lihat saja di pasar Palmerah atau yang dekat rumahku Pasar Mitra daerah Jembatan Lima, macetnya minta ampun. Pedagang-pedagang yang seenaknya memajang jualan mereka yang kadang sampai pinggir jalan, yang diperparah dengan para pejual di kaki lima, plus angkot yang ngetem cari penumpang ... komplit deh macetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaaan tambah parah kalo lagi malam minggu, kita yang naik kendaraan benar-benar deh merasakan yang namanya parkir di tengah jalan alias ndak maju-maju. Kenapa? Karena selain jalanan dipenuhi oleh pedagang kaki lima, juga karena dikuasai oleh pejalan kaki atau ABG --umumnya kelas tertentu-- yang lagi menghabiskan malam panjang mereka alias pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi kedua, jalan yang ada rel kereta apinya. Ini juga salah satu sumber utama kemacetan di Jakarta. Sekali ada sirene tanda kereta api lewat, yang kadang-kadang memakan waktu hampir 5-10 menit, dalam sekejap jalan yang semula lenggang menjadi penuh dengan kendaraan persis orang lagi antri BBM. Tidak apa-apa sih kalo udah tunggu lama yang lewat kereta api lengkap dengan rombongannya alias gerbongnya, seringnya yang lewat cuma kepalanya doang alias lokomotifnya. Sebel khan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya perempatan lampu merah yang tidak ada polisinya. Hayooo ... sering khan lihat orang-orang seenaknya nyelonong aja padahal seharusnya dari arah mereka lampu sedang merah? Atau jangan-jangan teman-teman salah satu dari yang sering langgar itu hehehe ... Ndak tahu ini kebiasaan atau apalah, tapi inilah fakta sesungguhnya: jika melihat arah lain lagi kosong meskipun arah tersebut masih hijau, hal itu sering dianggap sudah merah alias arah lain yang merah boleh langsung jalan. Hasilnya, kalau tidak kecelakaan pasti pada rame-rame ngumpul di tengah perempatan tanpa ada yang mau ngalah. Selanjutnya ... bisa tebak deh hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat lain adalah dekat stasiun atau terminal. Kalau yang satu ini jangan dibicarakan deh. Coba aja iseng siang-siang lewat stasiun Kota atau Jatinegara atau Manggarai ... apa yang bisa ditemukan di sana? Yap ... kemacetan. Kenapa? Karena angkot pada ngetem. So ... sebuah wejangan bijak singkat dari Om Hendri: kalo tidak terpaksa banget, janganlah pernah klinteran [jalan-jalan sore] lewat stasiun atau terminal ... kagak seru!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... daerah yang sedang ada galian kabel, entah gaweannya penguasa air minum atau komunikasi atau listrik, juga berpotensi besar menyebabkan macet. Perbaikan jalan atau penambahan sarana lalu lintas juga punya andil. Tidak percaya? Tanya saja pengguna jalan yang kebagian jatah pembangunan fly over atau underpass atau yang sekarang lagi gencar-gencar digalakkan pemprov DKI: jalur busway. Siap-siap aja sediain kantong plastik untuk pipis kala terjebak macet hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah tempat lain? Kayaknya masih yah. Misalnya dekat pusat perbelanjaan modern alias mal, daerah perkantoran, dekat sekolahan atau kampus, jalan alternatif alias jalan tikus, jalan yang kebetulan ada mobil mogok, dan satu lagi yang harus dicatat jelas: JALAN TOL :)) *ndak habis pikir aku, kok jalan tol bisa macet juga hahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau iseng mau melontarkan sebuah pertanyaan, siapa sih yang punya andil paling besar dalam menciptakan kemacetan di kota tercinta ini? Mungkin jawabannya berbeda-beda yah. Semuanya tergantung penuh sama kepentingan masing-masing. Maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini ... Kalau kita tanyakan sama pemilik kendaraan pribadi, maka mereka akan menjawab karena jumlah kendaraan roda dua alias motor yang sudah terlalu banyak. Sebaliknya kalau kita tanyakan sama pengendara motor, mereka akan menyalahkan angkot yang secara sembarangan dan seenaknya berhenti, entah sekadar ngetem atau menaik-turunkan penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kalau ditanya sama sopir angkot, mereka akan berdalih kalau tidak begitu maka para penumpang yang akan protes, bukankah selama ini pengguna jasa angkot juga seenaknya naik dan turun semau mereka? Trus kalo kita tanya pada pengguna angkot, maka dengan dikit sinis mereka akan menuding jumlah kendaraan pribadi yang terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi manakah yang benar dan manakah yang salah? Aku tidak tahuuuu ... yang jelas perdebatan ini sudah seperti lingkaran setan yang tidak ketahuan mana ujung mana pangkalnya. Yang jelas ketahuan adalah: JAKARTA MAKIN HARI MAKIN MACET ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama kali aku ke Jakarta, saat itu sore-sore di sebuah wiken, aku jalan-jalan keliling kota Jakarta. Ruteku saat itu sepanjang Hayam Wuruk sampai perempatan Harmoni belok ke Juanda, belok lagi ke Gunung Sahari hingga tembus Mangga Dua. Pikiranku saat itu membatin, Jakarta memang kota yang hebat. Jalannya panjang, besar dan lebar. Beda dengan kampungku yang sempit alias cuma ada 2 jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat heran juga aku, kok jalan segitu lebar bisa macet juga? Dan setelah 'menjajah' Jakarta selama hampir 4 tahun, baru aku mangut-mangut alias ngerti, kenapa Jakarta bisa macet seperti ini. Ternyata oh ternyata ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, ada juga saatnya Jakarta bisa bernafas lega alias tidak macet. Saking sepinya, kita bisa berkemah di sepanjang jalan Sudirman Thamrin. Tahukah teman-teman kapankah saat yang berbahagia itu :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116859023568354283?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116859023568354283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116859023568354283&amp;isPopup=true' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116859023568354283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116859023568354283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/01/macet.html' title='Macet'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116773123274658300</id><published>2007-01-02T16:45:00.000+07:00</published><updated>2007-01-02T16:47:12.803+07:00</updated><title type='text'>Tahyul</title><content type='html'>Asyik kali yah kalo bicara tentang tahyul. Selain karena merasa ada 'dunia lain' sewaktu membicarakannya, juga ada rasa deg-degan dan penasaran, bener ndak sih ada yang namanya tahyul itu. Apalagi sekarang masih fresh karena baru memasuki tahun 2007, rasanya makin klop deh menyambutnya dengan bermacam-macam tahyul --termasuk ramalan-ramalan-- yang dijamin pasti banyak peminat untuk menyimak dan mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku tanyakan ke teman-teman, percaya tidak dengan tahyul itu, pasti jawabannya beragam. Ada yang mengatakan percaya sekali. Ada juga yang menjawab tidak. Dan seperti biasa, selalu ada yang bersifat netral alias ambil jalan aman: tergantung sih, kalau tahyulnya bagus percaya, tapi kalau jelek, sengaja dikait-kaitkan dengan tahyul lain supaya dapatnya tahyul yang bagus hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk tahyul itu sangat beragam. Dari sekadar tahyul berupa letak tahi lalat, posisi tidur, anjing menggonggong, kucing kawin, suara tokek, lihat cecak mati, dijatuhi kotoran burung, kelelawar masuk rumah, sampai berbagai fenomena alam seperti pohon tumbang, gerhana matahari, dan bentuk awan ... semuanya dapat ditahyulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya? Coba ... kalau tiba-tiba saja ada kucing item nongol di rumah, apa reaksi umum yang didengar? Wah, bakal ketemu sial neh... Atau ada kupu-kupu beterbangan di ruang tamu kita, seketika langsung dikaitkan dengan akan adanya tamu yang berkunjung. Contoh lain, pernah khan dengar kayak gini: jadi anak gadis, jangan bangun sebelum matahari udah tinggi, ntar bakal berat jodoh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil aku juga sering di-tahyul-in. Dan layaknya bocah pada umumnya, aku percaya saja dengan aneka tahyul tersebut. Parahnya, tahyul yang disampaikan seram-seram lagi, yang kadang sampai terbawa ke alam mimpi. Salah satu tahyul yang paling aku ingat sampai saat ini adalah tahyul tentang main layangan menjelang sore. Pernah teman-teman dengar tahyul ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau belum, gini neh kisah lengkapnya. Salah satu musim yang dinantikan anak-anak adalah musim layangan. Aku kebetulan salah satu anak yang doyan main layangan. Makanya saat musim ini tiba, di rumah pasti bermunculan peralatan untuk bermain layangan, seperti gulungan benang yang sudah di-gelas [supaya kalau adu layangan bisa menang], bambu-bambu plus kertas khusus untuk buat layangan sendiri, sampai galah panjang yang dihiasi dengan tanduk-tanduk sebagai senjata untuk rebut kalau ada layangan putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, setiap hari sepulang sekolah, hal pertama yang aku lakukan adalah ke lapangan bola dekat rumah, trus nongkrong dan asyik dengan teman-teman di sana sambil main layangan ... sampai sore. Tidak jarang kadang harus dicari sama ortu agar pulang karena sudah kemalaman. Mungkin untuk mengakali supaya kita pulang tidak kemalaman, makanya diceritakan tahyul ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana bunyi tahyulnya? Gini: jangan pernah main layangan sampai malam hari. Kalau masih nekad, maka pas kita tidur, akan datang hantu layangan, kemudian menangkap kita ... memposisikan tubuh kita seperti bentuk salib, dipasangin benang dan kertas hingga jadi layangan manusia. Selanjutnya, hantu layangan akan bermain layangan manusia, dan kita salah satu layangan yang ntar diadu. Kalau kalah, kita akan putus ... dan terbang entah kemana alias ndak balik-balik alias hilang alias koit hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bocah, takut khan dengar yang gituan. Makanya kita tidak berani tuh main layangan sampai sore ... tatuttttt ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahyul lainnya jangan memotong kuku waktu malam, karena akan datang hantu kuku menangkap dan memotong kita. Padahal maksud di baliknya adalah karena hari sudah malam, riskan kalau potong kuku. Salah-salah malah jari kita berdarah karena salah potong, atau takut kalau guntingan kuku itu tidak sengaja masuk ke mata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahyul lain, malam-malam jangan duduk di depan pintu utama rumah, karena ntar diembat setan hantu *heran yah, kok dulu sering nakutin anak atas nama setan, padahal para setan khan tidak punya salah hehehe*. Sebenarnya maksud asli tidak duduk di depan pintu adalah supaya tidak menghalangi orang kalau mau masuk keluar rumah, atau supaya tidak masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah realita yang ada. Tahyul ada di mana-mana ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini mataku sebelah kanan kayak bergetar sendiri atau berkedut. Waktu aku ceritakan ke orang-orang, komentar pertama yang muncul adalah: wah ... itu artinya kamu bakal menangis tuh. Iseng aku ke bongkar-bongkar koleksi bukuku, aku ketemu sebuah buku --yang aku sendiri heran dari mana aku mendapatkannya--. Judul buku itu "1001 Tahyul di Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... benar. Di sana dikatakan kalau bagian bawah mata bergetar, artinya aku bakal menangis karena ada kesedihan. Tidak terima dengan tahyul itu, aku baca lebih lanjut. Ketemu tahyul lain: pipi kanan bergetar, yang artinya akan mendapat keberuntungan. Membaca itu ... puas deh aku, karena tahyulnya bagus hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitan dengan memasuki tahun 2007, dikatakan --entah termasuk tahyul tidak-- tahun 2007 akan terbongkar perselingkuhan yang dilakukan banyak orang. Dan yang paling banyak skandal yang terbongkar itu adalah pada pria yang shio ular yang lahir di tahun 1977. Waaaaaaa ... aku juga shio ular dan lahir tahun 1977. Jangan-jangan benaran aku berselingkuh, dan itu akan terbongkar HAHAHAHA ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut oeiiiiiiiiiiiiiiii ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116773123274658300?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116773123274658300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116773123274658300&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116773123274658300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116773123274658300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2007/01/tahyul.html' title='Tahyul'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116667277357014091</id><published>2006-12-21T10:26:00.000+07:00</published><updated>2006-12-21T10:46:13.623+07:00</updated><title type='text'>Diet</title><content type='html'>Hayooo ... jujur-jujuran. Kalo bicara tentang diet, kaum manakah yang paling getol dan sering melakukannya? Pria atau wanita? Hehehe ... jawabannya pasti mutlak 99% yang akan menjawab: WANITA :) Setuju khan? *hayo ibu-ibu ... dilarang protes HAHAHA*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu kenapa diet selalu diasumsikan dengan wanita. Lihat saja iklan, produk, atau program-program yang menawarkan diet. Dari produk berupa teh pelangsing, gula rendah kalori, obat pencair lemak, sampai program spesial yang katanya bisa menghancurkan tumpukan-tumpukan daging yang tumbuh subur tidak pada tempatnya dalam sekian hari, hampir bisa dipastikan yang menjadi korban atau modelnya pasti wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang khan lihat iklan diet memakai pria sebagai modelnya. Hampir tidak pernah juga ketemu tag iklan diet yang berbunyi: "program menurunkan berat badan untuk kaum PRIA, 1 minggu turun 10 kg ... dijamin uang kembali". Aku yakin, kalau iklannya kayak gitu, itu sama saja mematikan pasaran sendiri alias tidak laku alias membangkrutkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa wanita selalu jadi objek produk diet? Menurutku alasannya sangat sederhana dan simpel, yaitu persepsi dunia ini bahwa seorang wanita yang cantik, menarik, dan disukai oleh lingkungan sekitar, terutama pria, adalah wanita yang singset alias langsing alias semampai alias mulus alias yang tidak ada tumpukan lemak di berbagai tempat. Jadi kalau dirasa ada bagian tubuh yang kelebihan proposinya, dengan mudah wanita merasa gelisah dan selalu berusaha keras menyembunyikan bagian yang dirasa aneh tersebut. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menggunakan olahraga atau fitness sebagai pilihan aktivitas untuk itu. Hitung-hitung lumayan bermanfaat, selain tubuh sehat juga bisa membuat tubuh ini menjadi enak untuk dipandang. Manfaat lain? Bagi yang masih single ini menjadi ajang promosi yang lumayan, siapa tahu dari sana bisa dapat gebetan hehe ... Atau yang sudah berkeluarga juga punya keasyikan sendiri, apa itu? Siapa nanya bisa mendapat gandengan baru alias sephia alias persiapan untuk poliandri HAHAHAHA ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu tidak semua suka dan punya waktu untuk olahraga, dari alasan kesibukan bekerja, konsen mengejar karir, sibuk mengasuh anak, hingga alasan tidak ada budget untuk aktivitas yang satu ini. Cara lain? Ada yang puasa senin-kamis. Tapi cara ini berat juga, karena banyak orang yang tidak sanggup menahan nafsu dan tuntutan perut. Kalau sudah gitu, jalan singkat pun ditempuh. Ketika melihat tawaran diet yang menggiurkan dengan sejuta jaminan dan testimoni, seperti ikan melihat umpan cacing yang mengeliat kesakitan, segera deh dicaplok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatanku, ibu-ibu yang baru melahirkan sepertinya yang paling getol berdiet-ria. Kok bisa? Iyalah ... Sewaktu hamil, tubuh mereka khan membengkak abiz. Mulai dari pipi yang tambah gembul, lengan tangan yang bertambah kekar, paha dan betis yang melebar, hingga jari-jari pun kelihatan tambah bulat. Perubahan yang paling drastis adalah bagian perut dan pinggang, yang harus berkorban dan merelakan diri mereka --demi buah hati tercinta mereka-- membesar menjadi puluhan kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran saat hamil, waktu ketemu rekan senasib-sepenanggungan, pertanyaan yang pertama keluar adalah: naik berapa kg? Setahuku sih wajarnya sekitar 12-15 kg, tapi karena berbagai faktor kenaikan tersebut beragam. Konon ada satu blogger yang mengaku naik sampai 24 kg yah hehehe ... luar biasa khan? Makanya ketika sehabis melahirkan, sisa-sisa kemakmuran itu masih menempel di tubuh sang ibu. So ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu deh aku mengakuinya. Dulu pernah terpikir juga aku untuk diet hehehe *memerah oeiiii muka daku* Kapankah itu? Duluuuu ... waktu masih kuliah. Karena masih berstatus mahasiswa yang kerjaannya tidak jelas, datang ke kampus hanya sewaktu-waktu kalau ada jadwal kelas saja, sedangkan urusan perut tetap seperti biasa alias diisi terus kalau cacing-cacing di perutku protes, dan sehabis maem biasanya langsung ngorok alias tidur ... jadi bisa ditebak deh, bagian tubuh mana yang menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap ... perutttttt hehehe ... kalau para binaragawan membentuk mereka menjadi six packs, saat itu aku mengolah perutku menjadi one pack. Nah ... pas lagi genit-genitnya alias mulai lirik kiri-kanan, malu juga punya perut yang maju tersebut. Tengsin dong cakep-cakep gini tapi punya perut kayak busung lapar hehe ... Alhasil pernah terbersit pikiran untuk beli obat diet, biar perutnya jadi lebih rata dan enak untuk dilihat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu cuma sebatas ide saja. Karena pernah dibilangin kalau obat-obat gituan cuma bentuk lain pencuci perut saja alias menseringkan kita untuk menunaikan panggilan alam, so ... sampai detik ini aku belum pernah merasakan yang namanya diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah teman-teman cara terampuh untuk diet? Hmmm ... apakah itu? Sttt ... Aku beritahu rahasianya yah: BUATLAH SKANDAL HEBOH. Loh apa hubungannya? Ada deh ... Ingat 2 kasus heboh belakangan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap ... pertama kasus video porno, kemudian isu poligami. Konon, kedua aktor dibaliknya dalam sekian hari berat badannya turun drastis loh. Yang pertama turum 5 kg, dan yang ke-2 turun sampai 4 kg. Dahsyat khan hehe ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ibu-ibu --termasuk bapak-bapak-- yang lagi diet ... cepetan buat skandal :)) :)) :)) Kalau sudah, ditunggu laporannya yah ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116667277357014091?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116667277357014091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116667277357014091&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116667277357014091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116667277357014091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/12/diet.html' title='Diet'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116641311142984841</id><published>2006-12-18T10:37:00.000+07:00</published><updated>2006-12-19T13:12:34.013+07:00</updated><title type='text'>Albothyl</title><content type='html'>Beberapa hari ini nafsu makanku berkurang drastis. Kata orang-orang sih lagi tidak berselera terhadap makanan. Selain itu nafsu bicara alias bercerita juga berkurang. Memakai istilah salah satu artis, saat ini aku boleh juga dijuluki mr. no comment. Apakah penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saat ini aku lagi over weight, hingga harus ber-diet ria? Bukan ah ... Atau pusing mikirin isu poligami yang marak di bumi nusantara ini? Bukan juga. Hmm ... jangan-jangan lagi stress dan takut kalau-kalau video ehem-ehem-ku beredar luas, trus jadi pembicaraan hot di Republik ini dan menyaingi kasus anggota parlemen kita? Bukanlah ... emangnya Hendri kurang kerjaan hingga ikut-ikutan buat video syur juga hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan aku ikut prihatin dengan kematian Alda, yang konon berkembang berita dia bukan meninggal karena over dosis, tapi terkait dengan jaringan yang tidak ketahuan ujung pangkalnya, trus dibunuh. Hehehe ... perasaan juga tidak tuh. Atau [ini kemungkinan yang paling benar], jangan-jangan dapur di rumah udah jarang ngebul alias mau bangkrut hehehe ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah. Bukan karena alasan-alasan di atas yang membuatku kehilangan selera makan. Alasan yang sebenarnya adalah karena saat ini aku lagi mengalami luka di bagian mulut, terutama di bibir yang terkenal dengan sebutan sariawan. Ndak tanggung-tanggung, jumlahnya bukan cuma satu biji, tapi tiga. Kalau mau dirincikan, 1 biji muncul di bibir bawah bagian kiri, 1 lagi nongol di bibir bawah bagian kanan ... trus 1-nya nongkrong dengan manis di lidah bagian kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bisa dibayangkan khan sakitnya kalau mau makan. Makanya kalau biasanya lihat makanan kesukaan disajikan, yang selama ini langsung disantap dengan lahap, belakangan ini agak menahan diri sambil menghibur diri: tunggu kalau udah sembuh hehe. Dan makanan yang melewati tenggorokanku beberapa hari ini adalah makanan jenis kuah alias sup atau soto. Selebihnya ... tahan dulu deh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termasuk orang yang sering sariawan. Menurut ortu, di keluargaku yang paling sering mengeluh sariawan adalah daku. Ndak tahu karena aku yang paling doyan makan jajanan atau snack yang kata orang-orang banyak MSG-nya, atau aku paling suka yang namanya gorengan, atau mungkin karena aku termasuk orang yang jarang minum, hingga mudah panas dalam dan efek sampingnya sariawan. Tapi yang jelas, hampir tiap bulan aku selalu menderita yang namanya sariawan :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menurutku sering juga menjadi penyebab sariawan adalah kegigit sendiri. Entah itu sengaja atau tidak, tapi itulah yang terjadi. Dan anehnya, kalau kita iseng untuk memperhatikan dan mengingat, sekali bibir kita luka karena kegigit, sering secara tidak sengaja bagian itu kegigit lagi hingga mempercepat proses membesarnya sariawan itu. Hayooo ... pernah khan mengalaminya juga hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil kalau sariawan, obat yang dikasih adalah heu fung san [ndak tahu bahasa indonesianya apa]. Obat ini bentuknya bubuk, yang rasanya pahitttt sekali. Jadi cara pengobatannya adalah dengan mengoleskan bubuk ini ke sariawan kita, dan konon dalam waktu beberapa hari sariawan tersebut akan sembuh. Mujarab sih mujarab. Tapi bagi bocah pahitnya itu loh, ndak tahan ... Makanya dulu waktu kecil lagi sariawan, lebih banyak tutup mulut alias diam dari pada lapor ke ortu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang dewasa, mulai deh mengkonsumsi minuman-minuman yang konon bisa menurunkan panas badan. Tidak ketinggalan konsumsi vitamin sebagai pencegahan dan pengobatan. Tapi segiat apapun pencegahan yang dilakukan, yang namanya sariawan tidak pernah mau beranjak dari daku alias muncul terus. Aku curiga nih, jangan-jangan virus atau bakteri sariawan itu berjenis kelamin cewek, makanya dia betah berlama-lama nongkrong di diriku, meskipun sudah diusir secara tidak berperikebakterian hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu saat aku dikenalkan obat yang menurutku sangat mujarab sekali. Namanya Albothyl [ups ... ini kayaknya promosi yah, tapi jujur, aku tidak dibayar loh hehehe]. Obat ini bentuknya cairan warna kecoklatan cenderung item. Cara pengobatannya sama, yaitu diteteskan dulu ke media pembantu [biasanya pake cotton bud], trus dioleskan perlahan-lahan ke sariawan kita. Rasanya? SAKITTT dan PAHITTTT. Sakitnya seperti luka di kaki ditetesin betadine. Tapi efeknya luar biasa, dalam tempo sesingkat-singkatnya kita bebas untuk menyantap apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau diringkas, sistem kerja obat ini adalah seperti memberikan efek bius pada sariawan kita, kemudian membentuk selaput berwarna putih yang fungsinya mencegah sariawan kita terkena sentuhan-sentuhan luar yang bisa membuat sariawan tambah parah. Singkat cerita ... inilah senjata utamaku dalam memerangi sariawan hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku pikir cuma aku yang sering sariawan. Tapi rupanya ada juga teman senasib sepenangunganku juga. Dia teman gereja waktu aku kuliah dulu. Waktu cerita-cerita, terlontar topik tentang sariawan. Dan yang membuat aku takjub adalah ... rekor jumlah sariawan yang pernah dia alami. Kalau selama ini aku paling banyak kena 3 atau 4, mau tahu dia pernah berapa? 15 bijiiiii ... ASTAGA!!! Gimana tuh sakitnya hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku yakin teman-teman juga punya pengalaman ber-sariawan juga. So ... ceritalah :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116641311142984841?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116641311142984841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116641311142984841&amp;isPopup=true' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116641311142984841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116641311142984841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/12/albothyl.html' title='Albothyl'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116590048758757939</id><published>2006-12-12T09:51:00.000+07:00</published><updated>2006-12-12T12:14:47.820+07:00</updated><title type='text'>Ketiduran</title><content type='html'>Kejadian yang menurutku luar biasa ini baru saja aku lihat beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku sedang dalam perjalanan ke kantor. Pas di perempatan, karena lampu lalu lintas sedang merah, tentu dong aku ikut berhenti. Dalam ketidakada kerjaan seraya menanti lampu berubah menjadi hijau, aku celingak-celinguk aja melihat sekelilingku. Beberapa meter di depanku, aku melihat seorang pengendara motor sedang menundukkan kepalanya. Awalnya aku tidak begitu memperhatikan, karena aku pikir itu hal yang wajar saja, paling-paling dia sedang melepaskan kelelahan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lampu hijau, perlahan-lahan kita pun maju. Tapi herannya, aku lihat pengendara motor tersebut masih diam saja tiada reaksi apapun. Dia tetap menundukkan kepalanya, posisi badannya juga tidak berubah, dan tidak kelihatan tanda-tanda dia akan menjalankan motornya. Sementara di belakangnya, sudah ada beberapa pemakai jalan raya mulai tidak sabar alias mulai klakson-klakson. Tapi anehnya dia tetap diammmm saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja aku penasaran. Makanya aku perhatikan terus tuh orang, lagi ngapain sih dia. Dan saat aku melewatinya, aku pun menyempatkan diri melihat ke arah orang tersebut. Dan ASTAGA!!! Tahu apa yang terjadi? Orang itu sedang ketiduran!!! Seketika kekaguman dan decak takjub mengalir begitu saja dari bibirku: hebat ... dia bisa tidak jatuh padahal sedang tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, ketiduran pasti pernah dialami oleh semua orang. Penyebab utamanya sih karena kurang tidur. Entah karena semalaman bergadang nonton bola atau berlembur ria menyelesaikan pekerjaan, yang jelas hampir bisa dipastikan keesokan harinya orang yang bersangkutan akan diserang ngantuk, yang ujungnya menyebabkan ketiduran. Selain itu, faktor bosan juga bisa menyebabkan ketiduran. Entah bosan karena tidak ada kerjaan, bosan karena harus mendengarkan orang bicara, ataupun bosan karena melakukan sebuah pekerjaan yang itu-itu saja alias monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, aku kagum dengan orang Jepang. Entah ini benar atau tidak, tapi sering aku lihat --baik di net ataupun komik-- bagaimana orang Jepang bisa dengan cara luar biasa memanfaatkan waktu lowong mereka, terutama waktu berangkat atau pulang kerja dengan tidur. Tidak tahu itu sengaja tidur atau ketiduran, tapi aku kagum dengan mereka. Yang paling mengherankan aku adalah melihat mereka bisa bergantungan di kereta sambil tiduran, dan tidak jatuh. Herannya, pas sampai tujuan mereka, seperti sudah dialarm, mereka langsung terbangun, trus beraktivitas seperti biasa. Kalau aku mah ... pasti udah bablas entah ke mana hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara ketiduran, aku pun pernah mengalaminya. Sering ndak yah? Hmmm ... lumayan sih hehehe ... Yang paling sering itu adalah saat sedang nonton TV. Sebagai info, ada 2 acara yang paling aku suka, yaitu balapan [entah F1 maupun MotoGP], dan sepakbola. Seperti biasa, di awal-awal pertandingan atau perlombaan, aku pasti menontonnya dengan antusias. Memasuki 1/4 jalan, posisiku yang semula duduk mulai berubah menjadi berbaring ... dan seperti sudah hukum alam, belum sampai 1/2 pertandingan ... aku langsung ketiduran hehe ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku yang udah hafal dengan sifatku yang satu ini, selalu siap sedia di dekatku. Saat aku tewas tak berdaya, itulah kesempatannya untuk men-agresi remote control, dan mengubah channel TV ke saluran gosip yang disukainya. Tentu saja tidak tiap kali aku seperti itu. Kalau pertandingannya seru mah, remote tidak lepas-lepas dari tanganku. Cuma itu ... kalau pertandingannya tidak seru, membosankan, tidak istimewa ... yahhh bisa dipastikan aku ketiduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ketiduran lainnya juga seru. Tahu kejadiannya di mana? Di bioskop :) Kok bisa? Hehehe ... gini cerita lengkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini sudah lama sekali terjadi, sewaktu itu aku masih menjadi mahasiswa di Jogja. Karena sedang liburan semester, aku pun main ke Jakarta. Aku menginap di rumah saudara di daerah Mangga Besar. Hari minggu siang, karena tidak ada kerjaan, saudaraku pun mengajak aku nonton di bioskop Lokasari. Aku ingat persis judul filmnya waktu itu: The God must be crazy. Kita pun beli tiket untuk jadwal main jam 2. Setelah siap dengan cemilan dan minuman, nongkronglah dengan manis kami di dalam teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat sekeliling, rupanya yang nonton sedikittttt sekali, bisa diitung dengan jari. Aku mah tidak ambil pusing, malah aku pikir enak nonton tidak begitu ramai. Seperti biasa, sebelum film utama diputar, selalu ditayangkan ekstra-ekstra. Waktu ekstra pertama ditayangkan, hati senang ... lumayan info dan tontonan gratis. Selesai pertama, ekstra ke-2 diputar, hati masih senang. Kemudian secara berturut-turut, ekstra ke-3, 4, 5, 6, 7 ... dan entah sampai ke berapa hati ini mulai terheran-heran, apa gerangan yang terjadi dan kapan film utamanya diputar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, tahu apa yang terjadi? Rupanya karena penontonnya sedikit, pihak bioskop memutuskan secara sepihak untuk meniadakan tontonan jam 2. Dan sambil menunggu tayangan jam 4, sebagai kompensasi bagi kita-kita yang sudah membeli tiket dan sudah masuk, dijejalilah mata kami dengan ekstra yang sangattt banyakkkk. Bayangkan deh, selama hampir 2 jam lihat ekstra terus ... Alhasil, ketika film utama diputar, aku udah tidak sanggup lagi deh. Baru saja memasuki menit kesekian, aku udah tewas dengan sukses. Bangun-bangun, di layar sudah terpampang daftar para pemeran film tersebut hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aku juga pernah ketiduran waktu ikut seminar, waktu kuliah, di kantor bahkan [ini mah memalukan sekali] waktu sedang di gereja. ALAMAK!!!! Tidak mau aku menceritakan lengkapnya, tapi setelah kejadian itu aku benar-benar bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ... fenomena ketiduran, itulah adanya. Saat jiwa ini sedang lelah, batin ini lagi capek, dan raga ini dalam keadaan letih, itulah saatnya bagi kita untuk mengambil waktu sejenak beristirahat. Tidurlah yang cukup, jangan memaksakan diri ... dan janganlah ketiduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin teman-teman pasti punya pengalaman juga. So seperti biasa ... share juga yah :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116590048758757939?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116590048758757939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116590048758757939&amp;isPopup=true' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116590048758757939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116590048758757939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/12/ketiduran.html' title='Ketiduran'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116554283684672924</id><published>2006-12-08T08:52:00.000+07:00</published><updated>2006-12-08T08:53:56.896+07:00</updated><title type='text'>Heboh</title><content type='html'>Tahu berita apa yang paling heboh belakangan ini? Berita yang mendominasi headline media massa, dari koran, TV, hingga situs berita. Berita yang membuat orang-orang penasaran sekaligus tidak tahan untuk memberikan komentar-komentar ataupun analisa-analisa menurut versi mereka? Yap ... tidak usahlah aku sebut nama lengkap dari pembuat sensasi ini, karena aku yakin semua sudah tahu dan hafal di luar kepala siapa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YZ dan ME ... seketika menjadi populer di republik ini. Entah dari mana munculnya, tidak ada angin tidak ada badai, petir di siang bolongpun tidak menggelegar, mengalir begitu saja berita yang menghebohkah: beredar video porno anggota dewan dengan seorang penyanyi dangdut. Hmmm ... dalam waktu singkat, berita mengenai mereka langsung laris dihunting. Bukan cuma berita, tapi gambar hingga cuplikan video --ada yang mengatakan berdurasi 45 detik, tapi ada juga yang mengatakan 5 menit-- juga menjadi sasaran para hunter yang haus tontonan gratis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, kalau mau dikumulasikan, semingguan ini situs google indonesia, keyword yang paling banyak dipakai orang adalah nama kedua aktor itu. Di situs berita, hit yang paling laris alias berita yang paling banyak diklik orang untuk dibaca juga berita tentang kasus ini. Di milis-milis juga mungkin beredar request-request: kirimin dong video panas anggota dewan. Apalagi belakangan ini ada wawancara langsung dengan yang bersangkutan ... komplit dan terjawab tuntas deh, rasa ingin tahu penduduk se-Republik ini hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sih begitu heboh berita ini? Bukankah belakangan ini pernah juga beredar video atau rekaman esek-esek, seperti Bandung Lautan Api, Belum Ada Judul, atau Lamongan Membara [emang ada yah yang ini hehehe], tapi kehebohannya tidak seperti ini. Saking hebohnya, kasus-kasus yang semula hot di Republik ini, seperti Lapindo atau Bintang Kejora di Papua seperti tiarap alias tidak kedengaran lagi. Hmm ... lagi-lagi teropong bola lampu Hendri berbicara: jangan-jangan kasus ini sengaja diangkat supaya kontroversi kasus-kasus yang susah untuk ditangani dilupakan sementara oleh masyarakat. *hush ... sembarangan aja bicara hehehe*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama mengapa kasus ini begitu heboh karena melibatkan wakil rakyat. Anggota dewan oeiii ... jabatan tertinggi di Republik ini [sama presiden tinggi mana sih hehehe].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita tahu, sadar atau tidak, sebenarnya banyak orang yang sudah bosan, muak, marah, jengkel, hingga putus asa dengan yang namanya wakil rakyat. Kenapa? Karena kecewa saja melihat sikap mereka. Waktu kampanye, mereka begitu baik, ramah, hingga menawarkan 1.001 janji hingga kita terpikat, trus memilih mereka. Dan setelah mereka terpilih? Apakah masih seperti saat kampanye?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin mayoritas akan menggeleng-geleng kepala. Yang masyarakat tahu adalah mereka sepertinya terlena dengan dinginnya ruang kerja mereka serta empuk  kursi anggota dewan. Yang mereka pikirkan hanyalah kepentingan sendiri. Tuntut gaji naik sekian persen, tunjangan naik sekian persen ... sebuah tindakan ironi saat masyarakat bangsa ini justru terpuruk dalam kemiskinan. Belum lagi waktu sidang, yang konon banyak yang bolos, tidak serius, asal hadir, hingga sekadar memenuhi kuota kehadiran saja. Bahkan pernah beredar foto yang menurutku sangat memalukan. Dalam sidang, terlihat anggota dewan lagi asyik baca koran ... hingga yang parah ada anggota yang ketangkap kamera sedang tidur dengan begitu pulas ... ASTAGA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya saat ada kasus ini, semuanya seperti mensyukuri. "Kena batunya deh ..." mungkin itu ucapan yang keluar dari banyak mulut. Kasus ini sepertinya semakin membuka mata masyarakat, begitulah boboroknya republik ini. Gimana mau maju nih bangsa, kalau anggota dewan yang notebene wakil rakyat kerjaannya cuma kayak gitu. *sigh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mengapa kasus ini begitu heboh tidak lain karena artisnya lumayan cantik ;) ini kasus pertama yang melibatkan anggota dewan, persitiwa ini terjadi saat bangsa ini sedang berjuang memerangi pornografi dan pornoaksi, dan yang terutama: ada tontonan gratis gitu loh hehehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semula ikut kelompok yang sedikit mensyukuri kejadian ini. Tapi saat aku baca berita di salah satu situs berita, aku sepertinya tercerahkan. Timbul perasaan simpati dan kasihan dengan korban, terutama pihak laki-laki alias YZ. Di situ diceritakan bagaimana stressnya dia hingga berat badannya turun drastis --katanya sih sampai turun 5 kg dalam waktu beberapa hari saja--, kemudian bagaimana keluarga harus buru-buru mengubah channel TV saat ada berita tentang kasus ini, dan dampaknya juga ke masalah internal keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan, YZ pasti sangat tertekan. Dari luar, media masih menjadikan dia sasaran empuk pemberitaan, lawan politik mungkin ada yang memanfaatkan kasus ini sebagai senjata mematikan, plus mungkin ada cemooh-an dari beberapa kalangan ataupun lingkungan sekitar. Sedangkan dari dalam, aku tidak tahu jelas. Tapi mungkin keharmonisan keluarga sedikit terusik hingga anak-cucu juga kena imbas malunya. Pokoknya sudah jatuh ketimpa tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku langsung melayang ke negeri Paman Sam, saat ada skandal serupa antara Kang Clinton dengan Jeng Lewinsky. Heboh juga khan waktu itu. Bukan cuma di intern negara Amrik, tapi juga sedunia. Sampai-sampai ada rapat khusus untuk memutuskan apakah ada impeachment atau tidak. Aku yakin, tekanan untuk Clinton jauh lebih besar dibandingkan YZ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sinilah kebesaran hati dan kedewasaan berbicara. Aku tidak tahu proses yang terjadi, tapi yang ditampilkan waktu kasus itu terjadi adalah bagaimana keluarga, terutama sang istri Hillary, mendukung habis suaminya --meskipun mungkin sempat sakit hati dan marah besar--. Dan secara jantan pula Clinton mengaku bersalah, meminta maaf ... dan hasilnya kita tahu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ... dukungan moril dari keluarga. Itukah kunci segala peristiwa dan amunisi yang diperlukan? Bisakah keluarga masih mendukung saat bahtera itu dinodai? Masih adakah keharmonisan dan keceriaan dalam dalam sebuah keluarga kala ada aib yang merebak? Apakah canda dan gelak tawa masih memenuhi ruangan keluarga bila kepercayaan diperkosa? Masihkah kata sayang dibisikkan saat cermin keluarga itu retak? Sanggupkah sang nahkoda tetap memandu kapal saat jarum kompas patah menjadi dua? Dan ... adakah maaf yang diberikan secara tulus bila tetes airmata penyesalan ditumpahkan secara tulus juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu bagaimana akhir kasus YZ ini. Masih panjangkah? Atau jangan-jangan muncul kasus lain lagi yang lebih heboh hingga kasus ini dilupakan begitu saja? Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya ... satu hal lagi yang aku pelajari dan dapatkan. Apakah itu? Simpel: JANGANLAH MENGHAKIMI ;) ciaooo ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*) Btw, aku belum pernah lihat loh videonya. Hmmm ... penasaran juga HAHAHAHA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116554283684672924?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116554283684672924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116554283684672924&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116554283684672924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116554283684672924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/12/heboh.html' title='Heboh'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116528180755321438</id><published>2006-12-05T08:22:00.000+07:00</published><updated>2006-12-05T08:23:27.600+07:00</updated><title type='text'>Limited Edition</title><content type='html'>Bayangkan kejadian berikut. Suatu hari Anda mendapat undangan kondangan dari seorang sahabat dekat Anda. Tentu saja senang dong. Selain karena ikut berbahagia, juga ajang seperti itu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berkumpul, bersapa, bercengkerama ria dengan teman atau sobat yang mungkin sudah lama tidak Anda jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking senangnya, jauh hari Anda pun mempersiapkan diri untuk hari H-nya. Mulai dari merencanakan memakai baju apa, sepatu yang mana, berdandan di mana, hingga mau membungkus duit seberapa dalam bentuk angpau. Pas hari H-nya, kesibukan plus kehebohan dimulai. Khusus untuk kaum hawa neh, beberapa jam sebelumnya sudah nongkrong manis di salon, merelakan wajahnya dipermak habis, menambahkan pernak-pernik sebagai hiasan pemanis, dan yang tidak ketinggalan: memastikan baju yang akan dipakai sudah rapi, kinclong, dan tentu saja wangi alias harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dengan semangat 66 Anda pun berangkat ke gedung atau restoran tempat resepsi. Dengan muka gembira, seolah memamerkan deretan gigi yang putih cemerlang, tidak ketinggalan langkah tegap dan percaya diri, Anda memasuki ruangan pesta. Saat ketemu teman lama, cipika-cipiki mulai diobral. Tawa renyah dan pekikan senang dilontarkan. Nostalgia masa lalu memenuhi suasana. Tidak ketinggalan gosip-gosip hangat meluncur begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ... sekelibat bayangan melintas melewati pandangan Anda. Meskipun cuma sesaat, tapi kehadiran sosok tersebut sanggup membuat Anda tertegun, terpana, terpaku, hingga diam seribu bahasa. Siapakah dia? Bekas pacarkah? Atasan Andakah? Orang yang Anda naksirkah [khusus yang belum berumah tangga]? Atau jangan-jangan itu musuh Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ... orang tersebut hanyalah seorang biasa, yang mungkin tidak Anda kenal. Tapi kenapa Anda bisa tertegun seperti itu? Alasannya sederhana: baju yang dia pakai sama persis dengan yang Anda pakai ... Seandainya Anda dalam kondisi seperti itu, bagaimanakah reaksi Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, hampir 97% akan menjawab: MALU. Seketika keceriaan yang menumpuk buyar dalam hitungan detik. Kepercayaan diri yang tinggi juga lenyap secepat kilat. Rasa jengah menyelimuti kita. Perasaan enggan untuk berlama-lama di ruangan tersebut juga menghampiri kita. Kalau bisa dan memungkinkan, kita akan bertindak seperti burung unta alias menanam kepala kita ke lantai, atau memasukkan diri kita ke laci meja supaya kita tidak kelihatan. Pokoknya kita menjadi serba salah dan berharap waktu cepatlah berlalu. Mungkin ada yang ekstrim langsung meninggalkan ruangan tersebut juga, pulang, dan bersumpah di dalam hati tidak akan pernah memakai baju itu lagi. Benar ndak hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mah belum pernah mengalami hal seperti itu. Tapi yang agak mirip pernah. Kejadiannya udah lama, waktu aku awal-awal kuliah. Namanya juga anak kost, saat ada obral besar di salah satu supermarket, aku ikut memborong juga. Salah satu yang aku borong adalah sehelai hem, yang menurutku cakep dan warnanya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku memakai baju tersebut jalan-jalan di salah satu mal bersama teman-teman kongkow. Mulanya sih biasa saja alias kita having fun gitu. Setelah beberapa saat, salah satu temanku berbisik padaku: tuh ... ada kembaranmu di pojok sono. Segera aku mengalihkan pandanganku ke arah yang ditunjuk temanku, dan .... ASTAGAAAA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat dengan mata kepalaku sendiri, di pojok sana ada seorang cowok, sedang ngobrol dengan teman-temannya juga ... dan MEMAKAI BAJU YANG PERSIS SAMA DENGANKU. Teman-temanku spontan menertawakanku sambil mengejek: dari panti asuhan mana tuh... Dan apa yang aku lakukan? Ambil kaki seribu langkah alias kabur dengan tempo sesingkat-singkatnya dari tempat tersebut. Dan seperti yang aku tulis di atas, dalam hatiku muncul sumpah palapa: mempensiunkan dini baju tersebut alias tidak pernah akan memakai baju itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal di atas bisa terjadi? Terus terang sampai sekarang aku belum mendapat jawabannya. Tapi saat aku menulis postingku yang berjudul "&lt;a href='..' target=_blank&gt;unik&lt;/a&gt;", aku sepertinya menemukan sehelai benang merah. Perasaan-perasaan seperti itu mungkin disebabkan satu hal: kita adalah pribadi yang unik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking uniknya, dalam diri kita selalu timbul semangat menginginkan sesuatu yang serba terbatas alias limited version. Makanya tidak perlu heran deh, saat ada peluncuran produk dengan embel-embel limited, dijamin dengan segera diserbu orang alias laku keras, meskipun secara sadar kadang harus merogoh kocek lebih banyak. Tapi perasaan yang didapat itu loh, yang kadang membuat kita merasa sebanding dengan apa yang harus kita keluarkan demi satu kata: LIMITED.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... i'm unique gitu loh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula dengan pengalaman teman-teman? Ceritakan juga yah ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116528180755321438?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116528180755321438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116528180755321438&amp;isPopup=true' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116528180755321438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116528180755321438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/12/limited-edition.html' title='Limited Edition'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116485667598313663</id><published>2006-11-30T10:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-30T10:17:56.026+07:00</updated><title type='text'>Waktu [2]</title><content type='html'>Aku seakan tidak percaya saat melihat kalender mejaku. Berulang-ulang kukucek-kucek mataku sekadar untuk memastikan bahwa penglihatanku masih normal. Kubolak-balik kalender tersebut hanya untuk memastikan bahwa itu benar kalender tahun 2006. Kulirik kiri-kanan sambil bertanya kepada teman yang lewat, tanggal berapakah hari ini??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGA!!! Hari ini sudah tanggal 30 [baca: tiga puluh], hari terakhir di bulan November 2006. Artinya besok secara resmi kita akan memasuki bulan terakhir di tahun 2006 ini alias Desember. Gila yah ... waktu berlalu dengan begitu cepat. Secepat jet coaster yang meluncur kencang ke bawah yang sanggup membuat jantung ini berdetak lebih kencang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas diingatanku, awal bulan ini aku menulis posting tentang November Rain. Sekarang dalam hitungan detik, November Rain akan segera berlalu dan berganti dengan December Snow. Kalau mau tarik mundur lagi, masih clear sekali saat aku merayakan ultahku di akhir September, perayaan my first wedding anniversary di awal Juli, kelahiran Marvel di awal April ... sampai memori saat harus merayakan pergantian tahun di Kereta Api untuk pertama kalinya, dengan perut istri masih gede alias Marvel belum nongol hehehe ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau ekstrim tarik mundur lebih jauh lagi, masih terhampar jelas garis waktu dengan titik-titik penuh sejarah yang patut untuk dikenang. Tahun 2005 saat menikah, 2004 saat ikut heboh kampanye dan pemilu, 2003 saat bertunangan, 2002 waktu hijrah ke Jakarta, termasuk tahun 2000 saat ikut-ikutan heboh karena isyu Y2K. Semua kenangan itu masih terekam dengan baik di memori ini. Dan kala ada waktu senggang untuk menggalinya lebih dalam lagi, satu kata meluncur lembut dari bibir ini: luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi curiga, jangan-jangan sekarang satu hari tidak lagi 24 jam, tapi mungkin cuma 15 atau 16 jam. Jangan-jangan selama ini kita diboongin ama tukang jam, yang secara diam-diam membuat jam yang berdetak lebih cepat dari seharusnya. Kalau tidak, kenapa waktu bisa berjalan begitu cepat? Hayoooo ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat masih kecil, waktu rasanya berjalan lambat sekali. Hari-hari dilalui dengan begitu panjang, seakan waktu tidak jalan. Apalagi kalau ada janji manis yang mengasyikkan, misalnya hari ini hari Rabu, dan orang tua berjanji akan mengajak kita jalan-jalan di hari Minggu, maka penantian kita dari hari Rabu ke Minggu rasanya lamaaaaaaa sekali. Rasa tidak sabar, jam dipelototin terus, kalender dilihat abizz, timbul niat untuk cepatin jam secara manual dengan harapan waktu juga bisa berlalu dengan cepat ... untuk apa? Yap ... supaya hari Minggu segera tiba. Pernah khan teman-teman mengalaminya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang? Kita malah mengharapkan waktu berjalan lebih lambat. Kalau bisa selambat mungkin, supaya hidup ini jadi lebih rileks, lebih menikmati, dan segala sesuatu tidak terburu-buru. Bahkan seandainya benar Doraemon itu ada, yang dengan kantong ajaibnya bisa mengeluarkan alat pelambat waktu serta laci mesin waktunya, aku yakin dia pasti jadi bahan rebutan orang sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ngomong punya ngomong, kenapa sekarang waktu seperti berjalan dengan cepat? Menurutku salah satu faktornya adalah banyaknya kesibukan atau aktivitas. Beda dengan dulu waktu kecil yang masih sedikit kegiatan, di mana satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah belajar dan bermain, saat kita sudah dewasa dan terjun dalam dunia kerja, impitan kegiatan dan tugas yang acapkali menuntuk deadline membuat kita tenggelam di dalamnya hingga lupa waktu sudah berjalan sedemikian rupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi penuh, pikiran dikuras sedemikian rupa, tenaga dicurahkan maksimal juga salah satu faktor yang membuat kita tidak merasa waktu sudah berjalan. Dalam keasyikan bekerja atau beraktivitas, kita secara sadar atau tidak menempatkan diri kita memasuki waktu kairos [pernah aku bahas sekilas di posting ini: &lt;a href="http://hendribun.blogspot.com/2006/01/waktu.html" target=_blank&gt;waktu&lt;/a&gt;], jadi tidak heran kita merasa waktu berjalan dengan cepat. Tahu-tahu sudah wiken, tahu-tahu sudah senin, tahu-tahu sudah desember, tahu-tahu sudah 2007 ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kayaknya tukang jam tidak booingin kita yah hehehe ... Apapun juga, kiranya waktu-waktu yang kita lewatkan bisa kita maknai penuh, hingga kita tidak merasa membuang waktu yang ada dengan sia-sia. Penuhilah, gambarilah, dan warnailah dengan hal-hal yang indah dan berguna ... hingga suatu hari ketika kita melihat kembali jejak waktu kita, kita bisa dengan muka tersenyum dan hati puas menemukan karya-karya terbaik kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116485667598313663?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116485667598313663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116485667598313663&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116485667598313663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116485667598313663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/waktu-2.html' title='Waktu [2]'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116456104830146288</id><published>2006-11-27T00:07:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T09:57:13.156+07:00</updated><title type='text'>Korban</title><content type='html'>Teman-teman pernah dengar nama John Cena atau Trish Stratus? Teropong bolaku melihat kebanyakan menggeleng-geleng kepala alias tidak pernah dengar nama itu hehe ... Atau aku sebut nama lain: Kane, Undertaker, King Brooker, RVD, Jeff Hardy, Triple H, atau Big Show? Hmm ... sebagian kelihatannya sudah mengangguk-angguk, tapi kayaknya masih banyak yang geleng-geleng :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku sebut The Rock? Aha ... mayoritas sudah tunjuk tangan dan teriak: TAHU. Yap ... The Rock adalah salah satu jebolan acara ini yang sekarang sudah beralih profesi menjadi aktor, di mana salah satu filmnya yang terkenal adalah Run Down. Terlebih kalau aku sebut Hulk Hogan, aku yakin 100% sidang pembaca sudah tahu apa yang aku maksudkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smack Down ... sebuah acara gulat bebas gaya Amrik yang sudah mendunia. Ditayangkan hampir setiap malam oleh sebuah stasiun TV swasta dengan label 'saatnya tontonan laki-laki', adalah acara yang dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan salah satu insting utama manusia: kekerasan. Dengan tema berbeda-beda, dari WWE, AfterBurn, Hard Core, hingga No Mercy, acara ini secara sengaja dibuat untuk memancing adrenalin para penikmatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi panggung yang ditampilkan luar biasa, dari sekedar bogem mentah, bantingan keras, jurus-jurus akrobatik, hingga kursi atau meja sebagai senjata dipertunjukkan untuk memanjakan pemirsanya. Seting panggung spektakuler dengan efek lighting dan sound system yang menggelegar juga disajikan dengan mewah hingga membuat penontonnya terpesona dan terperangah. Tidak ketinggalan provokasi dari peran si antagonis semakin memanaskan suasana bahkan terkadang memancing emosi mereka yang menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan penikmat acara ini, karena aku termasuk orang yang tidak suka dengan kekerasan. Tapi kadang aku iseng juga nongkrongin hehehe. Yahhh ... sekadar hiburan saja atau teman penghantar tidur. Selain itu, terus terang aku sangat mengangumi sang kreator acara ini. Mereka begitu kreatif me-manage dan mengolah konsep sederhana ini menjadi sebuah tontonan yang berkelas dan dinantikan. Melihat skenario sambil membayangkan master plan-nya, tidak malu-malu aku acungkan jempol sambil berdecak kagum. Tidak heran, tiap acara ini diadakan, animo penonton begitu luar biasa menyambutnya dengan teriakan-teriakan histeris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, meskipun aku tahu persis bahwa acara ini cuma sekadar entertaimen, kadang muncul juga rasa gregetan di hatiku. Apalagi melihat tokoh utama atau public hero bertanding, tidak jarang emosiku terbawa juga. Muncul semacam semangat untuk membela atau menjagokan supaya dia menang. Dan parahnya, kalau hero menang aku ikutan puas, sebaliknya kalo kalah, hatiku ikut mangkel juga. Dan kalau sudah begitu, cepat-cepat aku alihkan ke channel lain atau matiin tuh tipi, supaya tidak menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, diperlukan filter kedewasaan untuk menikmati acara ini. Dan mungkin filter inilah yang tidak sampai di masyarakat kita, hingga banyak anak-anak yang juga ikut menonton. Kalau sekadar nonton sih tidak apa-apa. Yang parah kalau sudah mempraktekkannya. Bukankah sudah kita tahu bahwa anak-anak adalah golongan yang paling mudah merekam dan meniru-niru apa yang ditonton mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah yang terjadi baru-baru ini. Di Bandung, seorang anak usia 9 tahun menjadi korban acara ini. Ditengarai karena sering mengkonsumsi tayangan orang dewasa ini --yang menurut berita yang aku baca sampai sering bergadang-- dia bersama beberapa seniornya bermain-main menirukan adegan-adegan dan jurus smack down. Mungkin saking bersemangatnya, permainan mereka dari sekadar bersenang-senang berkembang menjadi brutal hingga berujung pada kematian. Tragis? Iya, sangat tragis ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah ada kejadian seperti ini, siapakah yang bersalah? Stasiun TV yang menayangkan acara ini atau mereka-mereka yang menontonnya hingga menjadi korban? Aku tidak tahu. Tapi yang jelas, masing-masing mempunyai pembelaan sendiri-sendiri. Stasiun TV mungkin mengatakan mereka sudah memberi label 'DEWASA' pada tontonan tersebut, hingga sudah selayaknya orang dewasa melarang anak kecil ikut-ikutan menikmati acara ini. Sedangkan korban mungkin beralasan, kenapa tayangan semacam ini diputar pada jam atau waktu anak-anak masih belum terlelap, atau kalau mau ekstrim bisa menggugat mengapa tontonan yang kurang mendidik ini masih ditayangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Kiranya kita bijak dalam memetik pelajaran untuk itu. Kalau ditanya padaku, apa hikmah yang aku dapatkan? Mungkin aku menjawab: jauhilah tontonan seperti itu, karena alih-alih mendapatkan hiburan, malah emosi yang terpancing. Lebih baik waktu itu digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berguna, seperti berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga, atau menulis, atau mendengarkan musik untuk merilekskan hati dan pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, kalau pun terpaksa nonton TV, pilihlah acara yang benar-benar menghibur. Apakah itu? Yeah ... Spongebob Square Pants :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116456104830146288?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116456104830146288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116456104830146288&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116456104830146288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116456104830146288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/korban.html' title='Korban'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116415984578945812</id><published>2006-11-22T08:42:00.000+07:00</published><updated>2006-11-22T08:44:05.796+07:00</updated><title type='text'>Marvel Punya Adik [?]</title><content type='html'>Senin sore menjelang pulang kantor, pas lagi asyik-asyiknya nonton tipi yang menyiarkan secara ekslusif kunjungan orang nomor satu dunia, presiden Amrik Bush ke Republik ini, ada SMS masuk ke hapeku. Aku lihat pengirimnya, dari istri. Segera aku lihat pesan SMS tersebut ... dan isinya membuat konsentrasiku ke layar tipi bubar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu apa isinya. Nih: "Aku sakit. Beli sensitif. Palaku pusing, mual, badanku gak enak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple khan pesannya. Tapi justru karena ke-simple-annya, aku jadi cemas. Segera aku telp hape istri, dan dari seberang terdengar suara lemah. Belum sempat bicara banyak, istri buru-buru mematikan telp seraya berkata: 'udah yah ... aku mau muntah neh ...' dan tuttttt ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku beres-beres, matiin komp, rapiin meja, kunci laci, ambil tas, dan cao ... Sepanjang perjalanan pikiranku terbang ke mana-mana. Berbagai skenario muncul di benakku. Konsentrasiku melayang entah ke mana. Hati kecilku bertanya-tanya: apakah gerangan yang terjadi? Padahal waktu berangkat kerja tadi pagi, tidak terlihat tanda-tanda bakal sakit. Kenapa tiba-tiba bisa begini? Dan yang membuat jantungku berdetak lebih kencang adalah: apa artinya mual dan muntah itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit buka rahasia kamar hehehe ... semenjak Marvel lahir sampai sekarang, kita tidak kenal yang namanya KB. Banyak yang menganjurkan, cepat-cepatlah pakai KB. Entah itu spiral, atau pil, atau suntik. Tapi tidak pernah kami hiraukan. Alasannya ... malas urus hal gituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah aku ngobrol dengan istri tentang hal ini, tapi selalu berujung tanpa keputusan. Istriku paling anti kalau aku ngomong spiral. Entah kenapa, dia merasa tidak nyaman saja kalau pakai itu. Dari berbagai mitos atau pendapat orang yang dia dengar, sepertinya spiral itu menakutkan. Dari sekadar copot, sakit, tidak nyaman, hingga mengganggu kalau lagi 'ehem ehem', itu yang membuat aku tidak berkutik kalau menyinggung tentang spiral. Alhasil, tidak ada istilah spiral di keluarga kami :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pil atau suntik, juga tidak mempan. Dengan alasan takut menganggu produksi ASI hingga bisa menyebabkan badan melar alias gemuk, KB jenis ini juga dicoret dari daftar kita. Alasan lain kalau lupa alias lalai minum atau kontrol suntik, bisa-bisa jebol alias jadi anak juga. Pake sistem kalender, terus terang sampai sekarang aku masih bingung gimana cara hitung masa subur itu. Alhasil, karena tanpa pilihan lagi, satu-satunya metode yang kita pakai adalah disarungin. Tidak heran, sebulan sekali kita selalu mampir ke toko, trus borong tuh sarung, sebagai persiapan selama sebulan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang kami agak heran adalah sampai sekarang istri belum juga dapat tamu bulanannya. Ndak tahu itu normal atau tidak. Tapi dari informasi yang kami dapatkan, itu masih tergolong wajar untuk ibu yang aktif menyusui. Katanya sih, hormon atau bahan baku untuk membentuk sel telur tiap bulannya dialihkan hingga menjadi ASI. Makanya tiap bulan sang istri selalu nongkrong di jendela rumah sambil menatap ke langit malam, seraya bernyanyi seakan mem-flash back iklan yang diperankan oleh Lydia Kandau: Oh bulan ... kenapa engkau tidak datang ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya ketika ada berita pusing-mual-muntah, ditambah Mens yang tidak datang-datang juga, plus belakangan ini kalo lihat mangga muda matanya langsung bersinar, pikiran pertamaku langsung tertuju pada satu hal: Marvel akan punya adik alias HAMIL. Waaaaaa ... beragam perasaan muncul saat itu juga. Yang paling kuat adalah perasaan cemas, karena kalau benar itu terjadi, terus terang kami belum siap sama sekali. Bukannya kami menolak titipan Junjungan kita, tapi secara banyak segi kami belum siap untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perjalanan pulangku mendekati rumah, aku pun mampir ke mini market, beli sensitif, pulang, tanya kondisi istri, makan, mandi, main-main sama Marvel, dan tidur. Tidak lupa kami berdoa meminta yang terbaiklah yang Tuhan berikan pada kami berdua. Pokoknya, kami pasrah habis deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, sepanjang malam itu tidurku tidak nyenyak. Gelisah, pikiran-pikiran berseliweran, hingga iseng-iseng menghitung: seandainya benar hamil, berarti Marvel waktu usia 15 bulan udah punya adik? Waaaaa ... Saking gelisahnya, aku pun bermimpi. Dalam mimpi aku melihat diriku sedang mencelupkan alat tes hamil ke urine istri. Saat hasilnya muncul, aneh sekali, karena hasilnya separuh-separuh alias sebagian menunjukkan dua strip alias positif dan sebagian menunjukkan satu strip alias negatif. Dalam kebingungan, akupun terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi, aku pun suruh istri cepat-cepat ke kamar mandi sambil aku ambil sensitif. Layaknya deklarasi proklamasi kemerdekaan Republik ini, dalam tempo sesingkat-singkatnya aku pun nongkrong manis di depan kamar mandi sambil mencelupkan sensitif tersebut urine istri, sementara istri jongkok dengan manis pula di sampingku. Mata kami tidak lepas dari strip yang pelan-pelan berubah warna. Dari semula putih, kemudian menjadi pink ... kemudian pelan-pelan muncul satu garis warna merah. Kami tunggu beberapa lama ... dan tidak muncul garis kedua, yang berarti negatif alias Marvel gagal punya adik hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelegaan langsung aku rasakan. Demikian juga istriku. Setelah pikiran plong, aku pun analisa kenapa istri bisa pusing dan muntah-muntah. Rupanya sepele: kecapekan dan masuk angin. Capek karena ada adik dan mama istri yang datang berkunjung, jadi perlu waktu ekstra untuk nemanin jalan-jalan. Masuk angin karena AC kamar terlalu dingin hehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... kalau ditanya kapan Marvel benar-benar akan dibuatin adik lagi? Jawabannya mungkin 3 atau 4 tahun lagi ... masih lamaaaaa ... dan selama itu pula harus disediakan cost untuk memborong sarung HOHOHOHO ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116415984578945812?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116415984578945812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116415984578945812&amp;isPopup=true' title='38 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116415984578945812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116415984578945812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/marvel-punya-adik.html' title='Marvel Punya Adik [?]'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116398913096227264</id><published>2006-11-20T09:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T09:18:51.050+07:00</updated><title type='text'>Unik</title><content type='html'>Nenek moyang dari kata ini adalah "unicus", sebuah kata latin yang pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-17.  Kata ini kemudian diadaptasi oleh negeri orang bule menjadi unique, yang selanjutnya disadur pula oleh Republik ini menjadi kata unik. Dari pengertian yang aku dapatkan dari Mbah Oxford, unique artinya being the only one of its kind; unlike anything else a unique person [or thing]. Kalau aku diijinkan untuk menyederhanakan, unik berarti sesuatu yang menjadi ciri khas dari seseorang [atau benda] yang hanya orang [atau benda] itu miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah unik. Setuju teman-teman dengan pernyataan tersebut? Aku yakin 100% setuju. Keunikan tersebut bisa dibuktikan dari sidik jari setiap manusia yang diyakini tidak ada satupun yang sama. Bahkan anak kembar yang notebene berasal dari sel telur dan sperma yang sama, yang katanya memiliki tampilan fisik, sifat, minat hingga karakter yang identik, juga tidak memiliki sidik jari yang sama. Kalau begitu, tidak salah dong kalau aku mengatakan saat ini kira-kira ada 6 miliar sidik jari berbeda yang beredar di muka bumi ini. Luar biasa yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keunikan tersebut, tidak heran bila ada kasus-kasus kriminalitas yang memerlukan identifikasi jati diri orang, seperti pencurian hingga pembunuhan, pemburuan dan pencarian selalu dimulai dari sidik jari. Entah dengan serbuk khusus yang bisa memunculkan sidik jari hingga melacak sidik jari korban yang tidak ada identitasnya, dia selalu menjadi alternatif utama. Demikian juga dengan pembuatan surat-surat penting, selalu ada tempat yang mengharuskan kita mengotori jari kita dengan tinta khusus, kemudian ditempelkan di tempat di sana sebagai bukti identitas diri yang lazim dikenal sebagai istilah cap jari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sidik jari, konon sidik mata serta susunan gigi kerap dipakai juga sebagai pembuktian keunikan manusia. Saking uniknya manusia, muncul istilah atau jokes yang menyatakan bahwa setiap manusia tidak lain merupakan hasil karya agung hanya dengan satu cetakan: pertama sekaligus yang terakhir juga. Hebat yah Sang Pencipta kita. Dengan KemahakuasaanNya, Dia mampu membuat cetakan begitu banyak dengan variasi yang berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku mengatakan bahwa Republik ini adalah bangsa yang unik, apakah reaksi teman-teman? Mungkin ada yang sekadar mengangguk-angguk --entah menyetujui atau udah mulai bosan membaca posting ini hehehe-- atau malah menggeleng-geleng seraya bertanya dengan skeptis: di manakah keunikan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari geografis, jelas sekali Republik ini unik. Terdiri dari puluhan ribu pulau yang tersebar, komposisi lautan lebih besar dari daratan, diapit dua samudera dan dua lautan, sampai dilewati garis khatulistiwa hingga dibelah oleh dua bujur dunia merupakan keunikan tersendiri. Mungkin dari negara-negara di dunia ini ada yang memiliki salah satu hal di atas. Tapi tidak ada satu pun bangsa lain yang memiliki SEMUANYA, terkecuali indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diteropong dari penduduk, decak kagum pantas dikeluarkan sebagai pernyataan keunikan Republik ini. Keanekaragaman yang dimiliki, mulai dari suku, ras, warna kulit, jenis rambut, bahasa, aksen, tradisi, adat, kebiasaan, sampai agama dan kepercayaan menjadikan bangsa ini sangat unik di mata dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sepatutnya kita harus berbangga dengan Republik ini. Tidak mudah lho, mempertahankan agar bangsa ini tetap bersatu di tengah banyaknya kepentingan golongan tertentu. Tidak gampang untuk menyanggupi keinginan dan tuntutan pihak-pihak tertentu. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengakomodasi aspirasi banyak kepentingan. So ... kalau Republik ini masih tetap NKRI, bersyukurlah untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu keunikan Bangsa ini adalah dalam hal perilaku. Aku yakin, perilaku-perilaku ini juga tidak ditemui di manapun juga, atau kalaupun ada, itu jarang sekali. Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah menjumpai ada bis kota yang bisa sembarangan menaikkan dan menurunkan penumpangnya, entah itu di perempatan, pinggir jalan, bahkan kadang-kadang di tengah jalan? Pernah juga lihat angkutan umum yang berani ngetem dengan bebas di tempat di mana ada tanda S disilang alias dilarang berhenti, padahal beberapa meter di depannya ada petugas yang berwajib, dan uniknya petugas tersebut hanya diam saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah alami saat mendekati perempatan dan lampu berangsur kuning, kita bukannya siap-siap ngerem, tapi mengencangkan gas dengan alasan takut kalau kita mentaati peraturan malah akan disundul kendaraan lain dari belakang? Pernah alami juga entah dari mana tiba-tiba muncul begitu saja petugas lalu lintas, menyemprit, menghentikan kendaraan kita, kemudian dengan bermurah hati menawarkan diri untuk membantu kita menyetor denda yang seharusnya kita bayar ke pengadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat jalan tol. Unik khan? Setahuku keberadaan jalan tol adalah alternatif supaya arus lalulintas lancar, tidak macet, nyaman hingga orang rela membayar demi fasilitas tersebut. Kenyataannya, sering ditemui jalan biasa kadang lebih lancar dibandingkan jalan yang katanya bebas hambatan. Duh gustiiii ... Semakin unik kalo kita bisa melihat, pedagang asongan bisa dengan bebas berjualan di ruas-ruas jalan tol ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lainnya adalah kala mengurus surat-surat --dari SIM, KTP, paspor, KK, akte lahir, surat nikah, hingga surat kelakuan baik-- yang kalau diurus dengan prosedur yang benar malah tidak jadi-jadi. Unik juga melihat bagaimana para preman lebih galak, garang, dan berkuasa dibandingkan para pengayom masyarakat. Dan keunikan terbesar mungkin bagaimana orang yang jelas-jelas bersalah dan divonis hukuman penjara, malah bebas berkeliaran seolah tidak pernah terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagikah keunikan yang belum terdata? Teman-teman mungkin bisa menambahkan hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, seunik apapun juga Republik ini, haruslah kita tetap bermegah dengannya. Ada pepatah yang mengatakan: right or wrong, it's my country. So ... sebagai warga negara yang baik, dan tentunya memiliki keunikan sendiri-sendiri, apa yang bisa kita sumbangkan untuk keunikan ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116398913096227264?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116398913096227264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116398913096227264&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116398913096227264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116398913096227264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/unik.html' title='Unik'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116350902767627945</id><published>2006-11-14T19:55:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T19:57:07.736+07:00</updated><title type='text'>Apdet!!!</title><content type='html'>Aku pikir para blogger sudah tidak asing lagi dengan kata ini. Kata ini mudah sekali kita jumpai, terutama di SB blogger yang sudah lama tidak menambah posting baru di terminal pribadinya alias tempat mangkal mayanya. Kata ini juga sangat mudah untuk diucapkan atau diketikkan. Berbagai variasi, dari sekadar sapaan "Update dong ..." atau pertanyaan "lagi sibuk yah, kok tidak updet lagi???" hingga jeritan tanpa berbelas kasihan "Oeiiii ... Apdettttttt!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada beberapa motif sampai orang harus berteriak apdet di SB. Dari sekadar sebuah pernyataan --ataukah kepedulian-- ke mana gerangan yang punya blog, seberkas keinginan untuk mengetahui cerita baru apa lagi yang menarik untuk disimak, sebuah kehausan --ataukah kerinduan-- untuk mengetahui pengalaman terbaru yang tentunya mengasyikkan dari sang pemilik, hingga segumpal kejengkelan karena sudah susah-susah klik, tunggu sekian detik karena jaringan yang lelet, dan ketika terbuka didapati tidak ada posting baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari semua motif di atas, menurutku ada satu alasan tersendiri mengapa orang minta tuan rumah untuk apdet. Apa itu? Satu saja: karena bingung mau ngapain setelah masuk ke blog dan mendapati tidak ada postingan baru. Dari pada kehadiran kita sia-sia, mau isi komen pun malas atau sudah pernah isi, mau baca-baca juga enggan karena semua sudah dilahap ... jadilah sasaran kebingungannya adalah SB. Maka dengan tanpa berdosa, satu kata pun diukir di sana: apdet :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya susah ndak sih mau apdet? Kalo menurutku tergantung pada satu hal, yaitu isi atau content blog kita. Maksudnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, blog-blog yang ada berdasarkan content bisa dibagi 2. Pertama adalah content semacam diari maya, yang isinya sudah akrab dengan kita: kejadian yang kita alami sehari-hari. Mulai dari masalah rumah, jalan-jalan, makan-makan, liburan, marah-marah sama orang, lagi bertengkar, lagi gembira, jatuh cinta, hingga ada yang iseng cerita tentang kisah-kisah yang menyerempet bahkan hanya boleh dikonsumsi usia sekian plus. Tidak ketinggalan foto-foto dengan seribu satu gaya ditampilkan di sini juga. Dan aku pikir, mayoritas adalah blog semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jenis kedua adalah semacam tulisan renungan yang sifatnya refleksi dan introspeksi diri. Tidak banyak yang menganut aliran ini, karena diperlukan sebuah keahlian atau kemampuan tersendiri untuk bertutur dan berkisah. Diperlukan juga kerutan plus di kening untuk menemukan ide sekaligus menuangkannya dalam sebuah cerita yang bermakna dan berefleksi. Blog dengan postingan dalam bentuk puisi aku pikir juga dapat digolongkan ke kelompok ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ditanya, blog jenis manakah yang lebih sering diteriakin orang untuk apdet? Aku yakin jenis kedua. Alasannya udah jelas, lebih mudah berceloteh kejadian keseharian kita daripada bercerita yang sifatnya renungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, bukan maksudku menyatakan satu lebih bagus ataupun berbobot dibandingkan yang satunya loh. BUKAN. Posting ini lahir karena aku greget dan iseng saja, karena aku juga sudah lama tidak apdet. Dari pada diterikin --emang ada yang mau teriakin hehehe-- aku tulis ini aja sebagai alat pembelaan diri hehehe ... Selain ini, posting ini juga mengingatkan diriku untuk tidak terlalu mudah bercuap-cuap di SB orang agar segera apdet. Sebuah refleksi juga rupanya menulis itu sebuah pekerjaan yang lumayan susah, diperlukan konsentrasi tinggi, memerlukan waktu ekstra dalam merangkai kata-kata hingga bertelurlah sebuah karya yang dinamakan posting atau tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun isinya, jenisnya, panjangnya, ataupun pendeknya sebuah posting, tetaplah dihargai karena semua itu muncul dari sebuah keinginan: ingin berbagi dengan sesama, share pengalaman, bertutur dalam sebuah keakraban entah itu suka maupun duka, dan terutama mengharapkan adanya dukungan dari sesama blogger. Bukankah ada peribahasa: sesama blogger jangan saling mendahului hehehe ... *apa hubungannya hayoooo*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mereview kembali blogku untuk melihat, apa gerangan yang terjadi dengan blogku, terutama diteropong dari segi content dan hubungannya dengan apdet-mengapdet. Pada awal-awal kemunculannya, aku begitu aktif dan rajin apdet, hingga hampir setiap hari --kecuali minggu-- aku apdet. Hal itu bertahan kira-kira hingga bulan Juni. Memasuki bulan Juli frekuensinya mulai menurun, bahkan pernah mencapai titik nadirnya di bulan Agustus, karena sepanjang bulan itu tidak ada apdet sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca-baca ulang, aku pun mendapatkan sebuah insight. Rupanya aku bisa begitu aktif apdet pada awal-awal postingku, tidak lain karena aku selalu bercerita tentang keseharianku sambil mengkait-kaitkannya menjadi sebuah perenungan. Dan seiring waktu berjalan, isinya mulai bergeser menjadi murni posting renungan yang sifatnya refleksi. Jadi ... mungkin itu yang menyebabkan aku jadi jarang apdet lagi hehe ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benar ndak sih kesimpulanku? Bagaimana pula dengan teman-teman seperjuangan? Termasuk kelompok apakah blog Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116350902767627945?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116350902767627945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116350902767627945&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116350902767627945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116350902767627945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/apdet.html' title='Apdet!!!'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116287761598541861</id><published>2006-11-07T12:32:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T12:33:36.036+07:00</updated><title type='text'>Hukum Kekekalan Energi</title><content type='html'>Sejenak kembali ke masa sekolah yuk. Dari sekian banyak mata pelajaran, ada satu yang tidak aku suka. Teman-teman tahu apa itu? FISIKA. Yahhh ... selain karena dia bersifat eksata yang notebene banyak rumus dan perhitungan, juga disebabkan karena dulu guru yang ngajar itu tidak asyik orangnya. Guru itu dikit playboy, jadi baik dan ramahnya sama murid cewek aja. Sedangkan kita yang cowok-cowok, sedikit merasa tersingkirkan karena sering dianggap penggangu saja hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak rumus dan hukum fisika yang ada, satu hukum yang selalu nyantol di pikiranku adalah Hukum Kekekalan Energi. Secara bahasa ilmiah sih hukum ini berbunyi "Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan". Tapi kalau mau disederhanakan, hukum ini mengatakan bahwa jumlah energi yang dikeluarkan adalah sama dengan jumlah energi yang dihasilkan.  Jadi perubahan bentuk suatu energi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tidak merubah jumlah atau besar energi secara keseluruhan. *Lhoo ... perasaan bukannya tambah sederhana yah, malah tambah mumet hehehe ...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya intinya begini deh. Kita ambil contoh saja: misalnya kita berteriak. Aktivitas teriak itu khan aktivitas mengeluarkan energi. Lantas bukan berarti energi yang kita keluarkan untuk teriak itu sia-sia atau hilang begitu saja, tetapi dia bertransformasi bentuk menjadi suara atau bunyi, yang jika diukur [entah gimana dan apa alat ukurnya] jumlah energi yang kita keluarkan untuk teriak sama dengan jumlah energi bunyi atau suara yang dihasilkan. *Masihkah bingung? Hehehe ... semoga tidak yah :)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang sama juga berlaku pada perubahan energi batu baterai menjadi terang sinar senter, tenaga drummer menggebuk drum setara dengan kencangnya bunyi drum yang dihasilkan, jumlah bensin yang dihabiskan sama dengan jarak tempuh sebuah kendaraan, hingga lampiasan emosi seseorang dalam bentuk bogem mentah setara dengan rasa sakit dari orang yang kena pukulan. Intinya: tidak ada yang hilang secara sia-sia atau percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di dunia Fisika ada Hukum Kekekalan Energi [HKE], secara paralel sebenarnya dalam hidup ini ada sebuah hukum kehidupan juga yang dinamakan Hukum Kekekalan Kebaikan. Nah ... apalagi barang baru itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Kekekalan Kebaikan [HKK] prinsipnya sama juga dengan HKE. Proses kerjanya juga sama, yaitu secuil perbuatan kebaikan yang pernah kita lakukan tidak akan berlalu dengan sia-sia juga. Dengan kata lain semakin sering kita melakukan kebaikan pada orang lain, maka jumlah kebaikan yang akan kita terima dari orang lain juga semakin banyak. Demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bedanya dengan HKE adalah masa proses itu terjadi. Kalau HKE, perubahan energi yang terjadi seketika itu juga, sedangkan di HKK tidak terjadi secara instan. Jadi sangat jarang sekali misalnya kita hari ini menolong orang lain, hari itu juga atau besoknya kita langsung menerima buah dari kebaikan kita. Prosesnya sangat misterius dan kita tidak bisa menebak kapan itu terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpama kalau memang kita terima saat itu juga, bersyukurlah, karena memang itu sudah jatah dan bagian kita. Tapi kalau emang belum waktunya, janganlah ngomel, kecewa, marah, trus akhirnya tidak mau berbuat kebaikan lagi. Semuanya berproses. Bukankah ada istilah: Segala sesuatu pasti indah pada waktunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering jadi masalah khan banyak yang tidak mau mengerti dan maunya seketika itu juga menuai hasilnya. Sebuah budaya yang akrab disebut budaya instan. Memang sih sikap ini tidak bisa disalahkan, karena itu adalah kodrat alami insani. Tapi di sinilah justru kualitas dan mental kita diuji, apakah kita adalah insan yang berkualitas hebat atau justru orang memble alias tahunya cuma protes demi kepentingan pribadi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang kadang tidak disadari adalah sering kebaikan yang kita lakukan hari ini tidak kita terima balasannya, bahkan sampai kita meninggal pun kita tidak terima. Lantas ke mana aja hasilnya? Apakah itu berarti teori HKK ini gugur? Kalau iya, sia-sia dong kita berbuat kebaikan. Jawabannya TIDAK. Lho kok bisa? Iya ... karena kerap semua kebaikan kita justru dinikmati keturunan kita alias anak-cucu kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ndak teman-teman kebingungan seperti ini, entah angin apa yang berhembus, tiba-tiba aja ada orang datang kepada kita, trus ngomong dulu kenal dan akrab sama ortu atau kakek kita, kemudian seperti mendapat duren runtuh --yang montong lagi-- kebaikan itu datang begitu saja kepada kita. Nah, kalau sudah begitu apa yang bisa kita katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran agamaku, ada istilah Hukum Tabur-Tuai. Di sana dikatakan dengan jelas: Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Kalau kita menabur kebaikan, maka kebaikan jugalah yang akan kita tuai. Dikatakan juga di sana, jumlah yang kita tuai tidak sama dengan jumlah yang kita tabur, tetapi sering lebih alias berlimpah. So ... mungkin istilah yang dipakai harus diubah kali yah, jadinya Hukum Kelimpahan Kebaikan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu ajaran agama lain menyebutnya apa. Tapi yang aku tahu mungkin sama kali yah dengan hukum karma ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada Hukum Kekekalan Kebaikan, berarti juga ada Hukum Kekekalan Kejahatan yah ... Waaaa ... jangan deh kena yang satu itu. Makanya, hidup ini harus selalu dipenuhi dengan kebaikan, biar dunia ini semakin indah, cinta bertumbuh, dan kasih bersemai dengan subur. Setuju khan???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116287761598541861?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116287761598541861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116287761598541861&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116287761598541861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116287761598541861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/hukum-kekekalan-energi.html' title='Hukum Kekekalan Energi'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116251685522162881</id><published>2006-11-03T08:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-03T08:20:55.230+07:00</updated><title type='text'>Jalur Kereta Api</title><content type='html'>Yuk ... berandai-andai sejenak. Itung-itung sebagai refreshing otak setelah lama libur panjang. Katanya kalo lama tidak digunakan khan bisa berkarat, makanya sebelum itu terjadi, anggap aja posting ini sebagai alat untuk mengasah kembali ketajaman berpikir kita. Setuju :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah Anda adalah seorang petugas pengatur jalur di sebuah persimpangan rel kereta api. Tugas Anda adalah mengatur perjalanan setiap kereta yang lewat dengan mengganti-ganti arah rel lewat sebuah panel yang sudah terprogram sedemikian rupa sehingga kereta yang lewat tidak saling tabrakan, dan yang penting arah tujuan kereta tersebut benar sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan dari sekian jalur yang ada, terdapat sebuah jalur yang sudah tidak aktif alias tidak pernah lagi dilewati kereta. Karena Anda termasuk karyawan baru, Anda pun tidak mengetahui kenapa jalur tersebut tidak pernah digunakan lagi. Yang Anda tahu hanyalah itu jalur yang tidak aktif. Karena jalur ini dekat dengan pemukiman penduduk, maka tiap hari pasti banyak anak kecil yang bermain-main di sekitar rel kereta api. Biasanya mereka datang berbondong-bondong, dan dengan penuh kegembiraan serta suka cita mereka bermain di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seperti biasa datanglah sekelompok anak kecil bermain. Mereka bermain di jalur kereta yang masih aktif, persis di sebelah jalur yang sudah tidak aktif. Entah kenapa, ada seorang bocah mengasingkan diri dari kelompok tersebut, dan bermain sendirian di jalur yang tidak aktif. Tiba-tiba, dari kejauhan terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Pilihan Anda hanya 2. Pertama membiarkan kereta tersebut melaju di jalur yang banyak anak-anak bermain, atau kedua mengalihkan kereta tersebut ke jalur yang tidak aktif tersebut, karena itu satu-satunya jalur yang bisa di-switch saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai petugas, apakah tindakan yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan memindahkan arah kereta tersebut ke jalur sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain, namun konsekuensinya berarti Anda akan mengorbankan nyawa seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Ataukah Anda justru membiarkan kereta tersebut berada di jalur yang seharusnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lanjut baca, mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya diambil ? Pikirkan baik-baik jawaban Anda ... dan setelah yakin benar, baru teruskan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menduga, sebagian besar dari Anda-Anda akan memilih untuk memindahkan arah kereta ke jalur tidak aktif dengan konsekuensi hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Benar??? Angkat tangan dan mengangguklah jika iya hehe ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku juga berpikiran begitu. Secara logika keputusan tersebut sangat rasional dan dapat dilegalkan. Pilihan tersebut dari segi moral juga dapat dipertanggungjawabkan, yaitu nyawa banyak anak lebih berharga dibandingkan nyawa seorang anak. Istilahnya, daripada jatuh korban yang banyak, kalau bisa meminimalkan jumlah korban, kenapa tidak dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku lemparkan isyu ini ke milis internalku, mayoritas juga menjawab demikian. Hal yang sama juga aku dapatkan kala aku mendiskusikan langsung hal ini dengan beberapa rekan. Namun kalau kita kaji lebih lanjut, kita akan menemukan bahwa pilihan yang kita anggap tepat tersebut justru tidak tepat sama sekali. Anda mungkin bertanya, kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IYA. Dari hasil diskusiku dengan teman-teman, ada beberapa hal yang membenarkan bahwa pilihan mengalihkan arah kereta ke jalur tidak aktif adalah keputusan yang SALAH BESAR. Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jika kita memutuskan demikian, secara sadar ataupun tidak, kita sudah bertindak tidak fair. Bukankah anak kecil yang bermain di jalur tidak aktif itu sebenarnya sudah di posisi benar, dan kelompok anak yang bermain di jalur aktif sebenarnya berada di pihak yang salah. Sungguh sebuah keputusan yang tidak adil jika kita harus mengorbankan nyawa anak yang tidak bersalah itu karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, percayalah bahwa saat kereta tersebut sudah mendekati kelompok anak yang bermain di jalur yang aktif, sang masinis pasti akan membunyikan peluit atau klakson sebagai tanda peringatan. Dan ketika mereka mendengar suara kereta yang semakin mendekat, mereka pasti segera berlari berhamburan menghindarkan diri dari bahaya ditabrak karena mereka sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda ceritanya jika kereta diarahkan ke jalur tidak aktif. Sang anak yang asyik bermain pasti akan tewas ditabrak kereta. Mengapa? Karena dia pasti tidak pernah berpikir kereta tersebut akan lewat di jalur tersebut, karena dalam pikirannya itu jalur tidak aktif kok, mustahil ada kereta akan lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain, pasti ada alasan tertentu hingga sebuah jalur dinonaktifkan. Salah satu alasannya adalah kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Nah ... bila kita mengarahkan laju kereta tersebut ke jalur yang tidak aktif tersebut, secara tidak langsung sama saja kita meletakkan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta tersebut ke dalam bahaya. Bisa saja kereta tersebut anjlok atau terbalik karena lepas dari rel. Alih-alih ingin menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, yang ada malah kita mengorbankan ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 3 alasan yang dapat kami simpulkan. Apakah ada alasan lain dari teman-teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini selalu diwarnai keputusan-keputusan seperti itu. Dan sering kali kita terjebak dalam pilihan yang justru menyebabkan sebuah masalah bukanlah clear, malah kita membawa masalah tersebut ke dalam sebuah situasi yang super ekstra kompleks. Tapi itulah realita yang ada, dan harus kita alami selama ada sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang harus kita lakukan. Mungkin statemen ini patut kita pegang dan ingat senantiasa: sesuatu yang benar tidak selalu disukai dan sesuatu yang disukai tidak selalu benar... Setuju???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116251685522162881?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116251685522162881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116251685522162881&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116251685522162881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116251685522162881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/jalur-kereta-api.html' title='Jalur Kereta Api'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116234737711780824</id><published>2006-11-01T09:15:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T09:16:17.270+07:00</updated><title type='text'>November Rain</title><content type='html'>Setelah lama dinanti-nantikan dan ditunggu-tunggu, akhirnya dia datang juga. Cuaca lumayan aneh yang melingkupi kota Jakarta belakangan ini dengan suhu yang sangat panas nan gerah --ndak peduli itu pagi, siang, ataupun malam-- tidak pelak membuat sebagian orang berharap agar dia cepat datang. Dan sepertinya tidak ingin mengecewakan, kemarin malam dia menunjukkan keberadaan dirinya dengan gagah perkasa hingga membuat basah hampir seluruh kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap ... hujan. Finally, dia menyempatkan diri juga datang untuk menyapa kita :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pelajaran waktu SD, karena terletak di daerah tropis, Indonesia hanya kebagian 2 musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Sekedar mengingat dan bernostalgia dengan masa sekolah, katanya musim kemarau selalu mulai dari bulan April-Oktober, dan selebihnya dari bulan Oktober-April itu adalah musim penghujan. Entah karena faktor apa --banyak sih yang bilang karena pemanasan global, pencemaran yang berlebihan, lapison ozon semakin banyak lubangnya, hingga dikaitkan dengan produksi dan percobaan nuklir yang secara diam-diam dilakukan oleh banyak pihak-- kayaknya pelajaran tersebut menurutku perlu diganti deh. Tidak selalu antara April-Oktober itu kering alias kemarau, malah tahun ini --berdasarkan catatan pribadi-- sampai bulan Juni Jakarta masih saja diguyur hujan. Demikian juga, tidak selalu antara Oktober-April itu basah alias hujan melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, aku mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang bersyukur sudah masuk musim penghujan lagi. Terus terang, aku termasuk orang yang tidak tahan panas dan gerah. Mudah keringatan. Alhasil di rumah selalu tersedia deodoran, takut kalau tiba-tiba beredar bau-bau yang dikit menyengat, yang istilah kerennya BB alias bau badan. Khan tengsin, keren-keren gini kok BB ... HAHAHA ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, apakah artinya musim penghujan yang sudah tiba itu? Pertama, siap-siaplah berbasah ria. Kemudian siap-siap berbecek ria --untuk ibu-ibu yang tiap hari harus ke pasar--, bermacet ria --khan hujan selalu identik dengan macet juga--, berhemat baju --karena cucian pasti lebih lama keringnya--, berpayung ria --bagi pejalan kaki-- atau berjas hujan ria --bagi pengendara motor--, dan yang utama siap berbanjir ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANJIR??? Iyaaaaa ... Kemarin dari salah satu situs berita aku baca bahwa tahun 2007 bakal terjadi musibah sama seperti tahun 2002 alias banjir besar alias Jakarta akan tenggelam lagi. Katanya itu adalah siklus 5 tahunan, dan kita tidak bisa melawan apa yang menjadi kehendak alam. Jadi sebagai persiapan, mulailah mengepak barang-barang yang dirasa penting, simpan surat-surat berharga di tempat yang aman, dan bagi yang punya rumah tingkat mulailah kosongkan lantai bawah dan penuhi lantai atas dengan barang yang berharga. Tak kalah pentingnya adalah sempatkanlah diri untuk kerja bakti membersihkan saluran air atau got atau parit sebagai bentuk pencegahan supaya banjir yang datang tidak terlalu membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah suatu kebetulan, hujan yang datang ini seolah-olah pintar memilih dalam memilih hari alias memilih awal bulan November sebagai awal dia beraksi. Saat menyadari hal ini, pikiranku langsung tertuju pada sebuah kata: November Rain. Secara refleks, aku pun menyenandungkan sebuah lagu lawas yang juga lagu kesukaanku waktu masih muda dulu --ceileeee ... ceritanya udah tua neh si Hendri hehe-- sebuah persembahan dari Gun N' Roses dengan judul yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah teman-teman suka lagu itu juga? Kalau iya, marilah bersama-sama kita lantunkan lagu ini seraya menyambut datangnya musim penghujan. November Rain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I look into your eyes&lt;br /&gt;I can see a love restrained&lt;br /&gt;But darlin' when I hold you&lt;br /&gt;Don't you know I feel the same&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause nothin' lasts forever&lt;br /&gt;And we both know hearts can change&lt;br /&gt;And it's hard to hold a candle&lt;br /&gt;In the cold November rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We've been through this auch a long long time&lt;br /&gt;Just tryin' to kill the pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But lovers always come and lovers always go&lt;br /&gt;An no one's really sure who's lettin' go today&lt;br /&gt;Walking away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we could take the time &lt;br /&gt;to lay it on the line&lt;br /&gt;I could rest my head &lt;br /&gt;Just knowin' that you were mine&lt;br /&gt;All mine&lt;br /&gt;So if you want to love me&lt;br /&gt;then darlin' don't refrain&lt;br /&gt;Or I'll just end up walkin'&lt;br /&gt;In the cold November rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you need some time...on your own&lt;br /&gt;Do you need some time...all alone&lt;br /&gt;Everybody needs some time...&lt;br /&gt;on their own&lt;br /&gt;Don't you know you need some time...all alone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know it's hard to keep an open heart&lt;br /&gt;When even friends seem out to harm you&lt;br /&gt;But if you could heal a broken heart&lt;br /&gt;Wouldn't time be out to charm you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes I need some time...on my own&lt;br /&gt;Sometimes I need some time...all alone&lt;br /&gt;Everybody needs some time... on their own&lt;br /&gt;Don't you know you need some time...all alone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when your fears subside&lt;br /&gt;And shadows still remain&lt;br /&gt;I know that you can love me&lt;br /&gt;When there's no one left to blame&lt;br /&gt;So never mind the darkness&lt;br /&gt;We still can find a way&lt;br /&gt;'Cause nothin' lasts forever&lt;br /&gt;Even cold November rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't ya think that you need somebody&lt;br /&gt;Don't ya think that you need someone&lt;br /&gt;Everybody needs somebody&lt;br /&gt;You're not the only one&lt;br /&gt;You're not the only one&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116234737711780824?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116234737711780824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116234737711780824&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116234737711780824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116234737711780824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/11/november-rain.html' title='November Rain'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116167172493289739</id><published>2006-10-24T13:34:00.000+07:00</published><updated>2006-10-24T13:35:24.986+07:00</updated><title type='text'>Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada</title><content type='html'>Apakah kita semua&lt;br /&gt;benar-benar tulus menyembah padaNya&lt;br /&gt;Atau mungkin kita hanya&lt;br /&gt;takut pada neraka dan inginkan surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff : Jika surga dan neraka tak pernah ada&lt;br /&gt;Masihkah kau bersujud kepadaNya&lt;br /&gt;Jika surga dan neraka tak pernah ada&lt;br /&gt;Masihkah kau menyebut namaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita semua&lt;br /&gt;benar-benar sujud sepenuh hati&lt;br /&gt;Karena sungguh memang Dia ada&lt;br /&gt;Memang pantas di sembah&lt;br /&gt;memang pantas dipuja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran dulu. Jangan pula berdecak kagum membaca kata-kata di atas. Itu bukan puisi buatanku. Mana bisa seorang Hendri merangkai kata seindah dan bermakna dalam seperti itu hehe ... Kalau aku mengatakan sebuah nama: Chrisye dan Ahmad Dhani, aku yakin teman-teman bisa menebak rangkaian apakah kata-kata itu. Yap ... benar sekali. Itu adalah lirik dari lagu "Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada". Sebuah lagu karya Ahmad Dhani yang akhir-akhir ini aku rasakan 'mengganggu' dan berbicara terus di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya sudah agak lupa di mana pertama kali aku dengar lagu itu. Tapi perasaanku mengatakan kali pertama aku dengar lagu tersebut adalah sekitar bulan April, kala aku sedang di kereta api dalam perjalanan Purwokerto-Jakarta sewaktu Marvel baru lahir. Saat pertama kali lagu itu dilantunkan dan alunan musiknya menerobos indera pendengaranku, seketika perhatianku langsung tersita di sebuah layar yang memutar klip-nya. Selain karena perpaduan nada-nada yang direkonstruksi menjadi sebuah musik yang syahdu, kemudian karena penyanyinya adalah salah satu favorit saya: Chrisye, juga teristimewa karena kata-kata yang teringkus dalam lirik yang mampu membuat aku merinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perenungan yang menggangguku akhir-akhir ini saat aku serius memikirkan makna lirik lagu tersebut. Seandainya memang tidak ada Surga dan Neraka, apakah kehidupanku akan sama seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang saat ditanya, kenapa mereka memeluk sebuah agama serta taat melaksanakan perintah dan ajaran dari Sang Junjungan mereka, mayoritas akan menjawab: supaya amal kita banyak dan bekal untuk masuk ke surga. Tidak heran ada pemikiran kalau kita hidup semakin baik dan saleh, maka tempat kita di kehidupan abadi adalah surga. Demikian juga sebaliknya, semakin tidak karuan hidup kita, semakin bejat tingkah laku kita, semakin jahat perbuatan kita, maka akan diasumsikan bahwa tempat bagi kelompok ini adalah neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku meragukan akan adanya kedua tempat tersebut. Bukan pula aku mulai tergoda untuk menjadi Ateis dan mulai mempengaruhi teman-teman dengan menulis posting seperti ini. BUKAN. Aku percaya kedua tempat itu ada dan memang tersedia untuk kehidupan abadi kita semua. Tetapi akal dan logikaku berputar-putar dan iseng menantang diriku, kalau benar seandainya Surga dan Neraka itu memang tidak ada, apakah aku akan tetap hidup seperti saat ini, yang kata sebagian orang: Hendri yang alim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah setiap minggu aku masih tetap ke gereja? Apakah saat makan, bangun dan mau tidur aku tetap berdoa? Apakah aku masih membaca kitab suci, meskipun jarang? Apakah aku tetap menolak saat ada ajakan teman untuk berbuat curang? Apakah aku tetap pada pendirianku untuk tidak ikut-ikutan narkoba, judi, serta mabuk-mabukan? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku yang intinya kalau diterjemahkan adalah sekelompok perilaku yang diarahkan supaya nantinya aku bisa masuk ke Surga. Masihkah aku hidup seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengatakan salah kita hidup alim dan saleh seperti itu. sebaliknya aku malah mendukung habis, karena dengan demikian hidup ini pasti bahagia dan dunia ini akan aman dan tentram. Yang mungkin pantas menjadi pertanyaan adalah apakah motif utama dari semuanya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti alenia terakhir dari lagu tersebut, layaknya sebuah anjuran dan penegasan, hendaklah kita berbuat seperti itu karena memang HARUS begitu adanya. Kita sembah sujud kepadaNya karena memang Dia pantas menerimanya, bukan karena kita mengharapkan masuk surga. Ok-lah kalau tujuan akhirnya memang ke sana, tapi anggaplah itu bonus dan efek samping dari perbuatan kita, bukan tujuan utama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama bisa juga diterapkan dalam tindakan sehari-hari. Kalau berbuat baik kepada sesama, lakukanlah tanpa mengharapkan dan tujuan yang muluk-muluk. Saat mengatakan TIDAK untuk hal-hal yang curang dan nista, sudah sepatasnya karena memang harus demikian. Kala menolak ikut-ikutan perbuatan tercela, memang sudah seharusnya kita memenuhi hidup kita demikian. Intinya: hiduplah sesuai dengan nurani baikmu, dan apa rentetan kejadian dan kebaikan yang akan mengikuti perbuatan kita --termasuk nantinya urusan surga dan neraka-- adalah buah dan hasil yang akan kita petik nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... tidak penting kali pertanyaan apakah ada efek tingkah laku kita jika surga dan neraka itu ada atau tidak. Yang penting "mungkin" adalah bagaimana kita menyikapi dan memenuhi hidup kita dengan apa adanya dan seharusnya. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Apakah tulisan ini sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam diriku? Let me think more ... Jangan-jangan setelah aku post tulisan ini, muncul lagi pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya lagi. Memang dasar Hendri yang selalu berpikir macam-macam hehehe ...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116167172493289739?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116167172493289739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116167172493289739&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116167172493289739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116167172493289739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/10/jika-surga-dan-neraka-tak-pernah-ada.html' title='Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116089735161761324</id><published>2006-10-15T14:28:00.000+07:00</published><updated>2006-10-15T14:29:11.660+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan</title><content type='html'>Bahagia. Itu mungkin satu dari sekian kata yang diincar dan dikejar-kejar manusia di bumi ini sebagai tujuan keberadaan mereka. Katanya hidup ini paling enak dan nikmat kalau bisa menemukan apa yang dinamakan bahagia. Katanya lagi, kalau sudah menemukan kebahagiaan, mati pun rasanya rela. Sebegitu dahsyat dan sakralnya hingga diimpi-impikan banyak orang, seberkas pertanyaan muncul di benakku: sebenarnya apa sih yang membuat manusia merasa bahagia? Dan apakah ada sebuah ukuran untuk kebahagiaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju tidak kalau aku mengatakan punya uang melimpah adalah alasan dan sumber utama kebahagiaan? Aku pikir setuju yah. Gimana tidak? Dengan uang, apa aja bisa didapatkan. Rumah mewah ukuran ribuan meter persegi yang lengkap dengan taman dan kolam renang pribadi? Mobil keren keluaran terbaru yang di dalamnya bisa dibentuk seperti ruang bersantai seolah-olah dapur berjalan? Pakaian luks karya desain top dunia yang harganya selangit, yang dipakai sekali langsung buang? Hingga pesawat jet atau helikopter pribadi yang selalu stand by mengangkut kita kemana saja? Semuanya bisa didapatkan dengan apa? Uang bukan? Trus kalau sudah memiliki semuanya, tentunya kita akan menjadi orang yang paling bahagia sedunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang tak terbatas juga membuat kita bisa makan enak sepuasnya, nginap dan menikmati fasilitas terbaik di hotel berbintang lima, pergi berliburan keliling dunia tanpa harus memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, tidak perlu bekerja pagi-siang-malam demi sesuap nasi, dan banyak kegiatan dan kenikmatan lainnya yang bisa didapatkan dengan uang. Dengan kata lain, semakin melimpah uang yang kita miliki, itu juga berarti semakin bahagia juga kita dalam menjalani hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan yang tinggi. Itu mungkin alasan kedua yang mampu membuat orang yang memilikinya menjadi bahagia. Coba kalau kita cuma karyawan biasa, yang harus taat penuh dengan aturan tenaga kerja serta gaji yang pas-pasan. Tidak enak bukan? Mau ini susah, mau itu sulit, mau gini tidak bisa, mau gitu dipersulit. Begitu kontras dengan mereka-mereka yang berjabatan tinggi. Mau ngapain aja dilegalkan. Datang telat, lunch sampai lupa waktu, pulang sebelum weker berbunyi, hingga absen karena ingin bermain golf, semuanya diperbolehkan. Alasannya: itu khan teknik lobi tingkat tinggi. Jadi wajar dong mereka menikmati kebebasan seperti itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status terhormat, bagian yang tidak terpisahkan dengan alasan pertama dan kedua yang juga dikejar supaya bisa merasakan kebahagiaan. Enak loh jadi orang terhormat. Kemana-mana selalu disambut dengan meriah dan muka tersenyum lebar. Fasilitas wah juga kita ke mana saja kita berada. Karpet merah rasanya harus digelar di sepanjang kaki kita melangkah. Dan tentunya, tangan-tangan yang siap sedia menyodorkan apa yang keluar dari mulut kita. Pokoknya, apa saja yang kita perlukan, just say it. Dan secara kilat dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, apa yang kita omongkan langsung tersedia. Wahhh ... luar biasa yah. Apakah kalau kita menjadi manusia semacam ini tidak bahagia? Jangan jawab tidak ... mengangguk-angguklah sebagai tanda setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya pacar yang banyak. Bahagia khan? Bohong kalau kita katakan tidak bahagia kalau memiliki gawean atau cem-ceman yang melimpah. Bosan dengan yang satu ini, tinggal pindah ke pacar yang lain. Bosan dengan pacar ke dua, lompat ke pacar ke tiga, demikian selanjutnya hingga siklus giliran itu kembali lagi ke pasangan nomor satu. Enak oeiii ... punya pacar banyak. Jadi tidak perlu merasakan apa yang dinamakan bosan, malas, dan kesepian. Yang perlu hanyalah manajeman yang baik, supaya pembagian jatah waktu untuk pacar-pacar kita terasa adil dan merata. Selebihnya? Just enjoy it ... dan bahagia ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yah sumber kebahagiaan manusia? Mungkin ada yang mendefinisikan naik gaji sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Ada juga yang menganggap lulus dan diwisuda juga sebuah kebahagiaan. Berkeluarga, punya anak, punya rumah sendiri meskipun tipe RSS, bisa beli motor meskipun kredit, hingga mampu beli TV meskipun cuma 14 inch bagi kebanyakan orang juga sebuah refleksi kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat yang lebih marjinal, tetap bertahan hidup dengan bisa makan sehari 3 x, punya pakaian yang layak pakai, bisa berteduh di rumah kontrakan yang sederhana namun nyaman, serta mampu menabung sekian perak sehari sebagai bekal masa depan juga patut dicatat sebagai seberkas kebahagiaan yang sangat dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... kalau ditanya, apakah ada ukuran kebahagiaan itu? Jawabannya sangat relatif. Tergantung bagaimana kita mengartikan makna kebahagiaan itu sendiri. Tapi kalau ditanya juga, apakah kebahagiaan itu? Mungkin jawaban berikut layak dan mewakilinya: seberapa besar kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, itulah kebahagiaan sejati. So ... tidak usah bermuluk-muluk dalam mengejar kebahagiaan itu. Mulailah dengan menyukai dan mensyukuri apa yang ada di sekitar kita sekarang juga ... dan berbahagialah karenanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116089735161761324?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116089735161761324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116089735161761324&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116089735161761324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116089735161761324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/10/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116061802413923024</id><published>2006-10-12T08:52:00.000+07:00</published><updated>2006-10-12T08:53:44.186+07:00</updated><title type='text'>Pingsan aka Tak Sadarkan Diri</title><content type='html'>Pernahkah teman-teman pingsan? Seberapa seringkah? Kenapa bisa pingsan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang-orang sih, alasan terbanyak dan utama kenapa orang pingsan adalah karena kecapekan. Banyak orang, entah disadari atau tidak, sering memaksa dan menggenjot tubuh mereka sedemikian keras --bisa lewat kerja ataupun olahraga-- sampai melebihi limit kekuatannya, yang berakibat overload hingga hasilnya bisa ditebak: pingsan. Mungkin kalau mau mencari perumpamaan, orang pingsan bisa disamakan dengan sebuah komputer yang dipaksa untuk membuka terlalu banyak program yang berat, hingga melebihi kemampuan dan kapasitas memorinya yang terbatas, dan akibatnya komputer tersebut menjadi hang. Kalo komputer sih mudah mengatasinya. Tinggal tekan tombol 'reset' atau cabut powernya, habis perkara. Tapi kalo manusia, apakah semudah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang-orang lagi, selain faktor kecapekan, pingsan juga bisa disebabkan karena kepanasan, terjebak dalam ruang tertutup hingga kekurangan oksigen, kaget atau terkejut. Selain itu faktor lain seperti kurang darah, kurang tidur, kurang makan juga diyakini sebagai salah satu faktor mengapa orang pingsan. Aku tidak ingin menulis lebih lanjut tentang penyebab orang pingsan, apalagi memberikan tips bagaimana caranya menangani dan membantu orang yang pingsan supaya cepat sadar. Aku yakin teman-teman sudah sering mendapat email yang isinya pertolongan pertama pada orang pingsan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik perhatianku dan membuatku penasaran dari orang yang tidak sadarkan diri adalah ada apa di balik semuanya itu, dalam arti yang disempitkan: apa sih yang dirasakan oleh mereka-mereka yang tidak sadarkan diri. Keingintahuanku semakin bertambah kalau mendengar ada orang yang tidak sadarkan diri sampai berhari-hari. Apakah ada sebuah misteri di balik semuanya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jawaban umum kalau ditanyakan, apa yang dirasakan oleh orang pingsan adalah tidak merasa apa-apa. Namanya juga tidak sadarkan diri, emang apa yang mau dirasakan. Benar sih jawaban tersebut. Tapi kalau dipikir-pikir, apa benar tidak merasa apa-apa? Seumur hidupku sampai detik aku menulis posting ini, aku belum pernah merasakan yang namanya pingsan. Jadi wajar khan kalau aku bertanya-tanya, gimana rasanya pingsan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui tubuh kita terbagi menjadi 3 unsur, yaitu raga, jiwa, roh. Seseorang dikatakan dalam kondisi sadar apabila ketiga unsur tersebut aktif dan bekerja sebagaimana mestinya. Dari ke-3 unsur tersebut, yang ingin sekali aku sorot adalah raga dan roh. Kenapa jiwa aku abaikan? Karena jiwa lebih banyak bicara tentang emosi, niat, dan perasaan, hingga kalau mau kaitkan jiwa dengan dunia tidak sadarkan diri, kayaknya kok kurang berhubungan yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau seseorang dikatakan hanya tinggal raga saja yang bekerja, kita bisa mengartikan bahwa orang tersebut adalah seorang almarhum alias sudah meninggal alias orang mati. Sedangkan kalau hanya ada unsur roh, itu artinya makhluk halus yang gentayangan. Setuju? Nah, bagaimana dengan status orang yang tidak sadarkan diri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin raga dan roh orang yang tidak sadarkan diri tetap aktif dan bekerja dengan baik. Raganya seperti yang kelihatan: eksis tapi diam saja alias tidak ada reaksi sama sekali. Yang jadi pertanyaan, kemanakah gerangan roh orang pingsan berada? Apakah dia juga ikut diam saja, istirahat tidak berbuat apa-apa, atau justru gentayangan tidak karuan tanpa tujuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering bertanya kepada teman-teman yang pernah tidak sadarkan diri, dan jawaban yang aku terima mayoritas tidak memuaskan rasa keingintahuanku. Rata-rata sih mengatakan tidak merasa apa-apa. Mungkin jawaban tersebut dapat dimaklumi kalau yang mengatakannya adalah mereka yang pingsannya sebentar alias dalam hitungan menit saja. Tapi kalau mereka yang tidak sadarkan berhari-hari, apakah jawaban yang didapat juga sama alias tidak merasa apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering membaca kisah orang-orang yang tidak sadarkan diri dalam waktu yang lama, atau ekstrimnya dalam kondisi koma, bagaimana mereka memberikan gambaran apa yang mereka lihat dan rasakan selama ketidaksadaran mereka. Mayoritas sih mengatakan, saat tidak sadarkan diri, mereka seperti berada dalam sebuah ruangan yang sangat luas, tidak ketahuan di mana batasnya, dan tempat itu terang sekali. Diceritakan lebih lanjut, mereka sepertinya diwajibkan untuk menempuh sebuah perjalanan yang mereka sendiri tidak tahu kemanakah tujuannya. Alhasil mereka hanya berjalan, berjalan, dan berjalan saja tanpa tahu kapan mereka sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang membuat aku merinding adalah ada yang menceritakan bahwa mereka melihat sebuah pintu, sebagian juga mengatakan ada sinar yang sangat terang, bahkan ada yang melihat semacam jembatan, dan mereka sedang dalam proses menuju ke sana. Apakah pintu, sinar, atau jembatan itu? Mungkinkah itu gambaran pintu surga atau pintu menuju keabadian? Trus sebelum mereka sampai sana, kebanyakan mengatakan bahwa mreka mendengar ada suara yang memanggil-manggil nama mereka untuk kembali ... dan saat itulah mereka sadar atau siuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tambah membuat aku merinding adalah ada yang menceritakan sudah sampai ke tujuan. Tapi saat mereka mau masuk, mereka dilarang oleh sebuah suara, yang mengatakan waktu mereka belum tiba. Hasilnya, mereka pun sadar. Ada juga yang mengatakan, langkah mereka terhenti karena mendengar nama mereka dipanggil-panggil, bahkan ada yang lebih serem, mereka mendengar isak tangis yang meminta mereka kembali. Hiiii ... kalau sudah sampai seperti itu, apa yang mau dikatakan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sanggup lagi aku berkisah lebih lanjut. Mengapa? Karena selain aku belum pernah mengalaminya sendiri, bagiku hal tersebut juga merupakan sebuah fenomena dan misteri yang sulit dijelaskan dengan akal sehat. So ... sudikah teman-teman yang pernah mengalaminya mensharingkan kepadaku???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116061802413923024?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116061802413923024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116061802413923024&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116061802413923024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116061802413923024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/10/pingsan-aka-tak-sadarkan-diri.html' title='Pingsan aka Tak Sadarkan Diri'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-116015308993514934</id><published>2006-10-07T01:07:00.000+07:00</published><updated>2006-10-09T10:20:01.293+07:00</updated><title type='text'>Puisi untuk Anakku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1936/515/1600/marvel02.0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1936/515/320/marvel02.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamulah sang arjuna kecil mungil&lt;br /&gt;Sebuah titipan nirwana yang tiada terkira nilainya&lt;br /&gt;Selalu memberikan kebahagiaan dan penghiburan&lt;br /&gt;Membangkitkan gairah kala jiwa ini terasa lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu bagaikan cakrawala senja yang menghadirkan keteduhan&lt;br /&gt;Tawamu laksana alunan surgawi dengan orkestra maha dahsyat&lt;br /&gt;Pekikan girangmu ibarat paduan suara sangkakala sepasukan malaikat&lt;br /&gt;Begitu merdu dan indah menyegarkan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halus kulitmu mencerminkan kelembutan sang Pencipta&lt;br /&gt;Bening matamu menggambarkan kepolosan sejati&lt;br /&gt;Mungil hidungmu menghembuskan nafas keabadian&lt;br /&gt;Merah bibirmu menceritakan keajaiban sebuah perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersih parasmu laksana salju putih yang tak bernoda&lt;br /&gt;Manis senyummu segarkan semangat &lt;br /&gt;Kuat tanganmu menggenggam erat perhatian&lt;br /&gt;Hebat perawakanmu memberikan kebanggaan tiada tara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban ...&lt;br /&gt;Sebuah kata sederhana bermakna dalam&lt;br /&gt;Kami untaikan untuk mengiringi perjalanan hidupmu&lt;br /&gt;Menceritakan kepada dunia itulah esensi keberadaan dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga ...&lt;br /&gt;Sebuah titipan yang harus kamu ingat dan pertanggungjawabkan&lt;br /&gt;Sepanjang waktu kamu balutkan dalam relung hatimu&lt;br /&gt;Jadikanlah itu sebagai arah dan tujuan terpenting dalam kehidupanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku yang ajaib dan penyayang keluarga&lt;br /&gt;Genap sudah 6 bulan usiamu&lt;br /&gt;Bertumbuhlah dalam sinaran kasih sayang Tuhan Yesus Kristus&lt;br /&gt;Kami mengasihi, menyayangi, dan mencintaimu ... senantiasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkatimu, Marvel Enrico Bun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-116015308993514934?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/116015308993514934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=116015308993514934&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116015308993514934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/116015308993514934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/10/puisi-untuk-anakku.html' title='Puisi untuk Anakku'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115989002969445770</id><published>2006-10-03T22:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-03T22:40:29.786+07:00</updated><title type='text'>Keluarga</title><content type='html'>"Hen, seandainya kamu ditawarin pekerjaan. Gajinya 2 kali lipat gajimu sekarang. Tapi hari Sabtu harus masuk. Kamu ambil tidak pekerjaan tersebut?"&lt;br /&gt;"Sabtu kerja? Setengah hari atau full?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Full. Seperti hari biasa"&lt;br /&gt;"Hmm ... Kalo kerja 1/2 hari sih mungkin aku ambil. Tapi kalau harus masuk full ... tidaklah ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?"&lt;br /&gt;"Jelaslah. Hari Sabtu dan Minggu khan waktunya untuk keluarga. Setelah setiap hari waktu yang tersedia untuk keluarga begitu sempit, masa harus ditambah Sabtu kehilangan sehari lagi bersama keluarga. Tidak ah ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal percakapan singkatku dengan rekan kerjaku beberapa hari yang lalu saat kita siap-siap pulang kerja. Aku tidak tahu apa komen awal teman-teman setelah membaca percakapan singkat di atas. Mungkin ada yang menyimpulkan seorang Hendri itu terlalu idealis, atau terlalu berteori, ataupun terlalu naif dengan menolak tawaran seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula maksudku meremehkan dan menyepelekan masalah uang dengan menolak sebuah peluang dan kesempatan untuk memperkaya rekening kita hanya dengan tameng keluarga. Bukan niatku juga mengatasnamakan keluarga hingga kelihatannya aku kurang ngoyo dan tangguh dalam mengusahakan rupiah, yang kata banyak orang adalah faktor utama penentu kebahagiaan sebuah keluarga. BUKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kata: KELUARGA, bagiku adalah sekumpulan huruf yang terangkai menjadi begitu indah menjadi sebuah kata yang sangat bermakna artinya. Keluarga adalah sebuah persekutuan terkecil di mana di dalamnya segala hal dan peristiwa terjadi begitu saja dalam rangka sebuah penyelenggaraan kehidupan. Di dalamnya ada sukacita, canda tawa, kebahagiaan, kegembiraan, serta tidak ketinggalan juga terdapat air mata sebagai racikan bumbu yang membuat keluarga begitu layak dan pantas untuk dirindukan dan dikangeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah tempat yang paling hangat, akrab, dan bersahabat sebagai tempat istimewa untuk mencari, mendapatkan, dan membentuk diri kita dalam rangka mencapai tujuan dan esensi utama kehidupan ini. Di dalamnya ada dorongan, nasehat, wejangan, dan semangat kebersamaan yang membuat para penghuninya merasa begitu bergairah dan percaya diri dalam mengejar dan menggapai apa yang dicita-citakan bersama. Dengan kata lain, keluarga juga dapat diumpamakan sebagai sebuah arena terbuka di mana didalamnya terjadi serangkaian proses pembelajaran yang mampu mentransformasikan diri kita menjadi diri kita yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling utama, keluarga adalah sebuah tempat yang paling berharga untuk dikenang, diingat, dan menjadi model ke depan bagi penerus keluarga kita: anak-anak. Mau jadi apa anak kita, berkembang seperti apa anak kita, bertumbuh ke arah bagaimana anak kita, semuanya ditentukan sedari awal dalam sebuah lembaga yang dinamakan keluarga. Jadi tidak salah khan, aku begitu menggagungkan dan mensakralkan yang namanya keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak yang tidak memahami dan menyadarinya, sehingga berkembang anggapan bahwa materilah satu-satunya faktor penentu kebahagiaan sebuah keluarga. Mereka mengira, semakin banyak jumlah nol di rekening mereka, semakin menumpuk dan mengkilap barang-barang simpanan mereka, itu sekaligus sebagai tanda  semakin makmur dan hebat sebuah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, habis-habisan mereka bekerja. Tidak sedikit yang terjebak menjadi seorang workaholic. Mereka tidak mempedulikan waktu dalam bekerja sehingga lupa bahwa di samping mereka ada insan-insan yang sangat mengharapkan sedikit waktu disisakan dan disisihkan untuk menemani persekutuan terkecil ini. Mereka begitu berambisi meraih semua yang dirasa sanggup untuk digapai sehingga tidak menyadari bahwa ada jiwa-jiwa di sekitarnya yang sangat membutuhkan sentuhan, pelukan, kecupan, dan menikmati indahnya kasih dalam sebuah ruang yang dinamakan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya aku mengatakan sikap demikian salah. BUKAN. Tapi banyak sekali yang terjebak dalam budaya konsumerisme dan materialisme, hingga mereka berpikir segala sesuatu tolak ukurnya adalah harta, yang secara ironi mereka harus mengorbankan satu-satunya harta mereka yang paling berharga: keluarga. Dan realitanya kita bisa lihat dengan gamblang dan jelas, bagaimana banyak keluarga yang retak, berantakan, hingga hancur hanya karena kurang memperhatikan  keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah pernah terperosok dalam dunia itu ... sedapat mungkin hindarilah. Mengutip peringatan yang selalu kita baca di jalan raya: utamakanlah keluarga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kita termasuk orang-orang yang naif, dengan menolak hal demikian dengan alasan keluarga?"&lt;br /&gt;"Tidaklah ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus, bukankah itu merupakan peluang untuk mengumpulkan tabungan yang notebene untuk keluarga kita juga? Kalau terus-terusan bersikap begitu, kapan kita bisa istilahnya berkecukupan dalam hal materi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kok yakin yah, kalau memang sudah diatur dari Sono, rejeki kita pasti tidak akan jauh dari kita. Jadi, tanpa harus mengorbankan keluarga, kalau emang sudah  bagian kita, pasti datang kepada kita juga. Yang penting, bagaimana kita hidup dengan bersyukur dan menikmati kondisi kita sekarang ... itu sudah lebih dari cukup ..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115989002969445770?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115989002969445770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115989002969445770&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115989002969445770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115989002969445770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/10/keluarga.html' title='Keluarga'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115932229504965491</id><published>2006-09-27T08:57:00.000+07:00</published><updated>2006-09-27T08:58:15.140+07:00</updated><title type='text'>Siti Nurbaya Masa Kini</title><content type='html'>"Kapan kamu pulang kampung?"&lt;br /&gt;"Hari senin, tanggal 23 Oktober."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus balik sini lagi?"&lt;br /&gt;"Kalo ndak kamis, mungkin jumat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok cepat. Kenapa tidak sekalian seminggu aja. Libur lebaran khan resminya sampai sabtu."&lt;br /&gt;"Tidak pengen aja. Malas di kampung lama-lama"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa? Biasanya orang khan ndak sabar menantikan libur panjang gitu. Kamu malah aneh, ada libur panjang gitu tidak dimanfaatin..."&lt;br /&gt;"Bapak tidak tahu sih. Aku tidak enak berlama-lama di sana ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu?"&lt;br /&gt;"Tidak tahan omongan orang kampung, terutama keluarga ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok bisa?"&lt;br /&gt;"Gini Bapak. Untuk anak gadis seusiaku, seharusnya aku sudah kawin. Kakakku udah kawin, bentar lagi adikku nyusul. Kalau aku berlama-lama di sana, tidak mungkin aku juga bakal disuruh kawin. Makanya aku tidak mau lama-lama di kampung, takut disuruh kawin ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekilas pembicaraanku dengan baby sisterku beberapa waktu lalu. Awalnya aku heran, soalnya dia bilang lebaran ini tidak mau pulang. Alasan awalnya sih karena dia belum 3 bulan menjadi baby sister [BS], dan peraturan agennya memang melarang dia untuk pulang. Tapi aku pikir, tentu tidak manusiawi kalau aku juga ikut-ikutan melarang dia pulang kampung, soalnya lebaran khan momen istimewa di mana itulah saat untuk bisa berkumpul dengan keluarga di kampung serta saat berbagi kebahagiaan di hari kemenangan nan suci dan damai itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian selama lebaran aku dan istri kan juga libur, jadi masalah urus-mengurus Marvel tentu bisa kami tangani berdua. Makanya aku bilangin ke dia, kami tidak begitu ketat dengan peraturan-peraturan gituan. Jadi kalau dia ingin ikut mudik, silakan. Jangan pernah ada rasa sungkan dan tidak enak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, waktu sedang bersantai, aku tanya dia lagi, apakah jadi pulang atau tidak. Trus dia pun jawab jadi. Aku pun bilang: ya udah, pulang saja hari sabtu atau minggu, jadi sempat ikut siap-siap dan takbiran malam lebaran. Trus datang lagi aja seminggu kemudian. Tapi rupanya dia usulku dia tolak. Tentu saja aku bingung. Dan terjadilah dialog singkat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran aku dengan maksudnya, dia pun menuturkan panjang lebar tentang budaya dan tradisi di kampungnya. Rupanya di sana berlaku kebiasaan, ketika seorang anak gadis lulus SMP, atau tepatnya sudah berumur 17 tahun, maka secara adat di sana mereka akan dikawinkan dengan laki-laki, yang sebagian besar tidak mereka kenal sama sekali. Bagi di sana itu udah biasa, tapi di telingaku itu terdengar seperti kawin paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan ... di zaman yang katanya sudah memasuki era informasi, zaman post modern, di mana pembicaraan sudah tentang teknologi 3G, dunia serba wireless, konsep mal terpadu, sistem transportasi terpadu dengan bus way atau monorail, akses dunia tanpa batas, dan segala kecanggihan lainnya, rupanya di beberapa tempat di Republik ini masih ada mereka-mereka yang masih bernasib seperti Siti Nurbaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How come ... Fenomena apakah ini? Terlihat sekali ada jarak yang begitu jauh antara mereka yang hidup dalam dunia serba-tech dengan mereka yang masih hidup dalam dunia agraria. Ada semacam jurang yang begitu dalam antara kehidupan metropolitan dengan kesederhanaan pedesaan. Ada pandangan hidup yang begitu berbeda antara kehirukpikukan dunia kota dengan kesepisunyian masyarakat kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... masih banyak sekali Siti Nurbaya di zaman yang katanya sudah mendukung kesetaraan pria dan wanita. Aku membayangkan, seandainya Ibu Kartini bangkit dan melihat fenomena ini, dia pasti akan berduka dan meneteskan air matanya. Boleh percaya atau tidak, tapi itulah sebuah realita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu bisa sampai di sini? Kalau adatnya memang begitu, bukankah seharusnya kamu sudah kawin juga?"&lt;br /&gt;"Dulu memang aku mau dikawinin juga. Tapi aku tolak. Makanya beberapa hari sebelum aku dikawinin, aku kabur ke Jakarta, bersama beberapa teman yang juga menolak untuk dikawin paksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang keluargamu tidak mencarimu?"&lt;br /&gt;"Cari kali. Tapi mungkin tidak tahu mau cari ke mana. Selama 2 tahun lho, aku tidak kasih kabar ke keluarga dan tidak pulang juga, soalnya takut ketahuan pasti disuruh pulang dan kawin. Baru tahun ke-3 aku kasih kabar, dan untung keluarga sudah mulai bisa terima."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo ... hebat juga baby sisterku ini. Berani mendobrak dan menolak kebiasaan yang dirasanya tidak adil untuk kaumnya. Salut ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115932229504965491?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115932229504965491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115932229504965491&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115932229504965491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115932229504965491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/siti-nurbaya-masa-kini.html' title='Siti Nurbaya Masa Kini'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115915328217793759</id><published>2006-09-25T10:00:00.000+07:00</published><updated>2006-09-25T10:01:22.353+07:00</updated><title type='text'>Mistis</title><content type='html'>Alkisah hiduplah seorang bapak sendirian di rumahnya yang sederhana. Bapak ini adalah seorang yang tempramental, suka marah, cerewet, serta dikenal sok ngatur hingga tidak ada seorangpun tetangganya yang mau berakrab ria dan suka padanya. Anak-anak tidak ada yang berani bermain dekat rumahnya, karena sedikit berisik saja pasti langsung dimarahi. Para pemuda juga sebel kepadanya karena sering ditegur hanya karena alasan sepele. Pokoknya, dia layaknya public enemy di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis di sebelah rumahnya, ada bekas reruntuhan rumah yang tidak ketahuan siapa dan di mana penghuninya. Karena banyak pemuda yang merasa dendam kepada bapak tersebut, mereka pun merancang keusilan untuk membalas. Caranya sederhana. Tiap malam para pemuda beramai-ramai buang air kecil [baca: pipis atau kencing] di bekas reruntuhan itu. Hasilnya bisa ditebak. Bau menyengat dan tidak enak mulai tercium. Awalnya sih tidak seberapa. Namun karena sering dilakukan, bau pesing tersebut semakin menjadi saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bapak ini jengkel. Karena dasarnya seorang pemarah, bapak ini pun mencak-mencak dan mencari siapa pelaku iseng tersebut. Tapi hasilnya bisa ditebak, tidak ada yang mengakuinya. Merasa caranya sia-sia, bapak ini pun mengambil cat dan kuas, kemudian dengan besar-besar dia menulis di dinding reruntuhan tersebut: DILARANG KENCING DI SINI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ini berpikir dengan tulisan itu, keusilan tersebut akan berhenti. Tapi apa lacur, aksi itu bukannya berhenti, tetapi malah semakin menjadi-jadi. Hasilnya bau pesing dan bau kian menyengat. Sang bapak pun tambah kesel. Lantas dia pun ambil cat lagi, kemudian di bawah tulisan tersebut dia menambahkan: HANYA ANJING YANG KENCING DI SINI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya apa yang terjadi? Apakah dengan tulisan tambahan tersebut aksi nakal para pemuda lantas berhenti? Rupanya tidak. Para pemuda malah semakin senang karena merasa berhasil ngerjain bapak tersebut. Supaya bapak tersebut tambah sebel, mereka pun dengan sengaja menambahkan seuntai kalimat persis di bawah tulisan bapak tersebut. KALAU YANG KENCING DI SINI ANJING, YANG TULIS JUGA SAMA. SO WHAT GITU LOH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari datanglah teman bapak tersebut main ke rumahnya. Setelah ngobrol sekian lama, sang bapak pun mengeluh tentang masalah ini, dan minta saran apa yang harus dilakukan. Sang tamu hanya mangut-mangut saja. Kemudian dengan lembut tamu ini memberikan saran singkat. "Percuma kamu melakukan semua itu. Para pemuda tidak akan terpengaruh dan berhenti hanya karena sebuah kalimat. Saranku, mulai malam ini kamu pasang dan bakarlah sebanyak mungkin kemenyan persis di bawah tempat para pemuda tersebut buang air. Lihatlah hasilnya beberapa lama kemudian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ini pun melakukan persis apa yang disarankan. Alhasil, sejak adanya bakar-bakaran kemenyan tersebut, tidak ada pemuda yang berani buang air lagi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum membaca kisah di atas? Sudah bisa menangkap maksudnya? Ngerti makna kisah itu? Atau jangan-jangan masih bengong apa inti kisah di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bukunya Mochtar Lubis yang berjudul Manusia Indonesia, ada 6 kriteria dan ciri khas manusia Republik ini. Yang tidak enak dalam buku itu adalah semua kriteria yang disebutkan adalah jelek-jelek, hanya ada satu yang bagus: masyarakat yang berseni tinggi. Salah satu kriteria buruk yang tertulis dalam buku itu adalah masyarakat Republik ini sangat yakin dan percaya dengan apa yang namanya dunia mistis. Tidak percaya? Coba sempatkan diri lihat tayangan TV. Selain porsi kriminal, salah satu tontonan yang digandrungi pemirsa adalah tayangan mistis alias hantu-hantuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usahlah aku sebut judul tayangan jenis itu, karena aku yakin teman-teman sudah menghafal bahkan sebagian malah akrab atau malah salah satu fans acara tersebut. Saking sukanya bangsa ini sama dunia hantu, konon aku dengar ada salon yang secara khusus melayani dandanan untuk peran-peran seram. Hingga muncul sebuah guyon, hantu yang paling lucu adalah hantu Cina --vampire yang jalannya lompat-lompat itu--. Sedangkan hantu yang paling menyeramkan: hantu Indonesia. Hiiiii ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di sekeliling kita juga susah membantahnya. Contoh nyatanya baru-baru ini adalah tidak beraninya pemerintah provinsi DKI menebang sebatang pohon beringin besar dan tua di jalur Busway di Harmoni Busway Center. Alasannya sih klasik, pohon tersebut bersejarah dan melindungi agar Jakarta tetap hijau. Ok lah kalo alasannya itu pohon bersejarah. Tapi kalau alasan supaya Jakarta tetap hijau, kenapa pohon-pohon yang lain tidak dilestarikan dan tetap ditebang juga? Mungkin mereka lupa, di sekitar pohon beringin tersebut berapa ratus batang pohon lain yang terpaksa ditebang sebagai korban proyek busway tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak pengakuan pekerja proyek, ada kepercayaan pohon sepertinya mempunyai kekuatan untuk menolak dari ditebang. Emang ada beberapa orang yang mencoba, tapi selalu berakhir dengan sakit, bahkan ada yang sampai meninggal. Aku tidak tahu apakah memang kebetulan atau itu magic dari pohon tersebut. Tapi pengakuan masyarakat sekitar juga, malam-malam banyak orang yang sengaja datang, menaruh sesajen, dan bersembahyang di sana. Kalau sudah gitu, apa lagi istilah untuk hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku masih kecil, aku juga sering melihat bekas-bekas sesajen di pohon-pohon besar di kampungku. Kayaknya bukan cuma pohon aja deh, tapi batu-batu besar pun sering jadi objek sembahan mereka. Aku masih ingat, banyak orang tua melarang aku malam-malam bermain di sekitar pohon besar. Waktu itu aku nurut saja, karena tidak tahu apa-apa. Lagian namanya bocah, kalau sering ditakuti gini: akan diculik, dipancung, trus badan kita akan dijadikan tiang jembatan. Hiiii ... seyemmmmm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena banyaknya ramalan-ramalan, rumor-rumor, dan segala macam adat tradisi juga tidak lepas dari dunia mistis. Katanya kalau ke pantai selatan tidak boleh pakai baju hijau, karena akan dikira penguasa laut selatan sebagai salah satu prajuritnya, lantas dipanggil hingga tenggelamlah sang pemakai baju hijau. Trus beberapa hotel-hotel di pantai selatan menyediakan satu kamar khusus, yang katanya kamar kediaman ratu laut selatan hingga tidak boleh diganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung-gunung keramat, seperti Kawi dan Lawu juga tidak luput dari mereka yang mencari wangsit dan petunjuk, terutama untuk menjadi kaya. Kuburan-kuburan juga acap kali jadi sasaran semedi mereka. Air terjun tinggi, juga tidak ketinggalan jatah. Apa lagi yah. Banyak deh pokoknya. Kayaknya semua fenomena alam pantas dan layak dijadikan objek mistis bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku berkata, dunia mistis itu adalah dunia tersendiri. Tidak bisa dilihat secara kasat mata, serta tidak bisa ditafsirkan secara harafiah. Untuk menjembatani dua dunia yang berbeda itu, diperlukanlah ahlinya yang sering dinamakan paranormal. Katanya lagi kita tidak bisa memvonis dan men-judge begitu saja bahwa hal-hal mistis hanyalah khayalan dan boongan semata. Perlu ketenangan dan indra kesekian untuk memahami dan mengenalnya secara utuh dan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus kalo aku ditanya, percayakah dengan adanya dunia mistis itu. Aku kok cenderung jawab tidak yah. Menurut teman-teman bagaimana? Percayakah dikau dengan dunia mistis? Apakah benar itu ada???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115915328217793759?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115915328217793759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115915328217793759&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115915328217793759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115915328217793759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/mistis.html' title='Mistis'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115890055310103586</id><published>2006-09-22T11:47:00.000+07:00</published><updated>2006-09-22T11:49:13.150+07:00</updated><title type='text'>Selebriti</title><content type='html'>Hari Selasa-Rabu kemarin, kantorku mengadakan kelas publik training di salah satu hotel bilangan Slipi. Aku memang tidak direncanakan untuk hadir di sana karena memang ada beberapa kerjaan sebagai persiapan training minggu depan yang harus aku kebut dan selesaikan. Selasa malam, bosku telp. Katanya ada hal yang ingin dia diskusikan denganku, sekalian juga mau mendelegasikan beberapa tugas yang harus aku selesaikan. Singkat cerita, aku pun diminta untuk menyempatkan diri menyusul ke hotel tempat training diadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu pagi, setelah beberapa hal aku selesaikan, meluncurlah aku ke sana. Waktu aku sampai di lokasi training, kebetulan sekali sedang lunch time. Karena aku sudah isi perutku sebelum berangkat, aku tunggu saja di ruangan training sambil cuci mata lihat-lihat event lain yang juga dilaksanakan di hotel tersebut. Suasana hari itu memang ramai sekali. Di sebelah ruangan kelas kami, ada training juga. Ruangan lain juga ada event perusahaan lain. Tumben rame, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang jam setengah satu, bosku muncul. Kita pun diskusi sebentar sambil tanya-tanya gimana keadaan kantor dan kerjaan. Tidak sampai 15 menit, kebutuhanku dengan bos selesai. Karena bengong mau ngapain, aku pun ke depan ruang training. Kebetulan di sana ada stand kantor kami, yang menjual buku-buku serta VCD yang berhubungan dengan training yang kami adakan. Aku pun jalan dan bergabung. Tapi langkahku tersendat, karena satu-satunya stand yang ada di sana adalah stand kami, suasana stand pun agak ramai dikunjungi peserta. Tidak mau ganggu rekanku yang sedang mempromo dan melayani, aku lihat saja dari jauh. Pikirku, kalau sudah agak sepi barulah aku bergabung di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu, aku pun melayangkan pandanganku ke sekeliling, melihat kesibukan dan tingkah para peserta training. Tiba-tiba ada yang memanggilku. Aku menoleh, rupanya yang memanggilku adalah rekanku sedang melayani seorang peserta. Dia melambai-lambaikan tangannya minta aku datang mendekat. Dengan segera aku pun melangkah ke sana. Seraya menuju ke stand, dari kejauhan aku melihat ada peserta yang sedang membolak-balikkan mengintip isi sebuah buku dengan cover warna kuning. Yap ... Be Happy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di sana aku pun langsung diperkenalkan sama rekanku, dan dengan gaya marketing dia pun dengan pede dan gencar mempromosikan buku tersebut. "Ini Pak Hendri Bun, yang mengarang buku Be Happy. Kalau bapak beli buku ini, bisa ditanda tangan spesial lho, sama pengarangnya langsung. Makanya beli sekarang, jarang-jarang lho ada kesempatan istimewa begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang mendengar itu hanya senyum-senyum saja. Dalam hatiku bergumam: dasar marketing, pinter banget manfaatkan kesempatan. Tapi percaya atau tidak, ampuh juga triknya rekanku itu. Mendengar dan melihat langsung aku di sana, segera buku Be Happy diserbu --tidak ketinggalan juga Smile Pliz--, sampai habis. Bahkan sempat terdengar celutukan: wah ... habis yah, aku ketinggalan yah. Aku pun memberikan sign khusus, kasih jabat tangan, dan tak lupa mengucapkan thanks sudah menambah rekening tabunganku dengan membeli buku tersebut hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin aku terperangah adalah ada seorang peserta dari Semarang. Diam-diam dia rupanya fans beratku --ceileee ... Hendri punya fans juga rupanya--. Dia mengatakan bahwa dia sudah mengoleksi semua bukuku: Be Happy, Smile Pliz, Kafe Etos. Dan benar saja, --entah kebetulan atau tidak-- dari tasnya dia keluarkan buku-buku tersebut sambil memberi bukti bahwa dia sudah lama memilikinya dengan adanya coretan-coretan di sana. Wah ... terharu aku mendengar dan melihatnya. Dia pun minta sign khusus dariku, dan aku ladeni saja. Dan ada satu perkataannya yang membuat aku merenung dan dikit bangga: wah ... beruntung sekali aku hari ini, jarang-jarang bisa ketemu orang hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku cerita ini ke rekanku yang lain, dia hanya tertawa saja. Tapi ada sebuah celutukan yang menyadarkan diriku yang selama ini tidak pernah aku pikirkan. Begini celutukannya: Hen ... kamu harus sadar sekarang. Kamu sudah jadi seorang selebriti. Selebriti kecil-kecilan hahaha ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaaaaaa ... Hendri seorang selebriti?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115890055310103586?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115890055310103586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115890055310103586&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115890055310103586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115890055310103586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/selebriti.html' title='Selebriti'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115876412138533477</id><published>2006-09-20T21:53:00.000+07:00</published><updated>2006-09-20T21:55:21.460+07:00</updated><title type='text'>The Quick and The Dead</title><content type='html'>Kemarin malam, jam 9-an aku sebenarnya udah ngantuk banget. Kebiasaanku, menjelang sukma-sukmaku melepaskan diri dari ragaku dan terbang mengembara ke alam mimpi nan indah, TV selalu menjadi sobat yang setia dalam menemani dan menghantarku memasukinya. Setelah pencet sana pencet sini, channel TV-ku berhenti di salah satu stasiun yang setiap jam 9 menyajikan tontonan film-film box office yang memasang jargon "bioskop sendiri". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpampang di layar TV, sebuah film koboi dengan setting khas: tanah gersang dan tandus dengan beberapa penunggang berkuda dengan seketika menyedot perhatianku. Entah kenapa, aku selalu tertarik dengan film koboi, yang banyak adegan kejar-kejaran pake kuda plus suara ringkikan dan teriakan khas koboi, serta tidak ketinggalan hebat dan kentalnya adegan tembak-tembakan. Ada perasaan gimana gitu saat menyaksikannya, adrenalinku seolah mengalir dengan lancar dan kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat openingnya disajikan, terpampang seraut wajah yang langsung mem-flash back ingatanku untuk membuka memori sekitar 11  tahun yang lalu, kala di sebuah bioskop di Jogja aku duduk dengan cemilan dan soft drink menikmati film tersebut dengan beberapa teman kuliahku. Aku berusaha keras menebak judul film itu ... dan setelah sekian lama, seuntai kata terangkai dengan lengkap di pikiranku: the quick and the dead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman pernah menontonnya? Yap ... ini memang film lama, dan entah sudah keberapa kalinya juga aku menontonnya. Tapi aku tidak bosan-bosan tuh menontonnya berulang-ulang. Adegan demi adegan sudah aku hafal. Alur ceritanya juga aku sudah tahu. Endingnya? Jangan ditanya. Tapi mungkin ini yang namanya juga doyan kali yah, jadi mau nonton berapa kali pun selalu ada rasa nikmat dan deg-degannya. Perasaan yang sama juga aku alami kala lihat Sponge Bob, Tom and Jerry, Boboho, ataupun Mr. Bean hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena doyan, film ini juga memberikan hiburan tersendiri. Apa itu? Hehehe ... malu mengakuinya :) Tahu khan salah satu pemeran utamanya? Yap ... Sharon Stone. *udah bisa nebak khan apa hiburan itu* Yah ... itung-itung sebagai penyegaran mata-lah, bisa melihat Sharon Stone masih muda, trus ada Leonardo Caprio yang masih imut-imut, Russel Crown yang belum tenar, serta gagahnya Gene Hackman yang berperan sebagai tokoh antagonis di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seru kali kalau aku cerita detail film ini. Yang udah pernah nonton pasti bosan dan langsung teriak: huuuuu ... serta langsung close blog-ku ini hehehe ... Tapi inti dari film ini adalah kisah sebuah perkampungan koboi yang dikuasai oleh seorang Godfather [diperankan Gene Hackman], yang merupakan seorang koboi jahat yang terkenal cepat dan jitu dalam menembak. Dikisahkan juga ada seorang nona [Sharon Stone], yang ingin menebus dendam atas kematian ayahnya karena kekejaman sekelompok koboi yang notebene dipimpin oleh Godfather tersebut. Trus ada bekas penjahat, teman seperjuangan sang Godfather yang dikisahkan bertobat dan mengundurkan diri dari dunia koboi dan menjadi seorang pendeta [Russell Crowe]. Serta dikisahkan juga seorang anak muda [Leonardo DiCaprio] yang sedang mencari jati dirinya, dan secara kebetulan adalah anak dari Godfather tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, diadakanlah kompetisi adu tembak cepat khas para koboi bertarung. Ada 16 peserta yang ikut, dan di antara para peserta tersebut ikut juga ke-4 tokoh utama itu. Babak pertama lewat, menyisakan 8 peserta. Babak ke-2 juga berlalu begitu saja hingga menyisakan 4 peserta yang notebene adalah mereka ber-4. Di sinilah ketegangan terjadi. Ada konflik, serta tidak ketinggalan kisah asmara terjadi. Tapi dari semua adegan tersebut, ada satu dialog yang menyita perhatianku dan terngiang-ngiang terus di benakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan tersebut adalah saat Sharon Stone saat menganjurkan Leonardo untuk mengundurkan diri karena lawannya di 4 besar adalah ayahnya sendiri. Tapi anjuran tersebut ditolak mentah-mentah dengan sebuah kalimat yang berbunyi sekali di telingaku: "Aku ingin membuktikan ke ayahku bahwa aku ini ada. Aku hanya ingin mendapatkan sedikit penghormatan dan pengakuan dari dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow ... sebuah kalimat yang kelihatan biasa tapi maknanya begitu mendalam. Setelah sekian kali melihat film ini, dialog ini selalu luput dari perhatianku. Dan tontonan kemarin seolah memberi pengertian dan pencerahan baru kepadaku makna hubungan seorang ayah atau orang tua dengan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku melihat realita yang terjadi di muka bumi ini, di mana ada anak memberontak dan tidak taat kepada orangtua, atau anak membangkang dan memusuhi orangtua, atau bahkan yang lebih tragis seorang anak tega merancang dan berbuat jahat kepada orangtuanya, dugaanku kemungkinan besar akar permasalahannya adalah bermula dari perlakuan orangtua tersebut yang tidak layak dan sepantasnya kepada anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa seorang anak begitu polos dan rapuh. Mereka sangat membutuhkan dan mencari tokoh, figur, contoh, dan tidak ketinggalan kasih sayang. Dari mereka mendapatkan semuanya kalau tidak dari lingkungan terdekat mereka: keluarga? Tapi yang sering menjadi masalah adalah banyak mereka-mereka yang berstatus sebagai orangtua yang tidak pernah atau tidak mau menyadarinya. Entah karena permasalahan mereka yang sudah begitu banyak dan kompleks, secara tidak sadar mereka mengikis dan secara perlahan membunuh figur yang mereka cari dan dambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya: kekecewaan dan kepahitan dialami sang anak. Persepsi dan harapan mereka melenceng dan musnah. Bahkan banyak dari mereka terpaksa harus menerima kenyataan yang aku sebut sebagai pembunuhan karakter dalam bentuk kekerasan. Apa akibatnya kalau mereka alami itu semua? Yah ... langkah pertama mungkin mereka mencari figur di luar. Bagus kalau figur luar yang mereka dapatkan adalah figur yang baik. Tapi kenyataan selalu menunjukkan, figur dunia begitu keras dan kejam. Jadi tidak heran, secara perlahan tapi pasti, jiwa yang polos bertransformasi dengan quantum leap menjadi jiwa yang liar, sadis, dan keras. Semuanya ibarat bom waktu saja, yang tinggal menunggu waktu kala picunya ditarik ... then ... BOOM!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba, mabuk-mabukan, judi, kekerasan, perkelahian bebas, rampok, hingga bunuh-bunuhan adalah buah dari semuanya. Tentu kita tidak ingin semuanya terjadi pada anak kita bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah mendengar sharing dari seorang teman, yang berkisah bagaimana dia selalu mendapat perlakuan tidak sepantasnya dari orang tuanya. Tahu apa pikiran mereka waktu itu. Dendam begitu kental di dada dan hatinya. Dan dalam hatinya dia berkata: memang saat ini aku masih kecil dan kalah kuat. Tapi tunggu saja kalau aku sudah besar, aku akan memperlakukan kamu [ortunya] persis yang kamu lakukan kepadaku ... bahkan lebih lagi ... Serem oeiiii ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang pintar, membesarkan seorang anak sama seperti kita menanam dan mengusahakan sebatang pohon. Bagaimana kita merawat dan menjaga pohon tersebut, hasilnya nanti adalah buah yang bisa kita nikmati. Kalau kita selalu memupuk dengan segala yang baik, buah yang baik juga akan kita petik, demikian juga sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tergantung kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115876412138533477?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115876412138533477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115876412138533477&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115876412138533477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115876412138533477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/quick-and-dead.html' title='The Quick and The Dead'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115815070900127423</id><published>2006-09-13T19:30:00.000+07:00</published><updated>2006-09-13T19:31:49.086+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Perkataan</title><content type='html'>Aku yakin kita pernah, bahkan sering mendengar statement berikut: berhati-hatilah dalam berkata-kata, karena apa yang kita ucapkan selalu saja menjadi kenyataan. Kalau kita mengucapkan kata-kata positif, maka peristiwa positiflah yang terjadi. Demikian juga sebaliknya, kalau yang keluar selalu statemen negatif, maka tragedilah yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya peringatan tersebut selalu diajukan kepada para orangtua yang punya anak kecil. Selalu dianjurkan agar menanamkan dalam pikiran anak mereka sebanyak mungkin perkataan positif supaya kelak waktu dewasa bisa menjadi orang yang bermental dan berperilaku positif juga. Kata para ahli sih jangan sekali-kali mengatakan atau memarahi anak kita dengan kata-kata kejam seperti: bodoh, goblok, tolol, dan semacamnya, karena diyakini ntar anak kita jadi bodoh atau goblok beneran. Apalagi mengumpat dengan kata anak setan, tahu-tahu ntar dewasa jadi setan beneran alias narkoba, mabuk-mabukan, judi, rampok, etc hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kadang tidak kita sadari, sebenarnya orang dewasalah yang perlu banyak diajari untuk berkata-kata positif pada dirinya sendiri. Dalam dunia yang sangat keras ini, perkataan-perkataan yang bersifat positif dan optimis sangat diperlukan. Kalau tidak, niscaya kita akan semakin larut, hanyut, dan tenggelam dalam arus ketidakpastian dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang putus asa karena himpitan ekonomi, tuntutan pekerjaan, masalah rumahtangga, kesulitan keuangan, dan banyak peristiwa negatif lainnya. Reaksi lazim orang menghadapinya adalah kuatir, cemas, takut, putus asa, hingga tidak sadar keluarlah pikiran dan perkataan negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah ... apa lagi yang bisa aku lakukan? Hidup ini sudah terlalu berat. Udah deh ... ikuti arus hidup aja, tidak usah terlalu ngoyo. Habis-habisin energi saja. Aku tidak bisa berprestasi maksimal lagi, udah mentok ... usia udah lanjut, tenaga udah habis, banyak orang muda yang datang silih berganti ..." Itulah sebagian statemen negatif yang tidak kita sadar merupakan jalan tol yang menggiring kita menuju jurang keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu panjang dan serius kali kalau mau menulis tentang efek perkataan dalam dunia bekerja dan manfaatnya sebagai motivasi dalam bekerja untuk meraih berprestasi. Mungkin kalau ada waktu aku menulisnya. Tapi satu hal yang pasti, janganlah pernah membiarkan perkataan dan pikiran negatif menguasai kita, enyahkanlah semuanya itu, dan jadikanlah dia sebagai musuh dan sampah yang layak dibuang dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya tanamkanlah selalu statemen positif dalam setiap indera kita, karena berbahagialah kita yang selalu bertekad dan berusaha untuk menjadi insan dan pribadi yang positif. Merekalah para pemenang dan spirit keberhasilan selalu mengikuti mereka yang bermental positif. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca sebuah kisah, yang mungkin pernah teman-teman baca juga. Kisah ini bercerita tentang seorang bapak, yang sedang pulang dari berpergian dengan keluarganya naik mobil. Selama perjalanan suasana begitu akrab dan dipenuhi dengan canda tawa. Nah ... entah kenapa tiba-tiba dalam pikiran sang bapak, melayang begitu saja sebuah pikiran negatif: selama ini belum pernah rem mobilku tidak bekerja alias bolong, gimana yah rasanya suatu saat kalau rem mobilku bolong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh ... beberapa saat setelah pikiran tersebut melintas, sang bapak langsung panik. Kenapa? Karena benar terjadi: rem mobilnya bolong. Tapi supaya tidak menimbulkan kekuatiran dan kepanikan, bapak itu berusaha tenang sambil secara pelan-pelan pindah gear dan memelankan gas mobil, hingga di satu titik mobil itu berhenti sendiri dengan selamat. Waktu ditanya sama keluarganya kenapa tiba-tiba berhenti dengan cara yang aneh, barulah dijelaskan bahwa rem mobil sedang tidak bekerja. Dan yang tidak habis pikir sama keluarga ini, waktu berangkat tidak ada masalah sama sekali dengan rem mobil mereka. So ... kenapa hal itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, sejak itulah sang bapak tersebut tidak berani lagi membayangkan, berpikir, dan berkata-kata negatif lagi, dan selalu menanamkan hal-hal yang positif belaka, karena diyakini apa yang dikatakan itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin persis aku baru mempraktekkan pikiran dan kata-kata positif. Waktu bangun pagi, aku udah merasakan badanku tidak begitu enak. Leher pegel sekali, tenggorokan sakit, dan badan rasanya hangat. Tapi aku pikir itu hal biasa saja, sindrom malas bangun pagi ... dan berangkatlah aku bekerja seperti biasanya. Paling ntar siangan akan normal juga kondisi tubuhku, demikian pikirku. Namun rupanya tidak demikian. Semakin siang, badanku semakin tidak enak. Tenggorokan tambah sakit, dan badan rasanya semakin panas. Wah ... kena deh, pikirku. Alhasil, sepanjang hari aku cuma diam aja tanpa tidak bereaksi di kursi kerjaku. Rasanya lemessss banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku ceritakan ke teman-teman, mereka bukannya menghibur, malah menakut-nakuti dengan statemen: jangan-jangan kamu kena tipus. Soalnya kita-kira 2 minggu yang lalu aku sempat sakit juga, trus mungkin karena kecapekan dan belum sembuh total, makanya aku sakit lagi. Mendengar vonis teman-teman itu sempat cemas juga. Pikiran-pikiran negatif pun bermunculan, gimana kalau benar begini, bagaimana kalau begitu, seandainya begono aku harus gimana .. pokoknya melayang deh pikiranku seharian itu, membayangkan yang tidak-tidak ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pulang kerja, aku mulai mencoba menangkal sakitku dengan kata-kata positif. Aku juga mulai merancang pencegahan atas rasa tidak enak badanku itu. Waktu aku mengucapkan kata-kata positif dalam pikiranku, entah kenapa terbanyang langsung 2 macam obat yang sering aku minum waktu kuliah kala sakit. Sanmol -- obat penurun panas-- dan bactrim --antibiotik untuk tenggorokan--. Alhasil akupun mampir ke apotik, beli obat tersebut, dan tentu saja tidak ketinggalan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai rumah, aku minta dimasakin air hangat untuk mandi, makan, minum obat, tidak ketinggalan request ke istri agar kerokan  [thanks yah mum], pake baju berlapis ... dan tidur. Tidak lupa aku cek suhuku juga: 38,5  derajat. Hmm ... beneran aku demam hehe. Tapi satu hal, dalam pikiranku terus melantun kata-kata: besok aku pasti sembuh, besok aku pasti sembuh, besok aku pasti sembuh, dan bisa kerja seperti biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efeknya ... luar biasa deh. Pas aku bangun tadi pagi, badanku seger, meskipun tidak fit 100%. Tapi kondisiku jauh membaik dan mendukung aku untuk bisa bekerja seperti biasanya. Temanku dan juga istri yang sempat cemas heran, kok bisa secepat itu aku sembuh. Aku cuma berkata: it's a magic hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ... sempat beredar di benakku juga. Aku sembuh karena memang benar aku berpikiran positif, ataukah itu karena obat yang bekerja?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115815070900127423?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115815070900127423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115815070900127423&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115815070900127423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115815070900127423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/kekuatan-perkataan.html' title='Kekuatan Perkataan'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115768481999921548</id><published>2006-09-08T10:04:00.000+07:00</published><updated>2006-09-08T10:07:00.053+07:00</updated><title type='text'>Bangsa yang Akrab dengan Kekerasan</title><content type='html'>Pertandingan memasuki menit ke-85. Angka di papan skor menunjukkan 0-0. Pemain dari kedua kesebelasan lagi tegang-tegangnya dalam mengolah si bola bundar. Mendadak, seperti pasukan yang sudah mendapat komando dari panglima tinggi, ribuan suporter secara serentak dari arah timur stadion dengan beringas dan ganas menyerbu ke lapangan. Dengan senjata botol minuman serta benda keras, pasukan tersebut melempari aparat keamanan yang memang bertugas menjaga agar pertandingan bisa berjalan dengan aman dan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kekuatan aparat yang hanya 1.000 personel tidak berdaya menghadapi sekitar 23.000 suporter yang kesurupan dan dihinggapi roh anarkis. Alhasil, dari pada menjadi korban, aparat pun mundur, dan membiarkan pasukan anarkis tersebut berpesta dalam rangka membuat kerusuhan dan mulai melakukan pengrusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban berjatuhan. Dari aparat, dikabarkan 13 personel mengalami luka-luka karena lemparan benda keras. Pihak sipil yang tidak berdosa pun kecipratan sialnya. Puluhan masyarakat termasuk anak-anak yang tidak tahu menahu permasalahan juga cedera akibat keganasan para suporter. Sepanjang jalan Tambaksari juga rusak menjadi korban amukan massa. Seluruh kaca bagian depan stadion yang tidak terhalang pagar besi pecah semua. Sebanyak 3 mobil juga jadi korban pembakaran. Total kerugian ditaksir miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin sidang pembaca sudah bisa menebak peristiwa apa itu. Yap ... pertandingan sepakbola babak 8 besar antara Persebaya vs Arema yang berlangsung Senin kemarin berakhir dengan kerusuhan. Karena di pertandingan pertama waktu diadakan di Malang, Persebaya kalah 0-1 dari Arema, dan seandainya di pertandingan ke-2 yang berlangsung di Surabaya berakhir dengan seri, maka Persebaya akan tersingkir dari Arena Copa Dji Sam Soe 2006. Makanya ketika memasuki menit 85 skor masih 0-0, suporter Persebaya sudah tidak bisa menahan diri karena tim kesayangannya kalah, dan mulailah 'reptilian brain'  mereka bereaksi ... dan itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kali ini saja even olahraga, terutama sepakbola, berakhir dengan kerusuhan. Sudah sering dan sepertinya sudah menjadi sebuah kemakluman besar bahwa sepakbola Indonesia selalu identik dengan kerusuhan. Entah karena rasa fanatisme yang begitu tinggi dalam membela tim kesayangannya, hingga ketika dirasa bahwa timnya akan kalah dan tidak rela menerimanya, makanya bentuk pembelaan terhadap timnya selalu ditunjukkan dalam bentuk tindakan anarkis. Mungkin juga tindakan kekerasan tersebut terjadi karena alasan unjuk kekuatan dan kehebatan. Mereka seolah-olah ingin menunjukkan ke lawan, bahkan ke Republik ini, bahwa keberadaan mereka tidak bisa dianggap remeh. Istilah kerennya mungkin pengen pamer kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku pikir kerusuhan dan rasa tidak puas itu hanya terjadi di Republik tercinta ini saja. Tetapi ternyata tidak loh. Buktinya? Beberapa waktu lalu, saat pertandingan final antara Indonesia vs Myamar di kejuaraan Piala Merdeka yang diselenggarakan negara Malaysia dalam rangka peringatan kemerdekaan mereka, tindakan tercela dan memalukan suporter Indonesia juga terjadi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu ada pemain Indonesia yang sedang menggiring bola di kotak pinalti lawan. Karena suatu hal, pemain tersebut jatuh. Menurut suporter, seharusnya Indonesia dihadiahi tendangan pinalti. Tetapi wasit berkata lain, itu bukan pelanggaran hingga tidak ada hukuman pinalti, dan hanya diberi tendangan sudut. Nah ... di sinilah tindakan tidak etis itu terjadi. Karena merasa tidak puas dengan keputusan wasit, secara spontan dan seperti sudah ada aba-aba, dari tribun penonton suporter Indonesia, terbanglah barang-barang yang kebanyakan dalam bentuk botol minuman. Sampai-sampai para pemain dan pelatih Indonesia harus turun tangan menenangkan mereka ... baru tindakan tersebut berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang kebetulan menonton semua itu hanya bisa tersenyum saja, rupanya habit masyarakat Republik ini tidak berubah entah dia masih dalam kedaulatan Republik ini ataupun sudah di negara lain. Hingga aku pun mencoba berpendapat  dan menyimpulkan --tolong koreksi jika salah-- menurutku, semua fenomena kekerasan dan kerusuhan yang terjadi adalah karena bangsa ini sudah terlalu akrab dengan kekerasan. Yah ... budaya kekerasan sudah demikian mengakar dan menjadi karakter bangsa ini, hingga susah dibendung lagi tindakan yang dinamakan: ANARKIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut aku merenung, apa benar bangsaku sudah sedemikian parah? Sulit aku mengatakan TIDAK, dan susah aku mengatakan bangsaku yang terkenal dengan keramahtamahannya masih tetap ramah dan bersahabat. Melihat fenomena dan kejadian di sekelilingku, rasanya semua setuju dengan kesimpulanku bahwa bangsa ini sudah akrab dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya? Lihat saja di TV. Hampir semua stasiun ada program khusus yang isinya berita kriminal yang notebene adalah pembiasan dari bentuk kekerasan. Sebut saja BxxxR, Paxxxli, Sxxxxp, Jxxxk Kxxxs, dan masih banyak program lainnya yang diklaim membahas secara tuntas tentang berita kriminal. Dan yang aku heran, kok setiap hari ada yah, berita-berita gituan, seolah-olah tidak pernah habis-habisnya saja. Aku pikir kalau hari-hari besar seperti tahun baru, lebaran, atau tujuhbelasan, bangsa ini akan aman dan sepi dari berita gituan ... tapi aku kecele. Waktu tidak sengaja stel acara tersebut, tetap saja ada berita yang bisa membuat bulu kudukku merinding dan membuat jariku cepat-cepat tekan remote pindah ke channel lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang menurutku parah, ada sebagian stasiun yang membuat tayangan rekonstruksi lengkap sebuah peristiwa kejahatan. Dengan diperankan oleh model, acara tersebut dibuat serapi, sebagus, dan semirip mungkin dan ingin menjelaskan dengan detail bagaimana sebuah tragedi terjadi. Mungkin tujuan utama tayangan ini bagus, yaitu ingin memberikan pencerahan dan kewaspadaan kepada masyarakat bahwa sebuah kejahatan bisa terjadi dengan cara begini, alasan begitu, hingga diharapkan penonton bisa memiliki sikap lebih waspada dan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin ada sisi lain yang tidak dilihat para pembuat acara, yaitu bagaimana seandainya acara yang menguak tabir kejahatan tersebut dengan gamblang dilihat oleh mereka-mereka yang sedang menimbang-nimbang dan mencari cara untuk berbuat kejahatan? Bukankah itu sama artinya memberikan ide kepada calon pelaku kejahatan untuk lebih meyakinkan mereka dan membuat mereka lebih kreatif untuk berbuat kejahatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain TV, sejumlah koran juga mem-spesialkan diri mereka dengan berita-berita yang isinya kejahatan semua. Contohnya tidak usahlah aku sebut, karena aku yakin semua sudah tahu dan pernah membacanya. Ugh ... benarkan kalau aku mengatakan bangsa ini sudah akrab dengan kekerasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu naif kalau aku menyamaratakan sebagian kecil peristiwa kekerasan hingga menyimpulkan Republik ini sudah sedemikian parah terjebak dalam dunia kekerasan. Masih banyak tempat dan masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai luhur bangsa ini: bangsa yang ramah dan bersahabat. Republik ini masih sangat aman untuk ditinggali, dan bangsa ini masih indah untuk dikasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau pikiran ini terus menerus dijejali dengan informasi dan peristiwa tidak bagus tersebut, lama kelamaan pikiran bersih dan murni akan terkontaminasi juga bukan? Kalau begitu ... harus bagaimana dong. Apakah aku harus pindah dari Jakarta, dan mengungsi ke desa terpencil yang masih perawan, dan memulai kehidupan baru di sana dengan bercocok tanam, berkebun, dan beternak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebuah pertanyaan lagi, apakah bisa dijamin bahwa di sana juga tidak ada kekerasan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115768481999921548?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115768481999921548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115768481999921548&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115768481999921548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115768481999921548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/bangsa-yang-akrab-dengan-kekerasan.html' title='Bangsa yang Akrab dengan Kekerasan'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115744956120552695</id><published>2006-09-05T16:42:00.000+07:00</published><updated>2006-09-05T16:46:01.363+07:00</updated><title type='text'>Seandainya Saja [Aku Meninggal] ...</title><content type='html'>Lahir - bayi - balita - anak-anak - remaja - pemuda - dewasa - orangtua - kakek - meninggal. Itulah sebuah siklus hidup manusia. Bagi kita-kita yang beruntung dan diberi siklus lengkap tersebut dari Sang Maha Kuasa, sudah selayaknya kita bersyukur, nikmati, dan manfaatkanlah satu persatu peran tersebut dengan sebaik-baiknya. Banyak orang di sekeliling kita, entah itu saudara ataupun orang-orang yang tidak kita kenal, hanya dikasih kesempatan untuk memainkan sebagian peran. Ada yang hanya sampai orang dewasa, pemuda, bahkan tidak sedikit yang hanya kebagian secuil peran sebagai balita atau bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa memprotes kenapa setiap orang diberi jatah yang berbeda-beda. Kita tidak berhak menggugat seandainya dilimpahi peran yang hanya sebentar. Kita juga tidak boleh mempertanyakan kenapa bagian kita berbeda dengan bagian orang lain. Semuanya mutlak ada di tanganNya, sudah direncanakan dalam sebuah master plan yang begitu besar dan kompleks, dan begitulah seharusnya destiny kita sebagai hasil ciptaanNya. Bagian kita hanyalah melewati masa-masa tersebut, dan bersikap bijak dalam menghitung hari demi hari seraya berusaha mempercantik peran dengan segala talenta dan bakat yang sudah dititipkan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah benar semuanya sudah digariskan begitu saja? Apakah sudah mutlak bahwa usia seseorang sudah direncanakan sedemikian panjang? Apakah dari sononya sudah terbentang jalur dan batas hidup masing-masing pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut kadang aku pertanyakan ketika melihat sebuah peristiwa yang namanya kematian. Tidak aku berpikir panjang seandainya yang pulang ke pangkuanNya adalah mereka yang sudah sepantasnya berkumpul bersama leluhur mereka dalam sebuah keabadian. Tapi akalku tak habis pikir seandainya yang harus kembali ke sana adalah mereka-mereka yang menurutku belum saatnya dipanggil. Naluriku memberontak kala mendapati beberapa teman dekat yang seolah-olah dipaksa untuk berpulang, padahal menurutku belumlah tiba waktunya dan banyak hal lain yang bisa mereka kerjakan di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepada siapa aku bisa bertanya? Kepada siapa aku meminta jawaban? Kepada siapa aku menagih sebuah kebenaran logika? Kepada siapa aku diijinkan untuk beradu argumentasi? Dan yang mungkin ini pertanyaan yang pantas aku layangkan: PANTASKAH AKU MEMPERTANYAKAN SEMUANYA ITU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kesempatan untuk merenung, entah kenapa topik ini berkeliling terus memenuhi pikiranku. Bagaikan nyamuk yang mengiang-ngiang di telinga waktu malam-malam yang sanggup menganggu sang pemilik telinga untuk sekedar bereaksi dengan mengibaskan tangan, hingga kadang sekuat tenaga menepuk dengan harapan mematikan sang pengganggu tersebut, demikianlah topik ini mengiang-ngiang terus di benakku seolah meminta sebuah jawaban. Seandainya aku meninggal ... so what will be happen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku meninggal&lt;br /&gt;apakah ada air mata untukku?&lt;br /&gt;apakah ada tetesan dan isak tangis yang tercurahkan&lt;br /&gt;sebagai tanda kehilangan yang begitu mendalam&lt;br /&gt;sebagai tanda frustasi karena akan jauh dari gapaian&lt;br /&gt;sebagai tanda berkabung dalam balutan kesedihan&lt;br /&gt;sebagai tanda berduka yang menusuk batin&lt;br /&gt;akan perginya seorang pribadi&lt;br /&gt;akan berpulangnya seorang insan&lt;br /&gt;akan hengkangnya seorang manusia&lt;br /&gt;dalam berbagai status yang berbeda&lt;br /&gt;dan peran yang bermacam-macam&lt;br /&gt;yang sanggup menghadirkan sejuta kenangan&lt;br /&gt;sehingga dia pantas untuk ditangisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku meninggal&lt;br /&gt;jangan-jangan tawalah yang aku dapatkan&lt;br /&gt;sebagai sebuah tanda bersuka&lt;br /&gt;sebuah tanda kemenangan&lt;br /&gt;sebuah tanda kelegaan&lt;br /&gt;sebuah tanda kebahagiaan&lt;br /&gt;karena telah pergi seseorang&lt;br /&gt;yang patut disyukuri karenanya&lt;br /&gt;yang sudah didoakan dan diharapkan oleh orang banyak&lt;br /&gt;karena pribadi ini bagi mereka&lt;br /&gt;sangat layak untuk pulang sekarang juga&lt;br /&gt;lebih cepat lebih bagus&lt;br /&gt;hingga sebuah pesta terselubung dalam kedukaan&lt;br /&gt;diadakan sebagai simbol penghormatan&lt;br /&gt;atas kepergian diriku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku meninggal&lt;br /&gt;jangan-jangan tidak ada yang mempedulikan&lt;br /&gt;siapa sih diriku ini&lt;br /&gt;hingga layak meminta perhatian&lt;br /&gt;apa efek kehadiranku bagi dunia ini&lt;br /&gt;apa kontribusiku terhadap lingkungan sekitarku&lt;br /&gt;apa manfaat keberadaanku bagi masyarakatku&lt;br /&gt;membuat aku berpikir&lt;br /&gt;jangan-jangan tidak ada&lt;br /&gt;hingga menjelang ajal pun&lt;br /&gt;tidak ada yang memperhatikan&lt;br /&gt;berkurang seorang anak manusia&lt;br /&gt;tidak berpengaruh terhadap kehidupan ini&lt;br /&gt;karena aku memang orang biasa&lt;br /&gt;yang tidak ada apa-apanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masalah kali apapun peran dan kontribusimu selama hidup. Tidak jadi persoalan sepanjang apa kita diberi usia. Tidak urusan kali seberapa lama jatah kita memainkan peran kita. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghidupinya dan mengelolanya hingga menjadi sebuah cerita hidup yang menarik untuk dilihat dan dibaca orang. Bagaimana kita mengisi dan menambahkan aksesoris yang berwarna-warni dalam buku kehidupan kita, mungkin itulah yang lebih berharga dan pantas dilirik oleh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya hidup lama tapi tidak ada manfaatnya alias sia-sia belaka? Apa artinya usia panjang tapi hanya diisi dengan sebuah kebosanan saja? Apa artinya umur yang berlimpah tapi tidak ada kebahagiaan sama sekali dalam melewatinya? Apa artinya detik lebih lama kalau hanya menghitungnya tanpa ada gairah sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat aku sebuah lagu lama, yang bercerita tentang kehidupan ini. Bagian reffnya berkata: hidup bukan karna hari ... hidup hanya karna arti ... bla bla bla ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... apakah caramu mengisi hari-harimu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115744956120552695?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115744956120552695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115744956120552695&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115744956120552695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115744956120552695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/seandainya-saja-aku-meninggal.html' title='Seandainya Saja [Aku Meninggal] ...'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115716996829624313</id><published>2006-09-02T10:55:00.000+07:00</published><updated>2006-09-02T11:06:08.343+07:00</updated><title type='text'>100 Ribu</title><content type='html'>Siapa sih yang tidak pernah melihat dan memiliki selembar uang berwarna merah muda [benar yah, warnanya merah muda hehehe] dengan tulisan angka 1 yang diikuti 5 buah 0 di belakangnya alias 100.000? Di mana-mana lembaran itu bisa dijumpai dengan mudah. Di pasar, kasir-kasir pusat perbelanjaan, ATM, dan aku yakin sebagian nongkrong dengan manis di dompet teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernahkah teman-teman berpikir, seberapa besarkah arti dan makna uang 100.000 bagi kebanyakan orang? Apakah dia sangat bernilai dan berharga, atau biasa-biasa saja layaknya uang dengan nilai lainnya, atau malah tidak bernilai sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi puluhan juta penduduk di Republik ini yang dikategorikan pemerintah sebagai kelompok orang miskin, uang 100.000 boleh dikatakan penyelamat dan sebuah angka yang bisa memperpanjang hidup mereka selama 1 bulan. Yah ... Bantuan Langsung Tunai alias BLT yang sejak kenaikan dan dihilangkannya subsidi BBM sebagai bentuk kebijakan pemerintah dalam membantu mereka-mereka yang dipandang memiliki standar kehidupan yang rendah, yang dibagikan secara berkala 3 bulan sekali, dengan setiap keluarga mendapatkan 300.000 alias 100.000 sebulan, adalah bentuk perpanjangan nafas bagi mereka yang sangat-sangat-sangat membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan ekonomi dari kiri-kanan, krisis dan kenaikan harga yang melonjak, serta kejamnya persaingan hidup membuat kelompok ini tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka mau protes, tapi harus protes ke mana? Minta perlindungan, diajukan ke siapa? Mohon bantuan, tapi siapa yang mau menolong mereka? Makanya ketika program ini digulirkan, dengan antusias kelompok ini menyambutnya dengan gembira dan sukacita. Meski mereka sadar, bantuan sejumlah 100.000 sebulan tentu tidak mampu menghidupi mereka selama sebulan penuh, tapi aku pikir mereka pasti bersyukur sekali karena jumlah tersebut minimal dapat mereka manfaatkan untuk hal-hal lain yang mendesak, seperti membiayai uang sekolah anaknya, membeli beras sebagai cadangan, membayar utang, dan tentunya banyak hal lainnya yang bisa mereka manfaatkan dari bantuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu berharganya uang 100.000 bagi mereka, saat hari pembagian atau jatah pencairan dana tersebut tiba, dengan berbondong-bondong mereka menyerbu tempat-tempat yang sudah ditunjuk sebagai tempat bagi mereka untuk menukarkan selembar kupon sebagai kartu pass untuk mendapatkan bantuan yang dimaksudkan. Aku lihat dari berita, entah TV, koran, situs berita, banyak yang harus berjuang ekstra keras dalam mengambil jatah mereka. Ada yang harus berjalan kaki beberapa kilometer jauhnya demi sampai tujuan, mereka harus berdesak-desakan karena takut tidak kebagian hingga banyak dari mereka, terutama ibu-ibu tua yang sampai pingsan, dan yang tragis ada oknum yang tega hati memotong jatah tersebut dengan berbagai alasan yang dibuat-buat, padahal itu dilakukan sebagai bagian dari bentuk birokrasi yang hanya untuk memperkaya diri mereka saja. Mereka BERJUANG untuk itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhir-akhir ini ada isu bantuan tersebut akan dihentikan, dan katanya ada program lain sebagai bentuk lain dari bantuan tersebut, mereka mulai kuatir, cemas, resah, dan takut. Mereka mungkin berpikir bagaimanakah cara mereka melewati dan menjalani hidup yang semakin keras ini? Dengan adanya bantuan itu saja, mereka masih harus bekerja ekstra keras, membanting tulang tanpa melihat waktu, dan menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Dan seandainya benar bantuan itu hilang, kesulitan apa lagi yang akan menghadang mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... berhargakah uang 100.000 itu? Kalau ditanyakan ke mereka yang diatas: SANGAT berharga dan bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang 100.000 bagi sekelompok orang yang lain mungkin berharga, tetapi tidak terlalu berharga. Bagi mereka, 100.000 bisa berarti jatah makan mereka selama seminggu. Dengan asumsi makan 3 kali, sekali makan dengan lauk telor, tempe, sayur, yang kadang-kadang diselingi daging plus minum air putih yang dirata-ratakan sekali makan menghabiskan sekitar 4000 perak. Untuk jatah makan hari minggu, mungkin bisa lebih mewah sedikit kali yeee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini tidak pernah berpikir untuk menghabiskan uang 100.000 untuk hal lain kecuali makan. Tidak terbersit dalam pikiran mereka membeli pakaian bagus, sepatu baru, nonton di bioskop, dan menikmati berbagai bentuk dan kegiatan yang dianggap mewah dalam pandangan mereka. Dalam benak mereka, bagaimana bisa tetap mengantongi 100.000, dan itulah hidup mereka seminggu ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi itulah makna 100.000 bagi mereka. Kalau dikatakan berharga, iya. Tetapi kalau dikatakan SANGAT berharga, tidak juga, karena mereka masih bisa hidup dan bertahan, serta mampu mengusahakan ada dan tersedianya uang sejumlah itu aman dalam genggaman mereka, dan tidak terlalu tergantung pada bantuan dari luar dalam rangka pemenuhan dan kelangsungan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang lebih tinggi akan menganggap uang 100.000 sebagai lembaran yang sama dengan uang nilai lainnya hingga merasa tidak begitu sayang mengeluarkan dan menghabiskannya begitu saja. Kelompok ini boleh dikatakan sudah lebih mapan dan lebih royal dalam menikmati hidup mereka. Makan di restoran fast food, di mana sekali makan menghabiskan sekitar 50.000 adalah hal yang biasa bagi kelompok ini. Membeli pakaian baru dengan kisaran harga 100.000 juga bukan masalah bagi mereka. Keluar-masuk salon, entah sekedar gunting rambut, cream bath, pedi-medi yang kira-kira senilai begitu juga bukan hal yang perlu mereka pertimbangkan dengan serius dalam mengeluarkannya. Nonton bioskop lengkap dengan minuman dan makanan kecil juga hal yang wajar bagi mereka untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, uang 100.000 bukanlah sesuatu yang harus mereka perjuangkan dalam mengeluarkannya. Hilang satu lembar --atau bahkan berlembar-lembar-- dalam sehari, tapi yang penting hati ini merasa bahagia dan senang, itu adalah hal yang setimpal. Kira-kira mungkin begitulah logika mereka memandang dan memaknai uang 100.000. Jumlah tersebut tetap berharga, tetapi tingkat pemaknaan dan penghargaan atasnya adalah kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang mungkin menganggap 100.000 tidak ada nilainya bisa kita dapati di sebagian orang dalam Republik ini. Bagi mereka 100.000 itu layaknya uang receh, yang dengan mudah keluar-masuk dalam dompet mereka, atau bahkan jumlah tersebut dianggap tidak ada dalam kamus mereka. Pembicaraan mereka udah dalam level 6, 7, bahkan 8 angka 0. Selembar uang 100.000 seandainya terselip entah kemana, mungkin tidak akan dianggap mereka. Apalah artinya selembar uang dengan 5 angka 0 dibandingkan dengan harta mereka yang angka 0-nya sudah berlipat ganda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah dengar cerita teman, yang karena tugas kantor harus menjamu tamu mereka di salah satu restoran terkenal di daerah elit tentunya. Sistem makan mereka dihitung berdasarkan meja. Enak-enak makanannya, lezat-lezat disajikan, bervariasi menunya, dan berlimpah hingga banyak makanan yang tersisa. Waktu aku iseng tanya, habis berapa tuh sekali makan kayak gitu? Bagai godam menghantam kepalaku, kaget aku mendengarnya: satu meja habisnya sekitar 5.000.000,- [baca lima juta rupiah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGA!!! Dalam satu malam, hanya beberapa jam, uang segitu mengalir begitu saja, hanya untuk sebuah dinner? Tidak habis pikir aku ... semuanya ini dalam rangka menyenangkan tamu mereka, atau karena kantor mereka kebingungan menghabiskan uang karena saking banyaknya uang mereka? How come .... Pikiranku mulai menghitung-hitung. 5.000.000 itu sama artinya 50 lembar 100.000. Yang kalau dikonversikan berarti sanggup membiayai 50 orang miskin di Republik ini selama 1 bulan. Dan ... dengan ringan dan mudah mereka menghabiskannya hanya dalam waktu semalam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah realita yang ada. Dan aku pikir itu bukan hal yang aneh lagi. Memang ada sekelompok orang yang menganggap 100.000 TIDAK BERHARGA sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanyakan kepada diriku sendiri, apakah makna 100.00 itu? Hmmm .... let me think.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku akan menjawab: 100.000 sama artinya ke mal, masuk toko buku, kemudian cari buku Be Happy, Smile Pliz, dan Kafe Etos, ke kasir, bayar ... Lantas menuju ke salah satu restoran fast food kesukaan saya, pesan paket tertentu, makan ... dan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan teman-teman? Let me know juga-lah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*) Setelah hampir sebulan berhenti menulis, awalnya aku pikir tidak punya sense menulis lagi. Tapi rupanya posting ini jadi juga yah hehehe ... Senang aku :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115716996829624313?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115716996829624313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115716996829624313&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115716996829624313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115716996829624313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/09/100-ribu.html' title='100 Ribu'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115444720081440565</id><published>2006-08-01T22:44:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T22:46:40.950+07:00</updated><title type='text'>Karena Pria Juga Ingin Dimengerti</title><content type='html'>Posting ini sebenarnya masih merupakan sekuel dari posting sebelumnya --&lt;a href="http://hendribun.blogspot.com/2006/07/hati-seorang-pria.html" target=_blank&gt;hati seorang pria&lt;/a&gt;-- yang bertujuan mulia, hehehe, untuk memberikan pencerahan kepada kaum hawa yang bertanya-tanya kenapa sih pria juga susah untuk dimengerti. Posting ini kiranya juga merupakan sebuah pembelaan dari seorang pria yang mengutip lagunya Ada Band: karena pria juga ingin dimengerti :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria sering dituduh tidak berperasaan alias berhati keras. Tuduhan ini nyata sekali terutama menyangkut yang namanya menangis. Emang sih, secara kasat mata makhluk yang sering menangis adalah kaum hawa. Mungkin karena dari sananya sudah dirancang sedemikian rupa dengan kantong mata yang lebih tebal, yang juga berarti kemampuan mereka untuk menampung air mata juga lebih banyak, ditambah lagi kehebatan kaum hawa mengasah dan menggunakan perasaan mereka, tidak heran kaum hawa kadang diberi julukan: cengeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana tidak? Saat melihat film romantis: nangis. Ketika diberi kado spesial sebagai surprise ulang tahun: nangis. Waktu dibacain puisi di candle dinner dengan naungan sang rembulan yang mengintip malu-malu: nangis. Mendapat kecupan atau ciuman pertama: nangis. Kala berpisah sementara dengan pujaan hati: nangis. Hingga sempat ada joke: saingan kaum hawa dalam tangis-menangis hanyalah film india. Kalau hawa didominasi nangis, film india didominasi nyanyi. Ketemu pohon: nyanyi. Saat gembira: nyanyi. Lihat jembatan: nyanyi. Hingga berpisah pun masih menyanyi dengan joget-joget khas mereka lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah pria tidak memiliki hati lembut seperti wanita? Jawabannya TIDAK. Hati laki-laki sebenarnya juga sangat lembut dan mudah tersentuh. Lantas, kenapa jarang kita menemukan pria menangis? Jawabannya satu: karena pria lebih pintar mengelola emosinya. Tentunya faktor yang satu ini tidak boleh dikesampingan: gengsi. Tengsin dong kalau ketahuan nangis di muka umum, begitulah kira-kira peribahasa para pria. Ntar dikira apa lagi, bentar-bentar nangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tidak semua moment bisa membuat pria menangis. Kebanyakan saat yang dapat memancing emosi pria hingga tidak tahan menumpahkan air mata mereka adalah saat kehilangan atau perpisahan. Hanya itu, karena lebih pintar menahan emosi, tangisan para pria tidak kelihatan secara gamblang. Mereka selalu mampu menekan dan menyimpan dalam hati kalau bersedih. Tapi sejujurnya, saat-saat seperti itu sebenarnya banyak pria akan pura-pura ke kamar mandi, atau kemanalah, pokoknya jauh dari keramaian, dan di sana dia akan menumpahkan air mata mereka sampai puas. Habis itu ... done. Kembali lagi seperti semula, bertindak seolah tidak ada apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebel dan jengkel karena para pria lebih suka menonton sepakbola atau balapan atau tinju atau sport lainnya dari pada menikmati waktu berdua dengan santai? Eit ... jangan keburu ngamuk, karena itu adalah sesuatu yang sangat-sangat wajar. Sama wajarnya dengan kegemaran dan kesukaan para wanita menikmati film yang berbau drama percintaan, tayangan entertaimen yang tidak jauh dari gosip, telenovela, ataupun sinetron. Tahu alasan kenapa pria tertarik dengan hal-hal gituan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang mungkin bisa menjawabnya adalah karena pria dari sononya sewaktu penciptaan dibekali dengan satu sifat alami dan mendasar yang merupakan ciri khas mereka: kemauan untuk bersaing dan menjadi pemenang. Bukan berarti wanita tidak mempunyai sifat tersebut, namun dalam diri pria sifat tersebut lebih besar dan dominan. Karena alasan itulah, saat melihat pertandingan olahraga yang notebene adalah layaknya sebuah keadaan yang penuh pesaingan dan intinya menjadi pemenang, secara naluri pria akan tersedot dan menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayak permainan bola. Tahu momen-momen apa yang paling ditunggu-tunggu? Benar sekali. Saat gol terjadi. Tahu ndak apa yang terjadi dalam diri pria saat terjadi gol? Sebuah emosi luar biasa yang terpendam selama menunggu proses terjadinya gol, yang merupakan refleksi dari ketegangan yang mencekam selama permainan berlangsung, sekumpulan energi yang terkumulasi sebagai bentuk suara tercekat di tenggorokan, dan ketika gol terjadi, dengan spontan dilampiaskan dalam bentuk segumpal kepuasan sebagai tanda kemenangan: teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah kalian wahai kaum hawa, bukan hanya momen gol yang ditunggu-tunggu kaum pria. Ada momen lain yang juga sering dinantikan itu terjadi. Bisa tebak? Yap ... momen kalau terjadi pelanggaran hingga kartu kuning atau merah harus dikeluarkan, serta tidak ketinggalan: kala para pemain berantem. Wow ... kalau udah kayak gitu, dijamin deh mata para pria susah untuk dialihkan dari layar kaca TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pria juga bisa bosan dengan bola. Terutama kalau yang main bukan kesebelasan terkenal, dan permainannya monoton alias tidak ada pelanggaran, apalagi terjadi gol. Jujur ... kalau menyaksikan pertandingan seperti itu: SANGAT MEMBOSANKAN. Tapi anehnya, kenapa kalau sudah tahu bosan begitu, masih saja betah nongkrong di depan TV dan menyaksikan sampai selesai? Jawabannya mungkin satu: karena ingin merekam jalannya permainan hingga saat berkumpul dengan sesama bola-mania dia bisa mendominasi pembicaraan dengan kemampuan memberikan analisa dan komentar yang tajam dan terpercaya. Jadi ... boleh dikatakan ada unsur gengsi juga berbicara di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti sepakbola, sport lain juga begitu. Misalnya balapan mobil atau motor, selain aksi over taking yang ditunggu-tunggu, momen tabrakan hingga mobil rusak berkeping-keping atau pengendara motor terjungkal karena jatuh juga sangat menarik untuk disimak. Dalam tinju? Kalau para petinju mainnya luar biasa, saling melontarkan pukulan hingga salah satu atau dua-duanya bengkak atau berdarah, puas deh para penonton. *sadis yah hehehe* Jangan heran kalau tayangan kayak Smack Down atau gulat bebasnya Amrik menjadi tayangan favorit bagi sebagian pria. Itu adalah naluri mereka ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus asa karena pria kayaknya jarang cemburu? Hmm ... tidak usah berkecil hati. Pria juga sama seperti wanita: pencemburu tangguh. Hanya itu ... kepandaian pria mengelola emosinya yang membuat mereka seolah-olah tidak terpengaruh, yang efeknya kayak ndak peduli dan tidak cemburu. Tapi kalau diijinkan untuk berkata jujur, pria juga suka cemburu loh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana sih hati tidak panas kala melihat pasangannya bercakap-cakap dengan mesra dengan pria lain? Gimana hati tidak terbakar ketika mendapati pujaan hatinya bercengkerama dengan penjantan lain? Hati mana tidak berkobar-kobar waktu menjumpai sang &lt;i&gt;cem-ceman &lt;/i&gt;-nya lagi dekat dengan lelaki lain? CEMBURU OEIII ... tapi lagi-lagi, inilah hebatnya pria. Mungkin pernah didapati ada kasus pria yang tidak mampu mengelola rasa cemburunya hingga ngamuk dan marah-marah. Tentu saja ada. Tapi umumnya begitulah: pria kelihatan jarang cemburu, tapi sebenarnya cemburu buta juga ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria suka usil? Hehehe ... jangan terlalu dipikirin. Karena iseng aja mereka berbuat begitu. Pria khan sering tidak tahan kalau berdiam diri, dan selalu senang melihat lawan jenisnya sebel atau marah atau ketakutan. Cuekin aja deh ... kalau terpancing dengan keusilan mereka, semakin senang hati para pria. Tapi kalau didiamin saja, dicuekin, ndak ditanggapin, yakinlah mereka akan bosan sendiri. Awalnya sih mungkin mereka semakin menjadi-jadi, tapi percaya deh sama omongan pria yang satu ini, sampai satu titik mereka pasti akan bosan sendiri. Dan itu juga berarti keusilan mereka akan berhenti di titik itu juga. So ... cuek is the best hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah ... cukup sekian dulu. Ntar tahu-tahu aku dapat petisi dari perkumpulan pria dan penjantan dari dunia blog, agar aku tidak terlalu membocorkan rahasia para pria hehe ... ciao ... *sambil mendendangkan lagu: karena pria juga ingin dimengerti* la la la la la la ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115444720081440565?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115444720081440565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115444720081440565&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115444720081440565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115444720081440565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/08/karena-pria-juga-ingin-dimengerti.html' title='Karena Pria Juga Ingin Dimengerti'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115409973165791354</id><published>2006-07-28T22:11:00.000+07:00</published><updated>2006-07-28T22:22:17.636+07:00</updated><title type='text'>Hati Seorang Pria</title><content type='html'>Rupanya bukan hanya pria saja yang selalu mengeluh betapa rumit dan kompleksnya hati seorang wanita hingga dia bagaikan buah simalakama yang membuat sang pria serba salah dalam bersikap dan bertindak [selengkapnya silakan baca posting &lt;a href="http://hendribun.blogspot.com/2006/06/hati-seorang-wanita.html" target=_blank&gt; hati seorang wanita&lt;/a&gt;]. Dari sejumlah pengamatan dan kejadian nyata di lapangan, ternyata tidak kalah banyaknya wanita-wanita yang juga mengeluhkan hal yang sama: susah sekali memahami dan menyelami apa sebenarnya keinginan hati seorang pria. Bagi mereka, hati seorang pria juga misterius dan aneh. Ia juga layak disamakan dengan samudera yang kedalamannya susah untuk diukur, diibaratkan cakrawala yang tidak ketahuan di manakah ujung pangkalnya, disandingkan dengan angin yang entah berhembus dan bergerak ke mana sesuka hatinya. Tapi ... benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sangat mudah untuk memahami dan mengerti hati seorang pria. Sangat simple dan sederhana. Kalau sempat membaca buku 'Men from Mars, Women from Venus', maka tidak akan sulit untuk mengetahui apa maunya seorang pria. Tapi, mungkin banyak yang lupa karena sering kenyataan berbeda dengan apa yang tertulis di sana, maka ijinkanlah saya mewakili kaum adam sedunia untuk memberikan tips dan trik yang sifatnya menyegarkan kembali bagaimanakah caranya menaklukkan dan membuat pria tidak mampu bertingkah dan berserah sepenuhnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pria sebenarnya juga suka dengan perhatian-perhatian kecil yang tidak terduga. Istilahnya pintar-pintarlah memberikan kejutan dan hal-hal lain yang sanggup membuat sang pria kaget. Kejutan-kejutan itu tidak perlu spektakuler ataupun heboh, namun cukup dengan pernyataan yang menunjukkan bahwa kita care dengan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, sewaktu-waktu kirimlah SMS yang sekedar menanyakan kabar atau pun yang bersifat menyemangati. Pernah suatu hari, di dalam kejenuhan dan kecapekan karena kerjaan yang menumpuk, hape aku berbunyi tanda SMS masuk. Waktu aku lihat pengirimnya, dari sang istri. Awalnya sempat sebel, ngapain kirim SMS kala jam kantor, apa tidak tahu bahwa aku sedang sibuk dan repot? Namun ketika membaca isi SMS tersebut, bagaikan segelas air dingin di kemarau panjang memberikan kesegaran dan semangat baru kepadaku untuk bekerja. Dan ... isi SMS tersebut masih aku simpan di memori hapeku sampai sekarang dan sering aku baca ulang kala badan rasanya lelah dan capek. Mau tahu isinya: &lt;strong&gt;papi, semangat yah ... -mami + onga-&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain SMS, perhatian bisa ditunjukkan dengan hal-hal kecil lain yang kelihatan sepele. Misalnya ketika seharian capek bekerja, di rumah sudah tersedia segelas minum dingin [bagi ibu-ibu yang tidak bekerja], ataupun kalau sama-sama kerja dan pulangnya bareng, sempatkanlah ambil gelas, sobek sebungkus minuman vit C, ke kulkas ambil es batu, aduk-aduk bentar, jadi deh. Dijamin, para pria akan kepincut dan tambah sayang. Hal lain misalnya, seraya santap makan malam, sempatkan diri untuk menyiapkan air hangat untuk mandi, dan beberapa kegiatan-kegiatan kecil lainnya [pikirkanlah secara kreatif hehehe ...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kadang kelihatan diam dan cuek? Itu wajar saja. Berdasarkan penelitian yang mungkin udah sering kita dengar, perbandingan jumlah kata yang harus dikeluarkan dari mulut seorang pria dengan wanita adalah 1:5. Jadi jangan heran kalau kebanyakan pria sesampai di rumah lebih banyak diam, karena perbendaharaan dan keharusan jumlah kata yang dikeluarkan sudah habis digunakan di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria diam adalah sangat, sangat, dan sangat wajar. Masalahnya banyak wanita yang tidak mengerti dan tidak mau tahu. Karena selalu menganggap pria sama dengan wanita, jadi sering wanita menganggap pria berubah menjadi sosok yang misterius dan aneh. Hasilnya, banyak wanita yang mulai menuduh bahwa para pria sudah tidak peduli kepada mereka karena pelit memberikan komen dalam menanggapi cerita-cerita para wanita. Jangan lantas cepat menghakimi juga kalau pria udah mulai kurang perhatian karena kelihatan malas memberikan tanggapan. Atau yang parah mungkin ada yang mulai curiga dan menuduh, jangan-jangan sang pria-ku udah mulai punya seseorang di luar sana sehingga tidak care lagi dengan apa yang sudah ada. Alhasil mulaikah kasak kusuk, bertindak bagai detektif, serta melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. BUKAN BEGITU. Semuanya hanyalah karena begitulah apa adanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria selalu menggunakan logika dalam melihat dan menghadapi sebuah persoalan. Berbeda dengan wanita yang menggunakan emosi dan perasaan, para pria sangat logis. Jadi jangan heran kalau pria juga lagi-lagi kelihatan kayak tidak peduli ketika ada masalah. Bukannya begitu, tapi memang begitulah pria selalu mencerna, mempelajari, menimbang-nimbang, sampai akhirnya menemukan sebuah pemecahan masalah yang menurutnya sangat mungkin dan logis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu pengalaman seorang teman, saat itu entah kenapa anak perempuannya yang menginjak SMP minggat dan tidak pulang semalaman. Kebetulan aku hadir di sana, jadi aku bisa tahu persis beginilah bedanya pria dan wanita dalam menanggapi sebuah permasalahan. Sang ibu, dengan mata lembam dan bengkak serta isak tangis terus menerus berceloteh dan melontarkan kekuatirannya tentang anaknya, trus mulai menduga-duga jangan-jangan inilah, atau itulah, serta seribu satu macam kesimpulan awal berkecamuk di kepalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sang bapak? Aku melihat dia hanya diam saja sambil berusaha bersikap rileks dan tentunya sibuk juga menelpon sana-sini. Yang aku heran sekaligus kagum adalah bagaimana dia menenangkan sang ibu dengan sejumlah argumen yang menurutku sangat-sangat logis, memberikan analisa mengapa anaknya bisa sampai minggat. Mungkin karena ini, itu, trus minggat ke sini, ke situ, ke sono, dan sejumlah kemungkinan yang ada dipaparkan begitu saja. Aku hanya mangut-mangut saja menyaksikan semuanya. Dan ... tahu apa yang terjadi? Rupanya sang anak kesal karena pernah suatu hari tidak sengaja dimarahin, hingga berencana memberi pelajaran kepada ortu mereka dengan diam-diam menginap di rumah temannya yang letaknya hanya berbeda blok dengan rumahnya. So simple ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksudku mengatakan sikap pria benar 100%. TIDAK. Tapi begitulah seorang pria yang sangat mengagungkan kemampuan berpikir dan analisanya. Tentu saja ada kelemahan dan kelebihan dari sikap pria yang satu ini. Untuk itulah diperlukan seorang wanita sebagai pendamping dan penyeimbang semuanya sehingga segalanya bisa berjalan benar. Sekali lagi, itulah apa adanya ... jadi harap dimaklumi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kalau marah sukanya meledak-ledak? Hehehe ... jangan heran deh, karena itulah sifat alami seorang pria. Mungkin ada pengaruh pendapat bahwa pria harus selalu lebih galak, makanya sebagai tanda kegalakan dan supaya mendapat respek, pria sering memilih cara marah yang dibuat seheboh, semeriah, dan sekeras mungkin. Tujuannya hanyalah satu: menunjukkan bahwa aku ini seorang pemimpin, jadi dengarkanlah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau amarah tersebut dilawan dengan cara keras juga, itu sama artinya menyiram api dengan bensin. Harga diri yang tinggi dari seorang pria akan bergejolak kala dia merasa mendapat pertentangan. Emosi yang meluap akan semakin bergelora saat dia menangkap dan mendapati sinyal adanya perlawanan. Jadi ... berusahalah untuk berdiam diri sambil menunjukkan sikap mendengarkan. Bukan artinya kalah ... BUKAN. Hanya tunjukkanlah sikap bahwa dia dihargai dan dianggap sebagai seorang leader. It's enough. Niscaya, dengan cepat amarah itu akan hilang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dapat pengalaman juga pria kalau marah bawaannya diammm saja? Hehehe .. repot yah. Sebenarnya itu hanyalah sebuah trik pria juga, supaya sang wanita mau mendekatkan diri seraya menguji sampai di mana wanita tersebut mau bersabar menghadapinya. Kalau menghadapi jenis pria ini, sangat mudah cara menaklukkannya. Dekatilah dia, sambil mengatakan sori, then bertindaklah sedikit kekonyolan yang biasanya sanggup memancing tawanya. Itu saja ... dijamin dengan cepat kemarahan sang pria akan lumer ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yah? Hehehe ... kayaknya udah cukup deh. Lagian kalau aku tulis lebih banyak lagi, posting ini akan jadi panjang sekali dan takut yang membaca akan menjadi bosan. Jadi kalau emang ada lagi yang kurang paham, silakan bertanya saja. Aku buka rubrik konsultasi kok, tidak 1 hari 24 jam, tetapi selama aku tidak sibuk saja, pasti aku berikan jawaban yang dijamin memuaskan hahahaha *emang ada yang tertarik bertanya?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... kata siapa juga pria susah dimengerti?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115409973165791354?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115409973165791354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115409973165791354&amp;isPopup=true' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115409973165791354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115409973165791354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/hati-seorang-pria.html' title='Hati Seorang Pria'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115364745242703957</id><published>2006-07-23T16:33:00.000+07:00</published><updated>2006-07-23T16:37:32.473+07:00</updated><title type='text'>Masa Kecil</title><content type='html'>Masa kecil merupakan masa penuh eksplorasi diri dan keberanian. Pengalaman-pengalaman di masa ini sangatlah indah untuk diingat kembali dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang nyaris tanpa sekat dan halangan untuk berekspresi. Memanjat pohon, mencuri mangga tetangga, bermain lumpur, menceburkan diri ke kali, memberanikan diri menerobos hutan belantara, mengunjungi kuburan, serta banyak keberanian-keberanian lainnya senantiasa mengiringi keceriaan dan kegembiraan masa kanak-kanak. Di kamus mereka tidak ada istilah takut. Mereka juga tidak kenal kata kesakitan. Demikian juga tidak pandang bahaya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil juga masa penuh kasih sayang. Ingatan kala dimanja dan disayang sama orang tua yang selalu memberikan ketenangan, keteduhan, serta kebahagiaan bagi jiwa ini selalu menjadi memori yang sulit untuk disingkirkan dalam benak ini. Kenangan saat dibeliin baju dan mainan baru, waktu sakit diperhatikan sedemikian rupa dengan hadiah istimewa berupa makan malam spesial, serta ingatan kala dibacakan dongeng sebagai pengantar kita bisa terbang ke alam mimpi yang indah, merupakan sebagian memori indah yang aku yakin sulit untuk dihapus begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil adalah masa mengenal dan memahami makna perlindungan dari orang tua. Waktu ada hujan yang diselingi suara petir yang menyambar-nyambar, ke manakah kita mencari perlindungan? Kala malam-malam tiba-tiba terbangun karena bermimpi ada monster bersembunyi di kolong tempat tidur, nama siapakah yang kita panggil untuk menemani kita hingga bisa tidur lelap? Siapakah yang membela kita saat dikejar anjing galak atau kala dijahili teman sekelas yang lebih besar? Siapa pula yang menjemput kita saat kita tidak sengaja memanjat pohon terlalu tinggi dan takut untuk turun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil adalah masa penuh cita-cita dan impian. Sudah menjadi sebuah idiom klasik saat seorang anak ditanya: kalau besar mau jadi apa? Dan selalu dijawab dengan lantang: menjadi dokter, atau menjadi guru. Peribahasa gantungkanlah cita-citamu setinggi langit seolah memuluskan jalan dan meyakinkan si bocah untuk bebas menentukan, memilih, serta menggapai apa saja yang mereka ingin dan cita-citakan. Tidak kenal istilah susahnya belajar, mengikuti ujian, harus les ini dan itu, mengambil kelas ekstrakulikuler, dan macam-macam istilah lain dalam proses mewujudkan semua impian tersebut. Namanya juga bocah, yang ada&lt;br /&gt;hanyalah aku ingin menjadi orang hebat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil adalah masa pembentukan menjadi apakah seseorang di masa depan. Semuanya sangat tergantung pada ajaran, didikan, contoh, teladan, serta wejangan yang diterima sang anak sedari dini. Jiwa mereka yang masih jernih, murni, dan polos dengan cepat menyerap dan menerima segala hal yang dilihat dan didengar. Hati mereka yang masih suci sangat mudah untuk dibentuk, apakah semakin mengkilap atau justru menjadi kelam, semuanya sangat cepat dan rentan sesuai porsi manakah yang mereka pelajari dan pahami. Yah ... ungkapan buah tidak jatuh jauh dari pohonnya mungkin tepat untuk menggambarkan dunia kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak salah bukan kalo aku mengatakan bahwa masa kecil adalah masa sejuta kenangan? Yah ... sepenggal waktu yang singkat, namun penuh arti dan makna. Kangen aku kembali ke saat-saat itu, sekedar ingin merasakan kembali rasanya disayang, hidup tanpa ketakutan, penuh keberanian, sejuta cita-cita menggumpal, dan banyak moment indah lainnya. I wish i could be ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya begitulah harusnya seorang anak melewati masanya. Namun kalau kita melayangkan pandangan dan memicingkan mata untuk melihat sekeliling kita, sebuah sajian ironi dan kontrakdiksi mungkin akan terpampang begitu jelas dan menusuk hati kecil yang melihatnya. Sebuah kenyataan dan realita yang menggugah batin ini untuk tidak mengeluh, sudah begitu kerasnyakah hidup ini hingga mereka yang tidak tahu apa-apa harus ikut terseret dalam gelombang yang seharusnya menjadi porsi orang dewasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak tidak lagi mempunyai keberanian untuk mengeksplorasi dunianya. Sejumlah ketakutan yang berlebihan dari orang tua yang didasarkan alasan keselamatan dan keamanan sesungguhnya menjadi senjata mematikan dalam mengkerdilkan kreativitas dan keberanian seorang anak. Ketika mendapat anak mereka mau manjat pohon, dengan segera dilarang dan diancam supaya tidak mengulanginya lagi. Main lumpur, langsung dimarahi. Kejar layangan? Apalagi. Sebuah defend yang terlalu dari orang tua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang dan perlindungan sudah menjadi barang langka. Saat anak mendambakan orangtua mereka hadir sebagai teman dan pengantar tidur mereka, yang mereka dapati hanyalah ruang kosong yang penuh dengan berbagai mainan dan boneka, yang dikira sanggup menjadi pengganti sosok idola mereka. Mereka menjadi lebih dekat dengan para pembantu, tukang kebun, bahkan sopir mereka dibandingkan ortu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang kurang beruntung, hidup di jalanan menjadi ruang pembentukan karakter mereka. Mereka yang seharusnya menikmati dunia bebasnya harus bertarung dengan kerasnya hidup ini dengan menjadi anak jalanan: mengamen, asongan, tidur di perempatan, perkelahian bebas, hingga seks usia dini harus mereka lakoni. Jiwa mereka kehilangan kemurniannya. Kristal indah hati mereka hancur berkeping-keping. Tapi harus bagaimana lagi? Itu adalah sebuah kenyataan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian mereka menjadi begitu rapuh dan terbatas. Kala seorang anak mengatakan: aku ingin menjadi astronot, dengan segera impian tersebut dipadamkan dengan berbagai doktrin dan paradigma yang intinya mengatakan: mustahil deh kamu menjadi seperti itu. Satu persatu mimpi mereka rontok. Perlahan tapi pasti cita-cita mereka dengan terpaksa harus ditanggalkan. Alhasil, mereka bertransformasi layaknya robot yang disetir ke mana aja sang kreator mengarahkannya. Kreativitas lenyap, jiwa berjuang menghilang, semangat bertarung sirna ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah salah kalau aku mengatakan dunia sekarang sudah sangat kejam kepada anak-anak? Dunia saat ini sudah sangat tidak manusiawi bagi usia bocah. Hingga sedemikian dahsyatnya kekejaman itu, belakangan sering kali kita mendengar, membaca, bahkan melihat dengan mata kepala sendiri anak usia SD sudah pintar menemukan cara mereka sendiri untuk lari dari kerasnya kehidupan dengan menempuh jalan singkat: BUNUH DIRI!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kalender republik ini, bertepatan di tgl 23 juli adalah Hari Anak Nasional. Aku tidak mengikuti persis kampanye apa yang ditujukan oleh bangsa ini bagi anak-anak di republik ini. Yang jelas adalah sebuah kampanye untuk tidak menyalakan TV sepanjang hari supaya kontaminasi terhadap anak melalui media TV bisa berkurang, minimal satu hari. Apakah kampanye ini jalan? Aku tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu hal, ijinkanlah aku untuk mengucapkan: Selamat Hari Anak Nasional. Jayalah anak-anak Indonesia, dan bangkitlah Negeriku melalui mereka ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115364745242703957?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115364745242703957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115364745242703957&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115364745242703957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115364745242703957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/masa-kecil.html' title='Masa Kecil'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115315557673872289</id><published>2006-07-18T00:07:00.000+07:00</published><updated>2006-07-17T23:59:37.326+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Perenungan</title><content type='html'>"Ko, bersyukur banget si Asan tidak sampai masuk RSJ alias gila. Setelah mengalami percobaan yang begitu besar dia masih bisa bertahan, dan yang paling penting dia sekarang semakin mendekatkan diri dengan Tuhan ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal penuturan adik sepupuku kala beberapa waktu yang lalu mampir ke rumahku. Awalnya dia cuma mau berkonsultasi tentang merit, menanyakan macam-macam sebagai persiapan, karena menurut rencana mereka bulan Oktober nanti mereka akan menikah. Setelah ngobrol sana ngobrol sini, entah gimana caranya pembicaraan kita bergeser menjadi share-share yang selama ini jauh dari jangkauanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bermula sewaktu aku bertanya begini. "Calonmu sekarang kerjaannya apa? Masih buka toko khan?" Aku bertanya begitu karena sekitar 2 tahun yang lalu saat ketemu dengannya begitulah berita yang aku dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooo ... sudah tidak lagi." jawab adik sepupuku singkat."Oh ya? Trus sekarang ngapain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pertanyaan singkatku itu menjadi awal kisah dia kepadaku yang mungkin selama ini jarang dia ceritakan kepada orang lain karena berbeda paham dengan dia. Mungkin juga karena dia menganggap aku orang yang sudah tercerahkan alias open minded, makanya dengan lugas dan tuntas dia pun berkisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hen Ko belum tahu yah, kalau sudah terjadi peristiwa yang sempat menggoncangkan kami berdua. Ko khan tahu, bahwa sebelum koko tunangan di tahun 2004, kita sudah terlebih dulu tunangan. Trus dalam waktu dekat sudah punya rencana untuk menikah. Pasti koko ingat, waktu main ke rumah, minta dibantuin khiu-khiuku buat cincin tunangan, khan waktu itu sudah lihat cincin tunangan nongkrong dengan manis di jariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ... saat segala rencana sudah disusun rapi, sudah dalam tahap DP macam-macam, yang namanya kemalangan memang tidak bisa ditolak. Calonku ditipu sama orang, mengambil barang-barang dagangan tanpa bayar, uang habis ditipu dan dibawa kabur [alias ceu lu], dan yang parah sebagian barang tersebut merupakan  titipan orang hingga dia terpaksa harus membayar orang-orang alias hutang. Bayangkan deh kacaunya suasana waktu itu, sudah uang sendiri ludes, masih harus melunasi utang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, down dong kita. Hidup menjadi tidak ada artinya lagi, gairah hidup hancur seketika, pikiran setiap hari memikirkan yang macam-macam, ditambah telp sana sini menagih utang. Pokoknya hancur abiz deh. Setiap hari kerjaannya hanyalah melamun, bersedih, menyesali diri, dan macam-macam kagiatan yang bagi orang normal merupakan hal yang aneh. Makanya tadi aku bilang, kalau dia menjadi gila atau sampai bunuh diri, itu wajar sekali terjadi. Emang kalau sudah kayak gitu, ada lagi tujuan hidup? Mau ngapain lagi hidup ini karena semua udah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang parah, tahu khan kebiasaan orang kita [orang khek maksudnya], terutama orang tua, kalau lihat orang dilanda kemalangan bukannya mencoba untuk bantu. Yang ada malah gunjing sana gunjing sini. Komentar macam-macam yang menjatuhkan, mengatakan karena itulah, karena inilah, lagi dihukum dewa-lah, dan bermacam-macam gunjingan yang benar-benar bisa membuat kepala ini pecah dan otak jadi gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa rencana merit pun di cancel, dan DP yang sudah dibayar harus direlakan ludes. Seharusnya khan rencana merit kita ndak beda waktunya dengan waktu merit Hen Ko, tapi dengan adanya kemalangan ini terpaksa diundur. Yang membuat aku sedih adalah anjuran atau tepatnya paksaan dari keluarga dekat, agar aku lupakan saja deh dia. Ngapain pula bertahan dengan orang yang sudah hancur begitu, uang ndak ada, utang menumpuk. Belum lagi --kata orang-orang-- bentar lagi deh dia jadi orang gila. Jadi, mumpung masih muda dan belum terlambat, buruan putuskan saja dan cari orang lain yang lebih bisa menjamin hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu Ko, waktu aku mendengar kata-kata itu, aku marah besar. Begitu orang mulai menyingung hal ini, langsung aku marahin dan usir. Kok tega yah, masih sempat-sempatnya bergosip dan menjatuhkan mental orang kala lagi ada masalah. Sekali-kali kek memberikan dukungan moral, menghibur, atau memberi semangat. Yang didapat setiap hari malah kebalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya aku mengatakan sangat bersyukur kalo dia bisa bangkit seperti ini. Secara pelan dalam keterpurukannya dia mau mendekatkan diri padaNya, melewati masa berkabungnya dengan mulai berusaha lagi, dan hasilnya seperti yang bisa dilihat sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar semua itu aku lebih banyak berdiam diri. Sebuah pengalaman hidup nyata yang sungguh-sungguh menyentak diriku akan sebuah realita kehidupan. Inilah hidup ini, dengan segala dinamika dan keberadaanya. Aku terus terang sangat salut kepada mereka. Dengan sejumlah kedukaan yang mereka alami, mereka bisa bertahan dalam kebersamaan menghadapi dan berseteru dengan kemalangan patut diancungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku berada di posisi mereka, belum tentu aku sanggup melewatinya. Mungkin kalau aku diijinkan mengalami hal itu, aku belum pasti akan bisa bertahan. Makanya aku hanya mampu berujar: kalian sungguh luar biasa. Dan kalian sudah menunjukkan kepada dunia makna cinta sejati, di mana kalian sudah lulus ujian dengan mendahului mengalami masa susah dan duka bersama sebelum menginjak gerbang pernikahan. Dan aku yakin, saat kalian memasuki mahligai rumah tangga, tidak akan ada masalah sebesar apapun yang sanggup menggoncang kalian berdua lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perenungan bagiku. Apakah benar itu adalah cinta sejati? Ataukah sebuah bentuk cinta sejati, di mana untuk membentuknya masih banyak lagi ujian dan cobaan yang harus dilewati? Dan ... apakah benar ada cinta sejati itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115315557673872289?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115315557673872289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115315557673872289&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115315557673872289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115315557673872289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/sebuah-perenungan.html' title='Sebuah Perenungan'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115280917011722566</id><published>2006-07-14T00:07:00.000+07:00</published><updated>2006-07-13T23:50:20.406+07:00</updated><title type='text'>Ketika Waktu Itu Tiba</title><content type='html'>Kala maut menjemput kita&lt;br /&gt;apakah kita sanggup mengelaknya&lt;br /&gt;dengan mengatakan aku bukanlah orang yang tepat&lt;br /&gt;aku bukanlah penumpang yang harus mengikuti jemputanmu&lt;br /&gt;aku hanyalah korban yang salah sasaran&lt;br /&gt;seseorang yang seharusnya menempati kursi tungganganmu&lt;br /&gt;dia berada nun jauh di sana&lt;br /&gt;dengan segala keberadaan mereka&lt;br /&gt;demikian juga diriku&lt;br /&gt;engkau salah orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia datang begitu saja&lt;br /&gt;tanpa sebuah peringatan sama sekali&lt;br /&gt;layaknya seekor singa yang sedang mencari mangsa&lt;br /&gt;dia mengintai&lt;br /&gt;mengintip&lt;br /&gt;selalu waspada&lt;br /&gt;ganas&lt;br /&gt;garang&lt;br /&gt;tidak kompromi&lt;br /&gt;menunggu waktu yang tepat&lt;br /&gt;menunggu mangsanya lengah&lt;br /&gt;dengan sekuat tenaga&lt;br /&gt;melompat&lt;br /&gt;menerkam&lt;br /&gt;menerjang&lt;br /&gt;menggigit&lt;br /&gt;merobek&lt;br /&gt;menghancurkan&lt;br /&gt;mematikan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah bentuk dia sebenarnya&lt;br /&gt;apakah benar berjubah hitam&lt;br /&gt;dengan muka ditutupi topeng&lt;br /&gt;memegang sebuah tombak panjang&lt;br /&gt;yang ujungnya tajam seperti golok&lt;br /&gt;yang konon siap menghujam&lt;br /&gt;dan menarik dengan paksa roh si mangsa&lt;br /&gt;untuk kemudian dihantarkan&lt;br /&gt;kepada penguasa dunia akhirat&lt;br /&gt;untuk di tempatkan di sebuah tempat&lt;br /&gt;yang sudah disiapkan baginya&lt;br /&gt;tanpa menerima protes dan sanggahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kematian mendekati kita&lt;br /&gt;apakah mungkin kita berdalih dengannya&lt;br /&gt;langkahku menuju ke sana masih sangat jauh&lt;br /&gt;pijakan kakiku belum seharusnya menuju ke sana&lt;br /&gt;masih banyak hal yang menghantuiku&lt;br /&gt;untuk aku kerjakan dan selesaikan&lt;br /&gt;kesempatan bagiku seharusnya masih panjang&lt;br /&gt;tidak mungkin aku harus pergi sekarang&lt;br /&gt;engkau salah orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia muncul layaknya ular phyton&lt;br /&gt;yang tenang tidak bersuara&lt;br /&gt;bersembunyi dalam sebuah keheningan&lt;br /&gt;bermeditasi dengan sepinya semesta&lt;br /&gt;karismanya begitu kuat&lt;br /&gt;aura keberadaannya begitu hebat&lt;br /&gt;naluri kehadirannya begitu dahsyat&lt;br /&gt;namun dalam semua keberadaannya&lt;br /&gt;sanggup membuat mangsanya lengah&lt;br /&gt;tidak menyadari bahwa di sana&lt;br /&gt;telah menunggu sebuah ancaman besar&lt;br /&gt;yang berkekuatan luar biasa&lt;br /&gt;dengan sebuah lilitan keras&lt;br /&gt;sanggup mencegat nafas berhembus&lt;br /&gt;menghancurkan&lt;br /&gt;meremukkan&lt;br /&gt;dan mematikan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia berbentuk seberkas terang&lt;br /&gt;dengan dua sayap terkepak lebar&lt;br /&gt;menebarkan butiran keemasan&lt;br /&gt;membentuk sebuah gerbang&lt;br /&gt;dengan tangga berhiaskan batu permata&lt;br /&gt;yang bekerja dengan lembut&lt;br /&gt;membujuk penumpangnya untuk tidak sabar&lt;br /&gt;dan menanamkan rasa penasaran&lt;br /&gt;meniti langkah demi langkah&lt;br /&gt;sekadar mengetahui apakah ujung di sana&lt;br /&gt;seraya bertanya-tanya&lt;br /&gt;itukah tujuan akhir dari hidupku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat waktu itu datang&lt;br /&gt;sanggupkah kita menyatakan&lt;br /&gt;inilah segenap diriku seutuhnya&lt;br /&gt;aku tidak akan menggugat&lt;br /&gt;aku tidak akan menolak&lt;br /&gt;karena inilah segenap pribadiku&lt;br /&gt;dengan segenap karya dan ciptaku&lt;br /&gt;yang sudah aku persembahkan&lt;br /&gt;bawalah aku dalam keabadian&lt;br /&gt;karena aku sudah siap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115280917011722566?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115280917011722566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115280917011722566&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115280917011722566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115280917011722566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/ketika-waktu-itu-tiba.html' title='Ketika Waktu Itu Tiba'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115262899847444328</id><published>2006-07-11T21:38:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T21:43:18.550+07:00</updated><title type='text'>Jeans</title><content type='html'>Pernah dengar Levi's, Wrangler, atau Guess. Yap, mereka merupakan sejumlah merek jeans yang sudah menjadi trademark dan menjadi buruan orang, terutama fanatik jeans.  Emang siapa sih yang tidak pernah pakai jeans? Bentuk lain dari kain yang sifatnya kasar, tebal, dan kaku merupakan variasi dari berbagai pilihan untuk dikonsumsi oleh khalayak ramai. Seolah tidak mau kalah dengan kelembutan kain sutra, jeans muncul dengan tampilan garang, keras, dan tentunya berkelas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja lihat iklan-iklan jeans, hampir tidak pernah kita temukan iklannya di-shoot dengan alunan musik lembut yang dipadu dengan suasana kalem dan tenang. Mereka selalu tampil dengan musik keras, nge-rock, bahkan mungkin sedikit metal dengan latar dunia keras dan juga brutal, serta diselingi dengan wanita seksi dan cantik seolah ingin menunjukkan dirinya dengan berkata: jeans is something too, jadi tidak bisa diremehkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jeans, pikiran pertama apa sih yang muncul dalam benak Anda? Yap ... celana. Tidak heran kalau kita langsung berpikir itu, karena memang pada awalnya produk pertama dari jeans adalah celana. Ditambah lagi selama hampir beberapa dekade memang hanyalah celana yang bisa dihasilkan sebagai produk jeans. Namun, seiring perkembangan dan inovasi produk, saat ini variasi pakaian dalam bentuk jeans juga udah mulai beragam. Jaket jeans, kemeja jeans, oblong jeans, hingga topi jeans tentu bisa dengan mudah kita temui sekarang. Yang tidak ada mungkin underwear jeans kali yah, soalnya kalo ada dijamin pasti tidak laku, karena bukan kenyamanan yang didapat, justru sebaliknya hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah asal muasal munculnya jeans? Konon, di negeri asalnya jeans, ide penggunaan kain jenis ini bermuara pada para pekerja bangunan. Karena banyak yang mengeluh celana kain biasa yang mereka pakai sering atau mudah rusak dan robek, entah karena tersangkut paku, tergores, dan beberapa alasan lainnya, maka mereka mengharapkan agar ada solusi. Setelah melakukan berbagai inovasi dan percobaan, maka muncullah jeans yang notebene tebal dan tidak mudah sobek sebagai pemecahan masalah terbaik. Alhasil, sejak itulah jeans diproduksi besar-besaran untuk memenuhi keinginan para pekerja. Singkat kata, produsen jeans untung, dan para pekerja pun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, kalau jaman dulu berbicara tentang jeans pasti konotasi dengan dunia kasar. Bahkan saking kasarnya, jeans sering diremehkan sebagak produk kelas sekian di bawah jenis kain lainnya seperti sutra ataupun katun. Dengan kata lain, hanyalah orang kasar atau orang yang tidak mampu membeli kain kelas ataslah yang mau mengkonsumsi jenis kain ini. Kalau masyarakat kelas atas? Say sori deh untuk jeans ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, secara perlahan tapi pasti pamor jeans mulai terangkat. Dengan membidik orang muda, citra jeans mulai diubah. Slogan semangat orang muda yang ingin selalu tampil gaul dan bergaya, dimanfaatkan jeans dengan menyamakan bahwa gaul sama artinya dengan garang. Kalau mau jadi anak gaul, pakailah jeans yang berpenampilan garang dan keras. Kira-kira begitulah senjata produsen jeans membidik pasar barunya. Ditambah trik marketing, mereka menyamakan juga bahwa kalau memakai jenis lain, itu sama saja dengan berpenampilan kalem alias ngga gaul, nggak level deh untuk dikonsumsi anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya memang mengena. Berbondong-bondong kawula muda pun beralih ke jeans. Dan ... jeans pun mulai disetarakan dengan produk kain lainnya. Karena sifat jeans yang kaku dan keras, dia jadi mudah untuk dibuat dalam berbagai variasi. Mau bentuk baggy, semi baggy, konvensional, hingga model ekstra ketat yang membuat orang yang memakainya untuk jongkok aja susah dengan mudah dibentuk. Ditambah lagi jeans bisa disisik kayak sobek-sobek di paha, lutut, pegelangan kaki, hingga pantat, jeans benar-benar meroket menjadi super star yang diminati orang ... hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat jadi trend pada musimnya, semakin butut dan belel sebuah jeans, itu artinya semakin gaul. Alhasil, jangan heran orang-orang berlomba-lomba membiarkan jeans mereka tidak dicuci-cuci hingga berminggu-minggu, sengaja supaya kelihatan kotor, kusam, bahkan lebih bagus kalo sobek, karena itu artinya semakin ok punya. Ha ha ha ... ada-ada saja :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga pernah punya jeans. Waktu masih muda dan termakan trend sekeliling, celana jeans menjadi satu-satunya yang ada di lemari baju. Celana kain? Jauh dari lirikan mata. Dari berbagai merek, bentuk, dan mode pernah aku konsumsi dan pakai. Namun seiring semakin dewasa dan tuntutan aktivitas juga, secara perlahan aku mulai melirik celana kain. Memasuki dunia kerja, secara pelan tapi pasti, jeans mulai terasing dan hilang dari tumpukan bajuku. Tidak asyik khan, kalo masuk kerja pake jeans? Ditambah semakin majunya perut alias buncit, kepedean memakai jeans juga mulai berkurang. Selain rasanya aneh, juga perut ini rasanya sesak karena sudah tidak muat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku sedikit iri melihat teman-teman yang masih muat pakai jeans. Pengen juga mengenang kembali masa muda dengan berpenampilan gaul dengan memakai jeans. Tapi ... gitulah. Semakin malas berolahraga, semakin enggan beraktivitas, semakin berkurang mengeluarkan keringat, membuat tubuh ini menjadi dimanjakan, terutama bagian perut. Yah ... kebuncitan membuat aku harus melupakan enaknya memakai jeans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu. Beberapa waktu ini, aku pun mulai berolahraga dan juga diet terpaksa. Maksud diet terpaksa adalah selama istri cuti 3 bulan tidak kerja, selama itu pula pasokan bekal pagiku untuk sarapan menjadi terhenti. Alhasil berat badanku turun sebanyak 3 kg. Kasihan yah? Tapi tidak apa-apa, karena perubahan yang mulai aku rasakan adalah perutku semakin mundur alias mulai langsing. Celanaku udah mulai dikit melorot, sehingga kalo pakai sabuk, harus agak dikencengin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar beberapa teman pun semakin meyakinkanku bahwa aku sudah lebih langsing. Ditambah dengan olahraga, aku mulai merasakan bahwa diriku semakin fit, dan gairah masa mudaku pun muncul lagi. Bahkan istri sedikit curiga, kenapa suaminya mengalami transformasi dan mulai lebih care dalam berpenampilan? Apakah karena sedang puber ke-2? Hahaha ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin persis, aku mengobrak-abrik tumpukan celanaku. Apa yang aku cari? Yah ... celana jeansku. Setelah beberapa lama, aku ketemu satu. Dengan pelan, aku mulai mencoba ... dan ... MUAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha ... welcome back my jeans. Jangan bosan-bosan yah, ntar kamu akan sering aku pakai. Suatu hari jangan bingung juga karena kamu akan mendapat teman baru, karena aku akan mulai hunting jeans lagi ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115262899847444328?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115262899847444328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115262899847444328&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115262899847444328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115262899847444328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/jeans.html' title='Jeans'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115224430222220676</id><published>2006-07-07T07:45:00.000+07:00</published><updated>2006-07-07T10:51:42.266+07:00</updated><title type='text'>Seuntai Kata untuk Anakku</title><content type='html'>Anakku, masih jelas sekali kala dad dan mum mendengar suaramu dalam lengkingan tangisan bahagia untuk pertama kalinya. Kamu begitu kecil, merah, dan kelihatan keriput. Dad yang menemani di ruang bersalin sempat bengong sebentar, kok kamu kayak gitu? Tidak seperti yang dad lihat di TV, di mana diceritakan di sana kalau seorang bayi lahir pasti digambarkan sudah rapi, cakep, gemuk, dan jauh dari kesan keriput begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu tidak menjadi masalah, kerena belakangan dad baru mengerti kamu begitu karena memang begitu adanya. Masih dalam selimut kegembiraan, dad melihat kamu mulai dibersihkan, dilap, dimandiin, diukur panjangnya [bukan tingginya], ditimbang beratnya, didekatkan ke mum untuk pertama kalinya, serta direbahkan ke dada mum untuk mendengar detak jantung mum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian kamu dibawa ke ruang bayi, mulai dipakaikan baju [atau popok tepatnya], diberi tanda pengenal bahwa kamu adalah anak dad dan mum, hingga ditempatkan dalam box, sebelum akhirnya dad diusir sama suster untuk keluar dari ruang bayi ... semuanya begitu jelas dan dad abadikan dalam rekaman video. Kebahagiaan luar biasa menyelimuti keluarga Bun di hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore, itulah saat untuk pertama kalinya kamu diperkenalkan dan dikumpulkan bersama dad dan mum sebagai keluarga kecil. Dan kamu sudah tidak keriput lagi. Kamu begitu ganteng, manis, cute, dan tidur dengan muka penuh damai. Tidak salah orang mengatakan masa bayi adalah masa paling bahagia karena tidak ada beban hidup sama sekali. Dad perhatikan wajahmu, mirip siapakah dikau? Dilihat-lihat, dipandang-pandang, disimak-simak ... ooo, hidungmu mancung mirip dad, matamu sipit mirip dad juga, mulutmu merah mirip dad, dan segalanya dad mirip-miripkan supaya jelas bahwa kamu adalah anak dad. Mum pun tidak mau kalah, dia mengklaim pipimu gemuk mirip mum, bibirmu mungil mirip mum, rambutmu dikit ikal mirip mum ... Hingga kita berkesimpulan yang sama: dahimu lebar mirip dad ... hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama lewat. Hari kedua untuk pertama kalinya dad diijinkan untuk menggendongmu. Terus terang, sebelumnya dad paling takut dekat-dekat dengan bayi, apalagi membopong? Jauh-jauh deh dari dad. Tapi entah kenapa, saat ditanya suster, "bapak mau dan berani menggendong?" dengan spontan dan tanpa ragu dad menjawab, IYA. Entah ada keyakinan apa, mendadak berani saja dad membopongmu. Dan, saat kamu berpindah tangan dari suster ke lengan dad, sebuah perasaan yang susah dijelaskan menghinggapi dad. Wow ... luar biasa, melihat cerminan dad sendiri, serasa tidak percaya rasanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga kamu pulang ke rumah. Sudah menanti di sana emak dan engkong, serta ii dan khiu-khiu, mereka menantimu dengan tidak sabar melihatmu dari dekat. Dasar kamu adalah kesayangan semua orang, cucu pertama bagi emak dan engkong, dan anak pertama bagi dad dan mum, hingga secara tidak kelihatan muncul semacam persaingan terselubung untuk menguasaimu sepenuhnya. Gara-gara kamu begitu manis sih, sampai sempat terjadi konflik kecil dalam merawatmu. Menurut mak dan kong, kamu harus digituin, sedangkan menurut dad dan mum, kamu harus diginiin. Masing-masing merasa sok tahu dan yakin dengan cara merawatmu. Hehehe ... memikirkan itu kadang geli juga. Yah ... namanya juga serba pertama, jadi ada kesan semacam saling rebutan gitu. Namun dad yakin, semuanya itu terjadi hanya karena satu hal: SEMUA BEGITU MENYAYANGIMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, waktu kamu berumur 10 hari, dad dengan berat hati harus meninggalkanmu dengan mum dan keluarga di sana karena harus pulang ke Jakarta lagi. Dad sedih, demikian juga mum. Entah kamu ikut merasakan juga, saat dad mau berangkat, mendadak kamu menangis dengan keras. Tidak biasanya kamu begitu, membuat hati dad makin berat untuk pergi. Dad ingin terus bersamamu, melihat kamu berkembang, bertumbuh, dan besar serta melewatkan hari demi hari bersamamu. Namun ... semua itu harus dad lakukan demi keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dad juga kehilangan momen waktu kamu berumur 1 bulan, dan juga saat kamu untuk pertama kalinya digunduli saat berumur 40 hari. Sayang memang, tapi itulah yang harus terjadi. Dan ketika kamu berumur 1 bulan 3 minggu, kamu baru pulang Jakarta, dan itulah saatnya keluarga kecil kita berkumpul sampai sekarang ini. Saat kamu sampai rumah, kamu sudah banyak berubah. Kamu sudah lebih besar, gemuk, tambah lucu, dan tentunya sangat murah senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dad dan mum sempat ragu, apakah kamu aman ditinggal sendiri di rumah hanya bersama baby sister. Apakah kamu diperhatikan dengan baik? Apakah kamu diurus dengan semestinya? Apakah kamu tidak dibiarkan tergeletak? Apakah kamu tidak dijahili? Dan banyak lagi pikiran yang membuat dad dan mum cemas serta tidak rela meninggalkan kamu begitu saja. Namun harus bagaimana lagi? Dad dan mum tetap harus bekerja. Harus mencari uang untuk kebutuhan keluarga kita. Akhirnya dengan penuh kerelaan dan percaya penuh, dad dan mum tinggalkan juga kamu bersama baby sister. Suatu hari, semoga dalam waktu dekat, mum bisa berhenti kerja dan sepenuhnya mengurus kamu. Yah ... sama-sama berdoa yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, satu hal yang membuat dad dan mum merasa bahagia memilikimu adalah kamu tidak rewal sama sekali. Sejak dari kandungan kamu tidak macam-macam alias tidak membuat mum ngidam macam-macam, hingga saat lahir pun begitu lancar, dan saat ini jarang sekali menangis, bangun teratur, dan yang penting kamu suka sekali bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang datang melihatmu pasti berkomentar sama: "waduh ... lucu sekali anak ini. Bikin gemes saja." Atau, "Waaa ... mau aku punya anak seperti ini, sangat murah senyum dan tawa." Atau, "Pengennnn ... aku bawa pulang yah ..." Banyak komentar senada membuat dad dan mum yakin, kamu benar-benar titisan malaikat yang dititipkan kepada kami berdua untuk memberkati dan memeriahkan keluarga kita, dan kamu mensyukuri sepenuhnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu seperti tahu jadwal dad dan mum. Saat pagi mau berangkat kerja, kamu menyempatkan diri bangun untuk sekedar bermain dan mengucapkan selamat bekerja pada dad dan mum. Jadi setiap pagi dad dan mum bisa berangkat kerja dengan penuh semangat. Dan kamulah satu-satunya hiburan bagi dad dan mum saat seharian penuh capek bergulat dengan dunia kerja. Melihat kamu terjaga, dan senyum-senyum serta tawa bahagiamu, membuat dad dan mum lupa begitu saja bahwa badan ini capek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu seperti pengen cerita banyak pada dad. Kamu kelihatan ingin berkata-kata pada dad tentang harimu dan pengalaman yang sudah kamu lewatkan selama sehari bersama baby sister. Mulutmu selalu terbuka lebar, dan seolah ingin mengeluarkan kata, tapi kamu masih belum bisa. Alhasil yang keluar hanyalah 'aa ee aa ee' yang kadang diselingin dengan teriakan kecil seolah kamu sedang berkisah tentang hal yang lucu, ataukah itu justru frustasi karena belum bisa berkomunikasi dengan dad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dad mencium pipimu, kamu hanya diam saja. Saat membopongmu, kamu tenang dan kelihatan menikmati sekali, bahkan kadang menyembunyikan wajahmu di lengan dad. Saat dad mendekatkan jari ke tanganmu yang mungil, dengan kencang kamu akan menggenggamnya seolah tidak mau lepas. Saat dad beranjak pergi, kamu mengikuti dengan tatapan matamu disertai sebuah senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, dad dan mum sungguh bahagia dengan kehadiranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, yang bertepatan juga dengan angka keramat dad, 7 Juli [7-7], kamu sudah berusia 3 bulan. Tidak terasa yah bahwa kamu sudah berusia 1/4 tahun. Dad dan mum sungguh mencintaimu. Puji syukur kehadiratNya sudah menghadirkan kamu di tengah-tengah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marvel Enrico Bun ... Tuhan memberkatimu senantiasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115224430222220676?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115224430222220676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115224430222220676&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115224430222220676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115224430222220676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/seuntai-kata-untuk-anakku.html' title='Seuntai Kata untuk Anakku'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115182447299570929</id><published>2006-07-02T14:07:00.000+07:00</published><updated>2006-07-02T14:14:33.083+07:00</updated><title type='text'>Sepucuk Surat untuk Istriku</title><content type='html'>Waktu terus berlalu. Detik demi detik dia merambat menjadi menit. Dalam hitungan sekejap dia melesat menjadi hitungan jam. Tidak kita sadari, hari pun menyongsong, dan dalam sesaat kita tercengang bahwa hitungan sudah menginjak minggu. Tak heran, kala kita mengambil waktu sesaat untuk merenung, bilangan bulan dengan tanpa malu-malu menunjukkan dirinya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mungkin menghentikan waktu. Kita juga tidak bisa memperlambat waktu berjalan. Mempercepat waktu? Itu adalah sebuah pekerjaan yang mustahil. Dia sepertinya tercipta begitu saja untuk mengiringi langkah demi langkah insan di semesta ini. Dia bagaikan saksi hidup yang dengan setia memberikan dirinya untuk menyorot apa yang terjadi pada manusia di muka bumi ini. Dia melebur dalam sebuah keabadiaan untuk memberikan makna dan arti bagi penghuni semesta ini dalam melewatkan hari-hari mereka mencapai sebuah kesempurnaan.&lt;br /&gt;Dalam fenomena abstraknya sebuah waktu, hari ini diriku sengaja mengambil dan bergelut dengannya untuk melihat kembali apa yang sudah terjadi dalam hidupku, merefleksi apa yang sudah dilewatkan bersamanya yang sudah menghadirkan begitu banyak peristiwa, dan bergulat dengannya untuk memalingkan sejenak ingatan ini apa yang telah dia lakukan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku, tidak salah khan kalau aku mengatakan bahwa waktu berlalu begitu cepat. Masih terbayang begitu jelas, di hari itu, kita harus bangun super subuh. Walaupun raga ini masih ingin beristirahat, dan jiwa ini inginnya bermeditasi sebentar lagi, namun sebuah tuntutan mengharuskan kita untuk terjaga. Apakah gerangan yang terjadi? Yah ... kita harus berangkat ke bridal, menyerahkan diri kita kepada sekelompok orang yang menamakan diri tim make up, merelakan bagian atas tubuh kita dicoret-coret dengan sejumlah barang yang dinamakan kosmetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi aku sebagai pihak cowok sih tidak menjadi masalah besar. Namun, engkau sebagai pihak cewek perlu pengorbanan ekstra. Tidak masalah kalau hanya memakan waktu 10-15 menit, tapi ini sangat keterlaluan. Untuk berdandan saja perlu makan waktu sampai 1,5 jam. Tapi hasilnya memang tidak mengecewakan. Engkau yang semula sudah begitu cantik di mataku, ditambah karya para pesolek semakin mempertegas dan menonjolkan kecantikan dirimu. Aku begitu terpana melihatnya, dan mensyukuri  sudah dipertemukan dengan dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak jam 10 pagi, sejumlah aktivitas sudah menanti dan menguji stamina kita untuk melewatkan hari ini. Satu demi satu prosesi harus kita jalani. Dari pelepasan pihak keluarga, jemput antar, teapai, dan beberapa istiadat lainnya menunggu kita untuk melaluinya. Sejujurnya, dari semua hal yang harus kita lakukan di hari itu, bagian inilah yang paling memakan emosi dan tenaga. Capek? Tentu saja. Tetapi rasa itu sirna begitu saja melihat wajah-wajah sekeliling yang berbahagia, dan emosi positif itu menular juga ke kita sehingga kita menjadi ikut larut dan begitu menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku, aku yakin kamu masih mengingatnya dengan jelas. Jam 12 siang kita sudah di mobil, meluncur dengan langkah pasti menuju gereja. Inilah momen krusial yang sangat kita nanti-nantikan, karena sekeluar dari sana kita bukan lagi 2 manusia yang masih diragukan status kebersamaannya, tapi kita akan resmi menjadi sepasang manusia yang diberkati. Menginjakkan kaki ke ruang tunggu gereja, rasa deg-degan masih menyelimuti kita. Dan perasaan itu semakin kencang kala dipanggil untuk memasuki ruang ibadah dan pemberkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menyadari, bahwa kala lagu "Kasih" dilantunkan dengan begitu indah dan syahdu, ada isak tangis tertahankan terdengar darimu. Spontan aku yang awalnya ikut melantunkan lagu itu dengan penuh penghayatan seketika berhenti. Sambil sibuk merogoh kantong untuk mencari tisue, kudengar semakin kencang isak tangismu. Dengan lembut kugenggam tanganmu, membisikkan kata mesra, seraya berusaha mengingatkan bahwa kita tengah menjadi sorotan banyak orang. Memang, dikau berhenti menguasai dirimu. Tapi kamu lupa sesuatu, tindakanmu itu bisa merusak dandanan dan aksesoris tambahanmu, terutama bagian mata. Alhasil selama khotbah disampaikan, kamu bukannya menyimak dengan seksama, tapi malah sibuk benarin alis mata palsumu yang sedikit lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu acara pemberkatan berlangsung. Hingga pada acara puncak, pembacaan ikrar dan janji pun menyonsong kita. Awalnya semuanya berlangsung dengan lancar, hingga tiba giliranmu menyatakan janjimu, tidak disangka-sangka lagi-lagi kata-kata yang keluar dari mulutmu tercekat oleh isak tangis. Suasana menjadi begitu hening, menantikanmu untuk mengumpulkan suaramu hingga bisa menyelesaikan janjimu. Aku tidak bisa berbuat banyak kecuali memegang tanganmu lebih kencang. Pak pendeta juga kelihatan salah tingkah dan hanya bisa diam. Syukur, beberapa saat kemudian kamu bisa menguasai dirimu lagi, dan dengan sedikit kebut, kamu menyelesaikan ucapan janjimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, aku baru tahu rupanya momen tangismu itu sanggup membuat beberapa undangan yang ikut kebaktian turut meneteskan air mata. Sebagian mengakui begitu terharu dan mengingatkan mereka akan peristiwa yang sama yang pernah mereka lalui. Tapi ada juga yang iseng menyelutuk: wah, pengantin wanitanya rupanya tidak rela disunting, jadi saat pembacaan ikrar dia menangis karena menyadari setelah itu hidupnya akan terikat seumur hidup. Hehehe ... ada-ada saja yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku, kamu pasti sepakat denganku dengan yang satu ini. Setelah upacara pemberkatan selesai, hati kita berdua langsung lega dan plong. Sebuah beban yang sejak beberapa bulan terakhir yang kadang menghantui dan membuat kita berpikir ekstra seraya berpikir apakah sanggup melewatinya dengan seketika hilang begitu saja. Karena begitu leganya, kita baru sadar bahwa sejak pagi kita belum makan apa-apa. Alhasil, saat re-touch di bridal kita sempatkan diri untuk titip beli makanan bungkus, dan begitu lahap kita memangsanya seolah sepasang manusia yang sudah berpuasa sekian lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga acara terakhir, resepsi pernikahan, itulah puncak dari semua prosesi hari itu. Kamu pernah mengatakan momen yang akan membuat kamu menangis adalah saat menginjak karpet merah menuju pelaminan, karena beberapa kali saat kita mengikuti resepsi pernikahan orang lain, kamu selalu menangis saat melihat mereka begitu anggun melangkah diiringi musik yang menyentuh hatimu. Namun, suasananya rupanya berbalik saat kita melewatinya sendiri. Kita sudah lupa sama suasana. Tidak kita perhatikan lagi lagu apa yang mengiringi. Yang ada hanyalah berusaha secepat mungkin proses selama sehari penuh itu lewat begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari acara potong kue, suap-suapan roti, salam-salaman, turun untuk keliling seraya menyapa undangan, semuanya kita lakukan dengan tenaga tersisa. Tapi satu hal yang aku yakin, kita sanggup melewatinya karena kebahagiaan yang begitu besar menyelimuti kita berdua. Sampai acara foto-foto, kelelahan terlihat jelas dari raut wajah kita, namun sekuat tenaga kita tetap tersenyum.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Hari ini, 2 Juli 2006, tepat setahun sudah kita menikah. Tidak terasa khan, begitu cepat waktu berlalu. Masih serasa kemarin saja kita melewatkan hari yang penuh acara dan sanggup menyita semua emosi dan tenaga kita. Tidak terasa juga, saat ini kita sudah tidak berdua, tapi sudah ada buah hati kita yang menemani dan meramaikan keluarga kecil kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kita masih sangat panjang. Selama setahun pernikahan kita, tidak dipungkiri perselisihan, cekcok, dan pertengkaran dalam berbagai skala terjadi sebagai bumbu yang membuat pernikahan kita begitu berwarna. Tapi aku selalu bersyukur, dalam segala kondisi entah baik ataupun buruk, kita selalu menyerahkannya kepada Tuhan, yang sudah mempertemukan dan menpersatukan kita. Harapanku yang juga aku yakin harapanmu, perjalanan panjang yang masih sangat melelahkan itu tetaplah kita arungi bersama dengan dasar kasihNya: kesetiaan, kejujuran, kesabaran, keterbukaan, dan buah-buah Roh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak juga cita-cita dan harapan kita yang masih belum tercapai. Namun kita berusaha bersama-sama yah: saling mendukung, menyokong, menolong, menguatkan, menghibur, mengingatkan, menasehati, dan melindungi. Dan selalu utamakan Dia dalam perjalanan bahtera kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku, aku mengasihimu jauh dari kasihku kepada orang lain. Aku menyayangimu jauh melebihi sayangku buat orang lain. Aku mencintaimu jauh dari cinta yang sanggup kuberikan kepada orang lain. Terimakasih juga untuk kasih, sayang, dan cintamu kepadaku. Biarlah doa yang senantiasa kita ucapkan didengar olehNya, dan janji kita: till death do us apart, itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati kita senantiasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115182447299570929?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115182447299570929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115182447299570929&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115182447299570929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115182447299570929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/07/sepucuk-surat-untuk-istriku.html' title='Sepucuk Surat untuk Istriku'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115146320752824022</id><published>2006-06-28T09:50:00.000+07:00</published><updated>2006-06-28T09:53:27.720+07:00</updated><title type='text'>Pygmalion</title><content type='html'>Mungkin nama Pygmalion pernah melintas di benak Anda. Atau mungkin Anda pernah mendengar atau membaca kisah ini. Ini adalah sebuah kisah yang merupakan bagian dari mitologi bangsa Yunani abad pertengahan, yang kemudian dipopulerkan pada tahun 1890 lewat sebuah lukisan menawan oleh Jean-Léon Gérôme (1824-1904). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan keusilan Hendri untuk mengubah dan menceritakan ulang dengan menambahkan beberapa scene dan tafsiran, dengan harapan posting ini bisa menggugah dan memberikan motivasi bagi kita yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini berasal dari negeri seribu dewa, negeri lahirnya olimpiade, Yunani. Adalah Pygmalion, seorang pemuda yang mempunyai bakat yang luar biasa di bidang seni pahat. Ia sangat piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya diakui begitu halus, indah, bagus, dan sangat menyerupai aslinya. Tetapi bukan karena kecakapannya itu yang membuat ia terkenal dan disenangi. Pygmalion terkenal justru karena ia adalah orang yang selalu berpikiran positif dan memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai contoh, apabila lapangan di tengah kota becek, reaksi kebanyakan orang adalah menggerutu dan mengomel. Tetapi lain halnya dengan Pygmalion, ia yang pada dasarnya selalu melihat sebuah peristiwa dengan kacamata positif berkata, "Untunglah hanya lapangan ini saja yang becek, khan masih banyak lapangan yang lain yang tidak becek." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian juga ketika ada pembeli patung yang ngotot menawar-nawar harga. Kelakuan ini bagi sebagian rekannya adalah menjengkelkan, sehingga wajar mereka berbisik, "Wah, kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion tidak, ia hanya membatinkan, "Mungkin orang itu lagi memerlukan uang untuk kebutuhan lain yang lebih penting dan mendesak". &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasus lain, ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak marah dan mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya. Untunglah saya menanam apel ini, sehingga bisa memenuhi kebutuhan mereka dari segi makanan." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitulah pola pandang Pygmalion yang selalu melihat suatu keadaan dari sisi baik dan positif. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, sebaliknya, ia selalu mencoba membayangkan hal-hal yang baik dibalik perbuatan buruk orang lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga suatu saat, Pygmalion mau berkarya dan membuat sebuah karya yang istimewa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal pertama yang dilakukan Pygmalion adalah berimajinasi. Dalam imajinasinya, ia menghadirkan sesosok wanita dan akan menemaninya, sebuah patung wanita yang yang cantik, anggun, elok, dan sempurna. Berhari-hari dia menyusun imajinasi itu. Ia menggambarkan dalam pikirannya bentuk rambut, mata, hidung, mulut sampai sedetail-detailnya akan sosok yang akan dibuatnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah imajinasi lengkapnya terbentuk, muncullah hasrat dan gairah yang kuat untuk berkarya. Hasrat yang meledak-ledak dan mengebu-gebu muncul dalam hatinya. Yah, tak bisa dipungkiri bahwa ia sangat mendambakan kehadiran seorang wanita dalam hidupnya, dan itulah yang membuat dia semakin bergairah dan bersemangat untuk mulai berkarya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulailah ia melalukan persiapan untuk memahat. Diambilnya sebongkah kayu yang terbaik dan sangat halus, alat-alat kerjanya yang terpelihara dengan baik dikeluarkan, konsentrasi penuh, dan mulailah ia berkarya. Dia sangat yakin bahwa kepiawaiannya dan didukung peralatan yang yang terbaik, ia sanggup menghasilkan karya seperti yang spektakuler.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengikuti imajinasinya, didorong hasrat yang mengebu-gebu, dan ditambah keyakinan yang kuat bahwa ia mampu, ia mengerahkan seluruh bakat dan kemampuannya untuk berkarya. Dan, hasilnya sangat luar biasa. Sebuah patung wanita yang sangat persis seperti seorang manusia betulan telah terbentuk. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik, dan sangat indah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Betapa senangnya Pygmalion, imajinasinya telah terwujud. Dia lalu memakaikan pakaian yang indah, perhiasan yang mewah, dan memberikan sebuah nama Galatea, yang berarti seorang kekasih yang tertidur. Singkat kata, pygmalion jatuh cinta kepada patung buatannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kawan-kawan Pygmalion yang melihatnya hanya bisa berkata dan mengejeknya, "Ah, sebagus-bagusnya patung itu khan cuma patung, bukan manusia. Mustahil sebuah patung bisa berubah menjadi seorang manusia, apalagi menjadi isterimu. Lupakan saja" &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi ejekan itu tidak membuat Pygmalion patah semangat. Sikap positif dalam dirinya membuat ia tetap memperlakukan patung itu layaknya seorang manusia. Ketika dia menatap dan mengelus patung itu, dia membayangkan bahwa yang ia tatap dan elus itu adalah kekasihnya yang sebenarnya. Demikian juga ketika ia ajak bicara, diskusi, dan ngobrol, yang muncul dalam keyakinannya adalah dia sedang berinteraksi dengan pujaan hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singkat cerita, Dewi Aphrodite -Dewi cinta dan kecantikan- yang melihat dan memperhatikan perlakuan Pygmalion itu pun tersentuh, dan memutuskan untuk memberi anugerah/rahmat kepada Pygmalion, mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion akhirnya menikah dengan Galatea dan hidup berbahagia dengan isterinya, yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Pygmalion ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama, be positif thinking. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.  Misalnya, jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua, tumbuhkanlah imajinasi dalam diri Anda. Sama seperti Pygmalion yang mempunyai imajinasi akan sebuah patung wanita, hendaklah kita juga mempunyai imajinasi akan pekerjaan kita. Apakah bidang kita masing-masing? Imajinasikanlah. Kalau Anda seorang sales, imajinasikanlah bahwa suatu hari Anda akan menjadi seorang sales dengan tingkat penjualan yang spektakuler dan nama Anda akan dikenang sebagai sales yang paling berhasil. Kalau Anda seorang penulis, imajinasikanlah bahwa suatu hari karya Anda akan menjadi bestseller, dijual di mana-mana, dicari orang-orang, dan berbondong-bondong orang rela antri untuk meminta tandatanganku. Demikian juga misalnya Anda adalah seorang markerter, PR, IT, dan banyak lagi bidang yang menjadi kerja Anda. Imajinasikanlah ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga, pupuklah imajinasi kita sehingga menimbulkan sebuah hasrat, dorongan, tekad, dan gairah untuk mencapai imajinasi tersebut. Pohon jeruk kalau tidak diberi pupuk, tidak akan besar dan menghasilkan buah yang besar dan manis. Demikian juga imajinasi kita. Kalau imajinasi kita hanya sebatas imajinasi saja dan tidak pernah dipupuk dan didorong sebuah hasrat yang mengebu-gebu, maka imajinasi itu akan hilang dan sirna dengan sendirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keempat, milikilah keyakinan bahwa kita memang bisa menggapai imajinasi kita. Tuhan sudah menganugerahkan kepada kita perkakas dan potensi diri yang luar biasa untuk dikembangkan. Maka, yakinlah bahwa kita mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk diaktualisasikan menjadi karya yang luar biasa. Keyakinan akan memberikan semangat dan membangkitkan motivasi yang superior dalam diri kita untuk mencapai hasil terbaik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kelima, bertindaklah. Dengan mental berpikir positif, imajinasi yang liar, hasrat dan gairah yang bergelora, ditambah keyakinan yang kuat, tuangkanlah semuanya menjadi sebuah tindakan yang akan menghasilkan sebuah karya yang istimewa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan terakhir, selalulah berharap akan hadirnya rahmat dalam kehidupan kita. Sesungguhnya rahmat ada di mana-mana, selalu ada di sekitar kita, dan mengepung kita dari segala penjuru. Tinggal bagaimana kita bisa mengenalinya, mensyukurinya, dan mengelolanya agar rahmat selalu mengalir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Warna hidup memang tergantung dari warna kacamata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kacamata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kacamata yang damai akan menjadikan hidup kita damai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion,begitulah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115146320752824022?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115146320752824022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115146320752824022&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115146320752824022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115146320752824022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/06/pygmalion.html' title='Pygmalion'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115128609436798168</id><published>2006-06-26T08:38:00.000+07:00</published><updated>2006-06-26T08:41:34.403+07:00</updated><title type='text'>Segala Sesuatu Ada Waktunya</title><content type='html'>Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal&lt;br /&gt;Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan&lt;br /&gt;Ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa&lt;br /&gt;Ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu&lt;br /&gt;Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi&lt;br /&gt;Ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit&lt;br /&gt;Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci&lt;br /&gt;Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sudah digariskan untuk seperti itu, kenapa kita sebagai manusia sering mempertanyakannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20505684-115128609436798168?l=hendribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendribun.blogspot.com/feeds/115128609436798168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20505684&amp;postID=115128609436798168&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115128609436798168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20505684/posts/default/115128609436798168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendribun.blogspot.com/2006/06/segala-sesuatu-ada-waktunya.html' title='Segala Sesuatu Ada Waktunya'/><author><name>Hendri Bun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13413668374950819791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20505684.post-115068759038235891</id><published>2006-06-19T10:20:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T10:26:30.450+07:00</updated><title type='text'>The 666 of Me Part 1: Sedih</title><content type='html'>Aku mendapat PR dari Zilko, yaitu menceritakan 6 momen yang membuat aku bersedih dan 6 momen yang membuat aku bergembira. Namun bukan Hendri namanya kalo tidak iseng. Karena masih dalam suasana 'serem' yang dikait-kaitkan dengan angkat keramat, 666, maka aku mencoba untuk menulis sekuel tentang 'the 666 of me'. Bagian pertama yang ingin aku kupas secara tuntas adalah tentang sesuatu yang sebenarnya sangat aku hindari, karena sangat tidak menyenangkan untuk mengingat dan membahasnya. Namun karena mendapat sebuah PR yang merupakan kehormatan tersendiri karena itu berarti aku masih diingat orang, maka aku akan mencoba menceritakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang pintar, sedih hanyalah sebuah perasaan yang normal dan lazim dialami oleh manusia. Dia hanyalah secuil emosi dari seabrek emosi yang ada dan mungkin terjadi dalam hidup ini. Sedih merupakan sebuah variasi dalam perjalanan bahtera kehidupan yang membuat hidup ini menjadi lebih ramai dan heboh. Tentu tidak seru dan akan sangat membosankan apabila perasaan sedih ini dicabut dalam hidup ini. Akan menjadi kehidupan yang monoton kalau perasaan sedih dihilangkan selamanya dalam perjalanan hidup ini. Makanya, bersyukurlah kalau kita masih dikarunia perasaan ini. Jangan menghindarinya, apalagi melawannya. Tetapi berusahalah untuk berdamai dengannya, karena tidak mungkin kita pungkiri itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda orang bersedih sangat jelas kelihatan. Dari tampilan fisik, akan terlihat bahwa orang yang sedang bersedih itu menjadi murung, banyak diam, tidak bergairah, gerakan menjadi lamban, suka menyendiri, dan banyak lagi ekspresi tidak mengenakan sebagai tanda bahwa seseorang sedang berduka. Dari luapan emosi, orang yang sedih akan cepat tersinggung, suka meledak, mudah tersentuh, dan yang paling jelas kelihatan: gampang menangis. Apakah benar begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oeiii ... cukup sudah teorinya. Kapan mau cerita 6 momen yang membuat seorang Hendri bersedih???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERPISAHAN. Itulah momen yang membuat aku bersedih.&lt;/b&gt; Masih teringat kala itu, saat aku masih SD di kota kelahiranku, aku mempunyai sobat, teman satu kelas yang sangat akrab denganku. Di mana ada Hendri, di situ ada dia. Begitulah komentar teman-teman melihat kedekatan kami. Banyak hal yang kami lakukan dan alami bersama. Mulai dari makan bakso di kantin sekolah hingga bareng mencoba bolos sekolah. Sebuah persahabatan yang indah dan tetap aku kenang hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebuah ungkapan darinya membuat aku terhenyak: aku akan pindah ke Jakarta. Apakah artinya itu? Sebagai seorang bocah yang masih belum memahami sepenuhnya dinamika kehidupan, serta anak kecil belum mengerti sepenuhnya akan realita hidup ini, hanya bisa terdiam saja. Apakah aku bersedih? Bohong kalau aku ngomong tidak. Namun aku masih belum mengerti sepenuhnya apa makna kesedihan itu. Tapi yang jelas ada sebuah perasaan mendesak di dada ini bahwa akan ada sesuatu yang salah dengan perasaan ini. Namun, aku belumlah mengerti sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat kepergiannya, aku hanya bisa menatap langit, dengan harapan polos seorang bocah, semoga aku bisa melihat pesawatnya lewat dan aku akan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Namun ... harapan hanyalah sebuah harapan. Aku hanya bisa menatap luas, kosong, serta birunya langit yang tiada terbatas ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masih PERPISAHAN. Itulah momen ke-2 yang membuat aku bersedih.&lt;/b&gt; Saat itu aku sudah beranjak remaja, ato tepatnya pemuda. Lulus SMA, aku diminta orang tuaku untuk melanjutkan kuliah ke sebuah kota yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan: Jogjakarta. Awalnya aku senang saja. Bisa melanglang buana, meninggalkan pulau Kalimantan, dan memulai hidup baru sebagai seorang perantau di Pulau Jawa. Segala persiapan dengan antusias aku selesaikan. Dan waktu yang ada bersama keluarga, benar-benar aku manfaatkan dengan baik untuk sebuah kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang aku ditanya, apakah sudah siap berangkat, aku selalu menjawab siap. Dan berulang kali juga aku menanyakan, apakah orangtuaku rela dan siap juga melepaskan aku untuk pergi, dan jawaban yang selalu aku terima: siap. Jadi, aku pikir tidak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam menjelang keberangkatanku, barulah aku melihat ada ketidak beresan dalam permainan emosi ini. Jadwal bis yang menjemputku ke bandara adalah tepat tengah hari alias jam 12. Dari pagi aku melihat aktivitas anggota keluargaku masih normal. Papa dan mama berangkat ke toko, aku sempat nyusul juga sampai jelang siang, dan sekitar jam 10-an aku pulang dulu untuk mempersiapkan diri. Jam 11, aku lagi menunggu di rumah seraya menunggu mamaku pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... aku benar-benar bersedih melihat kedatangan mamaku. Belum pernah aku melihat dia datang dengan cara seperti itu. Isak tangis yang tertahankan sejak dia memasuki rumah memberikan kesadaran baru kepadaku tentang sakitnya sebuah perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa terdiam, terpaku tak tahu harus berbuat apa. Gelisah menye
